NovelToon NovelToon
TRACE OF LOVE

TRACE OF LOVE

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:224k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

Kisah seorang gadis muda nan lugu yang berprofesi sebagai guru TK ditakdirkan bertemu dengan seorang duda beranak satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keswari Pulang

Kenes langsung menginjak kakinya Nathan dengan sangat keras dan Nathan langsung melepas ciumannya lalu merapatkan bibir menahan nyeri yang berdenyut di kakinya.

Nathan melotot ke Kenes dan Kenes pun melotot ke Nathan.

Nenek Anjani kemudian bangkit dan berkata, "jadi sekarang kalian sudah yakin bukan, kalau cucuku bermoral dan masih pantas mendapatkan tampuk kepemimpinan tertinggi"

Nathan kemudian memeluk pinggang rampingnya Kenes sambil merapikan rambutnya Kenes lalu berdiri menghadap kembali ke hadirin.

Semua pemegang saham yang hadir di saat itu kemudian bertepuk tangan dan menyalami Nathan juga Kenes secara bergiliran. Mereka mengucapkan selamat ke Nathan karena, keberhasilannya mendapatkan kembali tampuk kepemimpinan tertinggi dan mengucapkan selamat untuk pernikahannya Nathan dan Kenes.

Setelah selesai menyalami semuanya, Nathan mempersilakan semua ke ruang makan yang sudah dipersiapkan dengan baik oleh Dion, asisten pribadinya Nathan yang bertangan dingin itu. Namun, Nathan pamit karena, dia akan menjemput putranya.

Di dalam mobil, Kenes langsung memukuli dada bidangnya Nathan dengan sangat kesal. Nathan berulangkali terkekeh sambil mengaduh lalu dia pegang kedua tangannya Kenes, "kenapa memukuliku? apa salahku?"

Kenes membeliakkan kedua bola matanya, "kamu sudah menciumku di depan banyak orang tadi dan masih bertanya dengan polosnya, apa salahku? huh! dasar otak mesum!"

Nathan terkekeh geli, "lho aku kan suami kamu, aku berhak mencium kamu kapan pun aku mau, hehehe, emang salahnya di mana?"

Kenes mendengus kesal, "i..i..itu kamu menciumku di depan orang banyak"

Nathan tersenyum jahil dan masih memegang kedua tangannya Kenes, "oh, jadi sekarang boleh?"

"Apa? apa yang boleh?" Kenes menyipitkan kedua matanya dan merengut.

"Mencium kamu dong. Kita berduaan aja kan saat ini, jadi nggak salah dong kalau aku cium kamu sekarang" Nathan berucap sembari melepas kedua tangannya Kenes lalu memajukan wajahnya secara perlahan ke wajahnya Kenes.

Kenes langsung menangkap wajah tampannya Nathan dengan telapak tangan kanannya lalu dia dorong wajah itu dengan sangat keras. Dia tarik kembali tangannya dan dia memasang sabuk pengamannya tanpa menoleh ke Nathan lagi.

Nathan memasang sabuk pengamannya dan tertawa lebar. Laki-laki tampan itu kemudian melirik Kenes, "tapi kamu suka kan ciumanku? aku rasakan tadi, emm, kamu membalas ciumanku"

Kenes menoleh ke Nathan sambil melipat tangan, "suka kepalamu! dan aku tidak membalasnya, mas. Dasar gila"

"Hahahahaha, yang ada tuh kamu yang gila. Kamu kan suka melukis, seorang seniman, kan? Nah! seniman itu kebanyakkan sinting alias gila jadi kamu........"

Kenes memukul bahunya Nathan dan mendengus kesal.

Nathan terus tertawa lepas tiada henti sampai perutnya mengeras dan keluar air mata saking kerasnya tawa dia.

Kenes menoleh lagi ke Nathan, "tertawa aja terus selama tertawa itu belum dilarang, huuffttt, sabar Kenes, sabar"

Nathan menghentikan mobilnya tepat di depan sekolahannya Arga dan melarang Kenes untuk turun.

Kenes memegang sabuk pengaman yang hendak dia lepas dan bertanya heran ke Nathan, "kenapa aku nggak boleh turun, mas?"

Nathan membuka pintu mobilnya dan menoleh ke Kenes, "karena, kamu pakai dress mini dan berdandan"

"Terus?"

"Aku nggak mau si duda kemarin yang kamu tengok anaknya dan laki-laki lain memandang kamu lalu mengagumi kamu, cih! pokoknya tunggu di dalam mobil, jangan keluar! awas aja kalau berani keluar" Nathan kemudian melangkah keluar dari dalam mobilnya.

Kenes menghela napas panjang sambil bersandar di jok mobil dan melipat tangannya, "dia benar-benar aneh, gila, posesif nggak jelas, dan menyebalkan" gumam Kenes kesal.

