NovelToon NovelToon
Papa Merindukannya

Papa Merindukannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:166.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anggraeni.arp

Cerita karangan fiksi
Awal bab memang bertele-tele, para pembaca harus sabar dan terus membacanya agar faham okey?

Kisah sepasang suami istri yang terpaksa harus berisah karena kesalah fahaman di malam kekacauan itu. Perusahaan besar sekalipun ternyata dapat lengah.

Ilona, ia adalah istri sang CEO yaitu Arthur. Ilona, melarikan diri dalam keadaan hamil, dan ia belum sempat untuk memberitahukan kabar baik ini pada Arthur.

1 tahun kemudian, setelah melahirkan Ilona kembali ke rumah Arthur, namun hanya untuk memberikan anaknya pada Arthur, tujuannya agar ia tau bahwasanya dirinya sudah memiliki seorang anak.

Singkatnya 9 tahun kemudian. Sang putra kecil Arthur pun telah tumbuh menjadi anak yang sangat genius terutama di bidang bisnis, yaps ia mewarisi kemampuan dari papahnya. namun rasanya di ultah kali ini ia merasa ada yang kurang yaitu kehadiran sosok seorang Ibu.

Nama anak genius itu adalah Afmar.

Bagaimana cara Afmar menemukan bundanya kembali?

Dari pada kepo baca yu... (・ω-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraeni.arp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Akan aku satukan kembali

"Aku akan berusaha, jadi papah tenang saja, percayalah." ujar Afmar yang meyakinkan Arthur.

"Akan papah tunggu."

"Okay papah. Bunda... selepas bunda bekerja ikut Afmar ke hotel yah? Please." Afmar berusaha membujuk Ilona.

"Memangnya ada apa di hotel?" tanya Ilona.

"Ayolah bunda, Afmar pengen bunda selalu di sisi Afmar, 1 hari saja sebelum Afmar pulang, yah... please." Afmar tetap memaksa Ilona untuk ikut bersamanya ke hotel.

"Sayang... kan bunda udah bilang kemarin, Afmar mau tunggu bundakan?"

"Bunda... cuman 1 hari aja kok."

Ilona tetap memberikan sebuah pemahaman kepada Afmar. "Tunggu bunda yah sayang, sabar."

"Emm... bunda tetep ga bisa yah." Afmar menundukan kepalanya.

Ilona yang tidak mau melihat anaknya bersedih, akhirnya Ilona memutuskan untuk sedikit menghiburnya.

"Anak bunda yang paling ganteng... mau di sun bunda gak?" ujar Ilona yang berusaha untuk menghibur Afmar.

"Umm... mau." jawab Afmar dengan wajah memelas.

"Umm... sini sayang, muach... udah yah jangan sedih-sedih lagi, nanti gantenya ilang loh." Ilona menghibur Afmar lewat ciuman di keningnya.

"Iyah bunda, terimakasih. Bunda, kalo ini boleh sombongkan?" tanya Afmar yang masih gatal untuk menyombongkan dirinya kepada Arthur.

"Jangan dong sayang, kan tadi mau belajar ga sombong." jawab Ilona.

"Betul apa yang di katakan oleh bundamu Afmar. Nyonya Sheng sepertinya kamu lupa bahwa aku juga butuh ciuman." ujar Arthur yang iri.

"Ish kamunih, udah sih di jalan dulu aja, jangan mikir kemana-mana." seru Ilona.

"Ouh... berarti di kantor yah."

"Astaga! Arthur fokus saja dulu di jalan!" seru Ilona lagi kepada Arthur.

"Baiklah nyonya, akan aku tunggu hingga sampai di kantor."

Ilona berbicara di dalam hatinya: 'Arthur, kenapa jantungku berasa seperti sedang di guncang oleh badai, ini terlalu berdetak terlalu kencang, lagian kenapa Arthur harus minta cium juga sih!'

Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka bertiga sampai di kantor. Arthur dengan keromantisannya bermaksud untuk membukakan pintu mobil untuk Ilona, namun sebenarnya Ilona takut dengan sikap Arthur yang memperlakukannya seperti orang yang begitu spesial, ia takut hal ini dapat mengundang kecurigaan para karyawan terhadapnya.

Arthur membukakan pintu mobil untuk Ilona. "Silahkan."

"Emm... ya, terimakasih." Ilona segera turun dari mobil sebelum ada karyawan yang melihatnya.

"Bunda... aku kira masuk ke dalam." ucap Afmar yang lupa bahwa dirinya tidak boleh memanggil Ilona dengan sebutan Bunda.

