NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Dokter
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: harsupi fakihudin

Seorang dokter ahli jantung, 45th, duda, memiliki putri berusia 20th. Akankah ada seseorang, yang mau menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuka Hadiah

Malam harinya

Retno duduk membuka kado-kado dari saudara-saudara ipar, dan mertuanya

Isinya, membuatnya berdecak kagum

"Lihat mas, sekarang aku buka kado pemberian dari mbak Alana"

"Apa itu" Tanya Fatih yang sibuk menyingkirkan baju, sepatu, sandal, jilbab, pemberian Ratna

"Baju batik couple, tas, sepatu, sama daleman. Banyak banget mas. Sama kayak mbak Ratna"

"Sayang suka pemberian mereka?"

"Suka mas"

Fatih mendorong kado dari Hawa "Dari Hawa ini, coba buka"

Mereka membuka kado bersama

"Wah, satu set bad cover. Sama baju piyama" Mereka membukanya "Wah, kembaran kita mas"

"Iya, sayang suka"

"Suka sekali"

"Coba ini tinggal 1, dari mama uh berat" Fatih menarik kado yang berat, dan bentuknya seperti koper

"Wah, penasaran aku mas"

"Coba dibuka ya"

Setelah dibuka

"Wah, satu set sendok garpu, ada pisau juga. Ya Allah.. Harganya berapa ini. Tau aja kalau kita pindahan ya mas"

Fatih tersenyum "Eh, bawahnya ada lagi loh sayang"

"Iya mas angkat mas, angkat"

Setelah diangkat

"Wah, sendok kecil. Stainless dan tebal juga"

"Ini sendok kecil buat apa sayang. Sayang tau nggak" Tanya Fatih, sambil mengangkat sendok tersebut

"Apa? Buat ngaduk kopi kali. Kan pendek"

"Bukan, sayang salah"

"Kalau sendok kopi, nggak lebar kayak gini. Ini itu, sendok anak. Ternyata, ternyata apa sayang"

"Apa??"

"Mama sudah memikirkan, memberi hadiah sendok, untuk anak-anak kita"

"Oh..."

Fatih tertawa

"Mas, kapan-kapan, aku ingin membuatkan makanan untuk ibu dan bapak"

"Mama dan papa" Ralat Fatih

"Eh iya, lupa. Kira-kira kesukaan mama papa apa ya mas. Sekalian Fatihah. Kasihan dia, bapaknya nggak mikirin dia" Ejeknya

Mulut Fatih yang tadinya ingin tersenyum. Kini, kembali redup.

Tapi begitu mereka saling melirik, sedetik juga, Retno sudah dalam rengkuhannya "Siapa tadi, yang nggak mikirin anak"

Retno segera mengurai dan buru-buru untuk kabur. Begitu turun dari ranjang, baju yang Retno kenakan, ditarik kebelakang "Mau kemana"

"Nggak, nggak... Ampun.. Nggak berani" Retno sudah digulung seperti dadar gulung "Mas... Lepasin mas. Aku mau menata barang-barang dulu" Teriaknya dan segera kabur

-

Sandal, baju, sepatu, tas, semuanya sudah ditata dialmari yang sudah tersedia dikamar. Semuanya bagus-bagus

"Apa sayang suka semuanya?"

"Suka banget. Isi kadonya bagus-bagus. Oiya mas. Tadi siang, aku kan mau cerita tentang Sri, Tapi tertunda, karena aku takut, mas telat kerumah sakit"

"Iya. Terus"

"Sekarang, aku ingin cerita" Ucapnya mulai naik ketempat tidur

"Iya, ceritalah. Duduk sini" Fatih menepuk-nepuk kasur yang ada disampingnya

Mereka duduk berjajar, dan bersandar di headboard

Retnopun menceritakan kisah sedih sahabatnya

"Sri, kasihan mas. Kira-kira pekerjaan untuk nya apa. agar bisa bantu mengobati ibunya yang sakit-sakitan mas"

"Memangnya ibunya sakit apa?"

