Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Gue gak tau apa-apa jirr, gue bukan Fatimah!
🧸🦋 Happy Reading 🦋🧸
BRAK!
"Zaza!" seru Zendra dan Aleqsa panik saat melihat anak bungsunya yang terkulai lemes di kasur dengan wajah pucat pasi.
"Yaya! Kenapa dengan adek kamu?" tanya Zendra tegas mengguncang anak ke duanya pelan yang saat ini menangis sesenggukan. Ia berusaha tenang, walaupun jantungnya saat ini seakan melompat dari sarangnya, karena melihat anak bungsunya seperti ini. Hatinya seperti terisris oleh pisau tajam tak kasat mata.
"Hiks! Itu Zaza hiks, dia pingsan Papa, dia nangis tadi katanya pipinya sakit banget, terus aku bantu tenangin tiba-tiba dia pingsan Pa, Ma! huhu..." cerita Wylya dengan pipi yang basah karena air mata. Ia adek pertama Fatimah.
"KALIAN INI BUANG-BUANG WAKTU TAU GAK!? Bukannya langsung di bawa ke rumah sakit. Ini darurat tau darurat! Nanti aja tanya-tanyanya!" seru tegas Farrel, berdecak kesal dengan semua orang yang ada di sini.
Farrel menggendong Zaza ala pengantin dengan mudah, ia kira ia gak akan kuat karena ia bukan berada di tubuhnya. Ternyata adeknya ini ringan banget. Farrel menatap wajah pucat Zaza dalam, "Kamu makan apa? Makan angin kah sampe seringan ini..." batinnya absurd sambil berjalan keluar dari rumah dan masuk ke mobil, meninggalkan ortunya dan Yaya yang saat ini mengangga lebar melihat kejadian itu, sebelum buru-buru menyusul.
.
.
.
.
Xalendra ALCF Hospital
"Dok! Dokter! Tolong anak saya dokter!" teriak Zendra dengan mata berkaca-kaca, ia berusaha kuat agar tidak tumpah. Sedangkan Aleqsa tubuhnya sekarang tak bertenaga jalan pun berat karena melihat anak bungsunya seperti ini.
Suster melarang mereka masuk setelah Zaza sudah masuk ke ruang UGD.
"Anak Bapak akan Dokter tangani, silahkan menunggu di luar, biar tak menganggu konsentrasi Dokter. Berdoa semoga anak Bapak tidak apa-apa, permisi dan terimakasih," ucap Suster itu setelah itu masuk ke ruang UGD.
"Ini pasti karena kamu Kak! Gara-gara kamu yang menampar Zaza, liat sekarang liat! Dia pingsan! Kenapa Kakak jahat banget sama Zaza!? Apa salah Zaza!?" teriak Yaya histeris dengan air mata mengalir, wajah putihnya memerah. Ia terduduk di lantai yang dingin dalam keadaan yang menyedihkan.
"Benar! Kamu tega banget sama Zaza, Fafa hiks! Kenapa kamu jadi seperti ini? Mama tidak pernah mengajari kamu melakukan hal kasar seperti itu!" tanya Aleqsa lirih dengan lemah sambil sesenggukan dengan mata merah. Tubuhnya lemas dan...
BRUK!
"Mama!" teriak mereka bersamaan. Zendra saat mau menahan tubuh istrinya agar tidak jatuh terlambat hingga tubuh Aleqsa menghantam lantai yang dingin itu.
Membuat Farrel meringis. Ia syok melihat ini semua.
Zendra mengendong istrinya yang di bantu oleh suster di sana untuk memasukkan istrinya ke salah satu ruang inap. Sebelum itu ia menatap Farrel tajam dengan rahang yang mengeras, "Kalo terjadi sesuatu terhadap istri dan anakku ... aku tidak akan pernah memaafkanmu dan memberikan hukuman yang setimpal untukmu. Camkan itu baik-baik," katanya dingin dan tajam sebelum berlalu dari hadapan Farrel yang saat ini mematung.
DEG!
"Gila! Gila ini gila! Gue gak tau apa-apa jirr, gue bukan Fatimah! Dan sejak kapan gue nampar anak selucu Zaza! Gila kali ya!" decaknya frustasi sambil mengacak-acak rambutnya dan terduduk di depan pintu UGD.
"Gue harus tanya ke Fati, ya ke Fati! Gue baru di sini, gue kayak anak hilang plus idiot coy!" sahutnya menghela nafas berat, sambil membuka hp Fatimah yang sekarang tidak terkunci. Itu adalah permintaannya biar bisa menghubungi Fatimah yang sedang ada di rumahnya.
"Assalamualaikum, hallo Fati, gue bingung jirr! Adek lu Zaza masuk RS jadi–" perkataan Farrel terputus, saat di seberang telpon ada suara berat yang berteriak kaget, membuat ia menjauhi hp di telinga.
"APA?!"
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