untuk cerita kali ini aku akan menceritakan kisah cinta Lardo Devhan Sanjaya
buat yang belum paham kalian bisa baca dulu novel turun menurunnya.
1. CEO JATUH CINTA
2.ALVARO SANJAYA
semoga kalian suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hamil....
Risa menatap ponselnya, banyak pesan masuk dari grup dan alumni sekolah, namun semua itu terabaikan, Risa hanya menunggu kabar dari dari Lardo.
sudah jam 7 malam tapi Lardo sama sekali tidak memberikan kabar, apa lagi mengingat kertas yang tulis untuk bosnya tadi, sangat yakin jika kertas itu belum di baca dama sekali, karena terlihat jelas wajah Lardo yang masih dingin dan berubah 180° padanya.
kenapa saat gue sudah bilang perasaan, justru di abaikan..../Risa
Risa keluar dari kamarnya, meras haus dan ingin turun untuk mengambil minuman segar. namun langkahnya terhenti saat mendengar keributan yang terjadi di bawah sana.
"apa apaan ini Rena, siapa ayahnya" teriak Dimas membuat Risa terkejut mendengar bentakan papanya.
terlihat Rena menangis di pelukan Heny. sedangkan Dimas sudah lemas terduduk di sofa sambil memijit pelipisnya.
Rena kini telah mengandung benih dari pria yang mereka tidak tau sama sekali. bahkan Rena enggan untuk memberitahu siapa ayah dari bayinya.
andai saja Heny tidak menemukan testpack di bawah tempat tidur Rena, sudah pasti mereka tidak akan tau apa yang terjadi terhadap putrinya.
"papa... ada apa?" tanya Risa
"maafkan papa ris, maafkan papa yang selalu mengabaikan kamu, maafkan papa yang selalu memanjakan anak tidak tau diri itu" tunjuk Dimas pada Rena yang menangis pilu di dekapan Heny.
"pa... jangan ngomong gitu, sebenarnya apa yang terjadi"
"Hiks...hiks, Rena hamil nak" ucap Heny terisak hingga susah untuk berbicara.
"apa..." Risa begitu syok mendengar apa yang dikatakan mama sambungnya, jadi perubahan fisik yang di alami Rena karena mengandung.
"siapa ayahnya ma?" tanya Risa
"mama belum tau, Rena hanya menangis"
Risa mendekati Rena dan berusaha memberikan kekuatan pada saudara tirinya itu.
"kenapa bisa terjadi? kenapa lo gak bisa jaga diri? dia harus tanggung jawab" ucap Risa
"gue udah minta tanggung jawabnya, tapi dia gak mau mengakui bayi gue, dia....dia" Rena tak kuat untuk melanjutkan ucapannya.
Risa memeluk Rena dan ikut menangis, walaupun mereka tidak pernah akur, tapi Risa masih punya rasa kemanusiaan.
"ayo temui dia, gue bakal bantu lo" ucap Risa membuat Rena malu dan memeluknya lebih erat.
"papa ikut..." ucap Dimas
"mama juga ikut"
Risa menganggukkan kepalanya, mereka semua pergi menuju rumah kediaman Alex, Rena sebenarnya tidak tau dimana alamat rumah Alex, namun meminta alamat langsung pada teman teman Alex yang berada di club.
Risa terus saja menguatkan Rena dan juga Heny, sampai mereka sedikit tenang.
sampainya di rumah Alex, ternyata disana sangat ramai, bahkan ada beberapa mobil terparkir di halaman rumah mewah itu.
"ada apa acara pak di rumah ini?" tanya Risa pada satpam yang berjaga
"oh.. itu neng, acara pertemuan keluarga, soalnya anak majikan saya mau lamaran" ucap pak satpam membuat Rena menangis lagi.
Risa langsung menerobos masuk ke dalam rumah milik Alex, berhubung pintu terbuka lebar memudahkan Risa untuk masuk.
"enak banget lo ya... habis lo hamilin kakak gue, seenaknya lo mau nikah sama cewek lain hah" teriak Risa yang sudah berada dekat dengan mereka.
Alex terkejut melihat kedatangan Rena juga keluarganya.
"apa apaan kamu" ucap mama Alex dengan sinis
"anda yang apa apaan, kami kesini karena mau meminta pertanggung jawaban putra anda, kakak saya Rena mengandung sekarang, dan itu ulah anak anda sendiri" ucap Risa menunjuk Alex yang sudah terlihat takut.
