NovelToon NovelToon
Noda Hitam Perkawinan

Noda Hitam Perkawinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Obsesi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Kamar tidur berantakan

Malam harinya setelah meninjau pabrik, Bagas baru menghubungi Suzan. Iya, Suzan memang beberapa kali mengirim pesan pada Bagas kalau Alvaro sudah tidak sabar ingin melakukan video call dengan sang papa. Iya, begitulah Alvaro, ketika berada di dekat papanya dia selalu saja meributkan banyak hal. Dari mulai cemburu karena sang papa selalu deket- deket dengan sang mama atau pun hal lain.

"Mas, lihat tuh Alvaro ngambek gara- gara kamu nggak langsung menghubungi dia..." ucap Suzan sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Alvaro yang sedang duduk di tempat tidurnya dengan bibir manyun.

Bagas pun terkekeh melihat tingkah Alvaro yang duduk bersila sambil melipat kedua tangan di depan dada dan bibirnya yang monyong. Itu tandanya Alvaro sedang marah padanya.

"Aduh...aduh... anak papi yang ganteng kok bibirnya manyun gitu...? Ah kalau kayak gitu gantengnya berkurang dong..." ucap Bagas sambil menatap wajah Alvaro di layar ponsel.

"Iiihhh.... Papi nyebelin... Kan Varo dah bilang, papi harus hubungi Varo kalau dah sampai Surabaya. Tapi papi lama sekali nggak bisa dihubungi... Varo kesel jadinya..." sahut Alvaro kembali memanyunkan bibirnya.

Suzan yang ada di samping Alvaro tertawa, begitu juga dengan Bagas yang tak tahan melihat tingkah menggemaskan sang putra.

"Iiiiih... Mami papi... Jangan tertawa ..." Alvaro kesal namun tingkahnya lagi- lagi membuat kedua orang tuanya gemas.

"Iya... Iya... Mami minta maaf sayang..." Suzan terlihat mengusap pipi Alvaro.

Begitu juga dengan Bagas yang meminta maaf pada putra semata wayangnya dan berjanji akan membelikan mainan baru sebagai oleh- oleh dan juga sebagai tanda maaf untuknya.

Dan tentu saja Alvaro senang dan dia tidak ngambek lagi.

"Uh kalau soal mainan, udah deh nggak ngambek lagi..." Suzan mencubit pelan pipi Alvaro karen gemas.

Karena sudah malam, Alvaro tidur. Sedangkan Suzan dan Bagas masih melanjutkan obrolannya.

"Sayang... gimana, kamu sudah menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan...?'' tanya Suzan sambil menatap wajah sang suami.

Bagas menghela nafas.

"Ehm... I..iya, akar permasalahannya memang sudah kita ketahui, tapi tentunya butuh waktu untuk menyelesaikannya..." jawab Bagas.

"Baguslah, semoga kamu bisa segera menyelesaikan masalahnya ya sayang. Dan kamu bisa cepat pulang. Aku sudah kangen..." ucap Suzan dengan nada manja.

"Iya sayang, aku juga kangen sama kamu..." jawab Bagas sambil tersenyum pada Suzan.

Bagas yang sejak tadi berdiri di balkon , akhirnya masuk ke kamar lalu duduk di tempat tidur.

"Ya ampun mas... Tempat tidur kamu kok berantakan sekali...?'' tanya Suzan yang melihat selimut dan bantal berada di tempat yang tidak semestinya.

"Oh...i..ini... Iya... Ta..tadi aku capek banget jadi langsung tidur pulas dan aku nggak sadar pas bangun sudah berantakan kayak gini..." jawab Bagas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya ampun sayang...Kamu ini kayak Alvaro saja, tidurnya nggak bisa diam, makanya tempat tidurnya selalu berantakan kayak kapal pecah..." ucap Suzan sambil geleng- geleng kepala.

"Babby..."

Suzan tiba- tiba mendengar suara perempuan dari kamar Bagas.

"Sayang... Itu suara siapa...? Kok aku kayak dengar suara perempuan memanggil...?'' tanya Suzan sambil menatap lekat wajah Bagas di layar ponsel.

"Su...suara apa...? A...aku tidak mendengar apapun... Kamu salah dengar kali..." sahut Bagas dengan suara tergagap.

