NovelToon NovelToon
BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Maria_azis

"Maaf Tuan, saya tidak sengaja mendorong Anda, karena tadi ada sepeda motor yang melaju kencang", ucap gadis bermata hitam dan bercadar biru tosca sambil membantunya berdiri.

"Apa Tuan tidak apa-apa? Apakah ada yang luka Tuan? ", sambungnya sambil melihat laki-laki yang ditolongnya dari atas kebawah.

"........... ",

Karena tidak ada tanggapan malah diam saja dan menatapnya tanpa berkedip gadis bercadar tersebut akhirnya pamitan untuk pergi.

"Kalau begitu saya permisi ya Tuan, Assalamu'alaikum", ucap gadis bercadar.

Karena masih terpesona dengan mata hitam legam gadis tersebut laki-laki tadi hanya mampu menjawab salam didalam hatinya.

Setelah beberapa saat dia baru tersadar karena mengabaikan gadis bercadar yang menolongnya.

"Oh... Shitt", umpat laki-laki yang bernama Raffasya Qiyas Irawan.

*Siapakah gadis bercadar tersebut kenapa bisa membikin CEO yang terkenal sholehnya tidak bisa menundukan pandangannya seperti biasanya.*

Yuk simak😊😊
Dan maaf jika banyak Typo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria_azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGKHITBAH

Tes, Tes, Tes

Air mata Kia tiba-tiba menetes teringat dengan Kakaknya Afrin.

"Kak, apakah Kakak bahagia sekarang Kia sudah ada yang mengkhitbah, dulu Kakak adalah orang pertama yang paling penasaran seperti apa sosok ikhwan yang akan menjadi pendamping Kia kedepannya. Kakak waktu itu juga marah kepada Kia karena Kia tidak bisa datang, tapi apakah Kia sekarang harus ikut-ikutan marah seperti dulu Kakak marah yang mendiami Kia selama 2 hari, karena Kakak sekarang tidak bisa hadir dan menyaksikan hari bahagia Kia", kata Kia sambil melihat keatas langit dan diiringi air mata yang sedikit demi sedikit menetes dari matanya.

Kia mungkin tidak ngeh diwaktu Kakaknya memperkenalkan calon tunangannya dengan nama Iyas, dan kemarin Lida menjelaskan panggilan Qiyas dikeluarganya adalah Iyas. Tetapi jikalaupun ngeh Kia berfikiran mungkin hanya namanya saja yang sama.

"Kia sayang, kamu melamun, dan apakah kamu menangis", tanya Mamah Dian sambil mengguncangkan pundak Kia dan melihat mata sembab Kia.

"Eh Mamah, Kia ko tidak dengar ya Mamah jalan kesini, ngagetin saja", kata Kia mengalihkan pembicaraan sambil membersihkan sisa air matanya.

"Mamah sudah manggil kamu tiga kali hlo, dan setelah mamah dekatin ternyata lagi melamun, pantas saja tidak dengar, lagi melamunin apa sayang?? ", tanya Mamah Dian sambil mengusap kepala Kia dengan sayang.

"Kia cuman lagi kangen sama Kakak Mah, biasanya jika Kia duduk disini pasti ditemanin Kakak", kata Kia sambil menyandarkan kepalanya dibahu Mamahnya.

"Sudah Kia, jangan bersedih terus, nanti jika Kakak melihat Kia dari atas sana sedang bersedih, Kakak pasti ikutan sedih", kata Mamah Dian memberi nasihat kepada Kia, sambil mengusap pundak Kia seakan menyalurkan ketenangan.

"Sudah masuk yuk, kamu istirahat, nanti habis istirahat bantuin mamah buat nyiapin nanti malam", ajak Mamah Dian masuk rumah.

Ternyata waktu berjalan begitu cepat, begitulah yang dirasakan Kia. Karena sebentar lagi habis sholat Isya' Keluarga Besar dari Ustadz Faris akan datang mengkhitbah dan mungkin meminangnya sekalian.

