NovelToon NovelToon
SENJA DI MEKAH

SENJA DI MEKAH

Status: tamat
Genre:Ketos / Single Mom / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:161.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

"Aku pelacur. Jangan jadikan aku makmummu!" Delisha mundur, menjauh dari Danish.

"Setiap orang punya masa lalu. Siapa yang sangka kalau masa laluku juga buruk?" Danish meyakinkan. "Bahkan tidak ada yang bisa menjamin manusia alim sekali pun masuk surga. Karena tingkat tertinggi level manusia adalah akhlak dan taubatnya."

Danish pergi, meninggalkan Delisha yang tak mau menerima lamarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertolongan

Beberapa bulan lalu, Delisha keluar dari night club tengah malam dengan keadaan berlari kencang, dikejar lelaki sekira umur empat puluhan tahun. 

Delisha tersandung dan terjatuh.  Ia mengira nyawanya akan berakhir malam itu juga.

Lelaki sangar yang mengejarnya itu pasti tidak akan mengampuninya.  Namanya Eshaq.  Membunuh adalah hal mudah baginya. Dia terkenal garang, atau bisa dibilang psikopat ulung. Delisha menyesal pernah berurusan dengan pria itu.

Sebelum sempat Delisha bangkit, tendangan dan pukulan dilayangkan ke tubuh Delisha. 

Jalan sangat sepi, tidak memungkinkan ada orang yang melihat kejadian itu. 

Lelaki itu menghunuskan pisau ke arah perut Delisha yang terbujur di tanah dengan leher dicekik tangan kekar pria itu. Namun pisau tertahan di udara, Danish muncul di waktu yang tepat. Dia menahan pisau itu.

"Bukan dengan membunuh maka masalah akan selesai!" Danish memegangi pisau yang juga dipegangi oleh lelaki bertopi hitam itu. Ujung pisau hampir mengenai leher Delisha saat lelaki bertopi menekan sangat kuat.

Danish menampik pisau dan berhasil terlepas dari pegangan lawannya.  Pisau terlempar dan tergeletak di tanah.

Dengan membabi buta, lelaki bertopi beralih melayangkan pukulan ke arah Danish yang dianggap sudah ikut campur.  Namun semua serangannya tidak ada yang mengenai lawannya.  Danish begitu gesit berkelit.

Emosi, lelaki bertopi menyambar senjata api dari balik jaketnya dan mengarahkan benda itu kepada Danish. Tembakan pertama, Danish berkelit dan langsung bersembunyi di balik mobil yang terparkir.  Berikutnya, senjata api diarahkan kepada Delisha.  

Menyadari bahaya mengancam Delisha, Danish berlari dan menarik lengan Delisha, lalu membawanya pergi.  Mereka berlari di tengah derasnya hujan tembakan.  Dan saat tersandung bersamaan, mereka tergelincir, keduanya menggelinding di lereng beralaskan semen.  Terjerembab di pinggir taman yang posisinya di bawah jalan.

“Where are you?”  Suara keras nan sangar lelaki di atas terdengar lantang.  Dia mengumpat sambil menyisiri jalan di atas.

Kondisi penerangan yang tak begitu terang membuatnya tidak bisa menangkap keberadaan Danish dan Delisha di bawah.  Bunga rimbun cukup menutup tubuh keduanya yang masih dalam posisi terbaring.

“Jangan bergerak!”  Danish berbisik dambil menutup mulut Delisha dengan telapak tangannya.  Gerakan ranting bunga yang rimbun itu akan mengundang perhatian lelaki jahat itu jika Delisha bergerak.  

Delisha terdiam mematuhi.  Jarak mereka begitu dekat sekali.  Posisi Danish berada tepat di atasnya. 

Danish berusaha menahan tubuh supaya tidak melekat di permukaan badan Delisha dengan mengangkatnya sedikit, sehingga mereka tidak bersentuhan meski tadi mereka jelas dalam posisi berguling bersama dan kondisi mendesak itu tak bisa dielakkan.  

Langkah kaki si lelaki jahat menjauh dan tak terdengar lagi.

Danish mengintip ke atas untuk memastikan keadaan, sudah aman.  Lelaki itu segera menjauh dari Delisha.  

“Maaf!”  Danish langsung berlalu pergi terburu- buru dengan menundukkan pandangan.

Delisha mengawasi kepergian Danish dengan kagum. 

Seharusnya lelaki itu bisa saja membiarkan dirinya di posisi yang rapat setelah mereka terguling bersamaan dan terdampar di sela bunga yang rimbun untuk menikmati sesuatu, namun lelaki itu memilih untuk memberikan jarak bahkan dengan kedua lengannya yang gemetar saat menahan tubuhnya sendiri di posisi yang tidak tepat.

Danish, sosok lelaki yang sangat menjaga kehormatan wanita.  

***

Bersambung

Silakan komen dan ramaikan. Ini cerita baru Emma Shu

Ajak teman- teman baca yaps. Kalau rame bakalan up banyak bab setiap hari.

1
Tatiw
gantung end nya thor gk ada extra part nya kah😭
Asma Riah
loh bukannya masjid Quba itu ada di Madinah ya thor
sejuk
danish doamu terkabul😭
Santunah Darlis
subhanallah...
🌹Mariana 🌹
Luar biasa
Neng Rillah
ngisinkeun ihk ustadzah bgni
Neng Rillah
benar, setiap kita niat hijrah pasti ad aj ujiannya
dewi_nie
Lumayan
lailasyarma
Luar biasa
Tonisah Nisa
ceritanya bagus tor
Surati
bagus
nanah Hasanah
Lumayan
Cha Fatimah Az-Zahra
Kecewa
Cha Fatimah Az-Zahra
Buruk
Fani Tsao
lama gak bac karya kak ema shu
Fani Tsao
keren
Rokhyati Mamih
ngga ada extra part nya yah ?
Trisna Ambarsari
menginspirasi
Idasesoega
aku mau kok .. meskipun dmk, Delisha n Danish tak mau pastinya,, 🥰🥰🥰🥰
bibi
lanjutin dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!