NovelToon NovelToon
Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:309.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririen curiens

Aisyah adalah gadis periang yang selalu datang terlambat kesekolah. Setiap pagi dia selalu membawa motor kesekolah meskipun tidak memiliki SIM. mungkin hari ini dia lagi apes hingga ketahuan polisi ketika menerobos lampu merah.

pritt...prritt... seketika aku diberhentikan oleh pak polisi yang sedang bertugas. Motorku didorong pak polisi masuk kesebuah pos polisi kecil. "Rudi, tolong kamu tangani bocah ingusan ini, habis melanggar lampu merah", kata pak polisi yang seumuran dengan ayahku.
"Baik pak".

Kulihat seorang polisi keluar dari Pos dengan badan yang tinggi dan kekar. badanku gemetaran melihatnya, takut ditilang. Namun saat dia menoleh ke arahku, "oh..... sungguh tampan sekali kulitnya begitu putih dan wajahnya yang babyface.

Kulihat lihat name tagnya Rudi Arga Pratama Aku hanya diam saja ketika dia berbicara. kisah ini berlanjut hingga membuatku sering ditilang sama Pak Rudi. dari situ cinta mulai muncul.

yuk simak cerita lengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririen curiens, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditilang Surat Cinta

Setelah Minggu kemarin aku tidak pulang kerumah. Akhirnya hari ini aku bisa pulang juga.

Aku memutuskan pulang setelah selesai kuliah. Namun Novi Masih dikos karena besok dia masih ada jadwal kuliah.

Sebenarnya aku juga masih ada kuliah namun kebetulan dosennya masih berada diluar kota. Sehingga hanya diberikan tugas saja.

Setelah dari kampus aku langsung mengambil helm dikos dan bergegas pulang kampung.

Didalam perjalanan aku hanya berhenti untuk mengisi bensin saja. Aku melewati jalan yang biasa aku lalui setiap kali pulang.

Dari kejauhan kulihat motor dan mobil macet. Jalanan merambat namun masih lancar. Aku mencoba menyalip dari sisi kanan namun ternyata ada operasi Patuh.

Aku sudah tidak bisa menghindar lagi karena memang tidak ada arah putar balik, mundurpun tidak bisa.

Aku hanya bersembunyi dibelakang mobil. Padahal semua surat-surat sudah lengkap namun aku malas saja harus antri.

Priiitttt..... Priiitttt..... Priiitttt....

Ternyata ketahuan juga. Seorang polisi mengarahkan aku ke pinggir. Akhirnya ikut antri juga namun masih dengan motornya.

Aku disuruh maju namun polisi di depanku menyuruh maju lagi. sekali lagi aku disuruh maju lagi oleh pak polisi dan ternyata itu Mas Rizal pacarnya Anggun.

"Ayo Mbak keluarkan SIM dan STNK-nya". tanya Mas Rizal

"Aku mulai membuka maskerku dan mengeluarkan SIM dan STNK".

"Lo kamu Syah, kamu maju lagi deh Ada pak Rudi didepan barangkali kamu kangen".

Aku maju lagi kedepan namun polisi didepan mencegat ku lagi.

"Pak itu pacarnya Pak Rudi". Mas Rizal menghampiri temannya.

Pak polisi ini memandangiku dari atas hingga kebawa.

"Maskernya dibuka lagi". tanya pak polisi itu.

"Nggak mau Pak, harus jaga protokol kesehatan", jawabku sambil tersenyum.

"Ya udah kamu maju lagi, bawa STNK sama SIM kamu ke pak Polisi yang dipojokan itu".

Aku melihatnya seperti Mas Rudi namun aku tidak yakin karena dia sedang memakai masker. Memang banyak sekali pak polisi yang berbaris dipinggir jalan, sebagian ada yang mengarahkan pengendara yang menerobos.

Aku maju lagi ke Pak Polisi, yang paling depan. Padahal sebenarnya sama Mas Rizal tadi sudah selesai Lo tapi sama polisi satunya malah suruh maju lagi.

Aku diberhentikan oleh polisi yang satu lagi. Aku memberikan SIM dan STNK ku. Aku menoleh ternyata memang dia Mas Rudi namun dia tidak mengenaliku.

"Ini lampu sepeda kenapa mati", tanya pak Rudi

"Iyah pak, maklum anak kuliahan uangnya Pas Pasan". jawabku.

Dia langsung menoleh kepadaku dan membaca nama di SIM-ku.

