NovelToon NovelToon
Melody Untuk Galaxy

Melody Untuk Galaxy

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:606.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Konflik ringan ya, Gaes! Gak ada kisah sedih-sedih di sini. Tidak ada Valakor dan lain sebagainya 😘😘😘


"Hush ... hush! Menjauh, jangan dekat-dekat! Kamu hanya akan membuatku sial saja," celetuk Melody kepada Galaxy yang menatap dirinya dengan tatapan dingin.

Galaxy Putra Dirgantara, seorang pengusaha muda sukses yang digandrungi ribuan wanita cantik. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Melody Indah, si penyanyi dangdut di sebuah Cafe.

Gadis itu bahkan terus menghindar dari lelaki tampan nan dingin itu. Ia merasa bahwa Galaxy hanya pembawa sial untuk dirinya.

Bagaimana bisa seperti itu? Yukk, baca cerita halu Othor yang satu ini.

Disarankan baca kisah Daniel dan Dania dulu, ya! Mommy dan Daddy-nya Galaxy Putra Dirgantara.

"Pengantin Pengganti Tuan Pemarah"

Terima kasih 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Kembali ke Melody dan Maya yang saat ini sudah berada di depan kediaman Mak Sum. Melody menatap Maya dengan wajah bimbang sebelum ia memutuskan untuk mengetuk pintu rumah berukuran kecil yang ada di ujung salah satu desa.

"Bagaimana?"

"Sudah! Ketuk saja," sahut Maya dengan gemas.

Melody menarik napas dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan. Setelah itu ia pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu tersebut.

Tok ... tok ... tok!

"Masuklah, Nak." Terdengar suara wanita tua dari dalam rumah.

Perlahan Melody mendorong pintu yang terbuat dari kayu tersebut kemudian meminta izin sebelum ia memasuki rumah itu.

"Saya masuk, ya, Mak."

"Masuklah. Kamu temannya Nak Maya, 'kan?"

Terdengar lagi suara tanpa wujud tersebut. Melody mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan sempit itu, tetapi tak kunjung menemui keberadaan sang pemilik rumah.

"Sudahlah, jangan dipikirkan. Sebaiknya kita duduk saja di sini dan tunggu Mak Sum nya keluar."

Maya menarik pelan tangan Melody kemudian mengajaknya untuk duduk di lantai ruangan itu. Walaupun kecil, tetapi rumah Mak Sum terlihat bersih dan rapi.

"Kami duduk, ya, Mak," ucap Maya.

"Ya, ya, duduklah dulu. Sebentar lagi Mak akan keluar," jawab Mak Sum dari dalam kamarnya.

Setelah beberapa saat, akhirnya wanita paruh baya itu keluar sambil melemparkan senyuman hangatnya kepada Melody dan Maya yang sudah menunggunya dengan sabar di ruangan tersebut.

"Mak, sebenarnya maksud saya ke sini untuk—"

Melody segera membuka suaranya setelah Mak Sum duduk di hadapannya. Namun, belum habis ia bicara, wanita paruh baya itu tiba-tiba memotong ucapannya.

"Mak sudah tahu. Ini soal nasib sialmu, 'kan?" sela Mak Sum.

Melody kembali melirik Maya untuk beberapa saat sebelum ia menatap Mak Sum lagi sambil menganggukkan kepalanya. "Ya, Mak. Bagaimana Mak tahu soal itu?"

Melody tampak bingung karena ternyata wanita paruh baya itu sudah mengetahui maksud kedatangannya ke tempat itu. Padahal ia sama sekali tidak pernah bicara sebelumnya kepada Mak Sum.

"Ish, kamu ini, Mel. Mak Sum itu 'kan sakti! Tentu saja dia tahu apa maksud kedatanganmu ke sini," ucap Maya sambil berbisik pelan di samping Melody.

Sementara Mak Sum tidak menjawab pertanyaan dari Melody. Ia hanya tersenyum pelan sambil menatap lekat kedua bola mata indah milik gadis itu.

"Mak, apa yang harus saya lakukan agar kesialan itu menghilang? Saya tidak bisa menghindar dari lelaki itu, Mak. Entah kenapa dia selalu saja ada di sekeliling saya," tutur Melody.

