Mizoi atau sapaan akrab nya Zoi ialah seorang gadis Desa yang ingin sukses di Kota, kemudian dia merantau ke kota dan bekerja disalah satu restoran Jepang.
Tidak menyangka bertemu dengan atasan nya yang mempunyai sikap dingin atau cuek, namun dibalik itu dia Boss yang kadang bersikap manis hingga membuat Zoi jatuh cinta.
Tapi sepertinya cinta Zoi tidak disambut baik oleh Boss muda karena cinta pertama Boss muda sudah terlalu dalam pada Claudia.
Disini lah perjuangan Zoi dimulai untuk bisa dicintai Boss muda walau banyak menguras air mata.
Karena Papah dari Boss muda ingin Boss muda segera menikah, akhirnya Boss muda memberitahukan pada cinta pertama nya yaitu Claudia, sayang Claudia lebih mementingkan karier nya dan menolak.
Mereka pun punya ide gila agar kelak bisa bersama kembali tapi tidak membuat Papah Boss muda kecewa saat ini, yaitu dengan menerima untuk menikahi wanita pilihan Boss besar
Tak disangka Zoi ialah wanita pilihan Boss besar, Zoi tulus mencintai Boss muda namun berkali-kali disakitinya apalgi ketika sudah satu tahun pernikahan mereka, dan kembalinya Claudia bahkan bekerja di kantor yang sama dengan Boss muda dan Zoi.
Akan kah Zoi mampu bertahan dalam pernikahan nya? dan akankah Boss muda memilih tetap bersama Zoi ataukah Claudia mampu meyakinkan Boss muda untuk menceraikan Zoi dan bersamanya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergok
Pukul 06.00 pagi alarm milik Boss muda berbunyi, kringgg kringgg sinar matahari pagi juga sudah menyelusup ke sela-sela gordeng kamar Boss muda, sedang kan Boss muda masih tidur diatas tubuh mungil Zoi.
Zoi yang sudah terbangun duluan lebih memilih untuk menikmati kebersamaan nya dengan Boss muda ini, setelah beberapa saat Boss muda mulai terbangun.
"Hmm" Boss muda menguap dan membuka matanya, dilihat nya Zoi yang berada dibawah tubuh nya, sontak Boss muda kaget sambil langsung turun dari tubuh Zoi.
"Astaga, kamu ternyata kembali juga kan kerumah saya? lagian segala kabur-kaburan si" ucap Boss muda sambil mengucek-ngucek matanya.
Zoi yang kesal mendengar ucapan Boss muda akhirnya memutarkan kembali Voice note semalam, yang berisi ancaman jika Zoi tidak pulang kerumah Boss muda malam ini, maka Boss muda akan melompat dari lantai 2 rumahnya.
Boss muda yang mendengarkan voice note itu merasakan malu dan menutupi wajahnya dari Zoi.
"Gimana? masih beranggapan kalo saya mau kembali kesini?" ucap Zoi.
"Apa salah nya voice note itu semua orang pun kalau sedang mabuk bisa bicara apapun itu" jawab Boss muda dengan sedikit rasa malu.
"Yaudah terserah tapi lain kali kalo mabuk-mabukan lagi jangan ganggu saya" ucap Zoi, sambil bangun dari kasur hendak pergi meninggalkan Boss muda.
Boss muda langsung menarik tangan Zoi, Zoi pun jatuh dipangkuan Boss muda, Boss muda memeluk pinggang Zoi dengan kedua tangan nya.
"Ih Boss muda lepasin saya" ucap Zoi kesal.
"Kalau semalaman saja kamu sanggup tidur dengan saya, kenapa sekarang kamu berontak?" tanya Boss muda dengan sedihnya.
"Ya terus sekarang apa mau Boss muda" ucap Zoi sambil berusaha lepas dari pangkuan Boss muda.
"Saya mau kamu tinggal lagi dirumah saya, nanti saya akan suruh anak buah saya untuk mengambil barang-barang kamu lagi, sekarang kamu katakan kemana kamu bawa barang-barang kamu itu?" tanya Boss muda.
"Oke oke saya akan jawab tapi lepaskan saya dulu" ucap Zoi.
Perlahan Boss muda melepaskan pelukan nya dari pinggang Zoi, Zoi pun tak menyia-nyiakan nya untuk kabur dari Boss muda, Zoi segera lari menuju pintu depan, Boss muda yang tidak mau Zoi pergi lagi dari rumahnya mengejar Zoi.
Zoi berhasil membuka kunci pintu depan rumah Boss muda dan pintu rumah pun terbuka baru sedikit, karena Boss muda kembali meraih tubuh mungil Zoi, dipangku nya Zoi menuju kamar Boss muda, walaupun Zoi masih memberontak Boss muda tetap membawa Zoi ke kamarnya.
