(Note : Novel ini adalah misi dari pihak Noveltoon dan Mangatoon. Jika ada kesamaan jalan cerita atau tokoh mohon di mengerti)
Alfi dan Riga sama sekali tidak saling mengenal, namun mereka berdua dijodohkan oleh ke dua kakek mereka. Alfi sangat menolak perjodohan ini, Alam kakek dari Alfi meminta nya untuk tinggal di rumah Riga, sudah tentu Alfi tidak mau melakukan hal itu. Tetapi kakek nya memaksa Alfi agar Alfi mau melakukan semua ini. Alfi yang kebingungan mengatakan pada kakek nya ia bersedia menerima perjodohan ini asalkan dalam waktu 3 bulan setelah mereka tinggal bersama dan mereka berdua tidak memiliki perasaan apapun perjodohan akan batal. Alam pun menerima syarat itu.
Alfi pun datang ke rumah calon suami nya, namun Alfi langsung di pandang rendah boleh keluarga Riga, karena penampilan Alfi yang kampungan, mereka juga sudah tau jika Alfi berasal dari kampung, Mereka semua tidak tau jika sebenarnya keluarga Alfi sangat kaya, hanya saja sikapnya memang merendah.
Riga juga sama sekali tidak bisa menolak perjodohan ini, kakek nya memiliki banyak cara agar diri nya menerima perjodohan ini. Ia sudah memiliki seseorang yang ia suka sejak dulu, seseorang yang pernah bermain bersama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
"Oh begitu, pantas saja kau tidak tertarik pada siapapun, saya pikir kamu itu benar-benar menyukai Nathan."
"Jangan percaya dengan nya, aku pria normal. Dia kurus kering dan jelek seperti itu, siapa yang suka dengan nya, apa kau suka dengan nya?"
"Ya dia tipe saya juga si, dia tidak jelek dan kurus, dia sangat tampan," kata Alfi.
"Kenapa malah membahasnya, sudah pergi sana, buatkan aku jus, tidak pakai lama, cepat," ucap Riga.
"Dia kenapa, wajahnya langsung berubah jadi kesal." Alfi bangkit dari atas kasur dan pergi meninggalkan Riga.
"Tipe nya bagaimana, dia tidak bisa melihat orang tampan di sini, jika tipe nya Nathan kenapa tidak pacaran saja dengan Nathan jadi tidak perlu ada perjodohan seperti ini, beres kan," ucap Riga.
Baru hari ini ia mulai dekat dengan Alfi dan Alfi sudah membuat nya kesal, padahal ia sudah mencoba untuk tidak terlalu galak dan banyak bicara, tetapi karena Alfi membuat nya kesal Riga jadi seperti biasa. Acuh tak acuh pada Alfi.
Saat sedang membuat jus untuk Riga, Alfi di datangi oleh Sarah. Sarah masih penasaran dengan apa yang di katakan Alfi tadi, apa benar Alfi dan Riga sudah melakukan nya, jika benar sudah pasti mereka berdua akan segera menikah dan Sarah tidak mau itu terjadi.
"Jus untuk siapa," tanya Sarah.
"Untuk anak nyonya," jawab Alfi.
"Apa yang kau lakukan sampai Riga mau dengan mu, pasti kau menggoda Riga kan, kau menjadi ****** kan?"
Alfi membuang nafas nya secara perlahan, ia tidak mau terpancing amarah nya karena wanita di dekatnya nya ini, meskipun apa yang di katakan Sarah sangat menyakitkan untuk nya, Alfi berusaha menahannya agar tidak terjadi masalah baru.
"Kenapa diam," tanya Sarah.
"Tidak papa, saya tidak melakukan apa yang tante pikir kan, saya benar-benar tidak menggoda anak nyonya," jawab Alfi.
"Jadi kenapa Riga bisa menyerahkan keperjakaan nya pada mu," tanya Sarah.
Alfi langsung memalingkan wajah nya saat Sarah mengatakan hal itu, ia sama sekali tidak mengerti kenapa Sarah berpikir terlalu jauh. Ia baru tau jika Sarah berpikir jika diri nya dan Riga sudah enak enak.
"Saya tidak melakukan hal itu, kami tidur di tempat yang terpisah, saya tidak pernah memakai pakaian seksi dan Riga juga tidak pernah menunjukkan tubuh nya pada saya. Kami tidak mungkin sampai melakukan hal sejauh itu."
"Kau tidak berbohong," tanya Sarah yang langsung merasa sangat lega, ia benar-benar tidak ikhlas jika mempunyai cucu dari Alfi.
"Iya, saya tidak berbohong lagi pula kami belum menikah, kami memiliki perjanjian selama 3 bulan, jika kami tidak memiliki perasaan satu sama lain perjodohan ini akan batal," kata Alfi.
Sarah terkejut sekaligus senang mendengar hal. Ia tidak pernah tau jika Alfi dan Riga terikat dalam sebuah perjanjian. Dengan demikian ia tidak perlu repot repot memisahkan Riga dan Alfi, mereka sendiri yang sudah membuat perjanjian ini.
"Bagus, aku sangat senang, kau memang tidak cocok untuk Riga, aku bisa menjodohkan Riga dengan seorang gadis yang lebih baik dari mu." Sarah tersenyum dan pergi meninggalkan tempat itu dengan hati yang sangat senang.
"Kenapa aku tida mengatakan nya dari lama, jika begini kan aku tidak akan di ganggu oleh mereka lagi, ah sekarang hidup ku sudah semakin baik saja," kata Alfi.
Alfi kembali ke dalam kamar dengan membawa beberapa jus untuk Riga, ia tidak tau apa jus apa yang Riga suka, ia membuatkan beberapa jus buah agar Riga tidak marah jika ada jus yang dia suka.
"Riga kamu tidur, ini minuman mu bagaimana," tanya Alfi.
Riga membuka mata nya, ia tidak tidur, ia hanya memejamkan mata nya sesaat. Riga kembali duduk dan melihat jus apa yang Alfi bawa.
"Apa itu," tanya Riga.
"Jus alpukat, apel, semangka, Jeruk," jawab Alfi.
"Itu yang di ujung," tanya Riga.
"Ini milik saya," jawab Alfi.
"Itu sekarang milik ku," kata Riga.
"Kamu tidak boleh minum, ini milik ku."
"Kenapa tidak, itu jus juga kan, kau membuat jus itu dari uang ku," kata Riga.
"Iya ini jus, ya sudah rasakan saja. Kau tidak akan suka," ucap Riga.
Riga mengambil minuman itu dan langsung menenggak nya sampai habis, otak nya langsung reflek ke suatu hal, ia juga langsung menatap Alfi. Alfi yang di tatap seperti itu jadi merasa aneh.
"Enak," tanya Riga.
"Teman ku pernah memberikan ini pada ku," kata Riga.
tantangan buat para novelis kalian berani tidak buat pelakor dan istri berkelahi istri dan pelakor sama berdarah, dan kalian juga memaafkan pelakor dan coba mengerti alasannya pokoknya berani tidak pelakor dapat perlakuan kayak pactrik (pebinor laknat tapi tetap dibela)
kan anak dr varo sang Kakek