Alicya Sasmita adalah perempuan yang memiliki sifat keras kepala dan tidak mudah ditindas,alicya adalah putri haram dari sari Handayani dengan seorang pengusaha terkenal yang bernama Sasmita Raharja yang ternyata sudah berkeluarga.Sebenarnya ibunya bukanlah orang ketiga dalam hubungan ayahnya dan istri sahnya,hanya saja pada saat itu ayah sahnya lah yang telah menipu ibunya dengan mengatakan masih lajang.
Saat ini ibu dari Alicya sedang dirawat di rumah sakit dan beliau sedang membutuhkan donor ginjal.
Dicko Ardiansyah adalah seorang CEO muda dan keren,pada suatu hari ia dijebak oleh mantan kekasihnya,ia diberikan obat perangsang dan pada saat ia melarikan diri ia bertemu dengan Alicya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QianaArShaKa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
Sebelum Alicya pergi,Alicya menatap ke arah Dicko.
"Apakah ada hal lain lagi yang ingin kau katakan sebelum aku pergi Tuan Dicko Ardiansyah yang terhormat?",ucap Alicya penuh penekanan di akhir kalimat nya.
"Iyaa...",jawab Dicko Singkat.
"Apa kau bekerja shift malam di salah satu bar??",tanya Dicko penuh selidik.
"Iya..memangnya kenapa??",tanya Alicya balik.
"Berhentilah dari pekerjaanmu itu..",ucap Dicko dengan santainya.
"Heii..apa urusanmu menyuruhku berhenti bekerja di tempat itu..",ketus Alicya.
"karena aku tidak suka kau bekerja di tempat itu..",jawab Dicko tak mau kalah.
"Kenapa??apa karena aku bekerja di bar..",tanya Alicya
"Salah satunya...",jawab Dicko singkat dan berhasil membuat Alicya semakin kesal.
"Alasan yang tidak masuk akal...",Alicya mencebikkan bibirnya.
"Karena pekerjaanmu terlalu berisiko dan berbahaya untuk seorang wanita...",ucap Dicko tak kalah kesal.
Entah mengapa Dicko merasa Alicya adalah sosok wanita yang keras kepala dan selalu membuat Dicko kesal setiap berhubungan dengannya.Setiap mereka terlibat pembicaraan pasti berujung pertengkaran atau keributan kecil.
Alicya pun merasa demikian,ia selalu meradang jika berhubungan dengan dicko.Ia merasa Dicko adalah pria yang arogan,sombong dan sangat super duper menyebalkan walaupun dalam hatinya ia mengakui bahwa Dicko sangatlah tampan,akan tetapi sifat dan wajahnya amatlah sangat berbanding terbalik.
Jika saja buka karena ibunya,ia sudah sangat malas harus bertemu dengan Dicko.Seperti saat ini,ia sangat kesal karena dari tadi harus perang mulut melawan Dicko.
"Walaupun pekerjaan ku berisiko tapi aku mampu..ohh..apakah saat ini kau sedang mengkhawatirkan ku??",goda Alicya.
"Sepertinya tingkat kepercayaan diri mu sudah level dewa,hingga kau tak malu bicara seperti iti kepadaku...",sungut Dicko.
"Kenapa aku harus malu,kalau memang kenyataannya seperti itu..kau memang sedang mengkhawatirkan ku hanya saja kau tak mau mengakuinya,iya kan...",Alicya kembali menggoda Dicko dan berhasil membuat Dicko terpancing emosi.
"Jangan berlebihan..kau tau batasanmu kan??Aku sudah pernah mengatakan berulang kali jangan terlalu berharap lebih kepadaku..apalagi urusan hati,kau tidak akan pernah mendapatkan itu...ingat kau hanya ingin posisi nyonya CEO kan??", sungut Dicko.
"Cihh..siapa juga yang berharap lebih.. wajar saj aku berkata seperti itu..Lantas kenapa kau bersikeras menyuruhku untuk berhenti dari pekerjaan ku,hah..",tanya Alicya
"Sudah ku bilang kan dari awal kalau aku tidak suka pekerjaanmu,pekerjaanmu terlalu berisiko dan berbahaya..apa harus ku ulangi sekali lagi biar kau mengerti dan faham??",ucap Dicko tegas.
"Aku yang bekerja kenapa kau yang repot?",sungut Alicya.
"Karena kau akan menjadi Nyonya CEO,istri dari seorang Dicko Ardiansyah..aku tak mau reputasi ku hancur gara-gara pekerjaanmu itu..",sungut Dicko balik.
"hah..dasar orang kaya!!selalu saja mementingkan reputasi..asal kau tahu saja reputasi mu sudah hancur dimataku sejak pertama kali kita bertemu.."cibir Alicya.
"Kauu!!!",Dicko mengepalkan tangannya hingga buku-bukunya memutih.
"Apa???!!!",Alicya menatap tajam mata Dicko seolah menantang.
"Kalau kau laki-laki aku sudah membuat perhitungan denganmu sejak tadi..",Dicko menggertakkan giginya.
