NovelToon NovelToon
Perjuangan Calista

Perjuangan Calista

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Dokter
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkumpul Lagi

Pagi - pagi sekali Christian Wijaya sudah siap bertemu dengan rekan bisnis di kantor Wijaya Grup. Di Jakarta pukul tujuh pagi, berarti di Wellington sudah jam satu siang. Anak - anak masih disekolah, bagi Liam dan Eliana. Sedangkan Daniel sudah pulang kuliah, sekarang dia sedang ke rumah sakit menjemput maminya. Karena sif tujuh jam sudah berakhir.

Daniel dan Calista maminya, rencana mau ke supermarket belanja sebelum menjemput Liam dan Eliana disekolah. Kebetulan persediaan lauk pauk sudah menipis di kulkas. Daniel mengantikan posisi papinya menjaga mami dan kedua adiknya juga opa dan oma. Kemarin saja dia membawa opa dan omanya medical cek up. Sekakian menjemput maminya. Christian tidak kuatir ketika jauh dari keluarganya, karena anak pertamanya bisa bertanggung jawab.

"Sudah semua mami yang mau di beli."

"Mami rasa, sudah sayang. Kamu butuh buah apa sayang??"

"Mami mangga dan jeruk."

"Oke sayang." Calista langsung melihat buah kesukaan anak pertamanya. Sedangkan kedua adiknya suka buah anggur dan apel. Setelah semua kebutuhan sudah dibeli, Calista membeli es krim dan kue kesukaan anak - anaknya baru langsung ke sekolah menjemput Liam dan Eliana.

Tidak menunggu lama, Liam dan Eliana sudah keluar sekolah, dan mereka berlari kearah mobil kakaknya. Tidak lama Christian papi mereka yang baru selesai rapat langsung menghubungi vidio call.

"Sayang, dimana??"

"Jemput bos Eliana dan Liam sayang."

"Sudah ucapkan terima kasih buat kakak belum." Eliana langsung memeluk dan mencium Daniel kakaknya begitu juga dengan Liam.

Kami langsung vidio call di sambung ke layar yang ada di mobil. Jadi kami semua asik ngobrol bareng papi mereka. Tian menanyakan apa yang mau di bawa sebagai ole - ole, bersamaan dengan tante mereka ada di ruangan papinya, maka anak - anak meminta banyak sekali untuk dibeli.

"Besok pagi papi berangkat subuh sayang."

"Hati - hati ya."

"Papi rindu kalian."

"I love you papi." Ketiga anaknya kompak mengucapkan, kata sayang kepada papi mereka dibalas dengan kata i love you dan kiss bye yang banyak dari papinya.

"Sayang, aku mau ke makam ini."

"Iya sayang."

Hal yang selalu Christian lakukan ketika dia di Jakarta, mengunjungi makam Ezra Pratama orang hebat yang selalu ada dihati Tian, Calista, Daniel, Liam dan Eliana. Bahkan foto kebersamaannya bersama anak - anak terbawa sampai di Wellington.

Lisa yang sudah tidak diberi akses untuk masuk ke Wijaya Grup sedang menunggu Christian di Lobi depan. Karena oleh Melany Wijaya dia tidak di ijinkan untuk bertemu Tian adiknya. Namun tidak di sangka dia masih berada di lobi kantor di lantai satu.

"Tian aku mau bicara."

"Aku ada urusan. Dan setahu saya urusan kita berdua sudah selesai. Mau apa kamu??"

"Boleh aku bertemu dengan Liam anak kita??"

"Liam itu bukan anak kamu itu darah dagingnya Calista."

"Iya aku tahu. Mohon maaf. Tetapi bisakah??"

"Buat apa??"

"Aku hanya mau melihat mukanya sebelum aku pulang ke kampungku. Tolong beri tahu aku dimana dia bersekolah?? Ketua Yayasan yang dulu mengatakan Liam Imanuel Wijaya sudah pindah. Tolong Tian aku hanya mau melihat dia."

"Mereka sudah tidak sekolah di Jakarta, kamu mau mencari juga tidak akan ketemu."

"Maksudnya??? Apakah Liam bersama maminya ke luar negeri."