Tidak begitu lama Nathan melangkah masuk kembali ke mobil dan Arga melompat gembira ke jok belakang mobil mewah milik papanya.

"Bu! lusa kita ada outbond"

Kenes menoleh ke belakang, "o iya! Ibu hampir lupa kalau lusa kita ada outbond"

"Kok baru bilang sekarang?" tanya Nathan sambil mulai melajukan mobilnya.

"Maaf Pa, habisnya papa sibuk terus akhir-akhir ini, kalau pulang pasti larut malam dan yang antar jemput bukan papa selama dua Minggu terkahir ini jadi, Arga lupa" sahut Arga.

Nathan menyerahkan Headset ke Arga, "pakai nak! dengarkan lagu baru yang papa punya untukmu"

Arga meraih headset itu lalu memakainya dan mengernyit karena, lagu yang dia dengarkan adalah lagu yang sama seperti sebelum-sebelumnya. Namun, Arga tetap menikmati lagu itu

"Dan kamu? pasti rencana outbond ini sudah tersusun di pergantian tahun ajaran baru, kan, kenapa nggak bilang ke aku?" Nathan menoleh sekilas ke Kenes.

"Kenapa marah sih? Kita baru aja menikah dan banyak hal yang terjadi selama kita menikah dan aku pikir nggak penting juga aku bilang"

"Nggak penting? aku ini suami kamu dan kamu akan pergi outbond, ke mana outbond-nya? pasti ke luar kota kan? dan si duda itu pasti ikut, iya kan?"

"Pak Ibra namanya, mas. Iya dia pasti ikut, kan mengantar anaknya lalu kenapa?"

"Ke mana outbond-nya?"

"Dekat kok, di museum, dalam kota aja. Perjalanan dari sekolahan cuma setengah jam"

"Naik apa?"

"Rencananya naik sepur kelinci kan cuma di dalam kota dan biar anak-anak happy bisa menikmati perjalanan dengan kendaraan terbuka semacam sepur kelinci"

"Aaahh! merepotkan saja! aku harus bikin jadwal baru untuk lusa dadakan lagi, Dion pasti ngomel lagi kayak nenek-nenek" protes Nathan kesal.

"Kenapa marah-marah terus sih dan kenapa mas harus bikin jadwal baru untuk lusa?" Kenes menoleh heran ke Nathan.

Nathan melirik sekilas ke Kenes dan berucap, "iya aku mau ikut. Aku mau mengawal istri dan anakku"

"Nggak usah, mas! mas nanti mabuk udara, kan naik sepur kelinci. Mas pernah naik sepur kelinci?"

Nathan menggelengkan kepalanya.

"Tuh kan, mas akan mabuk udara dan pusing nanti. Mending mas tetap bekerja dengan manis di kantor"

"Nggak! aku ikut, titik. Aku nggak rela si duda Tebar pesona ke kamu, cih!"

"Mas, jangan aneh-aneh deh. Pak Ibra nggak ada rasa sama aku, pak Ibra hanya menganggap aku sebagai guru putrinya, itu aja mas"

"Aku laki-laki dan aku paham sorot mata laki-laki jika dia tertarik pada seorang wanita. Si duda itu ada niat sama kamu dan setiap kali ada kegiatan outing class, aku akan ikut, ke mana pun itu, titik"

"Terserahlah, tapi nggak boleh rewel kalau mabuk! karena, aku sibuk mengawasi anak-anak, nggak bisa seratus persen menjaga mas"

"Hmm! aku nggak akan rewel. Mana ada seorang Nathan Rajaswa, rewel"

Kenes hanya bisa mendesah panjang dan melipat tangannya.

"Kita mampir makan siang dulu. Kita nggak sempat makan kan, tadi" ucap Nathan sambil memarkirkan mobilnya di area parkir sebuah restoran mewah.

"Mas, kenapa selalu makan di tempat semewah ini sih?" ucap Kenes sambil turun dan menggandeng tangannya Arga yang sudah melepas headset-nya.

"Kenapa? aku nggak akan bangkrut kalau setiap hari makan di restoran kayak gini. Udah duduk dan pilih mau makan apa?"

Kenes menatap menu-nya kemudian mengangkat wajah dan tersenyum ke Nathan.

"Kenapa?"

"Aku nggak ngerti makanan apa aja ini, heeee. Namanya asing semua, mas. Aku takut salah pilih dan nggak doyan. Mas, aja tolong pilihkan buat aku, ya!?"

Nathan terkekeh geli, baru kali ini dia makan dengan seorang wanita dan wanita itu nggak memesan dengan rakusnya seperti wanita-wanita yang lain yang pernah dia bawa ke restoran itu.

Nathan kemudian memilihkan beberapa makanan dan minuman untuk Arga dan Kenes.

