NovelToon NovelToon
Cinta Dan Gairah

Cinta Dan Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Model / Obsesi / CEO / Romantis
Popularitas:219
Nilai: 5
Nama Author: Li Qiqiu

Hidup Angel yang semula tenang berubah menjadi menakutkan setelah melihat sesuatu yang tak seharusnya. Setiap malam, tidur nyenyaknya harus terganggu oleh mimpi-mimpi aneh yang membuatnya terbangun tengah malam. Anehnya, mimpi itu hilang setelah ia bertemu William, generasi ke-3 dari Xun Yi Group tempat ia bersekolah dan bekerja. Sebagai tokoh utama di mimpinya, apakah ini ada kaitannya dengan berakhirnya mimpi yang ia alami selama ini? Meskipun William tidak melakukan apapun terhadapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Li Qiqiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Hujan ringan masih mengguyur Kota Bandung saat mereka keluar pintu tol. Sudah tengah malam, hanya sedikit kendaraan yang berlalu lalang. Darwin membawa mobil menuju rumah sakit tempat Hardi dan Rafinda dirawat.

Angel mengencangkan jaketnya, turun dari mobil, dan berlari menembus hujan menuju ruang ICU. Ia melihat pamannya duduk di ruang tunggu dengan tangan menutupi seluruh wajahnya.

"Paman...." Angel mendekat dengan langkahnya yang ragu. Dadanya mulai sesak, keringat mulai muncul di dahinya.

Mendengar suara keponakannya, Surya Mahesa bangkit dari duduknya. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya, bersiap mengatakan kenyataan pahit yang menimpa keluarganya.

"Sayang...." Surya memeluk Angel erat, tangannya mengelus punggung menyalurkan sisa-sisa kekuatan yang dimilikinya. "Kita pasti bisa melewati ini semua. Percayalah bahwa kamu tidak sendiri , ada paman dan bibimu yang selalu siap jika kau membutuhkan bantuan."

Melepaskan pelukan Surya, Angel menatap pamannya tak mengerti. "Apa maksudnya, paman?"

Tak tega melihat Angel, Surya meneteskan air matanya. "Nak, papa dan mamamu sudah pergi...," lirih Surya, kehilangan adik satu-satunya adalah hal yang paling tidak ia inginkan di dunia ini.

Suara-suara di sekelilingnya perlahan menghilang, beberapa orang yang berjalan melewatinya seolah bergerak melambat, dunia seakan berhenti. Ia tak lagi merasakan darahnya mengalir atau jantungnya yang berdetak. Tubuhnya seketika lemas membuatnya terduduk tanpa sadar. Matanya menatap kosong, lalu perlahan tertutup. Apa mungkin ini yang dimaksud dengan kematian?

***

Ada tiga jenis manusia yang harus dihindari di dunia ini. Pertama, manusia gila yang biasa melakukan kekerasan. Kedua, manusia parasit yang hidup mengandalkan kebaikan orang lain. Dan terakhir adalah manusia yang memiliki hobi membual tanpa bukti. Lalu kriteria mana yang pas melukiskan seorang William WIjaya?

"Aku tentu tidak hanya omong kosong, Angel. Aku bisa membuktikannya. Aku akan menjadi pelayanmu," tekan William yang sedari tadi diabaikan Angel yang tengah memasak. 'Kau sungguh tidak percaya padaku?"

"Tidak ada alasan untukku mempercayai bapak," singkat Angel membuat William menggerang frustasi.

"Apa kau sungguh lupa bagaimana aku melindungi sebelum-sebelumnya?"

"Aku hanya ingat, aku hampir dilecehkan di kamarku sendiri oleh laki-laki dewasa berumur 28 tahun."

"Bisakah kita melupakan kejadian kemarin, Angel? Itu adalah hal paling bodoh yang pernah kulakukan sepanjang aku hidup."

Angel tertawa getir. "Jadi, menurut bapak aku harus melupakan bahwa bapak pernah mempermalukanku dan melukaiku?"

Setelah tumis kangkungnya matang, Angel memindahkan ke piring dan membawanya ke meja makan. Ia mencuci tangan, mengambil piring dan sendok untuknya dan William, lalu duduk. Ia melihat William masih membereskan sisa-sisa bekas mereka masak hingga meja kembali mengkilat.

"Ok, kau tidak harus melupakannya tapi bisakah kau memaafkanku?" mohon William setelah mendudukkan dirinya. Angel tak menggubris, ia mengambil nasi untuk William.

"Aku tidak tahu bapak akan datang, jadi hanya ada satu ekor ikan."

"Jadi kau memaafkanku?" William bertanya memastikan yang dijawab anggukan oleh Angel. William bangkit melangkahkan kakinya ke dapur, mengambil sumpit untuk dirinya dan Angel. "Tidak masalah meski hanya satu ekor. Bukahkah seperti ini lebih romantis?" William menyodorkan sumpit, Angel menerimanya sambil tersenyum.

"Aku memaafkan bapak. Tapi aku tetap butuh privasi, pak. Kuharap bapak menghormati keputusanku."

William hendak memprotes, namun ia sadar bahwa ia harus mengantongi maaf dari Angel. Setelah mendapatkannya, pelan-pelan ia akan masuk dan mendapatkan Angelnya lagi. "Baiklah. Aku tidak masalah," tukas William, cengiran lebar terlukis di wajah tampannya.

***

Hari-hari yang tenang akhirnya berhasil dilewati Angel. Setelah percakapan malam itu, sesuai keinginannya William mengurangi mengirim pesan singkat ataupun menelponnya. Dan yang paling melegakan adalah sudah beberapa hari WIlliam tidak datang ke rumahnya.