"Afmar!, kenapa dia bisa keceplosan begitu? gimana kalo ada yang dengar." gumam Arthur yang menyadari bahwa Afmar memanggil Ilona dengan sebutan Bunda.

Ilona sama sekali tidak menyadari hal itu, jadi ia bertingkah seperti biasanya. "Ayo, sini kita peggangan tangan."

"Ayo..."

Sesampainya di ruangan pribadi Arthur, ternyata di dalam sudah ada Susan yang sedang menunggu kedatangan Arthur. Arthur sudah mengetahui bahwa sebab jatuhnya benda di proyek pada saat itu adalah karena Susan yang terjatuh pingsan di lantai 2. Tetapi sayang nya itu bukan hal yang sebenarnya terjadi.

"Eh Susan?, kenapa kamu bekerja?" tanya Arthur yang terkejut atas kehadiran Susan di kantor.

"Susan, apa kamu sudah benar-benar sehat?" Ilona Ikut bertanya kepada Susan.

"Wah... wah... kalian begitu menghawatirkan aku, kalian juga harus menghawatirkan Afmar, bukan nya gara-gara aku pingsan pada saat itu Afmar jadi terluka?" ujar Susan yang ingin mencari perhatian Arthur.

"Kamu jangan berkata seperti itu Susan! Afmar sudah tidak apa-apa, itu hanya kecelakaan yang tidak di sengaja, kamu juga ikut terluka karena itukan?. Sudahlah Susan, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti itu." ucap Arthur yang menasihati Susan.

"Iyah benar, Afmar adalah anak yang sangat kuat, ia tidak mungkin akan banyak terluka, jadi kamu tenang saja yang terpenting sekarang adalah kesehatanmu." ujar Ilona yang menunjukan kepedulian nya.

Susan berbicara di dalam hatinya: 'Ilona, aku tidak peduli tentang perhatianmu, bagiku perhatian Arthur yang terpenting!'

"Eum... terimakasih, kalian berdua memang sangat baik." ujar Susan dengan sejuta kebohongan.

"Sama-sama, Susan." Ilona tersenyum ramah.

"Susan, apa aku boleh meminta sesuatu darimu?" tanya Arthur.

"Kau ini seperti siapa saja, katakanlah."

"Aku minta sekarang kamu keluar dulu dari ruangan ku, setelah beberapa menit akan aku panggil lagi." ujar Arthur.

"Eh... tapi kenapa Arthur?" tanya Ilona keberatan.

Afmar menarik baju Ilona mengisyaratkan sebuah keinginan.

"Sudah kamu turuti saja. Susan aku mohon kerja samanya."

"Baiklah." Susan keluar ruangan dengan keadaan raut wajah kesal.

Di dalam ruangan pribadi Arthur

"Afmar, kenapa kamu sampai lupa dengan persepakatan kita? dan kamu Ilona, kamu menyadarinya tidak?" seru Arthur yang tiba-tiba berubah menjadi serius.

Ilona kebingungan dengan apa yang di katakan oleh Arthur. "Kenapa kamu tiba-tiba marah?"

"Iyah papah, kau ini kenapa?" tanya Afmar yang juga kebingungan.

"Afmar! kamu tidak boleh memanggil bundamu dengan sebutan bunda di halayak ramai, tadi ketika keluar dari mobil kamu mengatakan bunda dengan sangat jelas, bagaimana kalau ada yang mendengarnya!?. Apa kamu mau bundamu itu hilang lagi dari genggaman mu lagi!?" Arthur berbicara tegas.

Ilona baru saja menyadarinya, ia bergegas menenangkan perasaan Arthur, karena dirinya tau sebab dari kemarahan Arthur kepada Afmar, sebabnya adalah dia takut akan kehilangan dirinya lagi jikalau rahasia ini terbongkar.

"Arthur, sudah tenanglah, gak ada yang dengarkan? ini hal yang tidak sengaja, aku tidak akan meninggalkan kalian jikalau memang tidak di sengaja, tenanglah Arthur." Ilona memeluk erat Arthur.

"Pa... papah, maafkan aku." ujar Afmar yang ketakutan sehingga bergetar seluruh tumbuhnya saat melihat Arthur begitu marah terhadapnya.

"Sudah Arthur, tenanglah, lihat Afmar ketakutan, sudah Arthur." semakin erat pelukan Ilona terhadap Arthur.

"Huhuhu... maaf papah, A---Afmar lupa." Afmar mulai menangis dengan menundukan kepalanya.

Arthur mulai kembali tenang saat Ilona mengatakan ia tidak akan meninggalkannya jikalau hal itu tidak di sengaja, dan Arthur semakin tenang saat Ilona memeluknya.

