mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menggoda
Keesokan harinya, seperti biasa mira sudah di sibukkan dengan pekerjaan rumah tangga. sebelum menyiapkan sarapan buat orang rumah, mira menyiapkan persiapan suaminya untuk bekerja. kemeja yang sudah ia setrika sudah tertata di atas kasur.
"mira, buatkan kopi buat bapak" ucap pak pardi kepada mantu nya.
"iya Pak bentar" ucap mira
"mir, kaos kaki ku ada di mana ya, mas cari cari gak ada? " tanya pandu kepada istri nya.
"biar mira ambilkan mas, mas pandu sarapan aja dulu" ucap mira tersenyum walaupun ia merasa lelah, ia tetap tersenyum kepada suaminya.
Setelah sarapan, pandu berangkat kerja seperti biasa mira mengantarkan ke depan rumah. kebetulan tari tetangga sebelah sedang menyapu.
tari yang melihat pasangan tersebut, menaikkan alis nya sebelah.
"tampan" batin tari
"ehem, selamat pagi" sapa tari dengan suara lembut.
pandu dan mira melihat ke arah suara tersebut.
"pagi mbak" ucao mira dan pandu
"kenalin saya tari, kemarin baru pindah. " ucap tari sambil melirik ke arah pandu.
"iya mbak, salam kenal. mas bukannya mas ada rapat nanti telat loh" ucap mira. mira tidak suka dengan tatapan tari kepada suami nya. apalagi sekarang tari menggunakan lingerie dan kardigan . entah apa maksudnya memakai baju tersebut sambil menyapu.
"ehh.iya.. kalau begitu mas berangkat dulu" ucap pandu lalu mengendarai motornya.
setelah pandu sudah tidak terlihat, mira berpamitan masuk ke dalam rumah kepada tari.
"kalau gitu saya masuk dulu ya mbak" ucap mira
"iya silahkan" ketus tari
***
Di posisi tari, ia masih memandangi rumah bu Denok.
"hmm sepertinya dia cemburu kepada ku. gimana yaa, suaminya juga tampan." kekeh tari.
Kemudian pak pardi keluar rumah ia bersiap untuk berangkat bekerja, tari yang melihat tersebut, tersenyum miring... pak pardi dengan tubuh yang tegak, kulit hitam berumur 50.
pak pardi juga melihat ke arah tari yang sedang tersenyum ke arahnya. pak pardi menelan ludahnya dengan kasar bagaimana gak menelan ludah jika pemandangan di depannya sangat menawan jika tidak di pandang.
"mbak baru di sini ya" sapa pak pardi
"iya pak, saya baru kemarin yang pindah" ucap tari manja
"wahh semoga betah ya, tinggal di sini. sama siapa tinggal di sini? " tanya pak pardi basa basi
"sendiri pak, kebetulan saya janda" ucap tari
"bapak sendiri mau kemana, kok sudah rapi dan tampan? " tanya tari sambil menggoda.
"bapak mau kerja di kampung sebelah" ucap pak pardi
"wahh hebat bapak, walaupun sudah tua masih tetap bekerja, tari yakin pasti ototnya kuat" ucap tari
"hahaha bisa saja kamu" ucap pak tari dengan bangga
"mm bapak tau gak orang sini yang pintar benerin keran? " tanya tari
"lohh kerannya mbak tari bermasalah . biar saya saja. saya tahu kok benerin nya" ucap pak pardi
"yang bener pak. nanti ibu marah loh kalau bapak masuk rumah saya. " goda tari
"hahaha tenang saja. ibu ada di dalam lagi pula saya kan cuman benerin kerannya doang. " ucap pak pardi
tari mempersilahkan pak pardi untuk masuk ke dalam rumah nya. tari sendiri tersenyum senang di dalam hati.
"asikkk" batin tari
Bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca