NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Jenderal yang Dingin

Langkah kaki Wanqing menggema di kamar mandi, dirinya sibuk menyiapkan baskom dan air hangat untuk mengompres Sang Jenderal. Beberapa saat lalu, mimpi buruk yang menerpanya membuat suhu tubuh Sang Jenderal naik drastis.

Wanqing meletakkan baskom berisikan handuk kecil dan air hangat di atas meja yang berada tepat di sebelah kasur itu. Wanqing sekali lagi memastikan suhu tubuh Sang Jenderal.

"Panas sekali." Gumamnya. Ia dengan perlahan mulai mengompres kening Sang Jenderal dengan kain tersebut. Wajah Sang Jenderal masih berkernyit seolah masih mengulang mimpi buruk yang sama.

Wanqing beberapa kali mengganti air hangat yang sudah dingin, namun tubuh Sang Jenderal belum juga turun suhunya. Ditengah kebingungan, Wanqing terpaksa memutuskan untuk mengompres bagian lain seperti leher dan lengan sang Jenderal.

Saat tangan mungil Wanqing mulai mengelap bagian dagu dan tengkuk Sang Jenderal. Mata Sang Jenderal terbuka tiba-tiba, gerakan tangannya pun tak terduga, lengan mungil Wanqing digenggam erat dan Wanqing yang terkejut langsung bangkit dari duduknya.

"Apa yang Kau lakukan!" Tegasnya.

Wanqing yang seperti tertangkap basah itu dengan cepat menggeleng kuat, "Tidak, Aku hanya mengompres Jenderal, suhu..nya panas." Jawab Wanqing terbata-bata.

Sang Jenderal terbangun. Tubuh tinggi dan kekarnya itu sangat dekat dengan tubuh mungil Wanqing. Tanpa banyak berkata-kata, Sang Jenderal berbalik dan pergi meninggalkan kamar itu.

PRANGG..

"Aw!" Wanqing sedikit berteriak ketika baskom berisikan air panas itu tumpah tersenggol pakaian Sang Jenderal dan airnya tumpah membasahi kedua kakinya.

Mendengar keributan itu, seorang Ajudan militer milik Sang Jenderal datang menghampiri. Tubuhnya yang tak kalah kekar dan besar itu langsung dengan sigap menggendong Wanqing dan meletakkannya di atas kasur.

"Sebentar Nona, biar Saya bantu bereskan." Tak lama beberapa pelayan datang merapihkan kekacauan, sementara pria tadi tak kunjung kembali. Kaki Wanqing yang sudah melepuh dan terasa sakit itu berwarna merah terang.

Wanqing langsung beranjak, berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi, mengalirkan air dingin terus menerus ke kedua kakinya. Tak lama rasa panas itu perlahan membaik, Wanqing yang merendam dan mengalirkan air terus menerus di dalam bak berendam itu tanpa sadar basah kuyup. Matanya sangat mengantuk, rasa sakit tadi cukup membuatnya kelelahan. Wanqing tanpa sadar tertidur di dalam bak dengan air yang masih terus mengalir.

...

Wanqing terbangun. Ia terkejut begitu mendapati dirinya sudah berada di atas kasur Sang Jenderal dengan pakaian yang sudah diganti dan tubuh yang kering.

"Apa yang terjadi?"

Tok Tok Tok

"Wanqing.."

Wanqing terduduk di atas kasur itu kikuk saat Ibu Mei datang bersama beberapa pelayan dengan sup kentang dan kentang tumbuk di nampan yang ia bawa. "Bagaimana kondisimu?"

Ibu Mei meletakkan nampan dan duduk di samping Wanqing. Tangan lentiknya ia gunakan untuk mengisyaratkan pada para pelayan agar pergi keluar.

"Wanqing.. Ini obat oles yang tadi Jenderal belikan khusus untukmu, oleskan dengan rutin agar tidak berbekas dan rasa nyerinya berkurang ya." Ibu Mei meletakkan obat oles itu pada kedua tangan Wanqing.

