Zalika Azzalea adalah gadis cantik yang berusia dua puluh dua tahun, dirinya memutuskan untuk menikah dengan sang kekasih Arga Pramana diusia muda dengan harapan sebuah kebahagiaan
Pil pahit harus ia telan, karena pernikahan tak berjalan seperti yang dirinya impikan. mimpi sederhana untuk biduk rumah tangga yang sempurna nyatanya harus ia kubur dalam-dalam
Pernikahan yang hanya berlangsung tiga hari itu berakhir dengan menyisakan trauma mendalam, mengubah gadis ceria menjadi seorang yang takut akan cinta
Akankah ada pria yang dikirim tuhan untuk menyembuhkan lukanya? lalu Cinta yang akan memberinya kebahagiaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mobil Baru
"Apa nona tidak suka mobilnya? Besok saya akan pakai mobil koleksi tuan yang lain!" Mano berbicara tanpa memandang kearah nonanya, pria berbadan tegap dengan sedikit bulu-bulu halus menghiasi rahang tegasnya itu hanya fokus pada jalanan
"Bukan itu, kenapa juga sampai dibukain pintu segala. Aku jadi pusat perhatian orang-orang, pak!" Gerutu Zalika selama perjalanan menuju rumah
"Saya tidak ingin kehilangan wajah tampan saya karena bertindak tidak sopan pada nona, tuan Zayyan akan menghabisi saya jika saya tidak melakukan pekerjaan saya dengan baik!"
"Ya tapi kan.." Zalika menghentikan ucapannya, akan sia-sia jika bicara dengan kaki tangan sang ayah, terlebih Mano sangat penurut jika dengan Zayyan
***
"Kamu tertarik pada sekretaris baru itu?" Tanya Jefry, kini keduanya telah berada di mobil milik Jefry dengan Gavin yang mengemudi
"Dia cantik! Saya rasa semua pria akan tertarik dengan wanita secantik Zalika!" Entah kenapa jawaban asisten pribadinya itu membuat Jefry merasa kesal
"Kamu punya banyak penggemar di kantor, Gavin. Kenapa tidak memilih salah satu dari mereka?" Ujar Jefry
"Tuan sendiri jauh lebih banyak lagi, hampir seluruh karyawan wanita maupun rekan bisnis tergila-gila pada anda. Sayangnya tuan telah menemukan tambatan hati!" Gavin terkekeh mengatakan nya
"Apa menurutmu Leona gadis yang baik?" Gavin mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan yang tercetus dari sang bos
"Nona Leona cantik, untuk hati dan kebaikannya saya rasa tuan jauh lebih mengetahuinya!" Rasanya tidak etis saat Gavin memberi penilaian pada calon istri dari atasannya itu
"Kamu sudah menyelidiki dia kan?"
"Sudah tuan, tapi sejauh ini belum ada sesuatu yang mencurigakan dari nona Leona selain dia adalah mantan kekasih dari adik anda!" Gavin menjawab penuh keyakinan pada tuannya
"Aku hanya tidak ingin menyesal dikemudian hari, Vin!" Entah kenapa, tiba-tiba saja ada keraguan pada diri Jefry dengan menerima perjodohan antara dirinya dan Leona
Jefry tidak mengerti pada dirinya sendiri, selama ini ia tidak pernah berpikir untuk menyesali keputusannya dengan menerima Leona sebagai calon istri, namun bayang-bayang Zalika seolah meruntuhkan keyakinannya
Jefry ingin memberontak, menolak perjodohan yang telah ditetapkan. Memilih sendiri wanita yang akan menemaninya hingga tua
Apa ia jatuh hati pada sekretaris baru itu? Entahlah, tapi selama ini Jefry tak sedikitpun tertarik pada seorang wanita baik itu Leona. Tapi Zalika? Apa yang dimiliki gadis itu hingga Jefry seolah ingin menjadi pria breng__ dengan tidak menginginkan Leona lagi sebagai calon istri
"Apa tuan mencintai wanita lain?"
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?" Apa yang asistennya ini katakan? Apa dirinya benar-benar mencintai gadis itu? Tapi kenapa? Dirinya tidak mudah jatuh cinta, tidak mungkin ia jatuh cinta pada seorang gadis pada pandangan pertama kan?
"Hanya bertanya saja, tuan!"
Keduanya kembali diam, Gavin sibuk dengan jalanan didepannya sementara Jefry sibuk dengan pikirannya sendiri yang entah kenapa selalu mengarah pada satu orang, Zalika...
***
"Ayah dimana?" Zalika bertanya pada seorang pelayan wanita yang membukakan pintu
"Tuan ada diruang keluarga bersama nyonya!"