"Kayaknya jantung lemah mas. Dah lama banget"

Retnopun menceritakan kembali, bahwa Sri jadi tukang cuci keliling

"Buka laundry aja"

"Iya mas. Kayanya cocok"

"Pasien rumah sakit biasanya butuh jasa loundry. Tawarin aja. Pinter nggak dia jadi marketing"

"Memangnya boleh mas, kalau kita nawarin kesana"

"Boleh"

"Kalau aku bantu, boleh nggak?"

"Boleh. Asal jangan diforsir, ya"

"Makasih ya mas"

Akhirnya, merekapun mencapai kesepakatan untuk membuka laundry

-

Beberapa hari kemudian, Fatih menyewakan apartemen lantai paling bawah, untuk membuka usaha laundry. Dengan nama "Retno laundry"

Banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bisa dimulai dari rumah, salah satunya adalah usaha laundry kiloan. 

Retno dan Sri, datang kerumah sakit untuk mengetes pasar, menawari jasa laundry nya pada beberapa pasien dengan cara menyebar brosur

Tidak perlu ragu saat membuka usaha laundry kiloan, lantaran semakin banyak orang yang tidak sempat untuk mencuci atau menyetrika pakaian. Apalagi pasien rumah sakit. Mereka ingin praktis

Disamping itu, jasa asisten rumah tangga semakin sulit didapatkan. Kalau menggunakan jasa tukang cuci yang datang ke rumah, bisa lebih boros. 

Retno sudah mencoba menghitung berapa pengeluaran untuk deterjen, air, listrik, pewangi dan pelembut pakaian. Bisa jadi lebih besar dibandingkan ke laundry. 

Lantaran itu juga, banyak orang yang memilih untuk menggunakan laundry dibandingkan jasa tukang cuci

Retno melihat pasar, bisnis laundry masih tetap menjanjikan terutama di kawasan yang memiliki padat penduduk seperti apartemen, dan rumah sakit

Fatih sudah membelikan dua mesin cuci sekaligus. Dengan kapasitas mesin cuci berukuran besar, hemat listrik, dan hemat air

Fatihpun membelikan 1 mesin pengering pakaian, yang biasanya didesain khusus untuk mengeringkan pakaian. Sehingga, baju yang keluar dari mesin cuci, bisa langsung disetrika. 

Tidak hanya itu. Peralatan menyetrika lainnya yaitu, setrika uap, papan Setrika, Penyemprot.

Tak ketinggalan, Fatihpun membelikan Timbangan Digital 

Sebenarnya, timbangan biasa juga bisa. Namun, timbangan digital akan mempermudah jumlah kilogram dan juga penghitungan biaya laundry. 

Keranjang Pakaian, alat tagging, lemari penyimpanan, meja dan kursi untuk kasir, mesin Kasir.

Tidak ada salahnya memiliki mesin kasir agar pembukuan lebih terperinci dan tercatat secara  baik.

Hal yang sering diabaikan oleh mereka yang memulai bisnis agar mengabaikan pengaturan keuangan. 

Pemasukan dan pengeluaran tidak tercatat dengan baik sehingga tidak mengetahui cash flow keuangan. 

Meski begitu, mesin kasir ini memang hanya menjadi tambahan. Yang diperlukan adalah kemampuan mengatur keuangan. 

Fatih juga membelikan peralatan mencuci dan menjemur. Seperti sikat, hanger, jepit baju, dan lain sebagainya

Ada kalanya pakaian memiliki noda yang sulit dihilangkan dengan deterjen, sehingga memerlukan sikat pakaian. 

Walaupun pakaian bisa langsung dikeringkan, namun tidak ada salahnya mempersiapkan hanger dan jepitan baju. 

"Tempat usaha sudah, kita tinggal menjemput pelanggan Sri" Ucap Retno

"Cek HP Ret. Siapa tau ada yang nyantol"

Setelah mengecek HP "Sri. Pelanggan pertamamu Sri"

"Dimana?"

"Ruang kecubung"

"Ruang kecubung mana ya?"

