"Kamu sudah menganggap anak kita adalah sebuah kutukan, maka suatu hari nanti dia akan benar benar menjadi sebuah kutukan untuk keluarga kamu mas!"
Itu adalah kata kata terkahir Riyanti yang bisa di dengar oleh suaminya Raditya ketika di tepi jurang.
Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa bisa seseorang bisa menjadi terkutuk?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Guna guna penunduk
"Bismillah dulu kak sebelum minum" ucap Kanaya khawatir begitupun Shaquilla dan Gerhana.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Sultan mulai meminum air itu, setelahnya dia merasakan mual yang sangat hebat bahkan dia sampai keluar dari mobil untuk memuntahkan semua isi perutnya
Tapi ada yang aneh, bahkan si supir sampai pucat wajahnya ketika melihat apa yang di muntahkan Sultan, ada belatung, kulit ular dan beberapa paku payung
Hueek. Hueek.
Sultan masih terlihat kesulitan memuntahkan apa yang masih menempel di tenggorokannya, hingga Gerhana mengusap tengkuk Sultan dengan energi miliknya.
"Hueek"
Keluarlah segumpal rambut yang cukup tebal dari mulut Sultan, sampai membuat Sultan pingsan saat itu juga.
"Innalilahi.. pak tolong bawa ke rumah Abah yai saja, nanti biar Abah yai yang membersihkan Sultan disana" ucap Gerhana dan supir itu segera membawa Sultan ke rumah Adrian, dia tidak peduli dengan rumah sakit karena melihat apa yang di muntahkan Sultan, dia yakin kalau Sultan terkena guna guna
"Siapa yang melakukan ini? Ini guna guna agar seseorang tunduk, apa ada yang ingin menaklukkan Sultan" gumam Gerhana
Tak mau lama lama di sana, Gerhana langsung pergi ke rumah Adrian di temani Shaquilla dan teman temannya yang sudah menelepon Raditya untuk ijin tidak masuk hari itu. Tapi mereka tidak ke rumah Adrian dengan Gerhana, mereka kembali ke rumah tempat Gita berada untuk mencari tahu bagaimana cara Gita memberikan guna guna pada Sultan.
••••••••••
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" jawab seseorang yang membuat Shaquilla berbinar.
"Abang! Abang ke sini? mana kue Shaquilla?" Tanya Shaquilla menghampiri Kakak tertuanya yang bernama Mirza.
"Kamu ini malah tanya kue, bukannya tanya kabar Abang dulu, tadi Abang sudah ke tempat Abah yai tapi katanya kamu di sini" gerutu Mirza mengacak rambut Shaquilla dan mengusap rambut Kanaya.
"Kalau bang Mirza sampai disini berarti kabarnya baik kan" balas Shaquilla
"Kalian mau aku buatkan minum?" Tanya Gita
"Boleh, buatkan teh hangat saja tanpa gula" jawab Mirza.
"Siapa itu?" Tanya Mirza
"Itu penguasa baru rumah ini, hati hati nanti kena pelet dia, kak Sultan saja kena tuh, makanya sering dekati Gita" jawab Shaquilla ketus.
"Mana ada yang bisa pelet kami, yang ada kami yang pelet orang" jawab Mirza percaya diri.
"Ada, Shaquilla sama kak Arumi kan sudah berhasil pelet kalian" sahut Shaquilla mengibaskan rambut pendeknya.
"Duduk bang" ucap Kanaya yang baru keluar membawa camilan dari dapur.
"Kanaya di dapur ketemu Gita?" Tanya Shaquilla dan Kanaya mengangguk.
"Ish... Ayo bang Mirza, jauhi hama itu, Qilla alergi" ajak Shaquilla
"Ini sebenarnya ada apa sih?" Bingung Mirza
"Hahaha...rumah ini sedang rusuh bang, Kanaya dan Shaquilla kalah sama perempuan yang di bawa kak Sultan seminggu yang lalu, kak Sultan bahkan sampai berani bentak Qilla" jawab Irsyad.
"Kamu juga kena itu" ungkap Mirza memberikan air yang dia bawa.
"Iya efeknya kuat Irsyad nggak bisa nolak dia, mungkin dia ahli dalam hal ini" jawab Irsyad meminum air yang di berikan Mirza
"Aku ke kamar dulu ya, kamu sama bang Mirza disini" ucap Irsyad segera berlari ke kamarnya karena perutnya sudah mulai mual.