Tok, Tok, Tok

Tak terasa orang yang sedang ditunggu keluarga besar Kia sudah datang.

"Assalamu'alaikum", Kata Ayah Ustadz Faris yang bernama Ahmad.

Ustadz Faris datang bersama kedua orang tuanya, kedua Kakeknya, Neneknya dari ayahnya, karena Nenek dari Ibunya sudah meninggal serta kedua Pamannya beserta istri-istrinya yaitu bibi-bibinya dan ketiga Kakaknya. Karena Ustadz Faris anak bungsu dari Ayah Ahmad.

"Wa'alaikumussalam, oh sudah datang, mari-mari masuk dan silahkan duduk", kata Ayah Ibrahim dengan tersenyum ramah menyambut tamunya.

Mamah Dian setelah menyuruh asissten rumah tangganya untuk menghidangkan minuman dan camilan yang sudah disediakan, dia ikut duduk disamping suaminya.

"Mbak tolong panggilkan Kia dikamar ya", bisik Mamah Dian kepada Kakak Iparnya.

Dirumah Kia sendiri sudah ada Keluarga besar Kia, dari Kedua Kakung, dan Kedua Utinya karena orang tua dari Ayah Ibrahim dan Mamah Dian masih hidup semua, terus Kakaknya Ayah Ibrahim beserta istri dan anak-anaknya, serta adik-adiknya Mamah Dian beserta istri-istrinya.

Semua orang yang ada disitu pandangannya teralihkan oleh sesosok wanita cantik berhijab syar'i dan jangan lupakan Niqobnya yang semakin menambah kesan misterius nan cantik, siapa lagi kalau bukan Adzkia yang baru turun dari lantai dua rumahnya.

Setelah Kia sudah duduk ditengah-tengah Ayah dan Mamahnya, acaranya pun segera dimulai.

"Baiklah semua sudah berkumpul, bisakah kita mulai Pak Ibrahim", kata Ayah Ahmad bertanya kepada Ayah Ibrahim.

"Silahkan Pak Ahmad", kata Ayah Ibrahim dengan tersenyum mempersilahkan.

"Baiklah, sebelumnya Assalamu'alaikum warrohmatullah hiwabarookaatuh, mungkin kedatangan kami semua kesini kaliyan semua sudah mengetahui niat dan i'tikad baik kami. Langsung saja ya Pak Ibrahim Saya Ahmad selaku Ayah dari Faris Al-ghozali, ingin mengkhitbah putri dari Bapak Ibrahim yang bernama Adzkia Nabilah Balqis untuk anak saya yang bernama Faris Al-ghozali. Apakah Bapak Ibrahim menerima I'tikad baik kami untuk mengkhitbah dan menyambung tali silaturrahim menjadi lebih dekat", kata Ayah Ahmad kepada Ayah Ibrahim.

Kia saat ini perasaannya deg-degan sekali, sedangkan Ustadz Faris dia lebih tenang dan sering mengumbar senyum.

"Untuk satu itu saya serahkan semua kepada yang bersangkutan yaitu anak saya Adzkia Pak Ahmad, karena dia nanti yang akan menjalani hidup rumah tangganya", jawab Ayah Ibrahim dengan tersenyum.

"Bagaimana Nak, apakah kamu menerima Khitbahannya Nak Faris", tanya Ayah Ibrahim kepada Adzkia anaknya.

Semua mata orang langsung tertuju kepada Kia, membuat Kia semakin deg-degan dan salah tingkah. Kia hanya menjawab dengan angguka, sontak semua orang disitu mengucap syukur.

"Alhamdulillah", ucap semua orang.

"Pak Ibrahim alangkah baiknya niat baik segera dilaksanakan, jika diijinkan dan dikenankan saya ingin membahas pernikahan anak kita Pak. Setujukah Pak Ibrahim jika kita segerakan akad nikahnya untuk anak-anak kita", kata Ayah Ahmad.

