NovelToon NovelToon
SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Orang Disabilitas / Nikah Kontrak
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ares Sudibyo, pewaris keluarga kaya, tidak pernah percaya pada perempuan. Sejak ibunya meninggalkan ayahnya demi pria yang lebih kaya, ditambah pengkhianatan yang dialami pamannya dan dirinya sendiri, Ares memilih menjauh dari pernikahan.

Namun, pertemuannya dengan Alisha Prameswari secara tidak sengaja mengubah sesuatu dalam dirinya. Aroma tubuh Alisha justru membuatnya penasaran karena tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan penolakan, sensasi yang tak pernah ia rasakan dari perempuan lain.

Ketika mengetahui Alisha membutuhkan biaya pengobatan untuk adiknya, Ares menawarkan sebuah kontrak: menanggung seluruh biaya pengobatan, dengan syarat Alisha bersedia memenuhi kebutuhan biologisnya. Setiap kali bersama Ares, Alisha harus menutup mata, sebuah aturan yang tak pernah dijelaskan.

Ares yakin hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Namun ketika ketergantungan mulai tumbuh, sanggupkah ia melepaskan Alisha yang memilih mengakhiri kontrak dan mencari pendamping baru dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Hanya Alisha

"Balik ke kantor," ujar Ares kembali melanjutkan langkahnya. Namun tangannya perlahan mengepal.

Ia terus berjalan menyusuri koridor rumah sakit, tetapi pikirannya masih tertinggal pada perempuan yang baru saja menabraknya.

Alisha Prameswari.

Nama itu kembali terlintas di kepalanya. Namun yang mengganggunya bukan noda lipstik di kemeja, juga bukan karena perempuan itu sempat memegang lengannya. Ares masih memikirkan hal lain.

Aroma tubuhnya tidak membuatnya mual. Tidak ada dorongan untuk menjauh. Bahkan ketika Alisha berdiri begitu dekat, tubuhnya tetap tenang.

Ares mengerutkan kening. "Mungkin hanya kebetulan."

Ia mencoba membuktikannya. Beberapa meter di depan, seorang perawat berjalan searah dengannya. Ares sengaja mempercepat langkah, membiarkan jarak mereka cukup dekat sebelum akhirnya mendahuluinya.

Reaksi yang biasa langsung muncul, rasa tidak nyaman menjalar di tenggorokannya. Ares menahan napas sejenak dan segera memperlebar jarak.

Ia belum puas.

Ketika melewati area lobby, seorang perempuan lain berdiri cukup dekat di jalurnya. Ares tidak menghindar seperti biasanya. Ia justru tetap berjalan melewatinya.

Hasilnya sama. Tubuhnya kembali memberikan reaksi yang selama ini ia kenal.

Ares berhenti sesaat. Jadi bukan karena kondisinya membaik. Bukan pula karena tubuhnya tiba-tiba bisa menerima keberadaan perempuan.

Hanya Alisha.

Ares menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras. "Apa bedanya dia dari perempuan itu?"

Di belakangnya, Reki memerhatikan dengan dahi berkerut.

Sejak ditabrak Alisha, tingkah Ares terasa aneh. Biasanya, setelah tanpa sengaja bersentuhan dengan perempuan, Ares akan segera menjauh.

Namun sekarang justru sebaliknya. Ares beberapa kali berjalan mendekati perempuan lain, seolah sedang memastikan sesuatu.

Reki menahan diri untuk tidak bertanya. "Jangan-jangan Tuan Ares lagi melakukan percobaan sendiri?"

Ia hanya bisa mengikuti sambil mengamati atasannya yang kini kembali berjalan dengan ekspresi wajah serius.

Ares sendiri masih memikirkan satu hal. Mengapa hanya Alisha yang tidak membuat tubuhnya menolak?

***

Seperti jadwal yang telah dibacakannya, setibanya di kantor Reki langsung menyiapkan rapat daring dengan klien dari luar negeri.

Tak lama kemudian, rapat dimulai.

Reki berdiri di sisi kursi Ares dan sesekali ikut berbicara ketika pembahasan memasuki bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Bagi orang lain, tidak ada yang aneh dari rapat tersebut. Ares tetap tenang, memberikan tanggapan dengan tegas, dan mengambil keputusan seperti biasa.

Namun, Reki bisa menangkap sesuatu. Beberapa kali tatapan Ares berhenti terlalu lama pada layar tanpa benar-benar memerhatikan pembahasan. Bahkan ada satu pertanyaan dari klien yang membuat Reki harus mengulangnya sebelum Ares menjawab.

