🌷 Yenita Rahayu ~ Brian Jeremy Smith 🌷
Yenita merupakan seorang gadis dari keluarga miskin. Sejak kecil dirinya dianggap sebagai pembawa sial oleh ayah dan kakak perempuan kandungnya sendiri.
Hingga suatu hari ayahnya menjual nya pada seorang laki-laki tua kaya raya. Karena tidak bisa menerima hal itu, Yenita memilih kabur dari rumah. Namun dirinya malah menemui kesulitan yang lebih besar, yaitu bertemu dan harus menikah dengan seorang Presdir dari perusahaan Nomer satu yang terkenal sangat Dingin dan Sombong.
Apakah Yenita bisa menghadapi kesombongan sang Presdir Tampan? Atau malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIMSS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Strategi Yang Sukses
Setelah pertemuan nya dengan Herman, Brian menghabiskan seharian itu dengan termenung dan memikirkan perkataan Herman. Sepertinya Herman benar-benar berhasil mengacaukan pikiran nya. Hingga malam hari, saat dirinya pulang kembali ke Mansion Utama Keluarga Pratama. Brian mendapati Tuan Besar yang sedang berada di ruang bacanya bersama Yenita. Gadis itu terlihat fokus membacakan sesuatu untuk Tuan Besar. Sebaliknya Tuan Besar fokus mendengar apa yang Yenita bacakan.
"Benar kata Eiden! Gadis dengan cover polos ini tidak bisa begitu saja di percaya! Bisa jadi dia lebih licik dari Zevanya. Apalagi ibu nya juga adalah seorang wanita murahan, dan Ayahnya adalah seorang mata duitan. Gabungan antara kedua orang itu pasti melahirkan seorang Monster. Lihat saja, aku tidak akan membiarkan mu bisa menjalankan rencana busukmu gadis kampung!" Gumam Brian.
Brian melangkahkan kakinya mendekati kedua orang yang tengah berkonsentrasi itu.
"Ehem! Kakek!!" Sapa Brian.
"Ah! Kau sudah kembali?" Sahut Tuan Besar spontan.
"Em!" Brian melirik Yenita sejenak. "Aku ingin membicarakan sesuatu dengan Kakek! Bisakah?" Ucapnya kemudian.
"Baiklah!" Tuan Besar beralih memandang Yenita. "Yenita, pergilah cari Pak Min! Katakan padanya untuk menyiapkan makan malam untuk ku dan Brian di bawah! Kami akan bergabung dengan yang lain nanti di meja makan!" Perintahnya kepada Yenita.
"Baik Tuan!" Yenita kemudian meninggalkan dua lelaki itu.
Setelah kepergian Yenita Brian mendudukkan dirinya di kursi tunggal yang tadi di duduki oleh Yenita.
"Ada apa?" Tanya Tuan Besar.
"Aku sudah menemui Ayah gadis itu!" Ucap Brian.
"Dia punya nama!" Tegur Tuan Besar dengan tegas.
"Aku tidak mau menyebutkan namanya!" Ucap Brian dengan sinis.
"Bocah tengil! Kalian akan jadi keluarga. Jangan menyebutnya begitu!"
"Kakek harus tau, dia pasti punya niat yang tidak baik pada Kakek! Jadi jangan begitu saja percaya!"
"Kau pikir aku anak TK hah? Apa hanya ini yang ingin kau sampaikan?"
"Apa Kakek serius akan menikahinya?"
"Tentu saja! Kau tidak juga menikah, jadi aku yang akan menikah! Kau tau selain dirimu akan tidak akan menyerahkan semua ini kepada siapapun. Tapi jika kau hanya menanggung nya sendiri aku tidak akan tenang di alam sana. Jadi aku akan mencarikan seseorang yang bisa menjagamu ketika aku tidak ada!"
"Kakek!! Ada Eiden! Ada Kakek Han dan Pak Min disisiku! Lagi pula Kakek tidak akan kemana-mana!"
"Bodoh!! Kau pikir Eiden tidak akan memiliki kehidupan sendiri suatu hari nanti? Apa kau pikir dia akan melajang seumur hidupnya? Kecuali jika kau akan menikahinya? Han juga sudah tua, apa bedanya denganku! Pak Min juga."
"Kalau begitu aku akan menikah!" Ucap Brian, membuat Tuan Besar terdiam.
"Baiklah! Bawalah calon mu ke hadapanku! Carilah wanita dengan benar! Jangan hanya memandang wajahnya! Kalau kau tidak menemukan yang cocok juga maka Kakek akan tetap menikahi Yenita!"
"Tidak boleh!!" Pekik Brian.
"Aishh Bocah Tengil! Memangnya kenapa?"
"Karena aku yang akan menikahinya! Jangan berebut dengan cucumu sendiri!!" Ucap Brian dengan sangat tegas.
Mendengar ucapan Brian, Tuan Besar sebenarnya sangat ingin meloncat kegirangan. Namun dia berusaha mengendalikan dirinya agar tidak melakukan hal itu.
"Kau ini benar-benar! Kau akan merebut calon istri Kakek mu sendir!! Bagaimana mungkin kau...."
"Kakek mengatakan aku harus segera menikah! Aku hanya akan menikahi gadis itu. Jika tidak aku tidak akan menikah bahkan sampai Kakek mati sekalipun. Jadi relakan gadis itu untuk ku!" Brian berdiri dari duduknya. "Baiklah aku akan ke kamarku untuk mandi. Sampai bertemu saat makan malam Kakek!"
Brian kemudian meninggalkan ruangan itu meninggalkan Tuan Besar sendirian. Setelah Kepergian Brian Tuan Besar tersenyum penuh kemenangan dan menghubungi seseorang dengan ponselnya.
