Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Sesuai dengan perintah dari Daniel,seharian ini Daniella berusaha mengawasi gerak-gerik Serafin saat di mansion maupun saat di kediamannya,bahkan ia juga sudah meretas akun milik Serafin agar segala macam,pesan singkat,email atau bahkan telefon yang dilakukan Serafin bisa ia ketahui.
Seperti halnya seorang mafia terlatih,Daniella sama sekali tidak kesulitan dalam melakukan tugasnya,hanya saja tidak ada petunjuk yang spesifik mengarah ke peristiwa ledakan itu,hampir semua kegiatan Serafin di dunia maya itu hanya berhubungan dengan obsesinya pada Daniel.
Namun seperti kata pepatah,kebenaran akan selalu menemukan jalannya,Daniella menyadari 1 hal yang di rasa aneh pada gerak-gerik Serafin dan keluarganya,yaitu setiap sebulan sekali mereka selalu menerima sebuah paket yang misterius.
Kenapa misterius..? Karna tidak ada alamat pengirim di setiap paket yang mereka terima dan saat Daniella melacak nomor plat dari motor kurir yang mengirim paket tersebut,ternyata nomor plat itu palsu.
Bahkan Serafin dan keluarganya seperti sengaja membuka paket tersebut di area yang tersembunyi di rumahnya,karna saat Daniella meretas cctv di rumah Serafin tidak ada satupun rekaman mereka saat membuka paket tersebut,dan tentu saja menurut Daniella itu mencurigakan.
" sepertinya mereka benar-benar waspada,dan berusaha agar tidak ada seorangpun yang tahu tentang paket itu " gumam Daniella.
Tak mau menyerah,kini Daniella memutuskan untuk mencoba meretas riwayat pesan dan panggilan di handphone milik Serafin selama beberapa bulan sebelumnya.
" jadi setiap bulan,sebelum paket-paket itu datang,kak Sera selalu menerima pesan anonim dari nomor tak dikenal,yang berisi tentang jam berapa paket itu di kirim di rumahnya "
Awalnya tidak ada satu pun kejanggalan-kejanggalan yang mengarah pada paristiwa ledakan di mansion Abraham,namun ada satu pesan anonim di handphone Serafin yang mencuri perhatian Daniella.
" segera bereskan Daniel Abraham...apa nih,mencurigakan banget pesannya " gumam Daniella.
" pesan ini di terima 2 hari sebelum ledakan itu dan sehari sebelum kak Serafin menerima paket, kebetulan banget waktu itu Pamella sempet bilang kalau CCTV yang berada di ruangan kak Sera juga rusak sejak 2 hari sebelum ledakan terjadi ,wow....kebetulan macam apa ini pemirsa"
Karna tak lagi menemukan hal yang menarik,Daniella memutuskan untuk beralih meretas cctv mansion Abraham,tepatnya kamera pengawas yang ada di ruang kerja Serafin berharap ada sesuatu yang bisa di jadikan petunjuk lagi,entah itu kegiatan Serafin atau apapun itu tentang Serafin.
" okey....sekarang kita coba ngintip kegiatan kek Sera lewat cctv di ruangannya,kebetulan dia pasti belum tau kalau cctv d ruangannya sudah di perbaiki"
Awalnya tak ada yang aneh dengan tingkah laku Serafin,wanita itu hanya melakukan tugasnya seperti biasa,namun beberapa menit berlalu terlihat Serafin menerima sebuah telfon yang membuatnya panik setengah mati,hinga ia terlihat berjalan mondar-mandir di ruangannya dengan wajah yang gelisah.
" maaf nona,tawanan kita berhasil kabur "
" apa...kalian benar-benar gak becus,di suruh beresin satu orang wanita aja gak bisa " teriak Serafin marah.
" bukan gak bisa non,tapi memang ada yang menyelamatkan wanita itu "
" aku gak peduli,pokoknya kalian harus temuin dan bunuh cewek itu,kalau tidak rencana kita bisa ketahuan" ucap Serafin penuh penekanan lalu segera mengakhiri panggilan telfon nya agar tidak ada orang yang mendengar.
" apa yang dia maksud itu Pamella ...apa mungkin Pamella tau sesuatu makanya dia sengaja di incar sama kak Sera...?"