"gak mungkin, putraku tidak akan melakukan hal menjijikan itu" sahut papa Alex
"tanyakan pada putramu itu... putriku hanya berhubungan dengannya" ucap Dimas yang menatap tajam pada Alex.
"apa apaan ini jeng, jadi Alex sudah punya kekasih dan sekarang sedang hamil," ucap tamu yang tak lain adalah calon besan mereka.
"keterlaluan kalian, kalian anggap putriku, mana sudi keluargaku mempunyai menantu bejat yang tega menghamili seorang wanita" ucap pak Heri pada kedua orang tuan Alex.
tamu itu langsung pergi dari kediaman Alex dengan rasa kesal.
"ini belum seberapa, saya ingin putra anda menikahi putri saya Rena" ucap Dimas, namun kedua orang tua Alex hanya tersenyum sinis.
"jangan mimpi kalian, katakan saja berapa yang kalian inginkan, kami akan berikan" ucap Mama Alex
Dimas mengepalkan tangannya begitu kuat, tak terima atas perkataan orang trersebut.
"saya tidak butuh uangmu, saya hanya butuh putramu untuk bertanggung jawab pada putriku" desis Dimas
"jangan banyak omong tuan, asal anda tau, bukan hanya saya yang tidur dengan putri anda... belum tentu anak yang dikandung Rena adalah anak saya" sahut Alex menatap tajam pada Rena.
"apa maksud lo lex, gue gak pernah tidur sama cowok lain selain lo, bahkan lo yang mengambil kesucian gue" tak terima Rena dengan perkataan Alex.
"hahahaha... asal lo tau Rena, gue gak akan sudi nikah sama cewek bod*h kayak lo, mau jadi apa masa depan gue menikah sama orang yang hanya lulusan SMP" ucap Alex meremehkan Rena
"kurangajar..." Risa langsung melangkah mendekati Alex dan menampar pipinya begitu keras
PLAK...
"beraninya kamu nampar anak saya.." mama Alex langsung mendorong Risa menjauh dari Alex putranya
"jauhkan tangan kotor itu dari putriku" teriak Heny
"kalian memang keluarga yang tidak punya malu, satpam.... usir mereka" perintah papa Alex kepada kedua satpam mereka dengan keras.
***
Lardo menghubungi ponsel Risa, namun tidak ada respon, ia baru saja selesai dengan ritual mandi, saat sudah sampai di hotel... Lardo sama sekali belum menyentuh ponselnya, padahal ingin sekali meneplon Risa dan mengatakan I love you too dengan keras, namun tubuhnya sangat lelah dan butuh istirahat sebentar.
"kemana dia, kenapa gak bisa di hubungi" gumam Lardo.
"Juan... ke kamar segera" perintah Lardo lewat sambungan telepon.
dan lama Juan datang, karena kamar mereka bersebelahan.
"ada apa?" tanya Juan
"kita bahas sekarang, apa saja yang harus kita lakukan besok" ucap Lardo
"ini sudah malam, kenapa gak besok saja do, gue sangat lelah" ucap Juan
"gak ada besok, gue ingin urusan disini secepatnya selesai, kalau gak, lo aja yang tangani disini biar gue pulang" ide cemerlang datang tiba tiba di otak Lardo
"gak..." tegas Juan menatap tak suka dengan perkataan Lardo
"disini gue bosnya..." sinis Lardo
"mau lo bos atau gak, gue gak peduli... bye" Juan keluar ruangan Lardo dengan tersenyum sinis.
uring uringan deh lo sono.. emang enak.../Juan
"akhhh.... sial, seminggu itu lama" ucap Lardo meremas rambutnya frustasi.
lagi lagi melihat ke arah ponselnya, masih saja sama... tidak ada tanda tanda Risa membaca pesannya.
Lardo merasakan apa yang dirasakan oleh Risa tadi.
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
HAI HAI... GIMANA PART INI?
maaf bila ada salah kata dalam cerita ya, dan tolong diberitahu jika ada kata kata typo.😘😘😘
JANGAN LUPA KALIAN LIKE 👍🏻 DAN KOMENTAR 📝 YA...
JANGAN LUPA JUGA SHARE BIAR BANYAK YANG BACA KARYAKU...
SUPPORT KALIAN SANGAT BERARTI BUATKU, DAN ITU MEMBUAT AKU SEMANGAT MENULIS.