"Hallo ini aku!! Siapkan semuanya untuk besok! Kirim Tiffany ke Mansion ku besok pagi-pagi sekali."
...****************...
Seluruh penghuni Mansion Utama sudah berkumpul di meja makan, termasuk Tuan Besar dan Brian. Merek semua makan dengan tanpa suara, larut dalam pikiran nya masing-masing.
"Sudah lama sekali sejak kita tidak pernah berkumpul seperti ini. Aku sangat senang Ayah!" Ucap Abigel memecah suasana hening diantara mereka.
"Benar!! Akhirnya keluarga besar kita berkumpul setelah sekian lama." Sambung Sheina, tak mau kalah.
"Aku hanya menghormati Brian. Karena sejak kemarin dia belum makan di meja makan, seperti dia adalah orang asing yang datang kemari. Padahal semua ini akan jatuh ke tangan nya suatu hari nanti. Jadi aku mengajaknya untuk turun dan mendapatkan kembali kursinya." Ujar Tuan Besar dengan santai.
Namun kata-katanya memancing kemarahan beberapa orang yang berada disana.
"Ah Brian!! Kau belum mengunjungi adik mu sejak kemarin. Dia terus menanyakan dirimu dan ingin pergi ke tempatmu." Ucap Sheina.
Brian tidak menanggapi ucapan Sheina dan memilih terus menyantap makanan yang ada di piringnya. Yenita yang berdiri di belakang Tuan Besar sejak tadi hanya bisa menyaksikan kejadian itu dengan penuh keheranan.
"Ini persis seperti dalam drama korea. Ternyata benar kehidupan orang kaya itu rata-rata tidak harmonis." Gumam Yenita dalam hati.
"Brian!! Sheina sedang bicara padamu!" Tegur Abigel kepada Brian.
"Ah? Maafkan aku, pendengaran ku agak terganggu akhir-akhir ini, barusan aku pikir aku hanya mendengar seekor nyamuk yang berdengung dengan keras di sampingku!" Ujar Brian, yang membuat muka Sheina merah padam.
Yenita menangkap dari ekor matanya, kalau Kepala Pelayan Han dan Pak Min menahan tawa mendengar ucapan Brian.
"Apa semua orang dirumah ini membenci wanita ini? Apa dia ibu tiri jahat? Ahh laki-laki itu saja jahat!!" Yenita kembali bergumam di dalam hatinya.
"Brian!! Walau bagaimana pun dia itu istri Ayah mu!! Bersikap lah Sopan!!" Tegur Abigel lagi.
"Kenapa aku merasa kau sangat ingin membela Sheina?" Sahut Tuan Besar tiba-tiba. Membuat semua orang yang berada disana terdiam seketika. "Teruskan makan kalian! Jangan merusak suasana tentram di meja makan! Selesai makan aku memiliki sesuatu yang harus aku umumkan kepada kalian!!"
Mendengar ucapan Tuan Besar semua orang membisu dan melanjutkan makan mereka tanpa bersuara. Namun pikiran mereka semua dipenuhi oleh pertanyaan tentang apa yang akan di sampaikan oleh Tuan Besar. Sampai akhirnya.
"Apa kalian sudah selesai makan?" Ucap Tuan Besar.
"Ya Ayah!! Apa yang ingin Ayah katakan??" Ucap Abigel.
"Besok kosongkan jadwal kalian semua!!" Ucap Tuan Besar lagi.
"Hah? Ada apa memangnya Ayah? Aku besok harus menghadiri rapat penting!" Sahut Abigel lagi.
"Aku juga tidak bisa Ayah! Aku harus pergi ke acara salah satu teman ku." Sambung Sheina.
"Kakek aku...." Brian ingin mengatakan sesuatu juga. Namun Taun Besar memotong perkataan nya.
"Batalkan semuanya!! Kalau ada yang berani keluar, kalian tidak di izinkan untuk kembali ke rumah ini lagi." Ucap Taun Besar dengan tegas.
"Tuan maaf tapi besok aku harus ke kantor!!" Megan membuka mulutnya ikut menimpali perkataan Tuan Besar.
"Pergilah!! Aku hanya melarang anggota keluarga Pratama. Tentu saja itu tidak termasuk kau dan ibumu kan?" Sahut Tuan Besar. Yang mana membuat Megan dan ibunya merasa sangat malu dan kikuk.
"Baiklah!! Aku akan kembali keatas sekarang." Tuan Besar pun berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang makan diikuti oleh Yenita dan Pak Han.
"Aku juga permisi!!" Brian ikut berdiri dan pergi dari sana.
Megan yang melihat Brian berdiri pun sebenarnya ingin menyusul laki-laki itu pergi, namun tangan nya di tahan oleh Sheina.
"Ada apa besok?" Ucap Sheina yang memandang Abigel dan istrinya secara bergantian.
"Aku juga tidak tahu! Sudahlah, aku harus memberi tahu orang kantor kalau besok aku tidak bisa datang!" Abigel kemudia juga meninggalkan tempat itu diikuti oleh istrinya.
Tersisa Sheina, megan dan Noumi disana.
"Tante!! Kenapa tadi tante menghalangiku mengikuti Brian?" Tanya Noumi dengan kesal.
"Kau ini gegabah sekali! Apa kau tidak melihat bagaimana sikap Brian kepada kita? Dan suasana malam ini sama sekali tidak mendukung. Kalau kau membuat Brian marah malam ini, habislah kita!!" Ucap Sheina.
"Sebenarnya ada apa besok?!"
.
.
.
.
.
Episode selanjutnya hari pernikahan mereka. Jangan lupa like,coment dan vote ya guys.. biar author makin semangat nulisnya. 🙏