NovelToon NovelToon
Ayesha I Miss You

Ayesha I Miss You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:940.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Sering mendapat bully karena penampilannya yang terkesan biasa, Ayesha Candramaya, gadis berusia 17 tahun terpaksa memutuskan untuk pindah sekolah.

Karena ingin membuktikan kalau masih ada pria yang menerimanya apa adanya pada orang-orang yang suka membulinya, Ayesha memposting photo seorang pemuda tampan yang dia klaim pacarnya. Tanpa dia sadari photo pemuda tampan yang dia post itu adalah seorang siswa populer di sekolah barunya yang tidak lain Brian Athariz, seorang pemuda berprestasi baik di akademik maupun di Basket. Selain itu, ia juga putra dari seorang pengusaha yang memiliki perusahaan raksasa dan nomor satu di Indonesia.

Karena hal itu, Ayesha yang merasa tidak enak hati,menjadi sering berurusan dengan Brian yang super dingin. Mereka lambat laun jadi dekat dan tanpa sadar menimbulkan benih cinta di hati mereka berdua.Namun karena kesalahpahaman,mereka saling membenci dan terpisah jarak dan waktu. Akankah mereka bertemu lagi? dan apakah kesalahpahaman mereka akan selesai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam minggu, belajar bersama

Sudah dua hari Brian dan Ayesha menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Hari ini adalah hari Sabtu malam.

Di dalam sebuah kamar bernuansa abu-abu, yang tidak lain milik Brian, tampak pemuda itu sedang serius berkutat dengan buku. Di hadapan pemuda itu tampak wajah seorang perempuan sedang manyun, terpampang jelas di layar ponsel pemuda itu. Ya, pemuda itu sedang melakukan panggilan video dengan Ayesha.

"Ay, ini malam minggu lo," wanita di layar handpone itu mulai bicara.

"terus?" sahut Brian, tanpa melihat ke layar.

"Kamu nggak ngajak aku malam mingguan gitu?"

"Buat apa?" Brian masih saja terlihat cuek.

"Kita baru dua hari lho pacarannya. Harusnya masih hangat-hangatnya. Dan asal kamu tahu, buat yang pacaran, malam minggu itu malam yang ditunggu, karena bisa kencang dengan pacarnya. Tapi, kenapa kamu berbeda, sih?" Ayesha mengerucutkan bibirnya.

Brian mengalihkan tatapannya dari buku, dan melihat ke arah layar ponsel.

"Aku tahu itu. Aku juga ingin keluar denganmu, tapi hari Senin kita ujian akhir, Ay. Kita harus kesampingkan dulu masalah kencan. Kita itu harus belajar, supaya bisa lulus dengan hasil yang memuaskan," tutur Brian dengan suara yang sangat lembut.

"Ujiannya kan hari Senin,Ay. Besok masih hari Minggu dan kita bisa belajar besok," ucap Ayesha yang Kali ini sembari menyunggingkan senyum manis.

"Maaf, tidak bisa, Ay. Bagaimanapun kita harus belajar. Sekarang kamu ambil buku kamu, kita belajar bersama! kamu boleh tanya apapun yang tidak kamu mengerti. Mana tahu aku bisa bantu jelasin ke kamu,"

Bibir Ayesha kembali mengerucut. Namun, walau sedang kesal, gadis itu tetap mengambil bukunya dan meletakkan dia atas meja belajarnya.

"Nih, sudah aku ambil," ujar Ayesha, ketus.

"Ya, udah kalau sudah diambil, belajarlah. Kalau ada yang kurang tahu, kamu tanya aku!" ujar Brian, tersenyum manis.

"Gak usah tersenyum, kamu jelek!" sembur Ayesha..

"Jelek gini,kamu cinta kan?" ledek Brian.

Ayesha tidak menjawab sama sekali. Gadis itu, kini sibuk membolak-balik buku di depannya. Sepertinya gadis itu benar-benar tidak mood untuk belajar.

"Brian, kamu tidak mau memelukku?" celetuk Ayesa, tiba-tiba.

"Emm, kalau pengen, emangnya bisa peluk? kita kan gak sedang bersama?" Brian mengrenyitkan keningnya.

"Nah, kalau begitu kamu datang ke rumahku dong! jemput aku, pakai motor kamu. Nanti aku peluk erat-erat dari belakang!" sepertinya Ayesha belum menyerah untuk mengajak Brian ngedate malam ini.

Brian berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kamu ya ... apa di pikiranmu tidak ada lagi hal yang kamu pikirkan selain kencan?"

"Tidak ada!" sahut Ayesha dengan polosnya.

"Ay, please jangan sekarang ya! masih banyak malam minggu lainnya. Kamu harus fokus mengingat kalau hari Senin kita itu ujian. Kali ini bukan ujian seperti biasa, tapi ini ujian kelulusan, Ay. Jadi, please mengerti ya!" bujuk Brian dengan sangat lembut.

"Ya udah deh! tapi janji, lain kali kita keluar jalan-jalan ya!"

"Iya, aku janji!" pungkas Brian.

Mereka berdua akhirnya fokus pada buku masing-masing, dengan panggilan video yang masih on.

Namun, bukan Ayesha namanya kalau bisa fokus lama. Kini wanita itu kembali bosan. Ia pun kembali melihat ke arah Brian.

"Ay, kamu tidak ingin menciumku lagi?" celetuk Ayesa, membuat Brian terjengkit kaget, mendengar pertama kekasihnya itu.

"Menciummu lagi? emangnya aku pernah menciummu?" tanya Brian, tegang dengan pertanyaan yang sedikit sensitif dari gadis berkaca mata di layar ponselnya itu.

"Pernahlah, masa kamu lupa sih?" Ayesha mengerucutkan bibirnya.

