NovelToon NovelToon
Love And Contract

Love And Contract

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / CEO / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dwiezy

Spin Off Novel Wanita Pilihan CEO.

Sejak awal Devita Smith hanya mencintai Angkasa Nakamura, pria yang menjadi cinta pertamanya. Namun, takdir berkata lain saat Devita di jodohkan dengan Brayen Adams Mahendra, anak dari sahabat ayahnya. Baik Brayen dan Devita, sama - sama menolak pernikahan ini. Devita yang selalu mencintai seseorang yang dia tunggu dan Brayen yang telah memiliki seorang kekasih.

"Jadi kau tidak suka dengan perjodohan ini?"

"Tentu tidak! Aku tidak mau menikah denganmu!"

Brayen menyeringai puas. "Alright, mari kita buat kesepakatan."

"Kesepakatan?" Devita mengerutkan keningnya, menatap bingung pada Brayen.

Brayen kemudian mendekat. Dia menarik dagu Devita dan menatap lekat manik mata wanita itu. "Ya, kesepakatan pernikahan ini."

Bagaimanakah kisah rumah tangga mereka yang berawal dari sebuah kesepakatan? Akankah berakhir menjadi cinta? ~ pertanyaan ini akan terjawab dalam cerita kisah cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwiezy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

Setelah acara pernikahan, Brayen kini membawa Devita ke mansion yang baru di beli olehnya. Devita mengedarkan pandangannya pada mansion mewah milik Brayen.Terlebih berderet mobil sport milik Brayen yang membuat Devita menelan salivanya susah payah.

"Ternyata dia memang sangat kaya!" Ucap Devita dalam batin.

"Brayen, kenapa kau membeli mansion untuk kita tinggal sangat besar?" tanya Devita, sambil menatap setiap sudut mansion milik Brayen.Mata Devita tidak akan pernah berhenti menatap masion milik suaminya ini. Bahkan masion ini, jauh lebih besar dari pada mansion miliknya.

"Karena aku menyukai mansion ini," jawab Brayen dingin.

Devita mendengus tidak suka dan berkata, "Tapi kita hanya tinggal berdua, kenapa kita tidak mencari mansion yang lebih kecil saja?"

"Kita tidak tinggal berdua, ada sopir, pelayan dan keamanan. Jadi tidak mungkin aku membeli mansion yang kecil." balas Brayen yang malas menanggapi ucapan Devita.

"Sudah, jangan banyak bertanya! Lebih baik aku antar kamu ke kamar." Brayen membawa Devita ke kamar mereka, kamar dengan design mewah dengan warna dasar abu - abu membuatnya terkesan sangat elegan.

"Brayen, ini kamarku?" tanya Devita yang tidak percaya. Dia terus menatap kamar yang di tunjukan oleh Brayen. Namun seketika dia mengingat kamar ini di tunjukan bukan hanya untuk dirinya. " Maksudku, kamar kita." koreksi Devita cepat. Dia lupa, jika di kontrak tertulis dirinya akan satu kamar dengan Brayen.

"Ya, ini kamar kita," jawab Brayen. " Kau juga jangan banyak membawa barang. Karena Mommyku sudah menyiapkan yang kau butuhkan. Walk in closet milikmu ada di ujung sebelah kiri.

Devita mengangguk dan berkata, " Baiklah, aku akan melihatnya."

Devita berjalan ke arah walk in closet yang sudah di siapkan oleh Rena. Saat Devita masuk ke dalam walk in closet miliknya, dia terkejut melihat sepatu, tas dan dress cantik yang sudah tersusun rapih. Bahkan semua barang yang ada di walk in closetnya, adalah merk ternama dunia. Dengan cepat Devita berjalan keluar menemui Brayen.

"Brayen, sebelum kita menikah, Mom Rena sudah membelikanku banyak barang - barang? Bahkan aku belum membawa semuanya. Aku hanya membawa satu koper saja hari ini. Tapi, kenapa Mom Rena menyiapkan ini semua untukku Brayen? Ini sangat berlebihan?" kata Devita yang kini susah berada di hadapan Brayen

"Jika kau tidak suka, kau bisa membuangnya!" Ucap Brayen langsung berjalan meninggalkan Devita.

"Ck! Dia memang laki - laki yang menyebalkan!" Gerutu Devita, dia menarik kopernya menuju walk in closet miliknya untuk menyimpan kopernya. Devita memang sengaja tidak terlalu banyak membawa barang. Dia berencana akan mengambil barang - barangnya besok, tapi bagaimana dia membawa walk in closet miliknya yang sudah di penuhi oleh barang - barang.

Devita menatap gaun - gaun yang sudah tertata rapi. Dia bahkan tidak bisa berkata - kata. Dres dan gaun yang sudah di siapkan oleh Rena, sangatlah cantik. Lalu dia membuka sebuah kotak di atas meja rias, mata Devita membulat sempurna melihat koleksi berlian, bahkan ini sangat banyak dan sangat mewah.

"Sungguh ini terlalu berlebihan. Besok aku harus menghubungi Mom Rena;" gumam Devita sambil menggelengkan kepalanya.

Devita menghela napas dalam. " Lebih baik sekarang aku mandi dan berendam."

Devita berjalan meninggalkan walk in closet miliknya, menuju ke arah kamar mandi. Saat dia keluar dari walk in closet, dia melihat Brayen hanya memakai celana training panjang, dan tidak memakai baju. Dada bidang dan otot perutnya membuat jantung Devita berdegup kencang. Dengan cepat Devita langsung mengalihkan pandangannya.

"Brayen, kenapa kamu tidak memakai bajumu!" Gerutu Devita, dia berusaha menyembunyikan kegugupannya.