Mak Sum tertawa pelan. Pelan, tetapi terdengar begitu menakutkan di telinga Melody yang belum terbiasa mendengar cekikikan wanita paruh baya itu. Sementara Maya tampak adem ayem, tak tampak sedikit ketakutan pun di wajahnya.

Kik kik kik kik ....

"Kalau dari penglihatan Mak, lelaki itu memang akan selalu menjadi bayang-bayangmu, Nak Melody. Dan menurut Mak, sebaiknya Nak Melody mandi buang sial saja sama Mak," jawab Mak Sum.

"Mandi buang sial?" Melody melirik Maya.

Maya mengangguk pelan kemudian berbisik lagi. "Ya, sebaiknya turuti saja apa kata Mak Sum."

"Begitu, ya?" Melody masih ragu.

"Ya!" Maya mencoba meyakinkan.

"Ba-baiklah. Saya setuju, Mak." Melody pun mengangguk, tanda ia menyetujui saran dari Mak Sum tersebut.

"Sekarang ikuti Mak," titah Mak Sum sembari bangkit dari tempat itu kemudian berjalan menelusuri ruangan dalam rumah sempitnya itu.

Melody dan Maya pun segera mengikuti Mak Sum dari belakang dan akhirnya mereka tiba di kamar mandi Mak Sum yang berukuran 2x3 meter tersebut.

"Gantilah pakaianmu kemudian duduk di sini biar Mak mandiin kamu," titah Mak Sum lagi.

Melody menurut saja. Mak Sum memberikan sarung untuk menutupi tubuh polos Melody kemudian duduk tepat di hadapan wanita paruh baya itu. Sementara Maya memilih menunggu di depan pintu kamar mandi yang terbuka.

Mak Sum komat-kamit membaca mantra sambil menenteng sebuah gayung berisi air bersih. Entah mantra apa yang dibaca oleh wanita paruh baya itu, mereka pun tidak tahu. Setelah selesai membaca mantra, Mak Sum meniup air yang ada di dalam gayung kemudian menyemburkannya ke kepala dan tubuh Melody.

Brrrrr!

Melody seketika merinding karena air itu berasa sangat dingin. Tidak cukup hanya di situ, Mak Sum juga menciptakan air ke seluruh tubuh Melody dengan menggunakan beberapa lembar daun pandan sambil bergumam.

"Hai setan-setan pembawa sial yang ada di tubuh gadis ini, pergilah! Pergilah!" ucap Mak Sum.

"Hah, setan-setan? Berarti setan di tubuhku ini banyak dong?!" gumam Melody dengan bibir bergetar karena kedinginan.

Sementara Maya hanya tersenyum melihat Melody yang tampak kedinginan dengan bibir membiru.

...***...

1
Anonim
Lanjut donk
susi ana
janjinya mau ditamatkan, menunggu ni thor
Widi Nuhgraeni
lanjut Thor...semangat💪🏻
Mi Iwan
lama banget nggak up date, yaa..
Fauzy Ozay
paling sebel kalo BCA cerita lagi seru" nya,trnyata selsai bgtu ja
Wirda ChywingsQueenchez
bagus
Atik Marwati
gpp Thor tetap semangat ya
Atik Marwati
kalo aq jadi melody aq milih nikah sama gala aja udah ganteng tajir mlintir lagi...
Atik Marwati
tetep dah mata duitan...
Atik Marwati
mimpi saja kau kasim
Atik Marwati
tak kirain sombong itu punya perusahaan sendiri ternyata bawahannya gala
Atik Marwati
melody... tar kalo dah cinta dunia bagai milik berdua
Trisna Savitri
Menag banyak uiiiii
Siti Fatimah
aku tunggu lanjutannya kak
Swy Ajjh
ceritanya bagus ok bgt pokoknya
Erina Munir
😂😂😂 galaxyy ...mumpung yaak
Erina Munir
😂😂😂😂😂😂 aya2 waeee
Erina Munir
fithonah lgii..yaa...hidup kenapa seneng banget mitnah2 orang...hadèeeehhh
Erina Munir
mulai deeh biang kusut ngebigos
Ayuu Santa
Sudah sampe berganti tahun 2023 gak juga up… kayaknya mmg putus sampe disini. Sayang banget kisahnya bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!