NovelToon NovelToon
PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT

PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Pembunuhan
Popularitas:317k
Nilai: 4.9
Nama Author: Wisnu Arca

perkenalan
namanya Roman maulana satria usia dua puluh empat tahun pendidikan sarjana hukum lulusan amerika.hidup sebagai preman jalanan walau merupakan putra konglomerat pewaris tunggal satria corp. kisah cintanya tak direstui ibunya. yok kita lihat perjuangan hidupnya untuk mengungkap kasus kematian kekasihnya yang dibunuh dengan menularkan virus covid 19 yang lagi viral dan menghilang dari kedua orang tuanya. mari kita masuk dalam kisah pertama pulang ke Idonesia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisnu Arca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memaafkan semua pembunuh Morrin

Orang orang sudah ramai di rumahnya pak Imran untuk mengadakan tahlilan. Tampaknya tahlilan segera dimulaikan oleh ustad yang berasal dari kampung tempat tinggalnya pak Imran. Sebelum tahlil dimulai terlihat pak Rifky berbicara dengan cara berbisik bisik dengan ketua rt setempat.

Pak rt menghampiri pak kholik ustad yang sebenarnya akan memimpin tahlilan tersebut, namun setelah pak rt menyampaikan sebuah permintaan pak ustad tampak mengiyakan dan anggukan kepala kepada pak rt.

Pak rt segera mengumumkan kalau tahlilan segera dimulai, dan tahlilan dipimpin oleh pak Rifky. Kemudian pak Rifky dipersilahkan untuk memulaikan tahlilan.

Diluar di depan tempat para jamaah yang sedang akan mengadakan tahlilan. Sebuah mobil warna hitam baru saja tiba dan Alhamdulillah mendapat tempat parkir. Orang yang didalam mobil tersebut tidak lain adalah Roman. Dan Roman setiap hari datang menghadiri tahlilannya Morrin. Namun, dia tetap didalam mobilnya sehingga tak satupun keluarga Morrin tahu.

Dengan tenang dan khusuk, pak Rifky memulai tahlilan dengan membaca ta'awwudz bismallah mukaddimah sampai pada sholawat...

Hati Roman bergetar mendengar suara orang yang memimpin tahlil ini. Suara ini tidak asing ditelinganya. Dia mengenal suara ini. Mungkinkah ada orang yang memiliki suara yang sama dengan bapaknya. Dan ini tahlil terakhir bagi almarhumah. Ingin rasanya dia keluar untuk melihat orang yang memimpin tahlilan ini namun dia takut. Takut dikenali orang.

Jauh dari tempat tahlilan, ditempat Ghazan dan Winda stay mengadakan pertemuan dengan beberapa orang untuk membahas sebuah rencana. Rencana agar terhindar dari tuduhan pembunuhan dari aparat hukum.

"Apa rencanamu selanjutnya Win...setelah tidak ada Morrin sekarang?" tanya Ghazan.

"Belum ada masih menunggu perkembangan dari ibunya Roman." jawab winda.

"Apa impormasi yang kamu dapatkan dari sana."

"Roman menghilang."

"Impormasi yang lain?!!" tanya Ghazan lagi.

"Roman menemukan bros yang kamu berikan." jawab winda gelisah.

"Kok bisa?" tatap Ghazan serius

"Maaf aku ceroboh...terlepas tanpa kusadari dikamar Morrin."

"Ini bahaya lho win...bisa jadi bukti dan tuduhan mengarah kekita."

"Kalau masalah bros kita bisa tuduh mereka yang merekayasa." kata winda tidak takut.

"Tergantung kekuatan kemampuan argumen kita didepan penegak hukum." Ghazan merespon analisa Winda.

Dan,

"Kamu apa kendalamu sehingga sampai sekarang tidak bisa menemukan jejak Bisri." Ghazan memindahkan pertanyaan pada Barra Zalu dan Kokon.

"Aku baru saja dikeluarkan dari kantor polisi." jawab Barra berhasil ngelit dari murka Ghazan.

"Kamu gimana!" anggukan Ghazan mengarah ke Zalu dan Kokon.

"Kendala sih tidak ada bos...cuman Bisri tidak banyak orang yang kenal, dan kami sudah susuri semua tempat. Tetapi ada satu pemulung yang tahu. Yang kebetulan lewat dan melihat Bisri sedang bertarung dengan seseorang." kata Zalu.

"Dimana dia temukan Bisri bertarung." tanya Ghazan.

"Tidak jauh dari mall ambasador!" jawab Zalu.

"Tempat itu kan ramai?" tanya Winda.

"Orang banyak menyaksikan tetapi mereka cuek tak mau ambil resiko." jawab Zalu.

"Dengar..., kalian semua dengar..., dan camkan ini baik baik. Bisri adalah ancaman besar dalam hidup kita, karena dia satu satunya orang yang masih hidup dan berperan penting dalam kasus ini. Sekali lagi berperan penting dalam kasus ini. Karenanya kalau kita biarkan dia masih hidup maka kita semua bisa celaka!" kata Ghazan dengan mata menyala nyala dan sangat ketakutan.

"Kami berharap ada arahan dan solusi terbaik dari bos!" kata Kokon memohon diberikan cara terbaik untuk menemukan Bisri.

"Arahanku...temukan dia sampai dapat, dan kalian lebih tahu dari pada saya. karena kalian adalah temannya!" bentak Ghazan marah.

Kokon sebenarnya ada yang mau di ceritan. Tapi Ghazan keburu marah akhirnya dia diam.

