Lanjutan Liontin
Kisah Dari putri Daniella Anderson. Devia Ganendra Abraham.
Devia selalu mendapatkan perlindungan dari kakak kakaknya yg protektif.
Hingga Devia merasa tidak bebas. Karena pengawasan dari kakak kakaknya, Davin dan Devan.
Suatu ketika ia mengikuti kegiatan arung jeram. Dan Devia hanyut, kemudian ditolong seseorang. Dan Devia pura pura amnesia, agar bisa bebas dari kakak kakaknya yg protektif tersebut.
Hingga Devia terjebak permainan hati dengan Satria, seorang dari keturunan Ningrat.
Sukma Satria terpenjara di kerajaan gaib, dan hanya Devia yang bisa menyelamatkannya
Bagaimana kelanjutannya ?
ikuti kisah Devia Pura Pura Amnesia
si©iprut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Simbok Tahu Ternyata
Tukang ojek pun gemetaran, sebab penghadang mereka cukup banyak. Lebih dari enam orang dan menggunakan pedang dan clurit. kedua tukang ojek itu mau tak mau berhenti.
Tanpa aba aba mereka pun mengeroyok ojek dan Devia serta Resti. Beruntung Devia sudah siap ketika dibuntuti. Sehingga mendorong dua tukang ojek dan Resti untuk menyingkir. Devia melawan sendirian.
Devia yg tak menggunakan senjata pun kewalahan. Terutama karena menggunakan pakaian kerja seperti saat ini. Dengan terpaksa Devia menyobek seragam kerjanya, agar bisa leluasa membalas penyerang tersebut. Devia berhasil merebut salah satu senjata mereka. Kemudian membalasnya satu persatu.
Sementara tukang ojek lari bersembunyi bersama Resti yg tampak ketakutan.
" Mas, bagaimana ini. Temenku sendirian melawan mereka." ucap Resti yg gemetaran karena melihat Devia hampir saja terkena sabetan senjata.
" Aku juga engga berani mbak. Engga bisa berkelahi. Bagaimana kang ?" Sahut salah satu tukang ojek disebelahnya.
" Lapor polisi saja " Ucapnya menimpali perkataan temannya. Dan tak berselang lama Resti mencoba menghubungi polisi terdekat.
Sementara Devia sudah berhasil melumpuhkan tiga orang yg menyerangnya. Satu lagi berusaha kabur, namun lemparan senjata di tangan Devia berhasil melumpuhkannya. Devia kembali menyerang membabi buta. Dan tak lama kemudian Devia melumpuhkan seluruh komplotan itu.
Tak lama kemudian, polisi datang membantu Devia. Dan ternyata benar, jika komplotan tersebut sering membuat resah warga. Polisi pun mengucapkan terima kasih kepada Devia serta tukang ojek serta Resti yg memberitahukan kejadian itu.
" Nanti orang saya yg ngurus masalah ini, jika bapak ingin kami sebagai saksi" Ucap Devia ketika polisi tersebut meminta keterangan untuk laporan.
" Nanti biar saya saja mbak "
" Iya mbak biar kami saja yg laporan ke kantor polisi. Kami justru mengucapkan terima kasih ." kata kedua tukang ojek itu mewakili Devia, karena telah menyelamatkannya.
" Ya udah kalau begitu. Sekarang antar kami sampai dirumah " Sahut Devia, sementara Resti masih gemetaran, karena melihat korban didepannya. Dan menatap Devia penuh ketakutan
Devia mencoba menenangkan Resti agar tidak panik dan trauma. Melihat dirinya bertarung seperti itu. Dan setelah menemui kesepakatan, akhirnya Devia diantar oleh tukang ojek tersebut
Ketika sampai dirumah, Devia meminta Resti untuk turun di rumah nenek Welas. Karena masih merasa takut. Resti pun mengikuti Devia.
" Mbak, ini banyak banget uang ojeknya !" Ucap salah satu tukang ojek kepada Devia.
" Mas, itu untuk biaya nanti bolak balik lapor polisi. Karena nanti pasti menyita waktu kalian " Sahut Devia. Resti diam saja, walau melihat Devia memberikan uang warna merah puluhan lembar kepada tukang ojek tersebut. Entah berapa yg dikasih Devia.
" Tapi ini kebanyakan mbak." sahut salah satu tukang ojek itu.
" Anggaplah itu rejeki buat mas mas yg mengantar kami. Dan jika esok hari saya butuh bantuan dari mas mas, saya harap masnya bersedia membantu kami " kembali Devia mengajukan pilihan untuk tukang ojek tersebut. Sebab Devia tahu, jika kedua tukang ojek itu sangat butuh uang. Karena masih ngojek hingga malam ini.
" Ya udah kang, kita terima saja. Dan sesuai kata mbaknya tadi. Kapan kapan kita bales dengan menolong mbaknya " ucap salah satu tukang ojek tersebut. Dan mau tak mau tukang ojek itu mengikuti saran temannya serta saran Devia.
Tak lama kemudian tukang ojek itu pun pamit untuk ke kantor polisi memberikan keterangan. Sesuai permintaan dari pihak kepolisian tadi.
Devia yg masih di halaman rumah nenek Welas pun mengerutkan keningnya. Sebab Resti mematung serta menunduk. Mungkin karena melihat kejadian yg dilakukan Devia tadi.
