NovelToon NovelToon
Dicintai Seorang Gangster

Dicintai Seorang Gangster

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:417.5k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.

Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.

Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?

Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Dua hari kemudian, Abdul Kodir dan Almira sudah sampai di rumah nenek Zubaidah. Ringgo yang jalannya masih agak aneh karena sudah satu minggu lebih memakai celana yang membuat jalannya lebih membuka jarak antara dua kakinya membuatnya jadi berjalan seperti itu terus meski sebenarnya sudah tak pakai celana khusus itu lagi.

Melihat sang adik yang turun dari mobil dan berjalan ke pintu utama dengan cara seperti itu. Sontak saja Laela tertawa terbahak-bahak.

Laela yang sudah memeluk ayah dan ibunya kemudian berlari menghampiri Ringgo.

"Oh astaga, ini pinguin bongsor dari mana?" ejek Laela seperti biasanya pada Ringgo.

Saat wajah Ringgo jadi cemberut. Laela malah semakin terkekeh. Tidak sampai seperti itu saja. Laela bahkan mengikuti gaya Ringgo berjalan dari samping Ringgo. Membuat anak laki-laki berusia delapan tahun itu menjulurkan lidahnya dan langsung berlari ke arah ayahnya.

"Huh, dasar tante-tante aneh!" balas Ringgo mengatai Laela lalu bersembunyi di balik tubuh sang ayah.

Wajah Laela yang tertawa mendadak langsung cemberut dan meletakkan kedua tangannya di pinggang nya.

"Heh, dasar bongsor. Ku cubit anu mu biar tahu rasa ya!" pekik Laela yang tak terima Ringgo mengatainya dengan sebutan tante-tante aneh.

Akhirnya kejar-kejaran antara Ringgo dan Laela pun tidak terelakkan. Laela yang memang sudah rindu pada adiknya itu langsung menggelitik pinggang dan perut Ringgo, hingga anak laki-laki berusia delapan tahun yang badannya sudah mirip anak kelas 3 SMP itu sampai tidur dan berguling di lantai karena Laela tak kunjung menghentikan aksi jahilnya pada sanga adik.

"Ibu, ayah... tolong. Tante-tante aneh ini akan membuatku pingsan!" teriak Ringgo meminta pertolongan pada sang ayah dan sang ibu.

"Laela, hentikan! kamu bisa bikin adikmu tidak doyan makan nanti!" seru Almira yang meminta Laela untuk berhenti dari jauh.

Almira bicara dari pintu, di dekat sang suami dan ibu mertuanya.

Tatapan mata Zubaidah mendadak jadi tajam ke arah menantunya itu. Membuat Almira menyadari kesalahannya, dia langsung menghampiri Laela dan Ringgo.

Laela makin terkekeh saja mendengar ibunya berkata seperti itu, sambil menghentikan aksinya dia berdiri dan membersihkan bajunya yang baru saja ikut berguling-guling di lantai bersama Ringgo.

"Tidak doyan makan darimana nya? badannya saja lebih besar dariku! ha ha ha!" Laela berkata dengan suara lepas. Dia juga tertawa sangat lepas. Hanya dengan Ringgo dia benar-benar bisa bertingkah seperti anak kecil lagi.

Almira lalu membantu Ringgo untuk bangun, tubuh bongsor Ringgo memang menyulitkan nya untuk bangun sendiri dengan cepat.

"Dasar Tante-tante aneh!" ucap Ringgo lagi.

"Ringgo sudah. Kenapa tidak bisa panggil kakak, kenapa selalu memanggil kakakmu dengan sebutan Tante?" tanya Almira.

"Lihat dia Bu, dia itu sudah sangat tua. Kakak temanku tidak ada yang setua tante itu!" jawab Ringgo sambil menjulurkan lidah ke arah Laela untuk kembali mengejek kakaknya itu.

"Ku kempesin kamu ya!" gertak Laela.

Abdul Kodir hanya geleng-geleng kepala, sementara nenek Zubaidah malah terhibur sebenarnya dengan pertengkaran dan saling ejek antara Laela dan Ringgo itu.

