Su Qingran mengkhianati suami lumpuhnya saat hari bencana dan berakhir tragis setelah dikhianati selingkuhan dan keluarga sepupunya.
Terlahir kembali dengan sistem dewa “Panduan Menjadi Istri Yang Baik,” ia memilih setia, mempersiapkan diri menghadapi kiamat, dan memperkuat perlindungan. Kini, saat para pengkhianat memohon perlindungan, ia menentukan nasib mereka.
[ Ding, memasak tiga hidangan sehat untuk suami. Mendapatkan hadiah: 10 jin daging ayam, 10 jin sayur sawi, dan 1 karung beras dan 3 poin ]
"Semua yang aku lakukan untuk suamiku ternyata mendapatkan hadiah besar!?"
[ Harap ingat misi sistem, memasakkan dan berhubungan saja yang akan memberikan hadiah pengembalian ]
∆ 9 April 2026 ∆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Benalu
Ruang tamu apartemen terasa sunyi dengan cahaya lampu kuning redup yang menerangi sofa abu-abu dan meja kecil di depannya. Suasana ruangan terlihat lesu dan dingin, ditemani suara berisik hujan yang seperti hantaman batu.
Seorang wanita berbaring lemas di sofa yang memanjang, tubuhnya tampak lebih kurus dari seharusnya dengan wajah pucat dan tatapan yang kehilangan semangat. Rambutnya sedikit berantakan, sementara kedua tangannya memeluk perut seolah mencoba menahan rasa lapar yang kian menjadi.
Di sampingnya, seorang pria duduk bersandar pada sofa sambil memegang handphone yang layarnya masih menyala. Wajahnya sama pucatnya, matanya sayu dengan tubuh yang terlihat lebih kurus dari seharusnya. Namun ia hanya diam menatap layar tanpa fokus, tenggelam dalam keheningan ruangan itu.
"Bagaimana? Apakah ada balasan?" Sebuah suara pria tua terdengar, dia berjalan mendekat.
Fei Chengyu, dia menaruh handphone nya memperlihatkan pesan yang tidak ada balasannya sama sekali, sambil menggeleng dengan lemas.
Wanita tua di sampingnya berseru dengan marah. "Dasar tidak tahu diri! Apakah dia tidak menganggap kita sebagai keluarga nya lagi? Hah!"
Pria tua itu mengangguk. "Awas saja dia, jika hujan telah berhenti dan air telah surut. Akan ku beri pelajaran, berani memperlakukan paman dan Bibinya seperti ini!"
Yahh... Kalian tidak salah pikir. Itu adalah paman dan Bibi Su Qingran, Su Miyu dan Fei Chengyu.
"Aduh... Perut ku lapar sekali," perempuan tua itu mengeluh dengan terlihat seperti anak kecil namun terlihat tidak pantas. "Miyu, apakah kamu masih menyimpan sedikit makanan? Ibumu sangat lapar"
Su Miyu memejamkan matanya karena kesal, dia bangkit dari tidurnya karena Ibunya duduk di sofa yang sedang di tiduri nya. Dengan kesal berkata, "Ibu... Tidak ada makanan lagi! Semuanya sudah habis terakhir kita makan!"
Su Wina (Ibu Su Miyu) mengerutkan keningnya dengan bibir yang terbuka ingin mengeluh namun tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap suaminya, "Suamiku..."
Su Yanto menghela napas kesal. "Apa? Apakah kau pikir jika aku memiliki makanan aku masih akan kelaparan seperti ini?!" Su Wina mengerutkan bibirnya, dia ingin marah namun tidak ada tenaga lebih.
Akhirnya dia hanya bisa menatap pemuda itu, yang dia pikir kekasih putrinya karena mereka tinggal bersama. "Nak Chengyu, apakah kau tidak memiliki kenalan di apartemen ini? Bagaimana jika kau minta atau pinjam makanan dari tetangga?" Seperti sebuah saran namun jika di pikirkan dengan teliti itu adalah sebuah permintaan dan perintah tidak langsung yang tidak tahu malu.
Fei Chengyu mengerutkan keningnya, "tidak" ucapnya dingin dan tak tersentuh langsung pergi ke kamarnya.
Dia sungguh muak pada kedua orang tua ini, mereka datang saat bencana ini karena rumah mereka terkena banjir. Setelah datang mereka sangat berisik, mengatakan sakit ini itu karena air hujan yang seperti hujaman batu.
Pada awalnya di masih bersikap ramah dan sopan, namun makin kesini mereka makin menganggap rumah sendiri. Saat makanan habis mereka semakin cerewet, meminta nya meminjam atau apapun asal perut mereka kenyang. Sudah cukup, dia tidak ingin meladeni kedua parasit itu.
Lalu Su Miyu, perasaan nya padanya mulai hilang. Tidak ada makanan, dia tidak memiliki tenaga lagi untuk memikirkan perasaan. Dia memiliki amarah karena Su Miyu memberitahu alamat apartemen ini dan orang tuanya datang kesini. Jika tidak ada mereka, mungkin stok makanan nya bisa dia hemat sampai setidaknya dua bulan.