"Ah.. Yang kepalanya pada botak. Gundul, gundul"

"Oh pasien khusus kanker"

"Ya. Kamu cepat kesana, sekalian teriak-teriak, biar orang pada mendekat"

Sri pun, berjalan menuju rumah sakit.

Skill Sri memang tidak diragukan. Anaknya ulet, marketingnya top, dan tidak pemalu.

Sri datang membawa berkresek-kresek baju kotor "Retnooo.. "

"Apaan"

"Coba lihat" Sri memperlihatkan hasil bolangnya dirumah sakit

"Wah.. Pinter kamu"

"Aku kesiangan Ret. Besok harus pagi-pagi banget kesananya. Biar nggak keburu dibawa pulang baju kotornya"

-

Setelah Sri selesai mencuci, dan menggosok, Retno pun berpamitan "Sri, aku keatas ya, mau masak. Habis makan siang bareng suami, aku turun kembali"

"Siap"

"Jangan beli nasi. Ntar aku glundungin nasi dari atas"

"Siap Den Ayu"

Retnopun keatas, kerumahnya

Retno segera memasak lauk untuk makan siang. Kali ini, ia ingin memasak soto Pekalongan, kesukaan papa Ilham

Semalam Retno sudah bertanya pada suaminya. Kesukaan papa ternyata daging kerbau. Kalau tidak ada daging kerbau, ya daging sapi. Dimasak apapun, papa Ilham tidak menolaknya

Beberapa puluh menit berlalu, Fatih pulang untuk beristirahat

"Sayaaang.. Mas pulang.." Teriaknya

"Aku didapur" Saut Retno

Fatih segera menuju dapur, dan memeluk istrinya dari belakang "Emmm, baunya sedap. Masak apa sayang. Kaya bau soto"

"Iya. Aku ingin ngasih soto ini kepapa. Tadi, aku telpon mama. Papa katanya tidak enak badan. Siapa tau dikasih seger-seger papa kembali seger mas"

"Ya udah deh, kita langsung kepapa aja. Kita makan disana bareng"

Fatih dan Retno, akhirnya turun

Retno mampir ke laundry dulu untuk memberikan nasi kepada Sri, habis itu, dia cabut kerumah mertua

15 menit berlalu, Fatihpun sudah memarkirkan mobilnya dihalaman rumah papa Ilham

"Assalamualaikum.. Mama, papa" Ucap Fatih terus masuk kedalam rumah, yang diikuti oleh Retno dibelakangnya

"Wa'alaikumusalam" Jawab mama dan papa

Setelah masuk, betapa kagetnya, mama Sifa menggendong bayi

"Ma, loh ma. Bayi siapa itu ma"

BERSAMBUNG.....

 

1
ayu cantik
suka
Rubiyanti
cocok
Ninik Saidi
karya selalu bagus..makanya karyamu selalu ku tunggu...terus berkarya ya thor..semangat... ku tunggu lanjutannya...
Ninik Saidi
semangat kak..
Ninik Saidi
suka thor dengan semua karyamu mantap semangat thor salam sehat selalu...
indah
Luar biasa
Saekhul Game
hhhhhhhhh
Saekhul Game
hhhhhhg sepertinya multi nyeleneh ini
Saekhul Game
hhhhhhhh
Saekhul Game
mampir thor
Siti Nurjanah
Fahmi jahil
Siti Nurjanah
😭😭😭😭😭
Siti Nurjanah
😭😭😭😭sabar dan ikhlas kan kepergian papa Ilham agar mudah jalannya. dan semoga Husnul khatimah
Siti Nurjanah
anand itu kakaknya papa Ilham kah?
Siti Nurjanah
hihihi si hawa lucu banget bikin ngakak
Siti Nurjanah
kata papa Ilham dan mama sifa dulu pasti selalu basa basah basah tisu tisu tisu
Siti Nurjanah
ohhhhh orang hamil emang bikin pusing ngomong apa apa aja salah
Siti Nurjanah
itukan yg sempat menyukai mama sifa
Siti Nurjanah
apa itu bayinya Vivian?
Siti Nurjanah
malah nyanyi . wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!