Jarak usia yang lumayan jauh antara Ringgo dan Laela yang terpaut sebelas tahun lebih memang membuat Ringgo pertama kali bisa mengenali Laela, sudah memanggilnya dengan sebutan Tante. Dan itu terbiasa sampai sekarang, di tambah lagi tidak ada kakak dari teman-teman sekolah dan teman bermain Ringgo yang selisih umurnya terlalu jauh, paling hanya dua atau tiga tahun saja. membuat Ringgo makin meyakinkan dirinya kalau memang seharusnya dia memanggil Laela itu Tante.

Semuanya akhirnya masuk ke dalam karena memang harus sudah semakin petang. Sementara tanpa sepengetahuan keluarga itu ada seseorang yang mengawasi mereka dengan sebuah kamera DSLR yang mampu membidik objek dari jarak yang sangat jauh dengan begitu jelas sedang merekam apa yang terjadi pada Laela.

Di sebuah daerah yang sangat asri, di sebuah villa yang lumayan besar, dengan bangunan berlantai dua di dekat sebuah peternakan kuda yang sangat luas dan besar. Seorang pria dengan rambut rambut halus di sekitar rahang dan bawah dagunya, dan kumis tipis yang menambah kesan macho di wajahnya sedang melihat ke layar laptop yang sejak tadi menyala.

Ekspresi wajahnya kadang takjub, kadang mengernyitkan keningnya dan kadang senyum senyum sedikit dengan pandangan mata terfokus pada layar monitor laptopnya.

Dia adalah Kabir, dia menemani sang ibu menghabiskan waktu kebebasannya selama satu bulan dari kediaman Maaz Adnan. Sebenarnya bukan Maaz Adnan yang di takuti atau lebih tepatnya menjadi ke khawatiran dari Kabir. Melainkan orang yang menjadi atasan dari Maaz Adnan yang merupakan ketua dari kelompok Silver Shadow.

Berurusan dengan Maaz Adnan bukan hal yang sulit bagi Kabir yang sudah tahu seluk beluk luar dan dalam kediaman Maaz Adnan dan semua struktur organisasi miliknya. Namun Adzkan Mumtaz, Kabir belum punya kekuatan untuk bisa setara dengannya. Maka dari itu, pelan-pelan Kabir sedang mengumpulkan kekuatan agar bisa lepas sepenuhnya dari Silver Shadow dan membawa ibunya pergi jauh di kehidupan yang damai seperti impian sang ibu.

Itu dulu adalah satu-satunya impian Kabir. Namun sejak bertemu dengan Laela, Kabir juga ingin menjadikan Laela bagian dari mimpinya itu. Meski sangat tidak mudah pastinya. Tidak akan ada orang tua yang akan setuju kalau putri tercinta mereka menjalin hubungan dengan seorang gangster. Itu dulu yang di alami oleh Zahra, hingga Adzkan Mumtaz menghabisi semua anggota keluarga Zahra, hanya menyisakan sang adik yang di ampuni nyawanya oleh Adzkan Mumtaz setelah Zahra setuju mengabdi seumur hidup pada Maaz Adnan.

Namun sang adik yang terlanjur membenci Zahra karena di anggap sebagai penyebab kehancuran keluarganya malah pergi meninggalkan Zahra saat dirinya tengah hamil Kabir saat itu. Sampai sekarang Zahra tak tahu adiknya itu dimana.

Kabir menyentuh layar monitor laptopnya setelah dia menekan tombol pause. Wajah Laela yang sedang tertawa membuat tangan Kabir perlahan menyentuh layar monitor itu.

Tiba-tiba sebuah sentuhan tangan di bahu Kabir membuat Kabir menoleh ke arah sentuhan tangan itu sambil tersenyum karena Kabir tahu, itu pasti ibunya.

*Siapa dia

Zahra bertanya dengan bahasa isyarat pada Kabir. Kabir menuntun ibunya untuk duduk di sampingnya dan melihat ke layar laptopnya.

"Namanya Laela, ibu dia adalah calon menantu mu!" jawab Kabir sambil tersenyum.

Melihat senyum Kabir, Zahra sebenarnya sangat senang. Namun ada kecemasan dalam hatinya.

*Dia sangat muda

Tanya Zahra lagi.

"Iya Bu, dia memang baru lulus SMA" jawab Kabir.