Arthur berbisik ketelinga Ilona. "Aku sudah tenang, sekarang kita peluk Afmar bersama yah."

Ilona melihat ke arah mata Arthur. "hem... baiklah."

Ilona dan Arthur diam-diam memeluk Afmar di sisi kanan dan kiri. "Maafkan papah yah Afmar, papah hanya takut kehilangan bundamu, sama sepertimu sekarang yang sedang ketakutan karena papah."

Afmar terkejut karena kedua orang tuanya secara tiba-tiba memeluknya, bukannya menjadi tenang Afmar malah semakin terharu. "Pa... pah, Bun... da, hua!..."

"Sudah, mulai besok kamu harus mengingatnya yah." ujar Ilona dengan lembut.

Di dalam pelukan hangat mereka Arthur sempat-sempatnya meminta Ilona agar untuk bersikap seperti dahulu ketika mereka masih bersama, Ilona awalnya menolak, namun Arthur mengancam Ilona bahwa ini adalah salah satu dari persepakatan yang mereka buat, yang pada akhirnya Ilona tidak dapat untuk menolaknya.

"Kalau begitu, cium aku sekarang." ucap Arthur yang terang-terangan di hadapan Afmar.

"Papah! kau ini." ujar Afmar yang mengeluh.

"Sudahlah, kau ini terlalu banyak bicara, anak kita masih nyaman dengan pelukan ini, bertahan sebentar." Ilona mengatakan itu dengan keadaan wajahnya yang mulai tersipu malu.

Arthur yang melihat Ilona seketika menjadi salah tingkah pun hanya bisa tersenyum gemas.

🌻🌻🌻

...♥Bersambung..... lanjut baca Bab 21 yah!, makin kepo ga nih?, Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...

Jangan lupa untuk like + vote + komen & vaforit.

...♡(∩o∩)♡...

Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤

Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam

1
Indah Rohmiatun
bukti sudah ada ,itu namanya slingkuh arthur
Indah Rohmiatun
kelamaan thor
Windi
maless gmpang banget maafin , terserah lah cukup sampai disini aja baca'y
Muhibbah
lanjut tor 💪👍
Arp: Mampir yu kek Novel baru boleh liat di profil atau cari yang judulnya Cinta Dalam Balas Dendam🙏🖤
total 1 replies
Almahyra
Rp
re
Next
Dewi Yulianti
Lanjut thiur
~🌹eveliniq🌹~
nyicil baca lg ya support selalu
Arp: Mee to
total 1 replies
Yuli Yulianti
Novita si ulat bulu nggak tau malu emang
Arp: Suka banget sama kak Yuli ini. Selalu suport, terimakasih kak sudah membuat saya tambah semangat buat up
total 1 replies
Mystorios _ Writer
udah mampir kak, di tunggu jejaknya di Menikah dengan Tuan Ares☺
Saae
Masuk rak kak,, bacanya nyicil ya..

Salah dari malaikat tak bersayap..
Yuli Yulianti
Novita mau nya cepat dibasmi biar nggak gatal
Arp: Assiap... tunggu up bsk yah, soalnya author baru sembuh nih.
total 1 replies
Yanny Rinata
semangat thor
Arp: Makasihhh kakak
total 1 replies
Yuli Yulianti
jgn sampai keinginan Novita tercapai Thor ..Bima bodoh mau aj diperalat si ulat bulu coba tundukan novita dgn cara mu
Arp: Siap laksanakan
total 1 replies
Laila Nabilah
next ya kakak semngt
Arp: alhamdulillah, pasti kak
total 1 replies
~🌹eveliniq🌹~
hadir memberi support selalu
Arp: Terimakasih kak eveliniq...
total 1 replies
Arp
Novel ini semoga semakin besar, dan author dapat menciptakan karya lebih bagus lagi, dan noveltoon dapat menanggapinya dengan baik seperti penulis lain yang mendapatkan penghasilan begitu tinggi. aamiin
Ihsan.MIM
rumah sakit
Arp: Rumah Dari cinta kita
total 1 replies
Whya Fajria
masa gk ada fotonya mamanya dlm rumah kak
Arp: Gapapa kak, terimakasih.
Karna awalnya Arthur udah putus asa buat nyari keberadaan istrinya semenjak pertemuan kembali, Ilona bilang jangan kejar aku dengan alasannya, namun setelah pertemuan pertama kalinya lagi setelah 10 thn, Afmar berusaha untuk mempersatukan mereka kembali
total 3 replies
Whya Fajria
permisi kak aku mampir ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!