" Hey, ngelamun !!" Ucap Devia sambil memukul pundak Resti. Resti tentu saja kaget, kerena pukulan Devia. Walau tidak keras, namun membuat Resti berjingkat.
" Ehh, iya.."
" Dah lah, ayo masuk " ucap Devia mengajak Resti masuk kedalam rumah nenek Welas. Dan didalam nenek Welas masih terlihat menunggu Devia.
" Kalian sudah pulang?, berarti suara motor didepan tadi ya ?" ucap nenek Welas sambil terkekeh karena melihat dua remaja gadis masuk ke dalam rumah.
" Iya Mbah " Sahut Resti kemudian menyalami nenek Welas. Begitu juga dengan Devia.
" Mau makan dulu atau mandi dulu ?" Tanya nenek Welas kepada Devia. Sebab terlihat Devia berkeringat, begitu juga Resti malam ini.
" Mandi dulu mbok " sahut Devia, kemudian meninggalkan Resti serta nenek Welas yg masih bercengkerama. Devia pun menuju kamar mandi dibelakang rumah nenek Welas. Sebuah sumur dan bilik bambu sebagai penutup. Sebab di perkampungan ini memang kebanyakan seperti itu.
" Kamu sudah tahu siapa Devia sebenarnya Res ?" tanya nenek Welas yg tampak curiga dengan sorot mata Resti. Pertanyaan nenek Welas membuat Resti tersentak kaget. Namun berusaha tidak gugup ketika menjawab pertanyaan nenek Welas.
" Engga Mbah" sahut Resti berbohong. Walaupun tidak sepenuhnya bohong, sebab memang belum tahu siapa sebenarnya Devia.
" Embah rasa, dia tidak amnesia atau lupa ingatan " Ucap nenek Welas, menyadari setiap tingkah laku Devia. Sementara Resti tampak mengerutkan keningnya sebab nenek welas seperti mengetahui sesuatu.
" Kok bisa Mbah " Sahut Resti yg ingin mengetahui, jika nenek Welas sudah menyadari tentang Devia.
" Embahmu ini walau sudah tua dan tidak tahu baca tulis, tapi mengetahui jika Devia sebenarnya tidak lupa ingatan. Karena setiap malam Devia menelepon seseorang. Mungkin bunda atau ayahnya. Tapi yg paling sering adalah kakak Devia. Dengan menyebutnya abang." Ucap nenek Welas. Tebakan Resti adalah nenek Welas mendengar jika Devia menelepon keluarganya.
" Tidak cuma itu, kadang Devia seperti mempunyai kuasa, tinggal perintah sana perintah sini dan semua beres. Tapi mbahmu ini tidak paham, karena kadang tidak menggunakan bahasa kita " Lanjut nenek Welas yg pernah mendengar Devia menelepon dengan menggunakan bahasa inggris, maupun bahasa lainnya.
Resti yg mendengar ucapan nenek Welas pun terkejut. Dan keterkejutan ini adalah kedua kali dalam malam ini. Pertama adalah Devia yg melawan beberapa orang serta melumpuhkannya dengan tangan kosong. Kedua adalah, Devia seperti orang yg mempunyai kuasa.
" Salah dengar mungkin Mbah" sahut Resti, yg memang belum ingin mengatakan kepada nenek Welas. Khawatir nantinya nenek welas sedih dan kembali menangis seperti tempo lalu.
" Mbah tidak salah dengar. Dan jika kamu nanti tahu yg sebenarnya, Simbah harap kamu merahasiakan ini semua kepada siapapun. Bahkan simbah mu ini sudah rela jika Devia kembali ke Jakarta. Karena keluarganya berada disana." Nenek Welas memang beberapa hari merasa, tidak sepantasnya menahan Devia untuk tetap tinggal di tempatnya berada. Karena ia juga mempunyai kehidupan disana. Dan mungkin lebih baik dari tempatnya berada.
" Mbah yakin ?" Tanya Resti untuk masalah yg diungkapkan oleh nenek Welas ini. Karena sebelum hal ini terucap oleh nenek Welas, tadinya berharap jika Devia tidak ingat kembali, agar tetap bersama.
" Yakin nduk, dan Mbah tidak ingin mengekang Devia" Sahut nenek Welas. Walau belum tahu tentang sebenarnya siapa Devia itu.
Resti mengangguk angguk, memahami perasaan nenek Welas. Dan mungkin hal ini yg membuat Devia sangat leluasa untuk pulang ke rumah nenek Welas selama ini. Dan Resti berharap semua baik baik saja setelah mengetahui semuanya.
...****************...
Apa maksud nenek Welas begitu ya?
Mohon dukungan 🌹🌹
Like 👍
Subscribe dan Vote ya
Salam
Si©iprut
lanjutannya ditunggu Thor, penasaran dengan satria, harus kembali doooongggggggg!
iihhh romantisme 😍😍😍
terimakasih Fadil, Satrio harusnya cepetan kejar devia doooong
satria nunggu semalam suntuk, padahal tadinya mau membantu, eh, tak taunya malah ditinggal pergi.
jadi semakin penasaran siapa Devia sebenarnya🤔🤔🤔