NovelToon NovelToon
My Aluna

My Aluna

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Mertua Kejam / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:408.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Moena Elsa

Aluna Mahira biasa dipanggil Luna seorang gadis pendiam dan cantik. Terpaksa menikah dengan Robby karena sebagai jaminan pelunas hutang keluarga yang tak seberapa. Jika Lina tak bersedia maka keluarganya akan diusir dari rumah dimana mereka tinggal sekarang. Pernikahan yang seharusnya bahagia, malah menjadikan Luna bagai seorang babu di keluarga mertua. Tak ada pembelaan sedikitpun dari sang suami.
Akankah Luna memilih bertahan atau melepaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reuni

"Mah, emang mau bikin acara apa?" tanya Tari di ruang tengah.

Sementara Luna tetap sibuk mengeluarkan belanjaan.

"Itu acara reuni SMA kakak kamu" bilang mama.

"Kak Naya atau kak Robby?" imbuh Tari.

"Robby" tukas mama.

"Wah asyik. Pasti ada kak Jiel sama kak Ariel nih" kata Tari senang.

"Pepet tuh si Jiel. Aku dengar dia masih single, dan belum punya pacar sampe sekarang" bilang mama.

"Mama sok tau ah" seru Tari.

"Tanya aja Robby kalau tak percaya" ucap mama berikutnya.

"Jelas saja kak Robby tahu, kak Jiel alias Azriel kan bos nya kakak" terang Tari.

"Heemmm..." mama hanya bergumam.

"Kalau Ariel biar sama Naya saja" lanjut mama.

"Siapa cepat dia dapat lah Mah" Tari menanggapi.

Mama hanya mencibir apa yang dikatakan putri bungsunya itu.

"Dandan sana, biar Jiel terpesona sama kamu" suruh mama.

"Jangan lupa kakak kamu sekalian ajakin" imbuh mama.

"Wah kak Naya sepertinya masih tidur Mah. Efek alkohol semalam" beritahu Naya.

Karena semenjak sarapan tadi pagi, Naya belum keluar kamar.

"Biarin aja, tapi jangan lupa selepas makan siang kamu bangunin. Kalian berdua musti dandan yang cantik" ujar mama.

"Siap Maaaahhh" balas Tari.

"Lunaaaaaaaa" teriakan itu kembali terdengar. Keluarga ini memang hobi sekali memanggil Luna dengan mengeluarkan urat nadi.

"Iya" Luna datang tergopoh.

"Baju biru yang kemarin kamu cuci, ntar siang anterin ke kamar aku" suruh Tari.

"Baju minimalis itu?" Luna menanggapi.

"Yaappp... Jangan lupa" imbuh Tari.

"Boleh, asal aku diberi ini" tukas Luna dengan menggerakkan dua jarinya, tanda dirinya meminta cuan.

"Eh, sudah mulai berani ya??? Perlu kamu ingat Luna, kamu di sini karena sudah dijual oleh orang tua kamu. Kalau sampai Robby tahu akan kelakuan kamu barusan, orang tuamu akan diusir dari rumahnya" ucap mama penuh ancaman.

Ingin melunasi hutang sepuluh juta saja kenapa demikian berat. Batin Luna.

"Kenapa diam? Sono balik dapur. Masak yang enak. Apa kamu tak ingin suami kamu dapat pujian dari teman-temannya" suruh mama dengan nada ketus.

Kembali Luna disibukkan dengan acara memasak berbagai macam menu untuk agenda kumpul-kumpul suaminya nanti sore.

Peluh di kening diusapnya perlahan.

'Apa begini nikmatnya jadi istri ya? Kenapa nggak ada nikmatnya sama sekali' pikiran Luna saling bertolak belakang alias nggak sinkron.

Luna nikmatin sendirian acara memasaknya itu. Kadang bergaya menjadi chef seperti acara lomba memasak yang sempat ditontonnya di tivi rumahnya sendiri.

Kalau di rumah mertua, boro-boro mau nonton tivi. Sempat mandi sama makan saja alhamdulillah.

"Mah, sudah siap" kata Luna memberitahu bu Marini yang sedang asyik menonton tivi.

"Sekalian aja kamu tata. Yang rapi jangan berantakan" perintah bu Marini bagai nyonya besar.

Luna hanya bisa menghela nafas panjang untuk melepas beban yang dirasa.

.

"Lunaaaaaaa...." kembali panggilan itu terdengar cetar membahana.

Belum sempat menyelesaikan sapuan bedak yang dibelinya tadi siang, Luna keluar dengan tergopoh.

Panggilan belum juga terjawab, sudah terdengar kembali teriakan berikutnya.

"Bawa minumannya ke depan" suruh mama.

Dengan daster kesayangan, Luna pun keluar membawa minuman yang dimaksud mama nya.

"Luna, sini!" panggil Tari yang berdekatan dengan sosok laki-laki tampan. Robby pun masih kalah jauh dengan laki-laki itu.

Meski masih muda, wibawa nampak sekali di aura wajahnya.

"Kok malah bengong sih, sini!" panggil Tari dengan rasa tak suka.

Luna bergegas mendekat ke arah Tari.

"Kak, mau minuman rasa apa? Kebetulan tadi aku yang buatin loh" seru Tari.

