Menjadankan istri demi janda. Itulah yang dialami oleh Erlita Bramantyo. Menemani hari hari suaminya, mulai dari titik nol tapi kesetiaan dan rasa cintanya yang amat dalam terhadap suaminya Jhon. Tapi disaat Keadaan ekonomi suaminya semakin berkembang suaminya malah menghianati Cintanya. Ketika hati dan kepercayaan sudah dihancurkan maka tidak akan mudah untuk membuatnya kembali seperti semula. seperti yang saat ini dirasakan oleh Erlita, harus merasakan kenyataan pahit dalam hidupnya. ketika pernikahannya sudah dia bina hampir 15 tahun ternyata penuh kebohongan dan sandiwara. Erlita tidak menyangka kalau ternyata suaminya mempunyai hubungan gelap dengan wanita lain Lalu apakah yang akan dilakukan Erlita ketika mengetahui suaminya berselingkuh? Apakah Erlita akan mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Yuk simak ceritanya di " MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"
original by Morata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20. MENGAGGAP CUCU KANDUNG_MIDJ
"Oma.... Oma..."Mengapa cuman Aska aja yang diberikan uangnya. Abian juga mau dong." ucap Abian merasa keberatan karena hanya Aska saja yang diberikan oleh ibu Anjani. Yang kebetulan suami Ibu Anjani merupakan salah anggota DPR. Ya dia memiliki banyak uang, sehingga Ibu Anjani sangat loyar kepada Aska, Abian dan juga Arini. bahkan Ibu Anjani sering sekali membelikan baju dan yang lainnya untuk anak-anak Erlita.
"Itulah kan Bu, anakku merasa komplain karena satu yang Ibu kasih. jadi begini kan, ngelunjak semua. Makanya jangan dibiasain dong Bu." ucap Erlita sambil menatap Abian dengan tatapan tajam.
"Jangan menatap cucuku seperti itu Erlita. Aku tidak suka dia berani mengatakan seperti itu kepadaku. Karena mereka sudah menganggap aku Oma kandungnya. jadi jangan keberatan jika mereka meminta sesuatu kepadaku. Aku tidak suka dengan caramu.
Mereka begitu dekat denganku, itu berarti mereka benar-benar menyayangiku." ucap Ibu Anjani kepada Erlita membuat Erlita langsung terdiam tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi.
"Baik bu, Erlita minta maaf. Tapi lain kali jangan dimanjain terus dong Bu.
"Tidak apa-apa, selagi ibu ada ibu pasti akan kasih. Sini sayang, ini uangnya. Tapi kamu jangan boros boros suruh disimpan mama ya. nanti siapa tahu ada keperluan penting."
"Iya Oma, uang ini akan Abian manfaatkan untuk membeli buku Abian. Oma Tenang saja." ucap Abian sambil langsung memberikan pelukan hangat untuk ibu Anjani. lalu memberikan kecupan hangat di wajah cantik wanita paruh baya itu.
John yang melihat interaksi antara ibu Anjani dengan kedua putranya. merasa bingung Mengapa ibu Anjani begitu dekat dengan anak-anakku? gumamnya dalam hati. Padahal Ia tidak mengetahui Ibu Anjani merasa kasihan melihat Erlita dan ketiga anaknya, membiayainya seorang diri.
hari-hari Ibu Anjani mengetahui apa yang terjadi di keluarga Erlita. Karena jarak antara rumah Erlita dengan rumah Ibu Anjani tidak terlalu jauh. jadi pertengkaran yang terjadi di rumah Erlita sering sekali didengar oleh ibu Anjani.
"Ya sudah, kalau begitu Oma pamit dulu ya. jaga Adik kamu Arini. Jangan bandel-bandel titip ini untuk Arini ucap Ibu Anjani sambil memberikan uang pecahan Lima puluh ribu satu lagi,untuk Putri Erlita. Membuat Erlita merasa bersyukur memiliki tetangga yang sangat baik kepadanya.
"Terima kasih banyak Bu, Ibu sudah sangat baik kepada Erlita dan juga kepada anak-anak Erlita."
" Tidak perlu kamu mengucapkan terima kasih kepadaku Erlita. kau sudah aku anggap sebagai putriku dan ketiga anakmu aku sudah menganggapnya menjadi cucuku. Jadi kau jangan seperti itu." ucap Ibu Anjani lalu langsung berpamitan dari warung sembako milik Erlita. Ia pun masuk ke dalam rumah yang selama ini ia tempati.
John hanya diam saja mendengarkan pembicaraan Ibu Anjani. kata-kata yang diucapkan oleh Abian pun terngiang yang di kepala John. Tapi tiba-tiba suara deringan ponsel miliknya terdengar jelas di telinganya Ia pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, karena salah satu nasabahnya menghubungi dirinya akan melakukan pembayaran uang yang ia pinjamkan kepada nasabahnya.
John kembali meninggalkan rumah itu dengan menggunakan motor NMX yang dimilikinya. Ia meninggalkan Erlita dan ketiga anaknya tanpa berpamitan sama sekali. Tapi Erlita sudah tidak peduli lagi mau pergi atau datang saja. Erlita sudah membiarkannya begitu saja.
" Papa sudah pergi lagi ma?" tanya Abian kepada Erlita. Erlita menganggukkan kepala tersenyum menatap putranya." Terima kasih ma sudah memberikan senyuman itu kepada Abian. Tapi tolong berikan Abian senyuman yang tulus, tanpa dibayang-bayangi dengan permasalahan yang terjadi antara Papa dengan mama." ucap Abian yang mampu membuat Erlita tertawa cengengesan mendengar kata-kata dari putranya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."
Mungkin di novel berikutnya lebih diperhatikan lagi ya thor. Biar reader makin bisa menikmati membaca novelmu. Tetap semangat thor... Salam...
tetep semangat thor 💪❤️
Jantung degdegan, tangan gemetar, dada sesak, di tenggorokan kaya ada yg nyangkut sampe susah untuk sekedar nelen ludah, pikiran kalut, badan kaya ngambang. Bener² ga nyaman 😔