"Saya setuju Pak Ahmad, takutnya juga akan nanti menimbulkan fitnah, karena mereka pasti akan sering ketemu, apalagi mereka mengajar ditempat yang sama", kata Ayah Ibrahim.

"Apakah Nak Faris ada yang ingin disampaikan", tanya Ayah Ibrahim kepada Ustadz Faris.

Ustadz Faris hanya menjawab dengan gelengan dan senyuman.

"Dan apakah Nak Faris tidak ingin melihat muka calon Istrimu?? ", tanya Ayah Ibrahim lagi dengan senyum menggoda.

"Bolehkah", kata Ustadz Faris.

"Boleh, sana ikut sama tante-tantenya Kia", kata Ayah Ibrahim.

Didalam syariat Islam pihak ikhwan diperbolehkan untuk melihat wajah calon istrinya dan memandangnya hanya untuk kebutuhan saja, karena belum menjadi mahramnya.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

***TBC***

1
𝔪𝔢𝔩𝔦𝔞𝔫𝔞𝔣𝔟𝔯𝔫
😍😍
𝔪𝔢𝔩𝔦𝔞𝔫𝔞𝔣𝔟𝔯𝔫
happy ending 😭😭🥰🥰🥰
Ita Yuhana
buat cetakan yang imut kk/Facepalm//Facepalm/
Ita Yuhana
bearti tunangannya qiyas KK nya kia
Bunda SalVa
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ida Erwanti
Luar biasa
ukhty fulanah
hmm prbuatannyabsgt tdk cocok bagi lelaki ygnmengaku sholeh, aplgi bersentuhan dgn prempuan yg bkn mahram nya
ukhty fulanah
mahram thor
ukhty fulanah
ternyata aulian itu cowo ya wkwkwk
ukhty fulanah
sdh mulai ikutan aneh ni si zidan wkwkkw
ukhty fulanah
yah :(
ukhty fulanah
nah kalo ngobrol gini jadi enak hehe, langsung sama walinya
ukhty fulanah
buset wkwkwk, berani nyaa kamu milaa, bagi dikit keberaniannya wkwkwk
ukhty fulanah
dan didalam islam juga dilarang ikhtilat ya zidan. lebih baik jangan bermudah mudah an ngobrol sperti ini tanpa ada kperluan
ukhty fulanah
ana pun bingung, sebatas ilmu yg ana tau, perkara ghaib hanya Allah yang tau. ada memang beberapa orang yang mempunyai firasat yg dinamakan "firasatul mukmin" tpi itu utk org yg imannya sdh tdk diragukan lagi.

Ahsannya lebih diperjelas thor
ukhty fulanah
hmm terlalu dimudah mudahkan dalam mengobrol, lebih baik hal ini di hindari thor krn ini trmasuk ikhtilat, biarpun ini bkn khalwat tpi ini ikhtilat
ukhty fulanah
hm cukup aneh si, ini termasuk khalwat, lebih baik tadi ada 1 orang yang menemani seperti omnya
ukhty fulanah
Maa syaa Allah, afwan tapi sbnrnya tdk boleh sujud kepada manusia walaupun itu ibu kita. ada hadist nya itu
Maria_azis: terimakasih banyak Kak atas Krisannya 🤗🤗🤗😉☺️ jujur aku sudah lupa sama jalan ceritanya, ini novel pertama saya, maaf jika banyak salah 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
ukhty fulanah
baru kali baca novel yang laki lakinya sholeh, biasanya lakilakinya pasti dingin/arogan hehe

Aku suka dengan novel ini beda dgn yg lain
Maria_azis: mampir di novel terbaru saya Kak, jodoh 1 meter 🤗🤗
total 1 replies
Femy Pantow
tgu antrian ya 😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!