"Nah, ini, Aku khusus buatkan sup kentang dan kentang tumbuk yang Kau ceritakan kemarin. Tapi, resep ini Aku dapatkan dari beberapa sumber pelayan rumah, bukan seperti resep khas Ibumu, semoga Kau tetap suka ya.."

Wanqing menerima nampan itu, ia mulai menyeruput kuah sup kentang dan memakan kentang tumbuknya perlahan. "Ini sangat enak, ciri khasnya memang berbeda dengan buatan ibuku, tapi rasanya sangat lezat dan ini adalah khas Ibu Jenderal Lu Jingyuan." Ujar Wanqing sembari tersenyum lebar.

Ibu Mei tersenyum lirih, air mata menetes perlahan. Wanqing yang kebingungan dan takut salah kata dengan segera meletakkan nampannya dan mendekati Ibu Mei. "Ibu Mei... Wanqing yang salah, Wanqing hanya bermaksud.."

Belum sempat Wanqing meneruskan perkataannya, Ibu Mei memeluknya erat. "Wanqing anak yang baik, anak manis dan polos. Ibu Mei tidak pernah dianggap sebagai Ibu oleh Jendral Lu... Itulah yang membuat Ibu terharu dengan perkataanmu Nak."

Wanqing tersenyum sambil perlahan mengelus punggung Ibu Mei. "Tak apa Ibu, Ibu adalah Ibu yang baik. Selama hidup Wanqing, Wanqing bahkan tidak tau dimana Ibu berada dan bagaimana kondisinya. Ayah hanya bilang Ibu sakit dan mengisolasi diri, tapi Wanqing.."

Ibu Mei menggenggam kedua tangan Wanqing. "Tenanglah Wanqing, pasti ada cara menemukan ibumu. Pasti ada!"

Siang itu Wanqing menghabiskan waktunya dengan berbincang dan belajar banyak etika istri pada Ibu Mei, walaupun dalam hatinya ia terus bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi tadi malam dan bagaimana kondisi Jenderal Lu Jingyuan saat ini.

...

Tak terasa malam telah tiba, kali ini Wanqing membantu Ibu Mei memasak dan menyiapkan makan malam. Berbeda dengan kediaman Su dulu, dimana para pelayan bertugas memasak dan menyiapkan makan malam, di kediaman Jenderal ini, justru Ibu Mei yang rela mempersiapkan makanan sendiri, baik untuk keluarga, pengawal, bahkan pelayan.

Wanqing baru saja selesai menata meja makan dan mempersiapkan hidangan ketika suara deru mobil terdengar di depan kediaman itu. Tak lama, Sang Jenderal dan beberapa ajudannya masuk. Wanqing menyambut mereka dan mengarahkan Sang Jenderal ke meja makan. Namun entah apa yang terjadi, Sang Jenderal tidak menghiraukan keberadaan Wanqing.

"Jenderal.. Makan malam sudah siap, Ibu Mei dan Aku lah yang mempersiapkannya, Jenderal pasti lelah dan lapar, mari kita mulai hidangannya."

Jenderal Lu hanya menatap berkas yang ia pegang, beberapa ajudannya bahkan tak menghiraukan keberadaan Wanqing yang terus mengekori mereka sampai melewati ruang makan.

"Jenderal.."

Wanqing menatap Ibu Mei dan Tuan Lu yang menatap Wanqing balik dengan perasaan iba. Sesaat sebelum mereka menaiki tangga, Jenderal Lu Jingyuan menghentikan langkahnya. "Makan sendiri sana, ingat, besok kita akan pergi mencatat pernikahan ini, jangan bangun telat."

Wanqing yang terpaku bingung itu ditinggalkan oleh Jenderal Lu Jingyuan menuju kamarnya di lantai dua.

"Kenapa sikapnya sedingin itu?" Gumam Wanqing.

*BERSAMBUNG*

Hi!! Support dengan Like, Vote, dan Subscribe yaa! Jangan lupa tinggalkan komen membangunnyaa, terima kasih

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!