NovelToon NovelToon
Dikejar Mafia, Tapi Gue Cuma Mau Lulus Skripsi

Dikejar Mafia, Tapi Gue Cuma Mau Lulus Skripsi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Komedi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nisaicha

Target gue cuma satu,Lulus Skripsi. Tapi, gara-gara Abang kurir salah kirim paket barang ilegal, gue malah berurusan sama Arka, bos mafia paling ditakuti.
Bukannya dihabisin, gue malah disandera dan dipaksa jadi asisten pribadinya dengan ancaman gila, "selesaikan skripsimu, atau hidupmu tamat detik ini juga!"
Asli, kepala gue rasanya mau pecah, udah pusing mikirin revisian dosen killer, ditambah harus ngadepin bestie halu, Bara si bodyguard sedingin kanebo kering, dan Dino yang otaknya suka buffering pas lagi genting.
"Mas, tolong dong, mas.."Suara gue bergetar nahan nangis."Gue cuma mau revisi, bukan mau cari mati."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaicha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangkar Emas

Baru aja ruangan ini sepi, kunci di luar bunyi lagi.

Klik.

Gue yang tadinya lemes langsung negak. Pintu kebuka, dan Arka masuk lagi. Belum sempat gue ngomong, dia langsung nyelonong masuk kayak lagi nyari barangnya yang ketinggalan.

Mumpung dia ada di depan mata, gue nekat aja buka mulut. Daripada mati konyol gara-gara salah paham.

"Bos," panggil gue gemetar. "Kalo emang gue nggak bisa pulang malam ini, seenggaknya jangan bunuh gue. Sumpah, gue nggak bakal lapor polisi. Demi apa pun!"

Bukannya nyaut, Arka malah nyingkat jarak, tahu-tahu udah berdiri mepet di depan meja kerja. Muka datarnya bener-bener bikin nyali ciut.

BRAK!

Meja digebrak kencang banget sampai gue terlonjak, punggung nabrak sandaran kursi.

"Tutup mulut."

Suaranya pelan, tapi dinginnya nembus banget. Jantung gue kayak mau copot.

Arka condongin badan ke depan, matanya ngunci pergerakan gue. "Kalau saya mau bunuh kamu, kamu udah habis dari kafe tadi."

"Terus nasib gue gimana?" napas gue masih tersengal, sisa air mata di pipi buru-buru gue usap kasar. "Oyen, kucing kosan gue belum dikasih makan. Gue juga nggak bawa baju ganti, Mas."

Dia diem, natap gue datar, cowok itu malah mijit pelipisnya sendiri, kelihatan banget jenuh dengerin protesan gue.

Tanpa ngomong apa-apa lagi, dia nekan tombol interkom di meja. Nggak lama, pintu kebuka dan munculah bodyguard berbadan raksasa dengan tato di leher. Tampangnya serem banget, tipe orang yang gampang banget matahin leher orang.

"Urusin kebutuhan perempuan ini," perintah Arka dingin tanpa noleh. "Pastikan dia nggak keluar dari penthouse, apalagi nyentuh sistem keamanan depan."

Bodyguard itu ngangguk kaku, lalu ngelirik gue sekilas dengan mata tajamnya.

"Ada lagi, Bos?" tanyanya.

Gue mendengus pelan, berusaha ngumpetin rasa takut. "Satu lagi! Tolong jangan kasih gue makanan sisa. Gue punya maag akut, kalau telat makan bisa pingsan. Jangan biarin gue mati kelaparan di sini."

Arka ngedengus pelan. "Bara yang urus," katanya sambil nunjuk bodyguard di sampingnya. "Dan ingat, jangan sentuh apa pun di ruangan ini kalau nggak mau dikurung di ruang isolasi."

Habis ngomong gitu, Arka langsung pergi begitu saja keluar ruangan.

Cowok berbadan besar yang dipanggil Bara itu narik napas pendek, terus ngeliat ke arah gue. "Mari saya antar ke kamar."

Gue cuma bisa ngangguk pasrah. Tas laptop dipeluk erat ke dada, terus gue ngekor di belakangnya. Sepanjang jalan, gue baru sadar kalau tempat ini luas banget tapi suasananya mencekam. Nggak ada suara TV atau obrolan normal, yang kelihatan cuma beberapa penjaga berbadan kekar di tiap sudut lorong. Fix, ini penjara pribadi.