"Memangnya kenapa kalau aku wanita..Kau juga bisa membuat perhitungan denganku,jangan kau fikir aku seorang wanita aku tidak bisa membalasnya yaa..aku bukan wanita lemah dengar itu Tuan CEO arogan,hahahha...",cibir Alicya lagi.
"Aku laki-laki sejati,tidak ada sejarahnya dalam hidupku harus membuat perhitungan dengan seorang wanita apalagi wanita seperti mu..hah, buang-buang tenaga saja...",balas Dicko.
"Sama halnya dengan yang kau lakukan ini kan???beradu mulut, bersitegang,cekcok, bertengkar denganku...apakah ini tidak buang-buang energi,hah...",ucap Alicya.
"Iya..tapi kau kalau didiamkan lama-lama bisa makin melunjak..belum jadi nyonya CEO saja sifatnya sudah buruk sekali,apalagi nanti...aku tak mau kau merusak semuanya citra perusahaan dan reputasi ku nantinya",tutur Dicko.
Ketika mereka saling beradu mulut satu sama lain, tiba-tiba masuklah seorang wanita yang sangat cantik bak model, tubuhnya tinggi dan mempunyai badan proporsional,kulit putihnya yang terbungkus pakaian branded yang menempel ditubuhnya membuat wanita itu terlihat dewasa dan feminim.Ya..perempuan itu adalah Bella.
Bella adalah mantan kekasih Dicko yang pernah memasukkan obat ke minuman Dicko.Ia masih belum terima karena Dicko tak membalas perasaanya,ia kesal dan sangat marah.
Setelah rencananya untuk menjebak Dicko gagal,Bella memutuskan untuk menemui Dicko,ia tak mau diputuskan secara sepihak oleh Dicko,apalagi Dicko seorang yang mempunyai pengaruh besar di kota tersebut.
Selain itu Diusianya yang terbilang masih muda Dicko sudah menjadi seorang CEO yang kaya raya dan sukses.Tak heran jika banyak wanita yang menghalalkan segala cara untuk bisa mengambil hati Dicko,termasuk Bella salah satunya.
Bella sudah mengincar Dicko sejak lama, bahkan mereka sempat dekat namun entah mengapa akhir-akhir ini Dicko seakan menghindarinya,bahkan memutuskan hubungan mereka secara sepihak.Namun Bella pantang menyerah,ia tak mau usahanya selama ini sia-sia.
Sama hal nya seperti wanita diluaran sana,Bella ingin menjadi istri seorang Dicko Ardiansyah,dia fikir dengan menjadi istri seorang CEO kehidupannya lebih terjamin.Dan juga ia tak perlu lagi bekerja keras demi memenuhi gaya hidup sosialitanya.
"Dicko kau sangat keterlaluan...apa yang kau lakukan kepadaku itu sungguh terlalu...",ucap Bella penuh emosi.
"Kenapa kau tiba-tiba memutuskan ku...apa salahku..bahkan aku sangat mencintaimu Dicko...",ucap Bella gusar.
"Kenapa kau tega denganku..apa waktu sepuluh tahun untuk mencintaimu tidak berharga sama sekali dimatamu..apa selama ini yang aku lakukan tidak berarti apa-apa untukmu"teriakk Bella.
Semenjak Bella masuk ke ruangan Dicko ia langsung bertolak pinggang dihadapan Dicko ,ia marah-marah karena merasa Dicko sudah menyia-nyiakan nya,bahkan Bella tak memberikan kesempatan kepada Dicko untuk menjawab semua pertanyaan Bella,ia hanya memikirkan dirinya sendiri yang merasa sebagai pihak yang tersakiti.
"Dicko kenapa kau diam saja..kau tidak bisa menjawabku,hah..aku mencintaimu Dicko,sangat mencintaimu..aku yakin kau sangat mengetahui itu...".
"Kau pasti ingat..kita pernah berencana untuk membangun biduk rumah tangga bersama..Kita punya banyak impian-impian yang belum sempat terwujud..tapi kenapa sekarang kau seperti ini...",lanjut Bella.
"Sepuluh tahun Dicko... sepuluh tahun...",Bella mengulangi perkataannya lagi.
"Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat,aku sudah menyukaimu selama itu,tapi kenapa kau malah berlaku seperti itu kepadaku, kenapa..kenapa Dicko???jawab!!!",ucap Bella penuh emosi menggebu-gebu.
"Maaf Bella..aku seperti itu semua karena wanita yang ada disampingku saat ini",jawab Dicko dengan tenang.
bersambung..
hallo readers... terimakasih kepada semuanya yang sudah berkenan membaca karya author.
Mohon maaf sebelumnya author hanya bisa update 1 bab seharinya sembari nunggu kerangka Bab dari pihak noveltoon nya.
jangan lupa dukung terus karya author dengan cara klik like,komen,hadiah,vote dan favoritkan juga yaaa,terima kasih.
happy reading dears 🤗😘