"Nggak mas... Aku nggak salah dengar. Aku dengar suara perempuan memanggil 'babby' gitu..." jawab Suzan karena dia merasa tidak salah dengar.

"Oh ya astaga sayang... Itu...ehm... itu suara... Suara televisi... Iya televisi..." ucap Bagas.

Beberapa saat kemudian Bagas mengarahkan layar ponselnya ke arah televisi yang menyala.

"Iya... Itu tadi aku menyalakan televisi dan aku lupa mematikannya..." sambung Bagas.

"Oh kirain ada orang lain di situ..." jawab Suzan terlihat manyun.

Iya, tentu saja Suzan akan marah jika suara yang tadi dia dengar adalah suara perempuan yang sedang berada di kamar hotel bersama dengan suaminya.

"Ya nggak mungkin dong sayang... " sahut Bagas lalu dia menghela nafas.

"Sudah ya sayang, kita lanjut besok ya ngobrolnya, sudah malam, aku sudah ngantuk. Soalnya aku capek banget baru pulang dari pabrik..." ucap Bagas.

"Iya, sayang... Kamu istrirahat ya..." sahut Suzan.

"Kamu juga, sayang... I love you..." ucap Bagas.

"I love you too...'' jawab Suzan.

Sambungan telpon pun berakhir. Bagas kembali menghela nafas, dia merasa lega karena Suzan tidak curiga padanya.

"Babby..." panggil Casandra yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang.

Bagas menatap Casandra lalu menggeleng- gelengkan kepalanya.

"Babby... Kamu bikin aku panik saja..." sahut Bagas.

Iya, tentu saja Bagas khawatir kalau suara Casandra tadi membuat Suzan curiga padanya.

"Udahan sayang- sayangannya...?'' tanya Casandra sambil berjalan ke arah Bagas.

Bagas kembali menghela nafas. Iya, tentu saja Bagas paham jika Casandra sedang cemburu pada Suzan. Dan tadi Casandra sengaja memanggil Bagas dari kamar mandi saat dia video call dengan Suzan, untuk membuat Bagas panik.

"Babby... Lain kali kalau aku lagi telponan sama Suzan, kamu jangan bersuara seperti tadi dong. Kalau Suzan curiga dan tahu soal hubungan kita, bisa bahaya babby..." ucap Bagas.

''Dan itu nggak cuma bahaya buat aku saja, tapi buat kamu juga, babby..." sambung Bagas sambil menatap wajah Casandra yang berdiri di hadapannya.

"Iya... Iya... Aku tahu... Aku kan cuma selingkuhan kamu, jadi ya harus rela dinomor duakan dan selalu harus disembunyikan..." sahut Casandra sambil memanyunkan bibirnya.

"Babby bukan begitu ..." Bagas lalu bangun dan berdiri berhadapan dengan Casandra.

"Dengar babby... Walaupun belum ada ikatan resmi di antara kita, tapi kamu akan selalu nomor satu di hati aku..." Bagas merangkul pinggang Casandra lalu menempelkan dahinya ke dahi Casandra yang masih basah sehabis mandi.

Mereka berdua pun saling tatap beberapa saat. Dan Casandra tersenyum puas mendengar ucapan Bagas.

"Benarkah itu...?'' Casandra mendorong dada bidang Bagas.

"Tentu saja... Kamu lah prioritas utamaku sekarang babby. Percayalah padaku..." jawab Bagas menyakinkan Casandra.

"Oya... Aku sangat bahagia mendengarnya babby..." Casandra kembali mendorong dada Bagas namun kali ini dengan kuat sehingga tubuh Bagas terjatuh di atas tempat tidur.

"Babby..." ucap Bagas sambil menatap wajah Casandra.

Casandra lalu naik ke atas tempat tidur dan memposisikan tubuhnya di atas tubuh Bagas. Bagas pun tersenyum senang dengan apa yang dilakukan oleh Casandra.

"Baiklah babby... kalau aku prioritas utamamu, berarti kamu harus selalu ada untukku bukan...?'' tanya Casandra sambil menunjuk dada bidang Bagas lalu turun ke area bawah membentuk garis lurus.

"Aarrrhhhh...." Bagas merasa geli dengan apa yang dilakukan oleh Casandra.

"Aku menginginkanmu sekarang babby..." Casandra mendekatkan bibirnya ke telinga Bagas sambil membuat gerakan sensual hingga Bagas tak tahan dibuatnya.