Mas Rudi langsung tersenyum dan membuka maskerku.

"Kamu ngapain siang-siang lewat sini. Ayo minggir ikut aku dimeja sana".

"Lo kan, saya sudah punya SIM, kok masih saja ditilang".

"Udah ikut saja, sebentar kok".

Aku ikut Mas Rudi menuju meja. banyak sekali orang yang diberikan surat tilang.

Aku duduk menunggu Mas Rudi.

Kulihat dia menulis diselembar kertas. Cukup lama aku menunggu, rasa deg deg an terus menyelimutiku. Kaki dan tanganku bergetar tak karuan, takut jika Mas Rudi benar-benar menilangku.

Dia memasukkan kertas itu kesebuah amplop putih. Mas Rudi yang melihatku sedang menatapnya, tiba-tiba dia langsung menghindar.

Tak lama dia kembali dan menghampiriku.

"Ini Syah, surat tilangnya. kamu baca dirumah saja yah. Sekarang kamu pulang. hati-hati dijalan yah".

"Iyah Pak, terimakasih".

Aku memegang amplop putih yang tadi diberikan Mas Rudi kepadaku. Kulihat yang lain hanya diberikan selembar surat tilang. Tapi kok aku tadi diberikan amplop, gumamku dlaam hati.

Aku bergegas pulang. Mas Rudi melambaikan tangan dan tersenyum manis. Akupun balas senyumannya.

Sepanjang perjalanan aku masih penasaran dengan amplop putih itu.

Akhirnya setelah hampir satu jam perjalanan sampai juga aku dirumah.

Setelah bersih-bersih aku rebahan dikamar. Masih teringat dengan senyuman Mas Rudi tadi siang.

Aku mengambil Amplop putih itu. Kubuka ternyata isinya sebuah kertas yang dilipat kecil, uang 300 Rb serta SIM dan STNK-ku tadi.

Baru juga mau aku baca namun ibu memanggilku.

"Syah..... Aisyah....".

"Iyah Bu".

Ku taruh lagi kertas itu ditas, dan aku datang menghampiri ibu.

"Iyah Bu, ada apa?".

"Kamu makan dulu sana, ibu barusan masak. mumpung masih hangat".

"Iyah Bu nanti saja".

"Sekarang saja, nanti sore ibu antarkan ke rumah bu deh mu yah. ada acara selamatan disana".

"Iyah Bu".

Aku bergegas menuju dapur untuk mengambil makan. Aku menuruti perkataan Ibu, karena jika tidak, ibu akan terus ngomel.

Setelah selesai makan aku kembali kekamar, baru juga mau buka tas namun Ibu memanggilku lagi dan menyuruhku mandi.

Aku mandi dan sholat setelah itu mengantarkan Ibu ke rumah Bu deh.

Aku mencoba selalu mengingat-ingat isi amplop tadi siang karena aku memang orangnya pelupa.

Aku sampai dirumah jam setengah delapan malam. Lelah sekali rasanya, mencoba berbaring dikasur namun teringat jika aku belum sholat. Akhirnya aku putuskan untuk sholat dulu.

Dering handphoneku berbunyi begitu keras, hingga aku berlari dari mushola ke kamar namun handphonennya tiba-tiba mati.

Setelah ku cas beberapa menit, akhirnya bisa menyala juga. kulihat riwayat panggilan ternyata Mas Rudi.

Baru ingat jika kertas tilang itu belum kubaca. Aku mengambilnya dari tas dan membukanya.

Aku tersenyum membacanya, hatiku tiba-tiba merasa gembira sekali. rasanya mood booster ku naik hingga 100%.

Aku tak menyangka jika isinya bukan surat tilang Namun surat cinta. ternyata masih zaman yah mengungkapkan cinta lewat surat.

Aku membacanya berkali-kali.

"Syah, I Love you. Aku menyukaimu sudah dari pertama kita bertemu. Aku tidak bisa berkata apapun didepanmu. Mau kah kamu jadi pasangan hidupku??.

Aku menunggu jawabanmu, apapun itu. Uangnya tadi buat benerin lampu motor mu yang mati biar nggak ketilang karena operasi Patuh masih sebulan lagi".

Ah..... pengertian sekali Mas Rudi. Ternyata masih ada yah polisi jadul yang mengatakan cinta dengan menggunakan surat, gumamku.

Mungkin tadi Mas Rudi menelponku untuk menayakan ini.