Belum usai dengan kemarahan nya,kini Serafin mulai menggerutu sendiri di ruang kerjanya itu,
" Sial....sial...sial...aku sudah susah payah meyakinkan bos untuk mengubah rencana,tapi sampai sebulan setelah kepergian Xarena,aku masih belum bisa mendapatkan hati Daniel...kau seharusnya berterimakasih padaku Daniel,seharusnya kau melirikku,seharusnya kau menjadi lebih dekat denganku,bukan malah sibuk mengawal wanita yang tidak jelas itu...".
Daniella mengernyitkan dahinya setelah mendengar apa yang di ucapkan Serafin,
" kalau di pikir-pikir,aku mulai bisa narik benang merah dari semua petunjuk yang aku dapat hari ini,tapi untuk lebih jelasnya lebih baik aku menunggu kak Daniel aja deh "
Di tengah lamunannya itu,Daniella menyadari satu hal yang menurutnya sedikit mencurigakan,yaitu keberadaan sebuah sefety box kecil yang letaknya sangat terpencil di ruangan kerja milik Serafin.
" itu...kotak apa itu,sejak kapan ada di situ,aneh sekali,aku sudah sering keluar masuk ruang kerja kak Sera,tapi baru kali ini aku melihat kotak itu "
Karna merasa penasaran Daniella pun mencoba memfokuskan jangkauan kamera pengawas di bagian safety box itu berada,dan benar saja,kalau di lihat sekilas memang seperti tak ada yang aneh di sana,tapi jika di lihat lebih teliti lagi barulah terlihat.
" aah...sepertinya aku harus menggeledah ruangan kak Sera untuk memastikan..aku harap pelakunya segera ketemu,supaya aku bisa melanjutkan masa pendekatanku dengan kak Leon,jarang sekali aku bertemu dengan cowok seperti dia "ucap Daniella sambil sesekali melirik ponselnya.
Sudah hampir 5 jam sejak ia mengirim pesan terakhir ke Leon,tapi tak ada balasan sama sekali,sejujurnya Daniella juga mulai tertarik dengan Leon,itu karna karakter Leon yang penurut dan mau mengakui keberadaan Daniella saat mereka bersama.
Bagi wanita yang kuat dan mandiri seperti Daniella,pengakuan Leon akan pendapat dan keberadaannya sangatlah berarti karna selama ini ia selalu harus menurut pada para pria di sekitarnya ,tentu itu sangat bertentangan dengan ego Daniella yang seorang wanita bersifat dominan.
***
Tanpa menghiraukan omelan dari Xarena,Daniel terus menggandeng tangan gadis itu dan membawanya menuju tempat dimana mobilnya di parkir.
" kita mau kemana...ini udah malem Daniel "
" ke rumah sakit,liat bajumu sudah basah karna darah,kenapa...takut,masak kuntilanak takut keluar malem "
" yah gimana gak takut,keluarnya kan sama kolor ijo"
" kenapa...takut di culik,tenang aja kolor ijonya udah tobat,ni buktinya udah gak pakek kolor warna ijo lagi,mau liat ?"
" dih...."
" serius....sekarang pakek warna merah biar kayak superman "
" kalau superman kolornya ada di luar ".
" trus...kalo makeknya di dalam,apa dong namanya "
" kolorman " celetuk Xarena dengan wajah datarnya,namun berhasil membuat Daniel tenggelam dalam tawa.
Diam-diam Xarena melirik ke arah Daniel,memperhatikan wajah yang memerah karna terlalu banyak tertawa itu,senyum tipis muncul di bibir Xarena seketika,baru kali ini ia melihat Daniel bisa selepas itu.
" eh bentar terus nasib siluman yang lagi pingsan di mansion gimana...?"
" siluman...siapa lagi itu...? "
" itu siluman mokondo"
" astaga....banyak banget yah panggilan sayang kamu ke Leon..tenang aja,aku udah suruh beberapa anggotaku untuk mengantarkannya ke kediaman Sutomo,sekalian kepala pelayan dan satpam depan gerbang juga"
" baguslah,kalau gitu aku tinggal beresin sisanya aja kan " ucap Xarena sambil tersenyum lega.