NovelToon NovelToon
Kematian Tanpa Nama

Kematian Tanpa Nama

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Rumahhantu
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.

Apa yang terjadi dengan rumah itu?

Apa kah Zora bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Tutup mulut

''Mama tidak ingin bercerita apa sebenarnya yang sudah terjadi?'' Zora duduk di sebelah Mama Susi.

''Tentang apa ini?'' Mama Susi justru balik bertanya seolah dia memang tidak tahu apa-apa.

''Hahhhhh.'' Zora menarik nafas panjang karena dia tahu bahwa ini semua hanya sandiwara saja.

''Kamu jangan terlalu banyak pikiran jadi nanti bisa menikmati untuk tinggal di rumah ini, kamu juga harus terbiasa karena rumah ini akan menjadi milikmu.'' Mama Susi mengelus kepala sang anak.

''Tidak! Aku tidak mau tinggal di rumah yang penuh dengan setan seperti ini.'' tolak Zora secara langsung.

''Bicara Apa sih kamu ini?!'' Mama Susi terlihat langsung emosi.

Zora membuang muka karena rasanya dia ingin mengamuk kepada semua orang dan mengatakan bahwa mereka tidak perlu lagi menutupi semua yang telah terjadi, terlebih lagi Zora juga sangat heran dengan mama Susi yang tetap berusaha keras untuk menutupi masalah tersebut meski dia sudah cukup menderita dengan berbagai macam penderitaan ini.

Padahal Zora sangat berharap bahwa Mama Susi mau menceritakan apa yang telah terjadi sebelumnya di dalam rumah tersebut dan kenapa dia juga bisa menderita sakit seperti ini, tapi ternyata harapan itu musnah saja karena mama Susi dan Tante Rika begitu kekeh menutupi semua yang telah terjadi sehingga rahasia itu tetap tersimpan rapat.

Malah Mama Susi sekolah tidak memiliki sifat jera meski dia sudah sangat menderita ketika tidak bisa bergerak selama beberapa bulan di atas tempat tidur, entah apa yang dipikirkan oleh kedua orang itu sehingga Zora saja sama sekali tidak paham dengan cara berpikir mereka yang tetap berusaha keras menutup semua permasalahan.

Sedangkan Zora sudah bukan main dia ingin tahu bagaimana semua ini bisa terjadi dan kenapa sejak dulu dia selalu mendapat gangguan seperti itu, bahkan bila Felix tadi malam tidak mampu menyelamatkan dia maka dapat dipastikan Zora juga akan meninggal dunia akibat bola hitam yang sudah dia telan secara sukarela.

Namun Mama Susi sama sekali tidak menganggap itu sebagai sebuah pelajaran atas nasib buruk dia belakangan ini, wanita tua itu tetap kekeh ingin menutupi semua rahasia yang telah tersimpan rapat sehingga membuat Zora saja merasa ingin mengamuk karena dia merasakan kekesalan yang begitu mendalam kepada semua keluarga ini.

''Kamu harus tetap tinggal di sini.'' Mama Susi kembali membuka suara.

''Enggak, hari ini juga aku akan segera pulang.'' bantah Zora.

''Jangan menjadi anak durhaka Seperti itu, sejak dulu kamu tidak pernah mau mengurus mama dan sampai sekarang pun kamu tetap tidak ingin bersama dengan mama!'' Mama Susi berkata dengan kesal.

''Ma!'' Zora berteriak keras karena dia sungguh bingung dengan pemikiran Mama Susi.

''Sopan sekali cara bicara kamu itu, Zora!'' Tante Rika muncul dengan gaya yang begitu anggun namun penuh kegelapan.

''Pergilah, Biarkan saja aku mati sendirian di dalam rumah ini.'' Mama Susi membuang muka sehingga membuat Dora semakin bingung saja.

Sebagai seorang anak tentu saja dia tidak mungkin meninggalkan Mama Susi yang sedang sakit seperti ini sendirian tanpa ada yang menemani bila malam hari, Tante Rika juga tidak pernah menginap di rumah ini sehingga sudah pasti Mama Susi akan sendirian, Zora masih memikirkan itu semua meski di dalam diri dia ketakutan yang sangat luar biasa.

Untuk menghindari perdebatan yang jauh lebih parah lagi maka Zora segera pergi dari sana, niat tadi ingin berbicara dengan lemah lembut agar bisa tahu apa yang telah terjadi, namun justru perdebatan seperti ini yang membuat Zora merasa begitu muak dan dia tidak ingin memperpanjang lebih jauh lagi.

...****************...

''Mau kemana, Nak?'' Rinjani bertanya kepada sang anak yang sudah bersiap-siap untuk pergi.

''Aku hari ini mau pergi sama paman Arya, Umi.'' jawab Felix yang sedang bersiap-siap membawa peralatan.

''Ada urusan di mana itu?'' Rinjani duduk di atas ranjang milik Sang putra.

''Alam ghaib, Umi.'' Felix berkata pelan karena takut Rinjani akan marah.