*Orang tuanya dari blok C juga

Setelah pertanyaan itu, Kabir terdiam. Dia menundukkan kepalanya.

"Tidak Bu, dia dari luar kota. Dan malam ini dia akan bertunangan!" terang Kabir dengan suara pelan dan terdengar sedih.

Zahra terkejut, namun dia langsung menepuk bahu anaknya dengan lembut mencoba memberikan Kabir semangat dan dukungan.

'Dari kota lain saja sudah mustahil orang tuanya akan memberi restu, apalagi dia sudah punya tunangan. Kabir, kenapa kisah cintamu serumit ini? tapi ibu yakin, kalau cintamu tulus, pasti akan ada jalan, nak!' batin Zahra berdoa untuk putra semata wayangnya dalam hatinya.

***

Bersambung...

1
syh 03
seru ih..berasa ntn film si cowok naik ke balkon demi nemuin cewenya 😊
syh 03
cinta segi tiga ini mah 😆
syh 03
aga laen emang laela ini..kita mah trauma klo ketemu hewan buas dia mah bahagia 😅
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
syh 03
bnyk bgt istrinyaa ampun dahhh 😒
mei
ceritanya seru tp sayang endingnya kurang memuaskan, ortu laela diboyong ke LN..lalu kabar ibunya kabir sendiri??

thanks ya atas karyanya
+52
plok2nya ga ada 😗😗😗
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa Laela ninggalin bukti,Kenapa buang semua sampah2 itu terlebih dahulu sebelum pergi...
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo mau kabur ya kabur aja sendiri,Ngapain ngajak Laela..
Noer Row_ling: ho'oh ya kan 🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lagi tegang-tegangnya aku baca malah langsung ngakak,Kenapa harus jepit bulu ketiak? bukan bulu hidung?? 🤣🤣🤣😜😜
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 19 tahun baru lulus SMA?? ku anggap Laela masuk sekolahnya lambat, Seharusnya 19 tahun itu udah kuliah, seumuran anak gadis ku..
Mampir Thor 🙋
Noer Row_ling: ho'oh telat dia masuk SD nya 🤭
total 1 replies
Ran Aulia
ceritanya bagus, seru, tegang, komedi, romantis juga terharu 😍😍😍😍😍
terimakasih author

👍👍👍👍👍👍
Ran Aulia
👍👍👍
Ran Aulia
😂😂😂😂😂 refleks bacanya berirama
Sandisalbiah
sangat memuaskan
Sandisalbiah
happy ending.. tp gak puas krn pengenya lihat Laela hidup bahagia dgn Kabir sampe punya beby gitu.. makasih thor.. karyamu luar biasa...
Sandisalbiah
sumpah.. part ini terlalu banyak bawang 😰😰.. tengah malam awak nagis diem² ..hahh. thor.. tega bannget... sport jantung awa di buat..
Sandisalbiah
ternyata Arman sangat egois.. dia tau dan peka akan oerubahan Laela tp dia mengabaikanya... benarkah yg dirasakanya terhadap Laela itu cibta atau hannya sekedar obsesi dan ambisi utk memiliki Laela.. krn cinta sejati akan mengiklaskan yg tercinta utk bahagia walau bukan dgnnya.. seperti cinta Kabir kpd Laela kan?
Sandisalbiah
kanapa harus mementingkan nama baik Abdul kodir.. kamu seorang ayah, tdkah hatimu tersentuh melihat penderitaan putrimu... dia yg lebih mudah tp bersikap dewasa demi kalian para orang tua dgn mengesampingkan ego dan mengorbankan rasa cintanya... tp kau.. ayahnya terlalu mementingkan ego dan nama baik... dasar konyol.. semoga kau tak menyesal saat hal buruk benar² terjadi pd Laela..
Sandisalbiah
alibi Kabir sangat bagus sehingga dpt mematahkan kecurigaan Maaz adnan.. dan Zulaika.. semoga ada yg bisa membungkam mulut sampahnya..
Sandisalbiah
wow.. jgn bilang Kabir menikahi Kaira saat dia gak sadar..? gak sah dong kan gak ada walinya... krn bukan ayah Kaira yg menikahkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!