Mengagumi, mencintai tapi tidak bisa untuk dimiliki. Karena semua hanya dalam batas rasa yang kerap kali hadir disetiap ada kesempatan menyapa. Bersama melewati hari dan saling mensupport tanpa saling mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.
Cinta? Inikah yang dinamakan tingkatan mencintai yang penuh dengan ketulusan? yang harus menerima dan melihat keberadaan orang yang disayangi, selalu bersama dan menjalani komunikasi tanpa saling mengungkapkan rasa yang telah bersemai bertahun lamanya. Diam dan hanya bisa terasa ketika mata saling beradu pandang, dengan desiran degupan halus terus mengimbangi perasaan. Tak bisa berkata-kata ketika rasa itu memuncak dan hanya bisa diabaikan dengan terus mengalihkan rasa dengan terus melakukan aktifitas tanpa henti.
Berharap tidak harus terbaca, namun gelisah hati nampak tatkala dia mulai berkomunikasi dengan pasangan sahnya. Cemburu? Pasti Iya..! Namun apalah daya jika semua hanya sebatas mengagumi bukan untuk memiliki :)
Namun ketika kesempatan memiliki itu ada, akankah masih bisa bertahan dengan komitmen yang hanya mengagumi bukan untuk memiliki? MEMBIJAKSANAI Rasa itu adalah yang lebih baik. Karena tingkatan mencintai yang paling hakiki adalah ketika melihat orang yang kau cintai berbahagia, meski tidak denganmu tapi selalu berdoa yang terbaik untuk kebahagiaannya.
Melelahkan..? Tentu saja iya..Karena hati yang terus berharap itu lebih melelahkan daripada kaki yang terus melangkah.
Jodoh Pasti Bertemu. Meski waktunya tidak cepat tapi pasti akan datang di waktu yang tepat.
Bagaimanakah kisahnya, ikutin terus setiap episodenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Cerita
Hingga menjelang malam Rizky masih dengan kegelisahannya.
Teleponku gak dijawab, SMS pun gak Dibalas, apa sebenarnya yang terjadi dengan dia, kata Rizky dalam lamunannya.
Satu jam kemudian, ada pesan masuk di handphone Rizky. Dengan gesitnya Rizky mengambil handphone yang terletak tepat disampingnya.
"Maaf kak, Diva lagi ingin menyendiri, wassalamu'alaikum".
Membaca pesan masuk itu membuat Rizky kembali bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan Diva, kenapa dia berubah secepat ini.
"Maksud kamu apa Diva? tolong jelaskan donk jangan memutuskan secara sepihak begini", balasnya
Lama menanti balasan SMS tapi tak kunjung jua. Akhirnya Rizky mengambil jaket hitamnya dan naik diatas motor mengelilingi pusat kota dengan kekalutan pikirannya.
Lima Tahun Kemudian.....
Aktifitas yang tiada pernah berhenti, kesibukan yang selalu nampak di setiap harinya adalah pemandangan yang sudah biasa ketika melihat perusahaan periklanan yang berada disudut jalan strategis itu. Menjadi Direktur di perusahaan itu menjadi kebanggaan tersendiri oleh Varid. Mengambil alih kepemimpinan perusahaan yang di wariskan oleh keluarga untuk dirinya menjadi motivasi untuk pengembangan perusahaan itu kedepannya. Mengingat tanggung jawab besar dipundaknya untuk menghidupi anak dan istrinya serta ibunda tercintanya yang masih setia menemani keluarga kecilnya. Memiliki karyawan yang loyal terhadap pekerjaannya membuat Varid sangat bangga menjadi pemimpin. Waktu istirahat pun telah tiba Varid mengajak seluruh stafnya untuk makan siang diluar tepatnya di Macdonald.
"Ayo teman-teman saatnya untuk makan siang, kita makan siang diluar".
"Horee, makasih yaa Pak, kita semua mau prepare dulu", kata seorang stafnya yang mendengar jelas instruksi dari pimpinannya dan lalu menyampaikan kembali informasi itu ke teman-teman yang disambut sangat meriah oleh yang lain.
Sementara Diva masih setia dengan pekerjaannya yang mengabdikan dirinya sebagai tenaga kependidikan disalah satu Universitas ternama di kota kelahirannya.
Menyelesaikan studi dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ditempat kerjanya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Diva. Mendapatkan tempat kerja yang nyaman dan beraktivitas serta berinteraksi dengan pegawai kantor yang semuanya saling membantu membuat Diva betah dengan pekerjaannya.
"Diva..kamu gak lapar ya? ayo makan siang", ajak rekan kerjanya.
"Hmm, lapar sih tapi aku mau titip aja yaa", sambut Diva dengan sedikit malas beranjak dari tempat duduknya.
"Yaahh, ayo sama-sama aja, kita ke Macdonald yuuk", ajaknya lagi
"Ngapain harus ke sana, di resto depan aja", tunjuk Diva dari balik kaca depan meja kerjanya.
"Sekali-kali kita harus menikmati makan siang diluar Lo , jangan disini Mulu, supaya inspirasi makin lancar dan suasana baru bisa merangsang pemikiran kita mendapatkan ide-ide yang cemerlang dan kembali fresh lagi, dan satu lagi siapa tahu disana kamu bisa bertemu jodoh, hehehe", ajak Wulan teman Diva yang cukup dekat dengannya sejak awal menginjakkan kakinya di Universitas ini.
"Ya udah, ayoo", kata Diva.
"Gitu donk, jodoh itu gak harus ditunggu ditempat, sekali-kali dengan kita menghadiri undangan atau pergi ke tempat ramai merupakan salah satu ikhtiar untuk mendapatkan jodoh", sambung Wulan lagi.
"Ah kamu sok nasehat Wulan, mentang-mentang kamu sudah menikah yaa?", kata Diva sambil tersenyum walau sedikit kesal karena selalu diledek temannya itu.
"Daripada harus bermain di jalanan kan?", kata Wulan lagi sambil menyetir mobilnya.
"Sudahlah kamu fokus tuh pandangannya dijalan, semua pasti akan bertemu jodohnya diwaktu yang tepat, aku merasa baik-baik aja kok dengan keadaan ini", jawab Diva.
Suasana dalam mobil pun lengang, hanya terdengar bait lagu Aku Rindu yang dinyanyikan Dorkas, menemani perjalanan siang hari ini.
🎶Wahai sang putri ratu hati
Terjemahkan bimbang rasa ini
Di mana kau simpan jodohku?
Di manakah kutemukan waktu?
Di manakah nikmat dalam hasrat
Dalam dekap hangat peluk mu?🎶
jadi ikut terhanyut...
kata katanya sangat inspiratif👍👍