Sampai di sebuah kamar yang ukurannya tiga kali lipat kamar kosan gue, langkah Bara berhenti.

"Ini kamar kamu," kata Bara kaku. "Jangan coba-coba keluar lewat jam delapan malam. Sensor keamanannya aktif."

Begitu Bara keluar, gue langsung banting pintu, ngunci dari dalam, terus terduduk di tepi ranjang besar yang empuk. Napas gue masih naik-turun, sisa-sisa emosi tadi bikin dada sesak.

Di sela rasa kesal itu, gue ngeluarin BB Curve dari saku celana. Layarnya masih nampilin tulisan SOS gede banget. Jangankan buat nge-ping di BBM atau ngecek timeline Twitter, buat ngirim SMS doang mustahil. Kepala gue pusing tujuh keliling.

Habis tenaga buat ngedumel, gue maksain diri bangkit dan jalan ke arah jendela kaca yang besar. Hordengnya gue singkap dikit, nampilin pemandangan lampu kota dari ketinggian. Bagus banget, tapi percuma kalau gue dikurung di sini.

Gue mandangin pantulan muka sendiri di kaca. Sembab, pucat, tapi sorot mata gue berubah jadi keras.

"Lo harus hidup, Ra," bisik gue pelan ke diri sendiri sambil meluk tangan yang dingin. "Jangan mati dulu. Lo belum wisuda."

Di ruangan lain, Arka senderan santai di kursi kerjanya sambil mantau layar CCTV. Di layar itu, kelihatan Rara yang tadinya sempat protes, sekarang malah berdiri bengong natapin jendela.

Muka Arka datar. Nggak ada rasa iba sama sekali.

"Ribet," gumamnya pelan.

Dia matiin monitor di depannya, lalu balik sibuk sama tumpukan laporan di meja. Buat ukuran bos mafia, cewek itu cuma bikin nambah kerjaan malam ini.

1
beybi T.Halim
ya Allah gak ada tenang nya 1 hr pun ,neng rara apa gak tauma berat itu waduh..,mana mau sidang lagi kudu konsentrasi🙈laa ini malah tembak2an ,kejar2an haih saket dadaku
nischa: Hahaha maafkan Rara ya kak, Ujian hidupnya emang paket komplit, urusan skripsi bonus kejar-kejaran mafia 😭 Makasih banyak ya udah ikutan gregetan sama ceritanya
total 1 replies
beybi T.Halim
🤣🤣🤣🤣kocak ini
beybi T.Halim
kita mampir.,suka karakter ceweknya di awal sedikit penakut tapii bar bar👍kita lanjutkan
nischa: makasih kak✨
total 1 replies
Yuyum Yunengsih
lanjut Thor pengen baca bab selanjutnya
Yuyum Yunengsih
mulai seru nih, interaksi antar tokohnya dapet banget
Yuyum Yunengsih
wah, awal cerita yang langsung bikin penasaran sama karakternya😍
Yuyum Yunengsih
keren banget ceritanya, nggak nyesel ikutan baca dari awal. pertahankan terus kualitas tulisannya author
nischa: makasih kak✨
total 1 replies
Yuyum Yunengsih
semangat💪cerita nya seru😍
Winna Yun
wah wahh seru ni ka, lanjut ka
nischa: siap,ka😍
total 1 replies
Erni Saputri
lama kali upnya Thor🥺
Erni Saputri: ok semangat💪💪💪
total 2 replies
Suzie
💪 mangatt
nischa: siap,makasih🤩
total 1 replies
Cilia
Ceritanya enteng banget! Enak buat dibaca pas lagi ngisi waktu kosong. Vibesnya berasa lagi baca AU yang target audience nya emang nyari bacaan pas lagi penat😆
nischa: Makasih banyak ya! Senang banget kalau ceritanya bisa jadi teman pas lagi santai atau penat. Enjoy terus ya bacanya! ✨
total 1 replies
partini
lucu banget ini mahasiswi
nischa: terimakasih kak sudah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!