Setelah dengan ambisius mengatakan bahwa dirinya akan menjadi model papan atas, rutinitas membosakan dimulai kembali. Harinya diawali saat matahari belum terbit, biasanya berbarengan dengan azan subuh, lalu bangun membersihkan diri, dan lari pagi di sekitar komplek perumahannya hingga pukul 6. Setelahnya, jam 9 pagi Angel harus datang ke kantor untuk mengikuti kelas runway hingga siang hari. Sore hari hingga malam, ia berfokus untuk membuat konten dan di unggah di sosial medianya. Cukup melelahkan dan sedikit membosankan tapi Angel menyukainya.

Bel rumah berbunyi memecah keonsentrasi Angel yang tengah belajar untuk persiapan tes masuk perguruan tinggi. Ia membuka pintu malas dan mendapati William berdiri dengan cengiran lebarnya.

"Hai.... Am i bothering you?"

"Totally," jawab Angel malas. "But it's fine. Come in."

William masuk, tangannya menenteng paper bag. "Snack time."

"Bapak lupa kalo aku lagi persiapan casting?"

"Ups, aku lupa sayang. So sorry...."

"Sayang-sayang tapi ngelupain hal penting kalo aku model," dumel Angel, ia mengabaikan William sepenuhnya dan melanjutkan belajarnya.

William mengerti, seperti yang dulu dilakukan. Ia hanya akan duduk di sofa dan mengerjakan sesuatu yang lain selama Angel belajar. Tapi sepertinya kali ini ia tidak akan melakukan apapun, setelah rapat seharian dengan klien ia merasa sangat lelah dan hanya ingin istirahat. Merebahkan dirinya di sofa, perlahan menutup matanya dan tidur.

Satu jam kemudian Angel meletakkan pena dan menutup bukunya. Ia berbalik dan melihat William tertidur pulas di atas sofa. Bahkan dari kejauhan, wajahnya terlihat tampan.

Aktivitas seharian membuat Angel lelah, ia berjalan menghampiri William. Tanpa sadar jemarinya menelusuri wajah William. Alisnya yang lebat berwarna hitam, tulang hidungnya yang tinggi, rahangnya yang kokoh, dan bibirnya yang.... Pikiran Angel melayang entah kenapa. Ia mengakui bahwa semua tentang William sungguh membuat siapapun lupa diri. Terutama bibirnya yang begitu memabukkan.

Angel merendahkan kepalanya, matanya tertuju pada bibir William yang sudah beberapa hari tak ia rasakan. Uhhhh salahkan otak mesumnya kali ini. Tapi, ia sangat ingin mencium William sekarang. Ia meminta sedikit kelonggaran dan William memberikannya. Tak ada yang salah dengan itu. Ya hari-harinya tanpa William berjalan dengan tenang dan damai. Tapi tanpa ciuman lelaki itu seperti ada sesuatu yang kurang. Dan Angel tak mengerti. Ia pikir ini hanya emosi sesaat karena siklus bulanannya. Ternyata tidak, setiap malam ia masih mendambakan ciuman panas William.

Angel menempelkan bibirnya ke bibir William, ia membuka matanya dan melihat William tak merasa terganggu. Kali ini saja, Angel akan menuruti keinginan setan di hatinya. Ia akan mencium lelaki brengsek ini. Bibir Angel mulai bergerak perlahan melumat bagian bawah lalu bagian atas. Ia lakukan beberapa kali hingga tangannya lelah harus menahan berat badannya. Angel mengangkat kepalanya, ia tersenyum puas. Rasa bibir William masih sama. Apakah dia tidak melakukannya dengan orang lain?

"Ini sungguh tidak bertanggung jawab, Angel. Kau menciumku setelah kau puas lalu kau meninggalkanku yang mulai bergairah?"

Angel menghentikan langkahnya, tak menyangka William tahu apa yang ia lakukan. 'Kau tidak tidur?"

William bangkit dari rebahnya, tangannya yang panjang meraih Angel dan menariknya hingga duduk di pangkuannya. "Aku tidur, tapi tidak benar-benar tidur."

Angel duduk dengan gelisah, beberapa kali mencoba membenarkan posisi duduknya, hingga tanpa sengaja ia merasakan sesuatu yang keras di bawah pahanya. "Bapak..."

"Kau merindukanku, Angel? Apakah itu artinya kau menyukaiku?" tanya William dengan nada jahilnya.

"Kau mengatakannya lewat ciumanmu, Angel. Kau merindukanku."

Angel memalingkan wajah, rasanya ia ingin pergi ke ranjang dan menenggelamkan dirinya ke dalam selimut. Namun, pelukan William di pinggangnya sangat erat membuatnya tak bisa melarikan diri.

"Katakan padaku, umur berapa kau ingin merasakannya?"

"Maksud bapak?"

"Aku tahu kau tidak sepolos itu, Angel. Tidak setelah mengenalku. Karena kau akan menjadi milikku. Aku ingin tahu, umur berapa kau ingin merasakannya?"

Mata Angel melebar mendengar pertanyaan William. Seketika wajahnya memerah seperti tomat. Ia tahu maksud William, namun ia tak ingin mengungkapkannya. Bahwa sebenarnnya, setiap perempuan yang telah melewati masa pubertas pasti memiliki fantasinya sendiri. Hanya saja, semua fantasi dan keinginan tersebut terhalang oleh norma. Dan Angel akan berusaha mati-matian unuk mematuhi norma tersebut.

Angel menatapnya bingung, namun jika ia perhatikan lagi terdapat percikan api di dalam netra coklat Angel. "Aku tahu sayang, dan aku memahaminya, tak apa kan jika hanya ciuman?"

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!