NovelToon NovelToon
Tilang Aku Dong, Pak Polisi

Tilang Aku Dong, Pak Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mumu.ai

Sarah pikir dengan melarikan diri ke tempat terpencil akan membuatnya aman dari orang-orang di masa lalunya. Tapi siapa sangka, pelarian aman itu hanya berlaku untuk beberapa tahun saja.

"Kamu sudah menikah?" tanya pria itu dingin.

"Belum," jawab Sarah tenang.

Pria itu lalu menarik napas dalam sebelum kembali bertanya.

"Lalu... apa kamu punya pacar?"

"Tidak," jawab Sarah lagi.

Raut wajah pria itu seketika berubah. Tidak ada wajah dingin dan intimidasi lagi. Kini ia tersenyum lebar dan tertawa pelan.

"Baguslah," katanya sambil menepuk pelan pundak Sarah. "Sekarang hadapi mereka dulu."

****

Ikuti author di sosmed
Ig : @tulisanmumu
Fb : Mumu Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumu.ai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Sarah tidak sudi lagi melihat wajah pria di hadapannya. Tanpa menunggu ucapan apa pun dari Ardhana, ia langsung membalikkan tubuhnya dengan sentakan kasar. Dengan tangan yang bergetar hebat karena sisa emosi, Sarah membuka gembok pagar kayu kosannya, mendorongnya cepat, lalu menuntun motor maticnya masuk ke dalam pelataran semen yang sempit.

Ardhana sempat melangkah maju, tangannya terulur ke udara seolah ingin menggapai ujung jaket Sarah. “Sar, tolong dengar aku dulu sebentar… Kejadiannya nggak kayak yang kamu lihat waktu itu—”

“Pergi, Ardhana! Jangan pernah datang ke sini lagi!” potong Sarah tanpa menoleh sedikit pun. Suaranya melengking tinggi, dan terdengar jelas penolakannya.

“Sar… bentar dulu. Aku bisa jelasin semuanya sama kamu.”

“Nggak ada lagi, Ar! Nggak ada lagi yang harus kamu jelaskan ke aku. Satu hal yang pasti, dan nggak bisa kamu pungkiri, kamu itu PENGECUT!”

Sarah langsung melangkah cepat menuju pintu utama rumah petaknya. Ia memasukkan kunci ke lubangnya dengan gerakan terburu-buru, membuka pintu, dan segera menyelinap masuk ke dalam kehangatan kamarnya yang sunyi.

Braaaak…!

Pintu kayu itu ditutup dengan bantingan keras, menimbulkan suara dentuman yang cukup nyaring di gang sepi tersebut. Detik berikutnya, terdengar bunyi klik dari anak kunci yang diputar dua kali dari dalam, disusul oleh suara selot besi yang digeser kasar. Sarah mengunci dirinya rapat-rapat, memutus segala akses bagi pria dari masa lalu itu untuk masuk ke dalam ruang pribadinya.

Sarah menyandarkan punggungnya pada daun pintu yang tertutup rapat. Tubuhnya perlahan merosot hingga ia terduduk di atas lantai ubin yang dingin. Ia menekuk kedua lututnya, menenggelamkan wajahnya di sana, dan membiarkan seluruh pertahanan dirinya runtuh total. Isak tangis yang sejak di gerbang sekolah tadi ia tahan mati-matian kini pecah begitu saja di dalam kesunyian kamar kosnya. Bahunya terguncang hebat, meluapkan seluruh rasa sesak, malu, dan perih yang kembali menganga setelah sekian tahun ia coba sembuhkan sendirian di perantauan ini.

Sementara itu, di luar pagar kosan, langit siang yang terik seolah ikut mendingin menyaksikan keheningan yang mencekam. Ardhana masih berdiri mematung di samping motor kopling merahnya. Tangannya yang sempat terulur kini perlahan turun dan mengepal kuat di sisi tubuhnya.