"Ini di kamar, dan aku memiliki kebiasaan, habis mandi harus seperti ini. Jadi, lebih baik kau mandi! Dan jangan berisik!" Balas Brayen dengan sinis.

Devita berdecak kesal mendengar ucapan dari Brayen. Dia memilih meninggalkan Brayen menuju kamar mandi.Devita meregangkan lehernya lelah karena resepsi pernikahannya. Dia ingin segera berendam. Devita mulai membuka pengait gaunnya. Namun, saat dia berusaha membuka pengait gaunnya. Dia kesulitan. Bahkan dirinya sudah berjinjit tapi tetap tidak bisa.

"Astaga, aku harus minta tolong dengan siapa. Ini kenapa susah sekali di bukanya, sih?!" Gerutu Devita sambil berusaha kembali membuka gaunnya. Dia kembali berjinjit, bahkan menahan nafasnya, tapi tetap saja masih susah untuk di buka. Akhirnya Devita berjalan keluar. Tidak ada pilihan lain lagi, dia terpaksa harus meminta bantuan pada pria yang menyebalkan itu.

"Brayen, tolong bantu aku!" Teriak Devita, sambil berjalan ke arah Brayen.

"Kau mau meminta bantuan, tapi kenapa harus berteriak!" Brayen menggeram menahan emosinya, gadis kecil di hadapannya itu baru saja satu hari sudah membuatnya pusing.

Devita tersenyum, menunjukkan gigi putihnya, "Maaf, aku hanya ingin meminta tolong, bukakan pengait gaunku. Aku sudah berjinjit dan menahan nafasku tapi tetap saja sulit,"

"Menyusahkan saja! Berbalik lah!" Tukas Brayen.

Devita langsung berbalik, lalu Brayen membuka pengait gaunnya Devita. Saat gaun Devita sudah terbuka. Brayen terus menatap punggung mulus dan putih milik Devita. Dengan cepat Brayen langsung mengalihkan pandangannya, saat melihat punggung putih mulus Devita.

"Sudah, sekarang kau lebih baik kamu mandi dan segera mengganti pakaianmu!" Ucap Brayen dingin. Devita mengangguk dan kembali berjalan menuju ke arah kamar mandi.

Devita melepaskan gaunnya dan kini dia merendam dirinya di jacuzzi. Sabun beraroma jasmine di campur dengan milk. Membuat tubuhnya kini jauh lebih rileks. Seharian pesta benar - benar melelahkan untuknya.

Tiga puluh menit sudah, Devita membersihkan diri lalu berjalan keluar dari kamar mandi hanya memakai bathrobe dengan rambut yang di lilit oleh handuk. Dia berjalan menuju ke arah walk in closet miliknya dan membuka salah satu wardrobe yang berisi dress tidur, namun saat Devita yang membukanya, dia sangat terkejut dengan gaun tidur yang sudah di siapkan oleh Rena.

"Astaga, tadi aku belum memeriksa gaun tidurku. Apa ini gaun tidurku? Ini sama saja seperti aku tidak memakai baju!" Gerutu Devita sambil menyentuh lingerie di wardrobenya.

"Untung aku membawa gaun tidurku sendiri," gumam Devita. Dia langsung mengambil koper miliknya dan mengambil salah satu gaun tidur berwarna maroon yang dia bawa dari rumah.

"Nah, ini lebih baik. Dari pada aku harus memakai gaun tidur yang kekurangan bahan itu. Sama saja aku tidak memakai baju!" Gerutu Devita setelah mengganti gaun tidurnya, Devita berjalan menghamliri Brayen, yang kini telah di duduk di atas ranjang dia menatap Brayen yang masih berkutat dengan Ipad.

"Hem. Brayen, ini jadi kita tidur berdua di ranjang?" tanya Devita yang gugup dan tidak berani menatap Brayen.

"Apa kau mau tidur di lantai?" tanya Brayen sinis.

...*****...

Episodenya udah Author buat panjang, sekarang bantu Author untuk VOTE dan jangan lupa sehabis baca langsung LIKE sertakan KOMENTAR positifnya juga ya, Author sangat berterima kasih dengan komentar - komentar kalian yang sudah buat Author bersemangat.

Bersambung....

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.

1
Rosanti
Luar biasa
eyke aja
knp Thor belum up juga
Ulfa Birrya
lanjuuuuut👍🏿👍🏿👍🏿
Endang Listyawati
seru😮😮
Sugiyanti 15
lanjut thoor bakal seru ni ceritanya
Artati Sukreni
banyak di novel2..jalang malah dpt banyak...beruntung menikmati sosis beraneka....pemeran utama malah dpt sisa....🤣🤣🤣
Artati Sukreni
wiliam bukan suka elena tp terobsesi semua wanita yg dimiliki breyan...
Artati Sukreni
ih....emosi bacanya...bodoh banget ..
Artati Sukreni
jawaban wanita cerdas...
Artati Sukreni
jalang murahan...jangan2 sama william tuh...
Artati Sukreni
elena mana mau nglepasin atm berjalannya...
Artati Sukreni
hmmm..harusnya devita nolak dulu..bikin suami laknat nyesel kehilangan...
Artati Sukreni
rasain tuh....cemburu kan...istrimu byk yg mau...
Artati Sukreni
devita jangan mikirin suami laknatmu....
Artati Sukreni
laki2 goblog..mau aja diatur...
Artati Sukreni
brayen egos lu.......dirinya nyimpen pacarnya, iatrinya ga boleh..enak luh...
Artati Sukreni
breyan keblinger.....
Artati Sukreni
breyan...jangan menyesal kamu nanti yah..
Artati Sukreni
kasian devita....
Artati Sukreni
bagus devita..jangan pikirin suami durhakamu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!