Tak sampai di situ, Casandra dengan gerakan cepat menghempaskan kain yang melekat di tubuh Bagas, lalu mengarahkan wajahnya ke benda milik bagas yang sudah berdiri tegak sejak tadi.

"Babby... Jangan menyiksaku seperti itu... Aku sudah tidak tahan..." ucap Bagas karena Casandra terus memainkan bagian sensitifnya dengan mulutnya.

Casandra berhenti sejenak lalu berlaih menatap Bagas yang wajahnya sudah memerah akibat ulahnya. Dan Casandra justru tertawa merasa puas dengan apa yang dia lakukan terhadap Bagas.

Dan Casandra pun kembali melakukan aksinya hingga akhirnya Bagas merasakan benda miliknya berdenyut.

"Babby... Aku sudah tidak tahan..." ucap Bagas agar Casandra menghentikan aksinya.

"Sabar dong babby, jangan dikeluarkan dulu...aku masih ingin bermain- main..." ucap Casandra sambil terkekeh.

"Hei... Puas kamu menyiksaku babby...? " Bagas yang sudah tidak tahan lagi segera membalikkan posisi Casandra berada si bawahnya, hingga penyatuan pun terjadi. Dan tak butuh waktu lama lengkingan panjang terdengar dari mulut keduanya.

"Oohh... Babby..." Bagas mendekap erat tubuh Casandra begitu juga dengan Casandra yang seolah tidak ingin melepas tubuh pria yang begitu dia cintai.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Keesokan harinya Fikri telah siap dengan pakaian kantornya berdiri di depan kamar Bagas. Seperti kemarin, Fikri harus menelpon Bagas dan juga mengetuk pintu kamarnya hingga berkali- kali, namun Bagas belum keluar juga.

"Oh Astaga... Pak Bagas lagi ngapain sih, apa dia tidak dengar aku sudah mengetuk pintunya sekeras ini. Dia tidur apa mati sih..." gumam Fikri yang sudah kesal karena sudah lebih dari lima belas menit berdiri di depan kamar Bagas.

"Siapa yang mati...?'' tanya Bagas yang tiba- tiba membuka pintu kamarnya.

"Oh...pp...pak Bagas..." Fikri tentu saja kaget.

"I..itu...ehm..." Fikri tergagap.

"Siapa yang mati...?'' Bagas menatap wajah gugup Fikri.

"I ..itu... Ta...tadi ada kecoa mati... Di sana... Iya di sana..." jawab Fikri sambil menunjuk ke arah kanan.

Bagas hanya menghela nafas sambil menatap wajah Fikri yang masih saja gugup. Namun dari dalam kamar Bagas terdengar sesuatu benda yang jatuh ke lantai. Tentu saja Bagas dan Fikri serempak menoleh ke sumber suara.

"Suara apa itu pak...?'' tanya Fikri sambil menatap ke arah belakang Bagas yng berdiri di belakang pintu.

Bagas berdecak.

"Bukan apa- apa. Ayo kita berangkat, nanti kita terlambat..." ucap Bagas lalu menutup pintu kamarnya.

"Ta..tapi pak itu..." sahut Fikri sambil menunjuk ke arah pintu karena dia tadi seperti melihat bayangan seseorang sebelum Bagas menutup pintu kamarnya.

"Itu apa...?'' tanya Bagas.

"Sepertinya ada...''

"Ada apa..?'' Bagas merasa kesal pada Fikri.

"Saya melihat ada orang di dalam..." jawab Fikri lagi- lagi dengan gugup.

"Jangan macam- macam kamu, kamu pikir ada siapa di dalam kamar saya...?'' Bagas dibuat kesal oleh Fikri yang menurutnya sok tahu.

"Ma...maaf..." ucap Fikri.

Mereka berdua pun segera berangkat ke cabang perusahaan.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Di ruang kerjanya Bagas nampak lelah mengecek pembukuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di cabang perusahaan. Iya, walaupun Bagas tidak mengerjakan semua itu sendiri karena dibantu oleh Fikri dan juga salah satu pegawai di perusahaan cabang tersebut, namun Bagas merasa bosan dan merasa bahwa ini bukanlah tugasnya.

Iya, Bagas paling tidak suka jika berurusan dengan pembukuan. Berlama.- lama duduk di meja kerja dengan tumpukan berkas dan pembukuan membuatnya sakit kepala.

