NovelToon NovelToon
Simpanan Nona Muda

Simpanan Nona Muda

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:767.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Tumbuh menjadi anak pembantu semenjak kecil, tidak membuat Rifan malu. Dia justru merasa beruntung, selain dibiayai sekolah oleh majikan, Rifan bahkan diperbolehkan bersahabat dengan Alisha, nona mudanya.

Namun satu insiden karena candaan merubah segalanya. Ketika rasa penasaran berubah jadi petaka berkelanjutan. Rifan dan Alisha ketagihan tidur bersama, padahal mereka sudah sama-sama punya kekasih. Sampai suatu hari, ibunya Rifan berhasil memergoki kelakuan putranya dengan sang nona muda, saat itulah Rifan dipaksa pergi dari rumah. Tapi apakah itu akan jadi akhir hubungan Rifan dan Alisha? Tentu saja tidak.

"Kembalilah padaku dan jadilah simpananku." Alisha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter ²¹ - can't sleep

Alisha mengambil gayung yang diberikan Rifan sambil mendengus kasar.

"Kenapa? Kayak terpaksa gitu? Pasti malas kan mandi harus cebok-cebok segala. Kalau keberatan, harusnya pulang aja," pungkas Rifan.

"Kau akan membiarkanku pulang malam-malam begini? Sendirian?" balas Alisha.

Rifan langsung cemberut. Ia segera kembali membantu neneknya memasak. Sedangkan Alisha kembali ke kamar mandi.

Saat makan malam sudah siap, semua orang berkumpul. Termasuk kakeknya Rifan yang bernama Kasman. Ia dan Dijah sangat ramah pada Alisha. Kecuali Rifan yang lebih memilih diam.

"Sudah malam, Neng Alisha sebaiknya istirahat ke kamar. Ngobrol-ngobrol sama Rifan sebaiknya besok saja," saran Dijah.

"Baik, Nek." Alisha mengangguk sambil tersenyum tipis. Ia lalu segera masuk ke kamar.

"Maaf ya, Nek. Orang kota emang begitu. Mereka terbiasa ada pembantu di rumah. Jadi nggak ada inisiatif bantu-bantu," cetus Rifan menjelaskan.

"Ya ampun, Rifan. Nggak apa-apa toh! Dia kan temanmu," tanggap Dijah.

"Teman atau teman? Dia datang ke sini sendirian aja udah aneh loh, Fan..." goda Kasman.

"A-aneh gimana, Kek? Biasa aja menurutku." Rifan memegangi tengkuknya tanpa alasan. Lalu bergegas membereskan piring dan gelas kotor.

Tanpa sepengetahuan mereka, sejak tadi Alisha menguping. Dia jadi tersinggung karena Rifan bicara begitu tentangnya.

"Aku emang terbiasa hidup enak. Tapi aku bukan anak manja!" gerutu Alisha. Ia segera telentang ke ranjang.

Malam semakin larut. Bunyi hewan-hewan malam mulai terdengar. Membuat Alisha yang pertama kali datang ke kampung, jadi tidak terbiasa.

"Berisik banget sih," keluhnya. Ia terus membolak-balikkan badan karena merasa terganggu. Belum lagi adanya nyamuk yang beterbangan dan sesekali menggigit kulit putih bersih Alisha.

Plak!

Alisha berulang kali memukul nyamuk yang hinggap di kulitnya.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara pintu diketuk. Alisha langsung merubah posisi menjadi duduk. Berharap orang yang datang adalah Rifan.

Saat pintu terbuka, ternyata yang muncul adalah Dijah. Ia membawakan obat nyamuk untuk Alisha.

"Pasti banyak nyamuk kan?" tanya Dijah.

"Lumayan, Nek." Alisha menggangguk.

Dijah lantas meletakkan obat nyamuk bakar yang dibawanya ke lantai. Kemudian segera beranjak keluar.

Alisha mendengus kecewa. Sekarang dia sadar, Rifan memang serius menjauh darinya.

Waktu berlalu dan telah menunjukkan jam dua belas malam lewat. Akan tetapi Alisha tidak kunjung bisa tertidur.

Alisha tak berhenti memikirkan Rifan. Ia bahkan terus terpikir untuk pergi ke kamar cowok tersebut.

Saat yakin semua orang telah tidur, Alisha keluar dari kamar. Ia mendatangi kamar Rifan dan langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dulu.

Pintu kamar tak terkunci dan bisa dibuka oleh Alisha. Namun Alisha melihat Rifan belum tidur. Cowok itu tampak sibuk di meja belajarnya.

"Udah aku duga. Kau pasti akan ke kamarku," cetus Rifan.

"Aku nggak bisa tidur. Apa setiap malam memang selalu begini? Banyak suara burung dan binatang aneh?" tanya Alisha.

"Namanya juga di kampung. Kau takut? Aku pikir kau cewek yang nggak gampang takut loh," ujar Rifan.

"Siapa yang takut? Aku hanya keberisikan," ungkap Alisha.

"Bilang aja takut. Ya udah, biar aku temani sampai tidur," ucap Rifan sembari berdiri. Ia mengambil headphone dan bukunya. Ia lalu mengajak Alisha kembali ke kamar.

"Pakai ini." Rifan memasangkan headphone ke telinga Alisha. Dia mendorong cewek itu telentang ke ranjang. Rifan pun duduk ke kursi dan membaca bukunya

Alisha tersenyum sambil memandangi Rifan. Ia terpaku menatap cowok itu cukup lama.

"Aku kangen banget tahu nggak sama kamu," ungkap Alisha.

Rifan tak menjawab dan hanya fokus membaca bukunya. Alisha yang melihat, semakin terpesona. Cewek itu menggigit bibir bawahnya sambil bangkit. Ia lalu menarik kerah baju Rifan. Alisha ingin segera mencium bibir Rifan.

Namun Rifan sigap menghentikan. Dengan tatapan tajam, dia berucap, "Kalau kau menciumku, aku akan pergi!"

1
Sri Wahyuni
👍👍👍
Yuyu
/CoolGuy/
ciwizay
dipakai bersama dalam sehari kaya lonthe alysha
Yosi Indah
authornya keren
Yosi Indah
keren ceritanya kaka..
tata bahasanya juga bagus 😍
nor hidayah
berdebar2...aduhhhh thor ..
Ninik Srikatmini
makanya bu fatma jgn menghalangi kebahagiaan anak
Ninik Srikatmini
waah bu fatma bkl tau kelakuan rifan & lysa
Ninik Srikatmini
😉😉
Ninik Srikatmini
smoga berhasil rencana mereka biar alisya cpt bebas dr roy
Ninik Srikatmini
para orang tua yg egois..
Ninik Srikatmini
akhirnya bang faris tau jg..
Ninik Srikatmini
cerita aja ke refan sa mgkn hatimu bisa plong..
Ninik Srikatmini
wooow amelie jujur amat ya
Ninik Srikatmini
hhmmmm bertemu lg deh..
Ninik Srikatmini
duuh alysa..
Ninik Srikatmini
waduuh bisa2 kebablasen mereka ber2
Ninik Srikatmini
😇😇
Yuyu
/CoolGuy/
Mang An
asyoiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!