Tatapan mata pria itu kosong, tertuju lurus pada pintu hijau yang baru saja tertutup rapat di depannya. Kata-kata kasar Sarah, air matanya, dan sebutan ‘pengecut’ yang dilontarkan wanita itu terus terngiang-ngiang di telinganya bagaikan godam yang menghantam ulu hatinya. Rasa penyesalan yang begitu dalam membuat dadanya terasa begitu sesak, bahkan seragam polisi yang biasa membuatnya bangga kini terasa sangat berat untuk disandang.

Ardhana menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai dirinya yang ikut terguncang. Ia tahu, memaksa Sarah untuk mendengarkannya sekarang hanya akan memperburuk keadaan dan memperdalam luka di hati wanita itu. Dengan langkah kaki yang terasa begitu berat dan enggan, Ardhana akhirnya berbalik menuju motor merahnya.

Ia menaiki jok motor, memakai helm hitamnya dengan gerakan lambat, lalu menyalakan mesin. Suara deru berat dari motor kopling merahnya kembali memecah keheningan gang kecil tersebut saat ia perlahan melajukan kendaraannya pergi menjauh, meninggalkan area kosan dengan sejuta penyesalan yang menggantung di pundaknya.

Di dalam kamar, Sarah perlahan mengangkat wajahnya saat telinganya menangkap suara mesin motor Ardhana yang mulai samar dan akhirnya hilang sepenuhnya di kejauhan. Ia menyeka air mata di pipinya menggunakan punggung tangan, lalu menatap kosong ke arah langit-langit kamar. Kamar kos yang biasanya terasa bagaikan tempat perlindungan yang aman, kini mendadak terasa begitu sempit dan penuh dengan bayang-bayang masa lalu yang belum selesai.

1
Esther
Koq jadi Ardhana yg disalahin Sar, kan kamu yg gengsi mengakui kalau masih suka.
Panas....cemburu melanda😂
Esther
Nanti kalau Ardhana jalan sama cewek lain, baru deh Sarah kelimpungan. Jangan gengsi Sar kalau emang suka😄
Esther
Sabar Ar....kalau jodoh tak lari.kemana
mumu: kalau kata Afgan, Jodoh Pasti Bertemu... 🎶🎶
total 1 replies
bidadari
hai ka.. kenalan dong
mumu: halo, kak.. salam kenal ya ☺️
total 1 replies
Esther
ya udah....pasrah banget sih Sarah😂😂.
Esther
Gak ketemu Ardhana koq malah galau Saras😂
Esther: *Sarah* mksdnya😁
total 1 replies
Esther
Sikap tenang Sarah membuat Ardhana malah kepikiran😁
Esther
ternyata seperti itu ceritanya.
Esther
selalu suka dengan semua ceritanya
mumu: terima kasih, kakak selalu dukung author 🥰🥰
total 1 replies
Esther
double up dong thor
Ani
jawab Ardhana jang cuman diam membeku kayak patung..

kalau aku jadi sarah juga bakalan marah..😤😤😤😤
Esther
Aluna koq nyasar kesini thor😄
mumu: lah lagi mikirin si Aluna ini soalnya 🤭🤣🤣
total 1 replies
Ani
dengerin dulu Sar, penjelasan Ardhana siapa tau setelah itu harimu jauh lebih mantap dan tenang dalam mengambil keputusan dikemudian hari
Esther
Lanjut
Ani
ceritanya bagus, penulisan nya juga rapi..
Ani
pantesan kalau sarah ampe trauma begitu..
Ani
kira kira ini daerah mana ya kak.. kok jadi penasaran aku nya 😄😄😄😄
Ani: waduh..
total 2 replies
Esther
semangat ya Saras
Esther
waduh koq sampai gitu thor, sengaja nabrak othor.
Semoga selalu dalam lindungan Tuhan ya thor
Esther: ngeri ya thor lawan psikopat
total 2 replies
falea sezi
lanjut banyak q kirim hadiah
mumu: maaf lama up, nya 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!