"Mas, Kenes minum es jeruk tawar aja"

"Hah? jangan bikin malu suami kamu. Di sini minumnya hanya es jeruk tawar?"

"Iya. Kenes nggak suka minuman bersoda"

"oke lah!" Nathan kemudian memesankan es jeruk tawar untuk Kenes.

"Mas, kenapa nggak ajak kita makan di restoran yang ada lesehannya, yang kemarin? yang ada taman bermainnya. Makanannya Kenes kenal dan enak terus, Arga bisa bermain lha ini, lihatlah Arga, dia manyun nggak ada kegiatan"

"Iya Pa" sahut Arga.

"Hari ini sangat spesial maka papa ajak kamu dan ibu kamu makan di sini biar kalian juga mengenal masakan western"

Tiba-tiba ponselnya Nathan bunyi dan dia mengernyit panik saat melihat layarnya tertera nama Wari. Nathan kemudian bangkit, "maaf aku angkat telpon dulu" lalu bergegas melangkah ke teras depan restoran tersebut dan, "halo?"

"Aku udah sampai di bandara. Aku udah bilang kalau aku akan pulang dan kasih tahu hari dan waktunya tapi, kamu kok nggak jemput aku? nggak kangen ya? padahal aku kangen banget sama kamu"

"Aku repot. Nggak bisa jemput kamu"

"Ya udah deh nggak apa-apa. Tapi nanti kita ketemuan di hotel kamu yang biasanya ya? aku kangen kamu" ucap Keswari dengan nada mendesah manja.

"Hmm" sahut Nathan dengan malas-malasan.

"Jam sembilan ya. Karena, aku akan makan malam dulu dengan keluargaku. Kabarnya adik tiriku udah menikah dan papa akan mengundang adikku dan keluarga barunya untuk makan malam di rumah kami"

"Hah?! apa?! Kok aku tidak tahu soal ini?" pekik Nathan kaget.

"Kenapa kamu harus tahu? kamu kan......"

Klik. Nathan langsung memutuskan sambungan ponselnya Keswari kemudian meraup wajahnya karena, panik. Dia akan diundang makan malam dengan papa mertuanya dan itu berarti dia akan berada di tengah-tengahnya Keswari dan Kenes.

Nathan langsung menelepon Dion, "ada jadwal makan malam nanti? di rumahnya Kenes?"

"Aaah, iya bos. Maaf Dion lupa kasih tahu karena, papa mertuanya bos nelponnya juga baru tadi siang pas bos, mencium non Kenes, heeee, maaf"

"Oke aku maafkan tapi bantu aku cari alasan agar aku tidak ke sana"

"Tapi kenapa?"

"Makan malam itu untuk menyambut kepulangannya Keswari. Aku bisa mati kutu nanti kalau Keswari tahu aku menikah dengan Kenes dan Kenes......aaahh! gila! pokoknya cari alasan agar aku tidak pergi ke sana" Klik. Nathan memutuskan sambungan teleponnya dan kembali ke mejanya dengan wajah kesal dan kusut.

1
Jue
Ceritanya Ok , Visual untuk pameran watak pun tip top , Setakat ini Good , Serta terima kasih kerana sudi singgah di Novelku ya Author
Ayukartika
kayaknya nenek anjani lg akting ni
Siena
lanjut
Siena
semangat
Fa Rel
nathan uda tdr kah sma.nora kok.sekamar
Tyara Lantobelo Simal
Mandi bareng
Win
Hadir kak😁

Mampir juga dong di novel aku

"Pernikahan impian"

Makasih
Neni_Queen
aamiiin🤲🤲
Siska Choice
aku mampir kak, membawa bom like dan komen.

salam dari Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan

ditunggu feedbacknya 👋
Siska Choice
aku mampir kak, membawa like dan komen.

salam dari Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
Dewi Masitoh
♥️♥️♥️♥️♥️
ZasNov
Aku datang membawa 20 like Kakak..🤗
Sehat, bahagia & semakin sukses ya 🥰
Semangaaaatt ⭐❤️❤️❤️❤️❤️⭐
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
lanjut kak.. sukses selalu buat akak
🌹Rose❤️❤️
yaa, udah tamat Ternyata. Aku tunggu2, padahal selama ini. Aku kira gak up gara2 tangan lagi sakit.😁
Airin
Semangat kk..
ZasNov
Hai Kakak Author, aku bawa 20 like, rate bintang 5 & favorit ya 🤗
Sehat, bahagia & sukses selalu ya 🥰
Semangaaaatt ⭐❤️⭐❤️⭐❤️⭐
Rozh
💓💓
Puan Harahap
hadir dibab yg belakangan, dua like
Ezrahi
semangat ya
Quora_youtixs🖋️
lanjut 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!