Luna yang mendengar menautkan alisnya.

'Ngaku-ngaku' olok Luna dalam hati.

Sementara Jiel hanya tersenyum yang sepertinya terpaksa.

Laki-laki itu meraih sendiri minuman yang dibawa Luna, "Makasih" ucapnya pada Luna.

"Jangan tebar pesona" bisik ketus Tari di telinga Luna.

Luna hendak berbalik arah, mau menaruh minuman yang dibawanya di atas meja.

Baru saja melangkah, kakinya terantuk sesuatu membuat badannya oleng.

Luna terjengkang dengan semua gelas yang ikutan berserakan.

Semua yang hadir menertawakan Luna. Tari tersenyum puas karena telah sukses mengerjai Luna.

Luna memejamkan mata, malu sekali rasanya.

Dimana Robby sang suami sekarang, kenapa tak menolongnya.

Saat membuka mata, tepat di depannya sebuah tangan menjulur ke arahnya.

"Eh.." Luna tak jua menyambutnya.

"Mau dibantu nggak?" suara laki-laki yang sama dengan yang mengucapkan makasih tadi.

Luna segera menyambut, dan segera bangkit.

Luna langsung saja ngibrit ke belakang.

"Ditolong bukannya ngucapin makasih" kata laki-laki itu yang masih kedengaran Luna.

Bukannya nggak mau ngucapin, tapi terlanjur malu karena ditertawakan teman-teman suaminya.

"Lunaaaaaa" panggilan itu kembali terdengar.

Duh, mereka hobi sekali memanggilku. Ucap Luna dalam hati.

Belum sempat berganti baju yang basah, Luna pun kembali ke depan.

"Beresin! Main tinggal aja" sekarang ganti Naya yang menyuruh Luna.

Sempat diliriknya sang suami yang tak perduli sama sekali ke diri Luna. Malah lengan sang suami nampak bergelayut manja di pundak seorang wanita cantik yang duduk di sampingnya.

'Apa wanita itu kekasih kak Robby? Kenapa dia tak mengenalkan aku ke teman-temannya?' Luna melamun dengan tangan membereskan gelas-gelas berserakan.

"Aduh" keluh Luna refleks.

Sebuah tangan meraih jari Luna dan segera memasukkan ke mulutnya.

"Kata teman kecilku jika berdarah, masukin tangan ke mulut agar lekas berhenti darahnya" ujarnya.

Luna segera menarik jarinya. Tentu saja tak enak dengan laki-laki tampan di depannya.

Lagian mana ada ada luka berdarah suruh menghisap lewat mulut. Ada saja dengan orang ini. Pikir Luna heran.

"Kak Jiel, ngapain sih peduli dengan pembantu ini" ujar Tari bergelayut manja di lengan Jiel.

'Pembantu katanya?' Luna balas menatap Tari yang melotot ke arahnya.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

***To be continued, happy reading

Masalah rumah tangga selalu saja menarik untuk dikulik. Nikah paksa, perselingkuhan, cinta romantis dan berbagai problematika yang lain.

Makasih semua yang masih stay tune dengan karya-karya author.

Sehat-sehat selalu.

Banyak cinta untuk semuanya.

💝***

1
yeni kusmiyati
jadi perempuan jangan bodoh luna
Cinta Rodriques
trnyata jiel jg bodoh dlm keadaan darurat msh g mau angkt tlp....
Tati Suarti
orang kaya s Valen tebal muka...SDH g punya rasa malu
Tati Suarti
lulusan SMA bisa jadi asysten
Tati Suarti
kayaknya Aluna orang kaya
Tati Suarti
sengsara amat jadi istri
Alif
ijasahmu SMA lun, klo CS mau apalagi
Alif
nyuruh luna pulang 2th lg ya klo kamu msh hidup umur kan rahasia Tuhan, jikalau emang ada kesempatan untuk menjelaskan knpa hrs di tunda
Neny Sulistyowati
Kecewa
Neny Sulistyowati
Buruk
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Dewi Nafisah
oke. ceritanya seru, komplit
nentin kartini
Luar biasa
Evy
Bagaimana nasibnya Baron Thor...tak ada kelanjutan ceritanya...
Evy
janda yang masih perawan tidak ada masa Iddah nya Thor...
Azalea Taling
luna sama suami ya bodoh
falea sezi
biasa nya abis malam. pertama ditungguin di gendong ke kamar. mandi lahhh luna abis enak enak ditinggal kasian/Smug//Curse/
Umi Thea
iya thor bikin cerita ya biar halu jg rd masuk akal jg kali, biar perempuan kampung ga bego bngt kali thor bikin gedeg aja........
Ari_nurin
iya oon banget si Luna .. dr awal ga bs nyambung nyambung kan .. jengkel juga .. terlalu lemot sdh dikasih clue klu kakek nya pemilik samudera group 😤🙄
Ari_nurin
masa ada seorang ibu berpikiran spt mama nya jiel .. kayak nya semua ibu ingin dpt menantu cewek yg bisa menjaga marwahnya bukan yg spt Valen 🤔 kecuali klu memang ga tau kelakuan yg sebenarnya ya .. lah ini sdh tau lho kok masih tetap memaksa Anak nya berjodoh dgn wanita spt itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!