Di saat pria bernama lengkap Leonardo Gerald (29) berusaha menepis perasaanya sendiri, justru sebaliknya sepupunya yang bernama Sherena Felixia (19) itu dengan terang-terangan mengejar cinta pria yang sedang berusaha menghindari dirinya.
“Mana mungkin aku tahan mendapat godaan dari sepupuku yang sexy ini?” Ucap pria berparas tampan itu.
Bagaimana kelanjutan kisah Sherena dan Leon yang terhalang restu kedua kakak dari Sherena?
Akankah cinta mereka berlanjut bahagia, atau malah kandas sebelum memulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSG 21
Setelah kejadian di dalam mobil saat hendak membeli cincin, Sherena kini sibuk membuat jadwal untuk mempersiapkan dirinya agar bisa menjadi isteri yang di sayang suami.
Ia ikut Mom Aily, dan Lilac yang memang lebih dulu ikut kelas memasak, Sherena memutuskan ikut kelas itu agar Leon semakin mencintainya.
Ia terlihat sangat fokus menata makananya di atas piring, sampai membuat Mom Aily dan Lilac tersenyum. Isteri dari Kakak Maminya itu terlihat sangat bangga melihat Sherena yang manja dan masih muda mau belajar memasak, berbeda dengan Penelope anak bungsunya yang harus di paksa ikut kelas masak.
“Sher, kamu pandai sekali masak. Baru belajar sudah langsung bisa.” Ucap Mom Aily dengan bangganya sambil menyindir anaknya.
Sherena tersenyum sambil menatap hasil karyanya, ia lalu menatap cincin yang tersemat di jari manisnya. “Tentu saja Mom aku memang sangat pandai, aku tidak ingin Kak Leon makan masakan hasil masakan prang lain. Jadi aku harus berushaa lebih keras lagi.” Ucap Sherena dengan bangga.
“Bagus, Mom yakin Leon akan bangga padamu.” Ucap Mom Aily.
“Lain kali jangan ikut kelas Mommyku!” Ucap Penelope sambil berbisik. “Aku yang jadi korbannya dan harus terpaksa ikut kelas masak ini karena kamu.” Keluh Penelope.
“Kenapa?” Tanya Sherena bingung. Penelope pun memberi kode untuk menatap ke arah Mommy nya dan Kakak iparnya.
“Sepertinya Penelope harus segera menikah, apa kamu tidak punya kenalan untuk di kenalkan pada Lope, Lilac?” Tanya Mom Aily.
Lilac tersenyum lalu mengangguk. “Tentu saja aku punya banyak kandidat Mom.” Ucap Lilac.
“Hah! Aku males pacaran.” Keluhnya. Sherena hanya terkekeuh, ia kembali pokus pada hidangannya.
Sementara di tempat lain, Leon yang baru selesai rapat ia nampak kebingungan saat memasuki ruang kerjanya.
“Fal, di mana Sherena?” Tanya Leon pada asisten pribadinya itu. Ia bingung karena hari ini belum melihat calon isterinya itu, padahal biasanya Sherena selalu ada di sekelilingnya.
“Nona Sherena sepertinya tidak datang.”
“Iya kenapa dia sampai tidak datang? Harusnya dia ada di sini.” Ucap Leon kesal pada asistenya.
“Saya tidak tau, Tuan.”
“Kamu harus tau!” Ucap Leon spontan sampai membuat Rifal terlihat kaget.
“Tidak biasanya dia tidak menemuiku.” Gumam Theo, dia pun ingat jika kemarin dirinya bilang pada Sherena untuk tidak lagi menggoda Leon karena bagaimana pun ia tidak akan menyentuh Sherena sampai waktunya tiba. “Apa dia marah?” Guamamnya lagi.
“Apa aku perlu bertanya pada Nona Sherena apakah dia marah padamu Tuan.” Ucap Rifal.
Leon pun menatap tidak suka. “Tidak perlu, biar aku yang menemuinya langsung. Kamu lanjutkan saja pekerjaanku.” Ucap Leon sambil memberikan beberapa berkas yang tadi ia terima dari sekertarisnya.
Leon pun pergi menuju kediaman Felix, ia mengendarai mobilnya dengan cepat.
Leon sedikit hawatir dengan gadis itu karena tidak biasanya Sherena tidak menemuinya, bahkan tidak memberi kabar sama sekali.
Pernikahan yang akan di laksanakan satu minggu lagi membuat Leon berdebar-denar tidak karuan, ia takut jika calon isterinya itu berubah pikiran seperti apa yang di katakan Theo selama ini jika Sherena masih muda dan labil mungkin saja Sherena akan meninggalakn dirinya dan berpaling kapanpun gadis itu mau.
“Tidak, jangan ingat ucapan Theo. Sherena tidak mungkin seperti itu.” Ucap Leon berusaha meyakinkan dirinya sendiri agar mempercayai calon pengantinya.
.
To be continued…