Lama kutunggu Handphoneku berbunyi namun tak juga berdering.

Aku mencoba mengiriminya pesan, namun tak juga dibalas. Bahkan hingga larut malam pesanku belum juga dibaca. Bikin aku penasaran saja.

Aku terbangun dari tidurku ketika suara Handphoneku berbunyi. Ternyata Mas Rudi. Seketika mataku terbuka lebar.

"Assalamualaikum Syah".

"Waalaikumsalam Mas. ada apa Mas ini kan masih malam", jawabku.

"Lo ini sudah subuh, kamu nggak sholat?. Maaf yah semalam aku sudah tidur. Tugas kemaren membuatku lelah".

"Iyah nggak apa-apa Mas".

"Lalu jawabannya bagaimana?".

"Soal yang mana mas", candaku.

"Ya itu. serius nanya dan itu beneran dari dalam hatiku. Aku nggak bisa ngucapin langsung. ketika mau bicara sambil melihat kamu saja keringat dingin rasanya keluar semua".

"Aku belum pernah pacaran Mas jadi aku nggak tahu harus jawab apa. Tapi aku juga punya rasa yang sama".

"Lalu harus bagaimana Syah. Kita nikah saja. InsyaAllah aku sudah siap".

"Enggak tahu, aku juga bingung. Ya udahlah buktikan saja Mas".

"Okay akan aku buktikan besok Syah".

"Kamu mau apa Mas?", tanyaku penasaran.

"Tunggu saja dirumah besok. Mas siap-siap dulu yah. Assalamualaikum".

"waalaikumsalam".

Apa aku barusan salah ngomong ya, sepertinya kok Mas Rudi tersinggung.

Ah...... kok bisa sih. ya sudahlah jika memang jodoh pasti kembali lagi, gumamku.

1
falea sezi
wih Penanggungan mojokerto kn kebetulan q jg mojokerto
Rahma Waty
aku punya ipar beda 10 th dg suaminya. malah langgeng
Eka Yuni
Buruk
Ririen Curiens: terima kasih kakak yg baik, semoga saya bisa menjadi lebih baik lagi drpda panjenengan
total 1 replies
Eka Yuni
Kecewa
Mama lilik Lilik
Aisyah nya kok gitu sich🤦
Mama lilik Lilik
Rizal mungkin ya Thor kok Rudi Mulu yg sama anggun😀
Ririen Curiens: authornya ngantuk Kak hihihihi
total 1 replies
Mama lilik Lilik
kok Novi bukannya anggun??
evita vita
berhenti berharap sya,,seolah perasaanmu dipermainkan
Ririen Curiens
kak, baca novel baru mungkin suka juga. "Terpuruk Dalam Cinta".
Sunarmi Narmi
Kata siapa...teori..selagi si istri nyaman dgn gaya yg aman buat bumil..tiap hari jg ngak mslah Thor...hamil anak" ku dulu pngen nya tiap hari
Angga Berbatock: beruntungnya si suami 🤭😁😅
total 2 replies
Sunarmi Narmi
Ah..mlm buka apem bnyak yg koment...semangat thor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririen Curiens: Iyah kak, pada doyan 😂
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Syah..mending kamu menyingkir dulu..agar hatimu tdk sakit dn memberi ruang buat Rudi..smga segera pulih..dri pda nyesek
Qaisaa Nazarudin
Ketagihan ya mas 😜😜
Qaisaa Nazarudin
PMS kali, gak mungkin darah perawan segitu banyaknya ye kan??😂
Ririen Curiens: 😂😂 biar tahu klu masih prawan kak mangkanya dibanyakin hihihihi
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Nah tuh kan sembuh Amnesia nya,Semoga aja ya..🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Nah itu benar,Biarkan dia yg berjuang,Kalo dia masih juga mengingati Mia takut dia bakal balikan sama Mia, Setelah Mua resmi bercerai..
Qaisaa Nazarudin
Rasanya lebih bahagia loh nerima surat cinta dr lewat WA ,Tringat aku jaman remaja dulu waktu nerima surat cinta dr doi,Senyum2 sendiri saat bacanya,Suratnya malah di kasih bedak biar wangi,Juga kertas dan amplopnya gambar love2 gitu..Aaahh seneng sekali 😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Waah Aisyah doyan banget kenak tilang 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Waah lamarannya di depan umum nih 😀😀
Qaisaa Nazarudin
Cih modusnya Aa Rudi 😂😂😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!