Aneh.

Setelah rapat berakhir, Reki menyodorkan beberapa dokumen yang harus diperiksa dan ditandatangani hari itu.

“Yang ini laporan keuangan kuartal terakhir. Ada beberapa angka yang perlu diperhatikan di halaman tiga. Kemudian yang ini—”

Reki baru menjelaskan setengah bagian ketika Ares kembali diam. Matanya tertuju pada dokumen, tetapi jelas pikirannya tidak berada di sana.

Reki menghentikan penjelasannya. Ia sudah cukup lama bekerja dengan Ares untuk tahu bahwa atasannya bukan tipe orang yang mudah kehilangan fokus.

“Tuan.”

Ares mengangkat wajah. “Hm?”

Reki ragu sejenak sebelum bertanya, “Sejak dari rumah sakit, sebenarnya Anda lagi mikirin sesuatu?”

Sorot mata Ares langsung berubah. “Tidak.”

Jawaban Ares yang terlalu cepat justru membuat Reki semakin yakin. “Kalo begitu...” Reki menahan senyum tipis. “Perempuan yang tadi?”

Ares tak menjawab. Seketika bayangan Alisha kembali muncul di kepalanya. Wajahnya, sentuhan singkat di lengannya, dan aroma tubuh yang anehnya tidak menimbulkan reaksi apa pun.

Reki memerhatikan perubahan kecil itu. “Berarti benar.”

Ares menatapnya tajam. “Apa yang benar?”

Reki tidak langsung menjawab. Ia justru menunjuk dokumen di meja. “Saya khawatir apa yang terjadi di rumah sakit tadi bikin konsentrasi Anda terganggu. Kalo emang begitu, sebaiknya jangan dianggap sepele.”

Ares mengerutkan kening.

Reki melanjutkan, "Ini bukan soal gengsi, Tuan. Kalo emang ada yang menarik perhatian Anda, gak perlu malu mengakuinya. Anda juga manusia biasa, kok.”

Sorot mata Ares semakin tajam, tetapi Reki tetap melanjutkan dengan hati-hati.

“Apalagi selama ini Anda selalu menghindari perempuan karena tubuh Anda sendiri gak bisa menerimanya. Kalo kali ini ada seseorang yang gak nimbulin reaksi kayak biasanya...” Reki mengangkat bahu. “Menurut saya, setidaknya Anda perlu mencari tau kenapa.”

Ares termenung cukup lama. Perkataan Reki membuat pikirannya kembali pada kejadian di rumah sakit.

Ares akhirnya bersandar pada kursinya. “Oke.”

Reki menoleh, matanya menyipit.

“Kalo menurutmu memang ada sesuatu yang berbeda," kata Ares datar. "apa yang harus kulakukan?”

Reki tersenyum tipis. “Kenali dulu orangnya. Jangan sampai Anda malah melewatkan sesuatu hanya karena terlalu sibuk menyangkalnya.”

Reki melanjutkan dengan hati-hati, “Mungkin Anda gak perlu langsung mikirin hubungan atau pernikahan. Coba aja kenal lebih dekat. Pelan-pelan.”

Ares tidak langsung menjawab. Ia kembali teringat pada Alisha. Perempuan itu bahkan tidak menunjukkan ketertarikan sedikit pun kepadanya. Ia justru sibuk memikirkan noda lipstik di kemejanya.

Ares bertanya tanpa benar-benar melihat Reki. “Kau yakin dia emang beda?”

Reki menatap atasannya beberapa detik sebelum menjawab dengan nada tenang, “Tuan lebih tahu dari saya.”

Jawaban reki justru membuat pikiran Ares semakin gelisah.

Beberapa saat kemudian, ia mengambil keputusan. “Cari tahu tentang Alisha Prameswari."

Reki mengangguk. “Semua yang bisa ditemukan?”

Ares memandang layar komputernya. “Mulai dari hal yang paling penting.”

“Baik, Tuan.” Reki segera berbalik untuk menjalankan perintah tersebut. Namun sebelum benar-benar pergi, ia sempat melirik Ares.

Atasannya sudah kembali menatap dokumen, seolah tidak terjadi apa-apa. Hanya saja, kali ini Reki tahu satu hal.

Ares sudah mulai penasaran pada seorang perempuan.

. 