"Pernah? kapan?" kini alis Brian. yang bertaut.

"Waktu aku panjat tembok, kamu menolongku. Saat itu, aku jatuh atasmu kan? kamu lupa kalau saat itu, bibir kita ...." Ayesha mengantung ucapannya, namun dia membuat tanda ciuman dengan tangannya.

Wajah Brian sontak memerah. Seketika bayangan di saat bibirnya dan bibir Ayesha menempel, berkelebat di kepalanya.

"Bagaimana? sudah ingatkan?" Ayesha mengerlingkan matanya, menggoda.

"Haish, aku tidak menciummu. Itu ketidaksengajaan," Brian mencoba untuk kembali bersikap tenang.

"Tapi kamu masih ingat rasanya kan? bagaimana rasa bibirku? manis nggak?"

Brian terlihat mulai tidak tenang. Gadis di depannya itu benar-benar bisa membuat konsentrasinya buyar Kali ini. Brian berusaha menepis bayangan bibir Ayesha yang menempel di bibirnya, tapi sama sekali tidak bisa. Justru pikiran pemuda itu semakin kemana-mana.

"Ay, kamu mikirin apa hayo?" goda Ayesha dengan mata yang mengerling.

"Ayesha Candramaya,kamu bisa fokus belajar nggak? please jangan buat konsentrasiku buyar!" untuk pertama kalinya, Brian memanggil nama lengkap kekasih yang sekarang benar-benar menguji imannya itu.

Tawa Ayesha sontak pecah, merasa sangat lucu melihat wajah Brian yang sudah memerah.

"Iya, iya, maaf deh! aku sekarang akan serius," masih dengan tetap tertawa kecil, Ayesha kembali membaca bukunya.

Baru saja keduanya fokus dengan buku masing-masing, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Brian.

"Brian, ini aku. Aku masuk ya!" pintu terbuka dengan perlahan dan kepala Briana langsung menyembul masuk dengan bibir yang tersenyum.

"Mau apa? ada yang nggak dimengerti ya?" tukas Brian, dingin.

"Ish, adikku ini memang paling mengerti apa yang diinginkan kakaknya," Brianna tersenyum manis lalu mengayunkan kakinya, melangkah menghampiri adiknya yang terkenal pintar itu.

"Hai, Anna!" sapa Ayesha dari ujung sana, membuat Brianna tersentak kaget, karena sebelumnya dia tidak tahu kalau adiknya itu sedang melakukan panggilan video dengan Ayesha yang dia tahu sudah menjalin hubungan dengan Brian.

"Ya, ampun Ayesha, kamu bikin aku kaget!" Brian mengelus-elus dadanya, membuat tawa perempuan diujung sana pecah.

"Lagian, kalian berdua buat apa video call seperti ini? apa bisa konsentrasi belajar, dengan melakukan panggilan video seperti ini?" lanjut Brianna seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kalau adikmu itu sih bisa, Anna. Buktinya dari tadi dia serius belajar , sampai aku dicuekin. Aku seperti dianggap tidak ada di sini," Ayesha mulai mengadu dengan memasang wajah memelas.

Plakkk

Buku yang ada di tangan Brianna mendarat keras di kepala Brian.

"Anna, apa-apaan sih? kenapa kamu memukul kepalaku?" protes Brian, sembari mengelus-elus bekas pukulan Kakak kembarnya itu.

"Kamu pantas mendapatkannya, sebagai hukuman karena mengacuhkan adik iparku. Romantis dikit kek!" oceh Brianna, menatap adiknya dengan kesal. Jangan lupakan Ayesha yang sudah cekikikan di ujung sana.

"Apaan sih? siapa yang mengacuhkan Ayesha? dari tadi kami asik bicara juga, Anna!" protes Brian. Kemudian, ia menoleh ke arah ponselnya.

"Ay, kamu ju__"

"Ay, Anna,aku matikan dulu panggilannya ya. Aku sudah ngantuk!" sebelum Brian menyelesaikan ucapannya, Ayesha yang sudah tahu kalau pacarnya itu akan protes padanya, langsung pamit lebih dulu. Dan tanpa menunggu jawaban, gadis itu langsung memutuskan panggilan.

1
Kartika Miranti30
seru
endang nastusil
Luar biasa
lizulfa anjani
setau aku kalo no di blok kalo pun di buka pesan sebelumnya gak mungkin masuk
eva murjani
Selalu Suka dgn Author satu ini.
cerita nya seru...berasa kembali ke Jaman remaja baca kisah"nya
dan special nya cerita novel yg di suguhkan selalu ringkas padat tdk bertele".
sehat dan Sukses buatmu Author 🥰🌹🌹
eva murjani
Baru engeh ini cerita Anak Kembar Bima dan Ayunda rupanya 😘🙏
Felycia Fernandez
😆😆😆😆
Iis Kurniasih
Karya yg bagus....tidak terlalu berbelit² jalan ceritanya..... semangat terus ya author
Iis Kurniasih
Jangan biarkan kendor ttp semangat.... oke author
Rianti Dumai
tinggal pergi menjauh az sudah Brian,,,ngapain kbanyaan drama,,,!!!
Rianti Dumai
Brian az yg kurang tegas sama vania
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Sumringah Jelita
keren
Anonim
Keras kepala + gak punya malu and harga diri 😁😁😁🙏🙏
nnk pw
ini bab diambil dr cerita emak bapaknya?
nnk pw
pdhl tinggal beberin semuanya terus vania di rantai di rsj. masa semu nglah demi demit kyk di
nnk pw
vania halal digorok
nnk pw
fix obsesi. maksa banget
nnk pw
vania cew pick me
Bonny Patriadi
emang boleh ya adiknya papa nikah sama anak Kakanya,/Shy/
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!