Sementara itu Claudia tiba dihalaman rumah Boss muda, melangkah menuju pintu depan rumah Boss muda, saat hendak mengetuk pintu ternyata pintu depan sudah terbuka, Claudia pun langsung nyelonong masuk untuk menemui Boss muda.
Sedikit cerita Claudia mengetahui alamat rumah baru Boss muda karena saat mereka bertemu Claudia meminta alamat rumah Boss muda.
Dikamar Boss muda terpaksa menidurkan Zoi diatas kasur karena masih berontak untuk kabur dari rumah Boss muda, kedua tangan Zoi dipegangi oleh Boss muda, sekarang Boss muda berada diatas tubuh Zoi karena terus berteriak Boss muda mencium bibir Zoi, membuat Zoi berhenti berteriak dan malah menyukai nya.
Zoi dan Boss muda kembali berciuman entah apa yang ada dipikiran Zoi kenapa sudah disakiti Boss muda tapi tetap tidak bisa menolak Boss muda, Boss muda terus menerus menciumi Zoi ********** dengan penuh *****.
Tak lama langkah kaki Claudia menuju kamar Boss muda, Claudia melihat Boss muda sedang bersama Zoi dengan posisi mereka sedang berciuman, Claudia sangat marah.
"Apa-apan ini Han?" teriak Claudia.
Boss muda dan Zoi kaget atas kedatangan Claudia, Zoi dan Boss muda langsung berhenti berciuman dan terdiam melihat Claudia yang sangat marah, Claudia menghampiri Zoi kemudian menarik Zoi menjauh dari Boss muda, Claudia yang sangat marah kemudian hendak menampar pipi Zoi, namun dihentikan oleh Boss muda.
"Udah cukup Clau, aku yang salah bukan Zoi kalau kamu mau marah marah sama aku aja" ucap Boss muda.
Claudia berdiri dihadapan Zoi menatap penuh kemarahan.
"Kamu, bukan kah saya sudah peringatkan kamu untuk menjauhi Han? kenapa kamu engga mengerti juga, asal kamu tau kamu itu cuma dijadikan pelarian saja oleh Han disaat saya tidak ada bersamanya" ucap Claudia.
"Saat ini kamu sudah ada disini kan, kenapa dia tidak menghubungi kamu saat mabuk, dan kenapa dia memaksa saya terus menerus untuk tinggal bersamanya, kamu tanyakan itu sendiri sama dia bukan saya" jawab Zoi tegas sambil pergi dari hadapan Claudia dan Boss muda.
"Mungkin kamu benar Clau buat saya Zoi hanya pelarian saja disaat saya merindukan kamu" ucap Boss muda.
"Iya memang hanya sebatas itu jadi sekarang aku minta sama kamu Han lupakan wanita itu, atau kamu akan benar-benar kehilangan saya selamanya" ucap Claudia.
"Apa maksud kamu Clau, kehilangan kamu selama-lamanya?" tanya Boss muda.
"Kalau kamu masih berhubungan terus menerus dengan wanita itu, aku akan selamanya menetap di Jerman dan kamu gak akan pernah melihat aku lagi, paham!" jawab Claudia sambil meneteskan air matanya.
"Jangan pernah meninggalkan saya lagi Clau, saya janji tidak akan pernah menemui Zoi lagi" ucap Boss muda.
"Baguslah kalau kamu paham, sekarang kamu mandi aku tunggu dibawah jangan sampai Papah kamu menunggu dengan janji yang sudah kita buat" ucap Claudia sambil berlalu meninggalkan kamar Boss muda.
Boss muda terdiam sejenak memikirkan keadaan Zoi saat ini, ingin rasanya saat ini dia berlari menyusul Zoi.
Zoi yang pagi ini mengalami banyak hal duduk dipinggiran jalan seraya menenangkan dirinya.
"Kalau aku boleh jujur ingin rasanya aku memperjuangkan cinta ku terhadap Boss muda, apa aku tidak berhak untuk bersama dia? apa aku hanya sekedar pelampiasannya saja? sebenarnya seperti apa perasaan kamu terhadap aku Boss muda?" Zoi merasa sedih atas apa yang terjadi hari ini tapi Zoi tak ingin melepaskan Boss muda dan bimbang harus berbuat apa.
Boss muda dan Claudia sudah didalam mobil untuk pergi menemui Boss besar, Claudia sedikit tersenyum lega karena setelah ini dia akan meminta untuk bertunangan terlebih dahulu dengan Boss muda supaya setelah dia bekerja satu tahun lagi di Jerman dia bisa langsung menikahi Boss muda.
Boss muda menyetir mobil dengan sedikit melamun pikirannya terus menerus memikirkan Zoi, dia mulai ragu dengan keputusan nya untuk mempertahankan Claudia, bertahun-tahun Boss muda mencintai Claudia baru kali ini hatinya goyah karena Zoi.
Setelah hampir satu jam perjalanan Boss muda dan Claudia, Akhirnya sampai dirumah Boss besar.