"Lisa begini, saya mengucapkan banyak terima kasih, karena sudah menjaga Liam selama sepuluh tahun, meskipun saya tahu kamu punya maksud tertentu dengan adanya Liam."

"Kamu salah. Saya tulus mencintai Liam, Tian. Saya sudah menganggapnya seperti anak saya."

"Sudah cukup. Yang jelas Liam tidak di Jakarta dia sudah bersama maminya di luar negeri." Melany kakaknya Tian langsung memotong pembicaraan Tian dengan Lisa. Karena mereka masih ada urusan yang harus di urus.

Lisa dibiarkan seorang diri di lobi perusahaan. Dia yang dahulu di takuti oleh seluruh karyawan Wijaya Grup, sekarang hanya di lihat sebelah mata. Karena sudah tidak memiliki kekuatan lagi. Selama menjadi istri direktur, Lisa terlalu jahat kepada karyawan. Makanya sedikitpun dari mereka tidak ada yang simpati. Air matanya Lisa jatuh bercucuran menyesali perbuatannya.

Pagi - pagi subuh, Tian sudah ada dibandara di antar oleh asistennya. Perjalanan kali ini akan ditempuh Tian selama sepuluh jam, karena akan transit di Singapore dan Canberra Australia. Kafi total sepuluh jam. Jadi jam dua belas malam baru Tian tiba di kota Wellington.

Tian sangat terkejut karena anak - anaknya bersama istri tercinta ikut menjemputnya. Jangan tanya siapa yang paling kangen, Jelas Eliana Pratama Wijaya. Kemarin waktu mereka menikah, semua surat - suratnya Eliana di rumah dengan menambahkan marga Wijaya di belakang namanya. Sekarang Eliana sedang berada di dalam pelukan papinya.

"Adek kangen papi."

"Papi juga. Sekarang kita sudah berkumpul bersama."

"Kakak Daniel dan Liam jaga adek dan mami tidak."

"Kakak jaga papi. Adek di sayangi sama kakak begitu juga dengan mami. Benarkan mami??"

"Mami punya dua jagoan jalankan semua pesan papinya dengan baik."

"Terima kasih boys."

"Sama - sama papi."

Akhirnya malam ini, semua anak - anak bobo di kamar papi dan maminya. Christian hanya melihat ke arah istrinya.

"Padahal papi ingin peluk mami." Tian langsung mencium bibir istrinya Calista. Karena besok hari libur mereka berempat bagun kesiangan.

"Tian jam berapa tiba nak."

"Jam dua belas malam ma. Kami tiba di rumah jam satu." Papa dan mama melihat anak dan cucu - cucu mereka. Terlihat mereka berempat tidur sangat nyenyak.

"Adek lengket terus sama papinya."

"Dari papinya tiba dia langsung berlari memeluk dan papinya gendong sampai di rumah."

"Papa bahagia sekali. Melihat kalian berbahagia. Libur sekolah anak - anak rencana kita mau liburan kemana?"

"Kak Melany mau kita ke Jepang pa. Tetapi kakak bilang keputusan liburan ada di tangan Eliana."

"Iya mama setuju, biar anak - anak yang putuskan saja."

"Sebenarnya aku pengen libur natal ini di rumah saja. Kan ini natal pertama kita."

"Berarti Melany harus kesini."

"Jelas dong pa, kaka harus berangkat kesini."

Tian sudah bangun dan dia mulai merasa ada yang hilang. Langsung membuka mata dengan jelas dan mencari perempuan yang dia cintai itu ternyata istrinya sudah tidak ada di kamar melainkan di dapur.

"Sayang ayo kita sarapan duluan."

"Bangunkan anak - anak dulu sayang. Nanti selesai sarapan baru lanjut tidur."

Di meja makan keluarga kami kembali melihat keseruan anak - anak. Oma dan opa sampai tertawa. Selesai sarapan kita kembali tidur. Papi melarang mami masak makanan siang, karena mau mengajak kita semua makan di luar.

"Malam ini, kalian semua tidur pada kamar masing - masing, mengerti anak - anakku."

"Siap papi. Pasti papi kangen peluk mami kan?"

"Boleh kan papi sayang - sayang sama istri papi."

"Boleh!!" ketiga anaknya langsung kompak menjawab.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!