"Fikri... Kamu selesaikan semua ini... Aku mau keluar sebentar. Kepalaku pusing..." ucap Bagas sambil bangun dari duduknya lalu membanting berkas di meja kerja.

"Baik pak Bagas... "jawab Fikri.

"Mana kunci mobil...?'' Bagas mengulurkan tangannya ke arah Fikri meminta kunci mobil.

"Pak Bagas mau ke mana...?'' tanya Fikri.

"Bukan urusan kamu. Tugas kamu itu, menyelesaikan semua pekerjaan ini..." jawab Bagas sambil menunjuk tumpukan berkas yang ada di meja.

"Dan ingat... Setelah semua pekerjaan selesai, kamu kasih laporan sama saya..." sambung Bagas sambil menunjuk wajah Fikri.

"Ba...baik pa..." jawab Fikri sambil mengangguk.

Dan kamu juga, bantu Fikri, urus semua pekerjaan di sini..." ucap Bagas pada pak Gino, manager di cabang perusahaan.

"Baik pak..." pak Gino mengangguk hormat.

Bersambung....

1
Sri Darmayanti
jelg selingkuh semua,,, ketahuan semua busuknya... sisan pergi ya
Mommy Almira: Keluarga selingkuh 🤭
total 1 replies
Asmara
lanjut thor
Wang
Ceritanya menarik 😍
Salsa
Suami kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
Asmara
Semoga Suzan cepet tahu siapa selingkuhan Bagas, lalu gugat cerai, trus CLBK deh sama di Bintang 😍😍
Mommy Almira: Semoga ya kak 🥰🥰
total 1 replies
Asmara
Siapa kira" pacarnya Sonia...?
Dini Anggraini
Kak kapankah bagas dan Cassandra ketahuan selingkuh kak enak banget papanya bagas suruh2 Suzan harus dapat proyek besar terus kerjanya bagas apa dong kak enak2 kan saja. Dan Suzan bila suatu saat nanti kamu akhirnya keluar dari perusahaan itu bangunlah perusahaanmu sendiri tanpa bantuan siapapun aku mau lihat apa perusahaan keluarga bagas masih bisa berdiri tegak saat Suzan sudah pergi? 🥰
Mommy Almira: Nanti ya kak, masih proses... kan Bagas anak nggak guna, nggak bisa kerja 😄🤭
total 1 replies
Asmara
.Keren🥰🥰🥰🥰
Asmara
Suzan bloon bgt sumpah.... Bagas gila, semoga cepat ktahuan , biar dicerai sama Suzan, 😡😡
Asmara
Sonia selingkuhannya siapa ya..
Dini Anggraini
Bagus susan aku dukung kamu kalau perlu video saat bagas dan casandra melakukannya agar di pengadilan nanti bisa jadi bukti nyata buat mereka berdua malu karena telah menyelingkuhi kamu. Apalagi casandra punya butik terkenal di kalangan sosialita pasti pelanggan langsung kabur begitu skandalnya viral di media sosial. Zaman sekarang ini butuh bukti nyata dan di viralkan agar orang lain ikut menghujat perbuatannya.Bila bagas nanti minta maaf jangan pernah maafkan tetap gugat cerai dia. 🥰🥰
Dini Anggraini: sama2 Kak ceritanya bagus kok 👍👍🥰🥰🥰
total 2 replies
Asmara
Hah...? jadi mamannya Bagas juga selingkuh... astogeee... 😄
araaself
lanjutttt kakk
Mommy Almira: Besok ya kak, sehari 1 bab 😁
total 1 replies
Asmara
Gila..gila...gilaaa... Ya ampun Thor , ngueas emosi bgt ceritanya... Lanjut,.
Asmara
Suamimu dah kenyang Suzan... 😅
Asmara
Ya ampun Suzan, oon jg kmu ya, suamimu LG digoda pelakor kok nggak nyadar
Asmara
Ih nyebelin bgt sumpah si Bagas 😡
Asmara
Palingan cincin buat pelakor
Asmara
Hadeeh... parah ini , disuruh ngurus perusahaan malah berbagi peluh tiap hari di hotel . parah...parah..
Asmara
Baru bab 2 udah bikin emosi Thor, Bagas suami kurang ajar 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!