¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.22 Meminta Restu
Andrian berniat untuk pulang dan meminta restu kepada kedua orang tuanya. Setelah berpamitan kepada Rina dan Hendra, Andrian pulang kerumahnya. Dan meminta waktu 1 minggu seakan-seakan rumahnya jauh.
Tibalah Andrian dirumahnya yang sangat besar dan megah itu, satpam melihat Andrian datang dan menyambutnya dengan bahagia.
"Den, Alhamdulilah pulang!"Ujar satpam sopan.
"Hehehe iya bang, rindu mama papa. Papa mama ada dirumah?" Ujar Andrian lembut.
"Iya ada Den didalam."
Andrian tersenyum lalu berlalu dari hadapan satpam.
Krekkkkkkkk
"Assalamualaikum"
"Den Andrian." Bibi terkejut saat melihat Andrian yang datang.
"Siapa bi?" Ucap Siska dari dalam.
"Hust diam bi!" Andrian mengode agar bibi diam.
Andrian berjalan kedalam mencari mamanya, ternyata Siska sedang sibuk menyiram bunga diteras belakang.
"Mama!" Andrian memeluk mamanya dari belakang.
"Andrian anak ganteng mama!" Siska lalu memeluk Andrian.
"Nak mama kangen, kemana saja kamu?" Siska menepuk pelan pipi Andrian.
"Siapa ma?" Ujar Gunawan yang baru keluar dari kamar mandi.
"Papa!" Andrian menghampiri papanya lalu memeluk.
"Wah kamu anak papa!" Gunawan menepuk pundak Andrian.
"Mama tampak kurus, mama mikirin Andrian terus ya?" Andrian menatap Siska sedih.
"Iya itu kamu tau." Siska tampak cemberut.
"Kamu sehat kan nak?"Gunawan menatap Andrian.
"Iya pa." Jawab Andrian tersenyum.
"Kamu pulang untuk selamanya kan?" Ujar Siska penuh harap.
Andrian menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Kenapa sih nak, kamu suka hidup susah. Kamu anak satu-satu mama papa kurang apa lagi sih nak kasih sayang kami?" Siska tampak sedih.
"Ma pa Andrian bersyukur punya orang tua seperti mama papa. Tapi Andrian harus bisa mandiri." Andrian menatap Siska agar mengerti.
"Andrian pulang, mau ngasih tau mama papa. Andrian mau menikah." Ucap Andrian lirih.
"Nikah Sama gadis cantik itu." Siska tampak bahagia.
"Loh mama sudah tau?" Andrian merasa heran.
"Iya papa kamu nyuruh anak buah, mata-matain kamu. Xixixixi." Siska tertawa menahan geli.
"Hmmmm iya ma, dia anak tunggal juga. Kaya raya, orang tuanya sangat baik.
"Alhamdulillah nak." Ujar Gunawan senang.
"Tapi ma!" Andrian tidak meneruskan kata-katanya.
Siska dan Gunawan menatap Andrian penuh tanda tanya.
"Gini ma mama dan papa harus pura-pura jadi orang miskin!"
"Apa...?" Siska dan gunawan terkejut dan menatap Andrian.
"Please ma mereka taunya aku miskin ma. Aku hanya ingin istriku kelak bisa hidup sederhana dan menghargai orang lain." Andrian tampak lesu.
"Kamu mencintainya nak?" Siska menatap lembut Andrian.
"Belum ma!" Andrian menggelengkan kepalanya.
"Trus kenapa kamu mau nikah?" Gunawan heran.
"Orang tuanya sangat baik, mereka menginginkan aku jadi menantunya." Andrian berusaha menjelaskan.
"Ga seperti itu juga kenapa kamu mau?" Siska tampak marah.
"Batalkan!" Ujar Siska tegas.
"Ma ga bisa gitu, sekarang Andrian ga cinta. Tapi aku yakin ma suatu saat bisa saling mencintai." Ujar Andrian berharap mamanya mengerti.
Siska menghampiri Andrian lalu memegang pundaknya.
"Nak mama papa mau kamu bahagia, jadi jangan salah pilih pendamping."
"Iya ma doain Andrian bahagia." Andrian tertunduk.
"Baiklah mama dan papa merestui." Ujar Gunawan tersenyum.
"Papa bangga punya anak seperti kamu." Gunawan menghampiri Andrian lalu menepuk pundak anaknya.
"Terimakasih pa, ma," Andrian tampak sangat senang.
Malam ini Andrian tidur dirumahnya sendiri, sudah lama kenyamanan dan kemewahan dia tinggalkan. Kamar yang besar dan mewah dia biarkan kosong.
Banyak kenangan tentang mantan pacarnya dulu, masih tersimpan dikamar. Bahkan foto mantan pacar yang pernah sangat dia cintai dulu masih ada diatas meja rias.
"Jodoh ternyata misteri kita tidak tau siapa jodoh kita." Andrian terdiam menatap langit-langit kamar.
"Saat kita meminta yang terbaik, Allah berikan yang tak sesuai keinginan kita. Semoga dia yang terbaik." Andrian berusaha memejamkan matanya.
"Kiran aku akan berusaha mencintai dan membahagiakanmu. Karena aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup." Janji Andrian dalam hati.
"Tak akan aku biarkan kamu menderita dan tidak akan aku biarkan kamu semakin terjerumus. Aku akan membimbingmu menjadi wanita yang baik." Andrian berusaha menenangkan hatinya.
Tak terasa Andrian tertidur melepas beban pikiran yang berkecamuk.
~ Jangan lupa ya like, dan komen. Vote juga ya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...