NovelToon NovelToon
Di Balik Seragam Yang Sama

Di Balik Seragam Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tazaya

Sebuah kisah 2 orang anak SMA, dibalik seragam yang sama ternyata kehidupan mereka sangat bertolak belakang

dengan kisah anak gadis bernama Naira dengan kehidupan nya yang sunyi dan dingin
dan kisah anak lelaki yang berkerja keras sambil bersekolah tapi dikelilingi keluarga yang hangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tazaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gengsi setinggi langit

​Sedetik kemudian, Naira menggelengkan kepalanya dengan kuat. Dia langsung melempar ponselnya ke atas kasur seolah benda itu baru saja menyengat tangannya.

​"Ihh, apaan sih, Naira!" umpatnya ketus pada diri sendiri. Dia meraup wajahnya dengan kedua tangan, frustrasi. "Mikir apa coba?"

​Naira melipat lengannya di dada, mondar-mandir di samping tempat tidur dengan pipi yang mendadak terasa agak panas. Dia kesal karena benteng pertahanannya bisa goyah cuma gara-gara sebuah file tugas ekonomi. Gak, gak boleh, pikirnya. Dia gak boleh kelihatan lemah atau malah bersimpati sama cowok kaku sekelas Rama.

​Bisa-bisanya dia sempat berpikir kalau Rama adalah sosok yang keren hanya karena cowok itu rela begadang demi sebuah tugas kelompok?

​"Sok pahlawan banget itu anak. Sengaja banget pasti mau pamer," gumam Naira sambil mematikan lampu kamarnya dengan kasar, lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh kepalanya.

​Meskipun matanya terpejam rapat dan headphone-nya sudah kembali terpasang, Naira tahu dia kalah malam ini. Karena jauh di dalam lubuk hatinya, dia tahu kalimat Rama dan ketikan di file itu sudah berhasil mengusik dunianya yang selama ini dia anggap "baik-baik saja".

Keesokan paginya, suasana kelas 11-A masih sepi saat Rama tiba. Langit di luar bahkan masih menyisakan rona abu-abu tipis kebiruan. Rama sengaja berangkat lebih awal hari ini karena motor bebeknya sempat batuk-batuk lagi saat dipanaskan, memaksa dia untuk berkendara ekstra hati-hati sepanjang jalan dari pinggiran kota.

Rama meletakkan tas pudarnya di bangku, lalu duduk dengan helaan napas lega. Matanya agak sepet karena baru tidur jam satu malam, tapi dia langsung membuka buku catatan ekonominya untuk memeriksa kembali beberapa poin.

Sekitar pukul enam lewat empat puluh lima, pintu kelas terbuka lagi. Rama tidak mendongak, sampai sebuah aroma parfum yang lembut dan mahal sangat tidak familier di kelas yang biasanya bau keringat anak-anak habis main bola menusuk indra penciumannya.

Itu Naira.

Gadis itu berjalan masuk dengan dagu terangkat, menatap lurus ke depan seolah tidak ada siapa-siapa di kelas itu. Namun, Rama bisa melihat lingkaran hitam tipis di bawah mata Naira yang coba ditutupi dengan bedak tipis, serta caranya mencengkeram tali tas ransel bermereknya yang tampak lebih erat dari biasanya.

Naira melewati meja Rama tanpa menoleh sedikit pun. Dia langsung duduk di bangkunya di deretan depan, mengeluarkan ponsel, dan memasang ekspresi "jangan diganggu" andalannya.

Rama memperhatikan punggung Naira sejenak. Pesan semalam tidak dibalas, bahkan tidak di-read, pikir Rama setelah melirik ponselnya sendiri yang tergeletak di meja. Dia menduga Naira mungkin langsung menghapus pesan itu atau mengabaikannya karena telanjur kesal. Rama mengembuskan napas pendek, memutuskan untuk tidak ambil pusing dan kembali fokus ke bukunya.

Namun, di barisan depan, kondisi batin Naira sebenarnya jauh dari kata tenang.

Sejak turun dari mobil tadi, Naira sudah merutuki dirinya sendiri karena sengaja meminta Pak Joko berangkat dua puluh menit lebih cepat dari jadwal biasanya. Alasan resminya? Takut macet. Alasan sebenarnya yang bikin dia kesal setengah mati? Dia pengen tahu apakah cowok pekerja keras itu selalu datang sepagi ini.

Dan benar saja, Rama sudah duduk di sana dengan seragamnya yang rapi, tampak sibuk seolah waktu dua puluh empat jam dalam sehari masih kurang untuknya.

Naira menatap layar ponselnya yang mati dengan pandangan kosong. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang saat mendengar kresek kecil kertas dari arah belakang tempat Rama duduk. Dia penasaran apakah Rama bakal menghampirinya untuk menagih jawaban soal pesan semalam, atau setidaknya menyapa.

Satu menit, dua menit, sampai lima belas menit berlalu, suasana di belakangnya tetap hening. Rama sama sekali tidak beranjak dari kursinya.

Naira, mendadak merasa konyol sendiri. Ihh, ngapain juga aku nungguin dia? Kurang kerjaan banget, batinnya ketus, mencoba mengenyahkan rasa gengsi yang mulai campur aduk dengan kekesalan karena merasa diabaikan.

Tepat saat bel masuk sekolah berbunyi dengan nyaring, memecah keheningan di antara mereka berdua, Naira membalikkan badannya dengan cepat hingga rambut panjangnya terkibas. Dia menatap Rama yang refleks mendongak karena terkejut.

Naira berjalan mendekati meja Rama, lalu menjatuhkan sebuah buku catatan tebal bersampul kulit hitam tepat di atas meja cowok itu dengan suara plak yang cukup bertenaga.

"File semalam... aku sudah baca," ucap Naira dengan nada sedingin mungkin, mencoba menyembunyikan fakta bahwa dia terjaga sampai jam dua pagi hanya untuk memikirkan ketikan Rama.

1
Wawan
Sepertinya ini sama persis degan bab di depan 💪✍️
Wawan
Nah kena Amor lu 😍😄✍️
tazayaa: hahaha🤭
total 1 replies
Wawan
Kok mirip ceritaku ya ... "Pada Suatu Masa" 💪✍️
Wawan: Panjang kalau di ceritaku 😄 ... But ide tulisamu menarik dan menyenangkan Thor 💪✍️
total 2 replies
Wawan
Satu ilklan plus mawara buat yang lagi klepek klepek 😄✍️
tazayaa: hihii terimakasih 💪😄
total 1 replies
Wawan
Suit suiiit 😍
tazayaa: hihiii🤣
total 1 replies
Wawan
Rama dan Naira 😍😍😍
tazayaa: jangan lupa baca kisah selanjutnya yaa😍😍😍
total 1 replies
Protocetus
Bibit2 timnas 💪
Protocetus
Gk sekolah mau kerja apa bossku 😂
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa: siapp, sama-sama👍
total 3 replies
Dhatu Lukita
terus semangaattt 💪💪💪
tazayaa: terimakasih kak, semangat jugaa 💪
total 1 replies
Dhatu Lukita
haloo thor aku mampir nih, semangat terus berkarya ya 💪💪💪
tazayaa: siapp kak, makasihh yaa
total 1 replies
tazayaa
bantu follow ya supaya admin semangat update niii🤭🤭
cila_aa
aduhh ada yang mulai tumbuh tapi bukan pohon nihh 🤭
tazayaa: wkwkw
total 1 replies
tazayaa
BAGUSSS POLLL!!!🩷🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!