Mata Rinjani nampak berkedip beberapa kali karena dia sebenarnya juga sudah bisa menebak tentang hal itu namun masih ada juga rasa kaget di dalam diri, tapi Rinjani merasa begitu bangga kepada sang anak yang tidak pernah berdusta dan dia selalu mengatakan apa yang akan dia lakukan.

''Umi.'' Felix bersimpuh memegang lutut Rinjani.

''Iya tidak apa apa.'' Rinjani langsung mengangguk karena dia tahu apa yang akan Felix katakan.

''Tolong selalu doakan aku ya, Aku tahu ini adalah pilihan yang berat namun aku akan berusaha untuk menjadi Mama Purnama.'' ujar Felix.

''Selalu, Nak! Umi juga akan bangga kalau kamu bisa seperti mama Purnama yang membantu banyak orang.'' Rinjani tersenyum dan mengelus kepala Felix.

''Terima kasih, Umi.'' Felix memeluk wanita yang ada di hadapan dia dengan penuh kasih sayang tulus.

''Jangan pernah tinggalkan salat di mana saja kamu berada, Paman Arya akan menjaga kamu kan.'' Rinjani berkata dengan mata berkaca-kaca.

Felix mengangguk karena saat ini dia memang akan melakukan perjalanan bersama dengan Arya untuk membuat pedang yang telah dia gambar itu, Arya mengatakan bahwa di alam gaib Dia memiliki seorang kenalan yang begitu luar biasa ketika membuat pedang sehingga Felix tertarik dan ingin pergi bersama dengan pangeran ular.

''Aku pergi dulu, Umi.'' Felix mencangking tas dan bersalaman dengan Rinjani.

''Felix.'' Rinjani menahan langkah sang anak karena dia ingin mengatakan sesuatu.

''Iya?''

''Lupakan semua rasa sakit yang ada di dalam hati kamu itu ya.'' Rinjani berkata dengan wajah sedih.

''Umi ini berkata apa? aku tidak memiliki rasa sakit di dalam diri semenjak tinggal dengan kalian.'' Felix tersenyum manis.

Rinjani hanya bisa mengangguk dan dia melambaikan tangan kepada sang anak karena jujur saja hati Rinjani begitu perih dan seluruh tubuh terasa merinding, bukan karena takut tapi karena Rinjani tahu bahwa sebenarnya Felix tidak pernah bisa melupakan kejadian yang sangat menyakiti hati dia kala itu.

''Umi berharap setelah ini kau bisa bahagia dan melupakan rasa sakit itu.'' Rinjani berkata sendirian di depan pintu.

''Kau pantas bahagia, Umi akan berusaha untuk membuat dirimu bahagia.'' tekad Rinjani di dalam hati dia sendiri.

Anak semata wayang yang dia adopsi sejak kecil sehingga kasih sayang Rinjani tidak pernah berbeda dari ibu kandung, rasa sakit yang dialami oleh Felix setiap saat membuat Rinjani juga merasakan sakit tersebut karena dia tahu Felix selalu saja merintih di setiap malam dan itu semua karena bayangan kematian Nirma di dalam otak Felix.

Selamat pagi, kota othor udah berkabut hari ini besti.

1
Marsiyah Minardi
Duhh Thorrr ,bacanya ikut mual mbayangin masak bangkai tikus
Zora ,Devano ,kenapa lah ga cepat cepat pergi dari rumah yang jadi sarang iblis ?
NoviTa jungkook: hohohooo🤭🤭
total 1 replies
Nurr Tika
kalian berdua keluar sj dari rumah itu
Betri Betmawati
kerasukan kah mama Susi sampai masak tikus busuk segala
mifta
emng bisa gt setan memperdalam ilmu agama
Nurr Tika
ada misteri pa di dalam rumah itu sampe" art nya ja bunuh dri
Fiyan Ayu
alaahh muaaall q thor,bayangin bangkai tikus🤣🤣🤣
NoviTa jungkook: hohohooo🤭🤭🤭
total 1 replies
FiaNasa
masih abu² ini awal kisah tragedi ini kenapa
NoviTa jungkook: ternyata abu²🤣
total 1 replies
FiaNasa
semakin jelas klau si Rika ini biangnya
Sabrina Qheyla Putrie
Siang 🤭
Tri Lestari
kalau kau masih di rumah itu mungkin gak akan selamat zo entah kau atau suamimu
NoviTa jungkook: iya kan🥲
total 1 replies
FiaNasa
kek nya semua ini ulah dr si Tante Rika dej
FiaNasa
ada² saja Maharani ini,,😀😀
FiaNasa
kok AQ curiga sama sitante Rika ini,,apa dia yg membuat mama Susi skit
FiaNasa
Alhamdulillah...semua syang Felix walaupun ayahnya sendiri abai
neni nuraeni
ih dmn2 pst sllu ada org yg julid,,,, lnjutt
FiaNasa
ayo Felix kau pasti mampu,,aq yakin kekuatan yg kau miliki lebih besar dr si Nolan bapak mu itu
Apriyanti
KLO Uda gosip apa aja pasti di bicarakan sampai² pampir pun ke bawa²🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Laila Amalia
mlm juga Thor....
Heni Mulyani
ditunggu kelanjutannya ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!