Sekarang dia hanya bisa minum air untuk mengisi perut. Tapi yang mengusik pikirannya adalah air yang terus naik, apartemen nya berada di lantai 16 atas. Dan air hujan sudah naik sampai lantai 13. (Apartemen Su Qingran dan Fei Chengyu beda ya!)
Ponsel yang di tinggalkan di atas meja itu berdering, Su Miyu membuka nya dan matanya langsung membulat.
Dalam obrolan pesan Su Qingran.
[ Gambar beberapa hidangan enak, masakan rumah ]
"Makanan ada, tapi kalian tidak ada. Kemarilah jika mau" - Su Qingran.
"Mau, aku mau!"
"Tapi sepupu, hujan mengerikan dan banjir ini masih berlangsung." -Su Miyu.
"Mau silahkan, tidak ya tidak usah" -Su Qingran.
"Sepupu, aku mau!!" - Su Miyu.
Tidak ada balasan lagi.
Su Miyu menggertak giginya dan kilatan kebencian semakin besar terhadap Su Qingran.
***
Jiang Shengyan tersenyum menyeringai, sedikit kepuasan dan kekejaman terlintas di matanya. Namun segera hilang saat mendengar suara istrinya.
"Apa yang kamu senyum kan?" Su Qingran meletakkan masakan terakhir dan dengan tarikan Jiang Shengyan, dia duduk di paha suaminya.
Su Qingran melihat ponselnya di tangan Jiang Shengyan, lalu sebuah obrolan terlihat. Nomor tanpa nama, namun melalui percakapan itu dia tahu itu siapa. Fei Chengyu? Sebentar dia merasa tidak tenang dalam hatinya, namun semakin membaca dia semakin lega. Ia menatap suaminya, "kamu mempermainkan nya?"
"Mm... Siapa suruh dia terus menganggu 'dan menjadi selingkuhan mu di masalalu' " Ucapan terakhir ia ucapkan dalam hati.
Su Qingran tersenyum geli menatap suaminya yang tampan, dia menatap mata Jiang Shengyan. Tatapan mata keduanya terus terkunci dan seperti tanpa sadar wajah mereka mendekat, saat kedua bibir hampir menempel... Tiba-tiba terdengar suara bel pintu.
Kedua nya seketika terdiam dan saling menatap, Jiang Shengyan ingin mengabaikan nya namun Su Qingran mengambil handphone nya untuk memeriksa. Jiang Shengyan sedikit mendecakan lidah tidak senang, ia lalu memeluk istrinya dan melihat sebuah video muncul di handphone istrinya.
Kamera CCTV di depan pintu luarnya yang tersembunyi telah tersambung di handphone Su Qingran. Suara nya terdengar cukup jelas.
"Jangan di tekan bodoh!" Seru si laki-laki dengan rambut kuning coklat.
"Tidak akan apa-apa, penghuni apartemen lantai 24 tidak semenakutkan penghuni apartemen lantai 25." Si rambut kuning kecoklatan mulai ragu, dan membiarkan si rambut ungu berkulit putih terus menekan bel pintu.
"Percaya padaku, penghuni apartemen ini hanya seorang wanita cantik dan suaminya yang lumpuh. Jika mereka keluar, kita bisa melawannya dengan mudah."
"Apakah wanita itu benar-benar cantik?" Si rambut kuning kecoklatan.
"Cantik! Meskipun dia mungkin sudah kurus karena kekurangan makan, dia seharusnya masih cantik! Terakhir aku melihat nya dia memiliki payudara standar, tubuh berlekuk dan pinggul yang sedikit besar. Kulitnya juga putih seperti susu, aku yakin para bos akan suka!"
Sementara mereka membicarakan Su Qingran, mereka tidak tahu jika gorila disana sedang menahan amarah karena pawang nya di bicarakan tidak fantast.
Saat mendengar ucapan nya, Su Qingran juga sedikit terkejut. Apakah laki-laki itu benar-benar memperhatikan nya? Dia melirik dada nya yang sudah berubah menjadi lebih ideal untuk tangan suaminya yang lebar. Lalu melirik Jiang Shengyan yang sudah mengeluarkan aura membunuh.
"Tenanglah" Su Qingran berbisik lembut sambil mengusap dada nya.
***
Retensi nya gak lolos 😔
Sedih banget.... 😔
Readers yang masih baca jangan minggat ya, nanti retensi nya lebih anjlok lagi di Bab 40 😞
semangat terus buat ngetik alurnya.... demi kita para pembaca /Applaud//Applaud//Applaud/
semangat terus yaw😘😘🫰🫰🫰(sarangbeo)
sampe ketemu lagi dibab selanjutnya ~~~💃🏻💃🏻💃🏻
semangat up trus ya😍😍😍😍😍
semangat terus ya buat up alur ceritanya🥰🥰😘😘😘