"Siapa dia ini, tidak mungkin seorang gadis remaja punya ilmu gendam ataupun kemampuan guna guna yang tinggi" gumam Mirza menatap ke arah dapur rumah itu.
"Kak Sultan ada di rumah Abah yai, mungkin akan menginap disana" ucap Kanaya
"Ko menginap disana" tanya Shaquilla
"Agar pacar kamu segera sembuh" jawab Kanaya
Maya datang dengan tiga teh di atas nampan beserta kue kering yang dia buat kemarin, Mirza menatap datar teh dan juga camilan itu karena di dalamnya, ada energi berwarna kuning yang berarti kematian.
"Innalilahi! Dia mau membunuh kami" gumam Mirza
•••••••••••••
Di rumah Adrian, Sultan terus muntah saat Adrian, Abidzar dan Gerhana membacakan ayat ayat rukiyah pada Sultan, dia bahkan memaksa ingin pulang dan bertemu Gita.
"Aku harus pulang! Gita menungguku!" Teriak Sultan yang di pegangi Aryasatya, Aariz dan Arthayasa
Tadinya mereka akan berangkat ke kelas dan Aariz kuliah, tapi tiba tiba supir Gerhana datang dan meminta pertolongan dengan membawa Sultan yang dalam keadaan pingsan.
"Dia sudah berapa hari kena guna guna ini? Kenapa baru di bawa kesini?" Tanya Adrian
"Kalau bersikap aneh sudah sekitar satu minggu ini Abah yai, setelah dia bertemu dengan Gita ketika kecelakaan, sejak kami pindah ke rumah ustadz yang di tunjuk Abah yai" jawab Gerhana
"Irsyad bilang baru tiga hari" ucap Aryasatya
"Tiga hari itu saat Sultan memakan masakan Gita" jawab Gerhana
"Hueekk. Hueekk"
Sultan kembali muntah tapi sekarang dia memuntahkan darah yang cukup banyak.
"Innalilahi.. ayo tolong dia, Gerhana bawakan air garam yang tadi aku buat" ucap Adrian
Gerhana berlari ke dapur dan mengambil air garam yang sudah di buat Adrian sebelumnya, Adrian meminta Sultan untuk meminum air itu sambil membacakan tiga kul ke ubun ubun Sultan, juga ayat kursi dan meniupkannya setelah Sultan meminum air itu.
"Kalian kenapa ada disini?" Tanya Sultan ketika dia membuka matanya dengan tubuh yang sudah lemas.
"Alhamdulillah.. jangan pulang dulu, biar di sana di urus Mirza dan Kanaya, semoga mereka baik baik saja" ungkap Adrian
"Gerhana susul kak Mirza ya Abah yai, kasihan mereka kalau berdua disana" ucap Gerhana
"Iya pergilah, mungkin mereka butuh bantuan" jawab Aryasatya dan Adrian
Aariz membantu Sultan merebahkan badannya di atas kasur lantai yang sudah disiapkan para santri di ruang santai lantai dua, Aariz dan Aryasatya juga memberikan air gula merah pada Sultan agar dia tidak lemas.
"Aku kenapa?" Tanya Sultan lagi
"Kamu kena guna guna, kenapa kamu tidak hati hati saat bicara atau memakan makanan dari orang lain" jawab Aariz
"Kamu harusnya selalu hati hati kan, kenapa sekarang kamu ceroboh" ucap Arthayasa
"Tapi aku tidak ingat bertemu ataupun memakan makanan dari siapapun" jawab Sultan
"Dia juga punya ilmu gendam sepertinya Opa" ucap Aariz
"Iya, pasti karena itu, Sultan tidak sadar kalau dia di hipnotis orang" jawab Adrian
"Semoga Mirza dan Gerhana tidak terpengaruh gendam orang itu" gumam Adrian
•••••••••••
Di rumah tempat Kanaya.
Mirza meniupkan energinya pada air teh yang di buat Gita sampai warna kuning itu berubah jadi putih.
"Silahkan di minum" ucap Gita
"Terima kasih, mana Sultan?" Tanya Mirza
"Kak Sultan berangkat kerja dan kak Irsyad sedang di kamarnya" jawab Gita duduk di samping Khalid
"Gita jangan duduk di sana, bang Mirza sudah punya istri" ketus Shaquilla
Gass Sahara godain aja tuh Raditya biar Eva keluar tanduknya 😄