Dingin sudah mulai meraba tubuh. Pertanda malam sudah mulai larut. Yang memiliki kesibukan esok, sudah mendengkur dalam tidurnya. Sedang yang pengangguran banyak memilih begadang.

Ghazan sudah bubar dalam pertemuannya. Dan pak Rifky baru saja pamit dari rumah pak Imran, dengan kisah memilukan.

Di apartemen Roman, pak Bisri berdzikir dan berdoa. Dia mendoakan arwah maryam istrinya. Tak ada satupun keluarganya dan keluarga almarhumah, yang mengetahui kepergian Maryam. Termasuk anak kandung mereka sendiri, yang ditinggal jauh diujung timur Indonesia sana. Yakni, pulau lombok daerah tanah kelahirannya dan daerah kelahiran almarhumah.

Saking khusuknya berdoa, diapun sampai hanyut dalam kesedihan. Dan penyesalan yang tak berujung, hingga dia tidak menyadari diri tertidur karena pilu hatinya.

Sebuah pergerakan yang sangat sempurna, sampai tak terdengar oleh Bisri. bahwa, ada yang bergerak ringan mendekati tempat tidurnya.

Pintu kamar Bisri bergerak terbuka. Seseorang berjalan tenang berdiri, memandang pak Bisri yang tertidur pulas.

Lampu kamar Bisri masih menyala. Ketika dia menggerakan tubuhnya, masih dalam keadaan tertidur, Bisri sadar kalau dia tertidur saking lelah dan dia tidak sempat mematikan lampu kamarnya.

Bisri bangun dari tidurnya dan duduk lemah dengan mata masih terpejam. Dia tidak sadar disampingnya seseorang duduk santai memperhatikannya.

Dengan lemah Bisri memaksakan dirinya bangun dan berjalan untuk mematikan lampu. Bisri sedikit tersentak sepertinya dia mendengar ada ******* napas didekatnya. Bisri membuka matanya.

Dan,

Dia tersentak kaget mundur beberapa langkah kedepan. Sosok orang yang disakiti duduk dengan tenang disamping tempat tidur kamar tersebut. Bisri tersimpuh lemah dan pasrah kalau malam ini adalah malam terakhirnya di dunia.

"Roman...sebelum nyawaku terpisah dengan ragaku, aku ikhlas menerimanya. Kamu maafkan aku dan almarhumah istriku." kata Bisri lemah.

"Bisri kehilangan orang yang kucintai sangatlah menyakitkan tapi bukan berarti aku harus membencimu. Aku sudah memaafkanmu,almarhumah istrimu dan semua orang yang terlibat dalam pembunuhan Morrin. Agama mengajarkanku seperti itu dan kewajibanku untuk menjalankannya." kata Roman tulus.

"Tapi...nyawamu dalam ancaman Ghazan dan Winda. Berarti jakarta ini bukan tempat tinggalmu, karena kamu terancam disini." lanjut Roman.

"Aku mau kembali kekampung. Tapi, aku tidak punya apa apa!" ucap pak Bisri.

"Sekarang,malam ini ku antar kamu kebandara dimana kampungmu." tanya Roman.

"Aku berasal dari lombok!" jawab pak Bisri.

"Baik, kamu siap siap pulang sekarang. Dan ingat tidak boleh ada satupun orang tahu kepulanganmu, kecuali kita berdua." pinta Roman.

"Satu lagi permintaanku, ganti nomor hand phonemu. Agar tidak ada yang tahu keberadaanmu."

Malam ini Roman langsung mengantar pak Bisri menuju bandara. Setelah cek in tak ada pesawat tujuan lombok. Pesawat hanya ada dengan tujuan surabaya.

Roman pesan dua tiket,

"Roman pesan dua tiket yang satunya untuk siapa?" tanya pak Bisri.

"Yang satu untuk saya." jawab Roman.

"Terus mobilnya siapa yang antar kita kan datang berdua?" tanya Bisri lagi.

"Aku kan bisa telpon siapa saja yang ngambil!" bilang Roman

Akhirnya merekapun terbang berdua menuju lombok. Dengan transit surabaya tanpa pengetahuan siapapun.

1
Endeh Dedeh
Luar biasa
Abi Uung
aktor utamanya siapa sich sebenarnya ?
Abi Uung
lanjut bro ! mantap ceritanya
Khairul Imran
Luar biasa
Eko Nur Yanto
Roman Orang kaya P Riski juga tapi kok gak punya Bodi guad ya?????
Eko Nur Yanto
mantul
Eko Nur Yanto
Lumayan
Wisnu Arca
Thor...Akunku tidak bisa muncul lagi. aku lupa sandinya, sudah ku ajukan. tapi, tidak ada jawaban. yang ada disini bingung mau nulis kelanjutannya.
Wisnu Arca: tolong kak gimana aku melanjutkan episode berikutnya.
total 1 replies
Arfance Akbar
kapan up nya Thor.....
♍Naira_GENEXIS
timpal "
♍Naira_GENEXIS
baru di awal typonya banyak
♍Naira_GENEXIS
Roman yang datang ke Indonesia bukan Restu.
♍Naira_GENEXIS
typo
Arjuna Wera
udh lama bangat ko lom up thor
mochamad ribut
up up
mochamad ribut
up
Amang Karsadi Amang Karsadi
iya di bn ljut pa boss
Arjuna Wera
semakin menarik nie lanjutkan thor
Arjuna Wera
lanjutkan thor
Irwan Lan
Jangan Salamualaikum, yg benar Assalamualaikum.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!