...✨“Jangan terlalu sibuk mempertahankan keyakinan yang dibentuk oleh masa lalu hingga lupa memberi kesempatan pada kenyataan untuk menunjukkan bahwa tidak semua orang akan mengulang luka yang sama.”✨...

.

To be continued

1
anonim
Foto Alisha yang tertempel di surat nikah matanya tertutup kain hitam. Foto suaminya dilepas alias nggak ada fotonya.

Pak Darto pengurus rumah memberikan sebuah kartu akses untuk masuk rumah kepada Alisha. Dan memberi tahu Alisha kalau pakaian sudah disiapkan di lemari, termasuk perlengkapan mandi, dan makeup atas perintah Ares.

Ares baik sekali. Alisha juga disediakan sopir untuk mengantarnya pergi. Tapi Alisha memilih naik ojek online.
anonim
Ares bijaksana, Alisha boleh menemani adiknya.

Ares juga menuruti kemauan Alisha untuk tidak memindahkan adiknya ke kamar perawatan VIP.

Ares memberikan surat pernikahan mereka setelah mendengar penjelasan Alisha kenapa sampai minta surat itu.

Ares tak lupa mengelupas foto dirinya terlebih dahulu, sebelum memberikan surat itu kepada Alisha.

Sampai segitunya, biar Alisha benar-benar nggak mengenal wajahnya.
Septi Wijaya
apakah Arga termasuk orang yg obsesif??
kalo iya, itu sangat berbahaya, dalam kondisi tertentu, dia bisa berbuat nekat....
semoga Alisa dan Raka masih dalam pengawasan orang-orangnya Ares
Dek Sri
semoga Arga gak menemukan Alisha dimana
aryuu
kamu siapa sih Arga... ribet banget sama idup orang
aryuu
cukup emak kamu aja res yg ribet
cukup mantan mu si Reni yg ribet
kamu jangan ikutan res
aryuu
suruh buka dong res... nyiksa anak orang kamu tuh/Proud/
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Memang suh... Sampai tujuh turunan belum habis... Tapi kan, pas keturunan kedelapan, Keluarga Sudibyo akan bangrutlah. 😂😂😂 Kan, katanya sampau tujuh turunan kan? Terus, kalau udah keturunan kedelapan? Terus dapat apa dong? Sisa warisan yang hanya secuil? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jadi? Kalau Ares lagi tidak bisa memberikan Rania sesuatu? Terus dia seenaknya saja gitu, untuk selingkuh? Cih! Perempuan murahan kayak gitu pula yang selama ini kau pacari Ares? ha? 😂😂😂 Rania itu, sampah tau. Tidak ada artinya. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ooih Jadi, nama mantan Pacar Ares itu Rania... 😂😂😂 Bugus juga namanya... 😂😂😂 Tapi sayang, dia perempuan yang di setia. Penghianat! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Bagus Ares... 😂😂😂 Kau hebat. Kau selangkah lebih maju dari lawanmu. 😁😁😁 Dan, langkahmu untuk menempatkan anak buahmu di sekitar istrimu itu sydah benar Ares... 😂😂😂 Sekarang, kita tinggal lihat, apa yang akan di lakukan oleh Si Arga iru... 😂😂😂
mimief
yeee...bini orang di cariin
kacau ini orang 🤣🤣
Fadillah Ahmad
Yaaa yang pastinya, dia mempunyai maksud Ares... 😂😂😂 Tapi, aku belum tau apa maksud Si Arga sialan itu... 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Waaah, bahaya juga ya Si Arga itu... 😂😂😂 Mencari mati saja dia! 😁😁😁 Masuk ke kandang singa... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Semuanya Ares. Semua 8nformasi yang bisa dia peroleh... 😂😂😂 Termasuk Status Alisha saat ini... 😁😁😁
mimief
dia takut sha
takut ga bisa tanggung jawab sama tatapan mu.
pengecut dia takut kalah sama rasa bersalah nya🫣😔
Fadillah Ahmad
Berarti, tugas anda jelas Pak. Anda harus melindungi istri majikan anda Pak... 😂😂😂 Kalau tidak... Alisha bisa di rayu dan di goda noh sama si Arga mata keranjang itu... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Waaah, sepertinya kau sudah di tandai Ares nih Arga... 😂😂😂 Perasaanku sepertinya mulai nggk enak nih, tentang nasib hidupmu. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Pria yang tadi bertemua Alisha? Pria siapa yang anda maksud Pak? Yudis kah, atau Arga? Si mata keranjang itu? ha? 🤬🤬🤬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!