Setelah mendapat jawaban, gadis cantik itu segera menuju kearah dimana sang ayah berada
"Ayah.."
Zayyan menoleh pada sang putri, pelukan pada sang istri ia lepas. Tari berdiri, menatap sang putri yang terlihat kesal
"Ada apa sayang?" Tanya Tari pada putrinya
"Aku mau mobil baru!" Ucapan Zalika yang tiba-tiba, tentu saja membuat kedua orang tuanya bingung
"Mobil? Untuk apa?" Tanya Tari lagi
"Kamu mau mengemudi sendiri?" Tanya Zayyan, setelah kondisi mentalnya memburuk beberapa bulan lalu, Zalika memang tidak pernah lagi mengemudi, Zayyan akan senang jika putrinya kembali seperti gadis ceria yang berkelas
"Bukan untuk aku, tapi untuk pak Mano!"
"Mano ingin mobil?" Zayyan semakin dibuat bertanya-tanya
"Aku mau mobil lain buat anter jemput aku dikantor. Aku nggak mau jadi pusat perhatian dengan mobil mewah ayah itu!" Zalika mengatakan itu dengan wajah kesalnya
"Tapi kenapa?"
"Sekarang ayah sama mama pikirin! Mana ada sih taksi online dengan mobil semewah itu!"
"Terus kamu mau mobil yang seperti apa?" Tanya Zayyan
"Yang biasa aja, yang selayaknya mobil taksi online gitu!" Jawab gadis bermata bulat itu
"Ya sudah, kamu bilang ke Mano kamu mau mobil yang seperti apa!"
"Ayah serius?" Tanya Zalika dengan mata berbinar
"Hmm"
Zalika bersorak, gadis itu menyempatkan diri memeluk sang ayah sebelum pergi menemui Mano untuk mobil barunya
"Kamu nurutin keinginan aneh Zalika?" Tari memandang lekat wajah sang suami
"Apapun untuk anak gadisku!" Zayyan kembali membawa wanita cantik yang telah ia nikahi hampir tujuh belas tahun itu dalam pelukannya
"Kamu terlalu memanjakan dia mas!" Tari benar-benar tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh suaminya
"Nggak usah dipikirin, mending kamu mikirin suami kamu ini!"
***
Pagi ini Zalika terlihat lebih bersemangat untuk kekantor, terlebih mobil pesanannya telah sampai. Mano memang bisa diandalkan dalam hal apapun
Sebuah mobil sedan keluaran lama telah terparkir didepan rumah menunggu pemiliknya masuk, mobil yang dibeli tak sepenuhnya tua, mungkin keluaran 2015
"AC nya tidak begitu dingin, nona" Supir sekaligus pengawal pribadi itu mengeluh, Mano memang terbiasa dengan mobil mewah dengan AC yang dingin
"Jangan banyak ngeluh pak!" Zalika memperingatkan
"Saya ingin jadi pengawal nyonya saja mulai besok!"
"Mama kan udah punya pengawal sendiri!" Dikursi belakang, gadis cantik itu sibuk dengan sarapannya
Jarak dari kediaman keluarga Dhirgantara dan perusahaan tempat Zalika bekerja memang cukup jauh hingga gadis itu memutuskan untuk sarapan dalam perjalanan saja karena dirinya tidak ingin terlambat
"Saya akan minta tukar dengan Panca!"
"Sudahlah, pak. Nikmati saja menjadi supir taksi online!" Zalika tertawa saat melihat raut kesal pengawalmya itu
Mobil yang dikendarai Mano berhenti tepat didepan sebuah gedung yang menjulang tinggi, pria berbadan tegap itu hendak keluar lebih dulu guna membukakan pintu bagi nona nya
Zalika dengan cepat mencegah pria itu, jika Mano memperlakukan dirinya bak nona Dhirgantara bisa-bisa semua orang curiga
"Hai" Sapa seorang gadis yang mungkin seusianya, gadis itu juga merupakan karyawan di perusahaan ini
"Hai" keduanya berjalan beriringan
"Kamu sekretaris barunya tuan Jefry kan?" Tanya gadis itu pada Zalika
"Iya"
"Oh iya, kenalkan namaku Vika, aku kerja di divisi keuangan!" Gadis ramah bernama Vika itu mengulurkan tangannya
"Aku Zalika" dengan senyum terbaiknya Zalika menyambut uluran tangan dari Vika
"Semoga kamu betah ya kerja disini!"
"Terima kasih!" Keduanya mengobrol hingga memasuki lift, keduanya cukup akrab. Vika adalah teman pertama bagi Zalika setelah dua hari bekerja
"kemarin aku liat kamu dijemput pake mobil mewah?"