NovelToon NovelToon
Montir Ganteng

Montir Ganteng

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:427.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dareen

Dareen yang selalu dibandingkan oleh papanya dengan kakak kandungnya yang bernama Aril. Dareen madih kuliah sedangkan Aril sudah bekerja. Dareen akhirnya membuktikan pada papanya bahwa ia bisa mandiri tanpa bantuan dari papanya. Dareen mulai ikut bekerja sebagai montir, karena dia mempunyai paras yang tampan. Akhirnya banyak yang menjuluki Montir Ganteng.

Bagaimana Dareen bisa sukses?
Ikuti ceritanya di Montir Ganteng.

Thank's.
Dareen_Naveen (Boezank Jr.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dareen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 19 (PeLor/nemPel moLor)

"Siang Kak Ferdy," ucap Yumna.

Ferdy mengernyitkan dahi.

"Aku Yumna, Kak." Sambil tersenyum.

"Oh iya. Hehe maaf, Kakak agak lupa. Silakan duduk, Yumna."

"Oppa kemana, Kak?"

"Oppa?" lagi-lagi Ferdy mengernyitkan dahinya.

"Oppa Dareen maksudnya, hehe ...." Yumna menutup mulut dengan telapak tangannya.

"Owalah ... Dareen lagi beli alat-alat bengkel yang kebetulan stock di sini habis. Bentar lagi paling dateng dia."

Ferdy melanjutkan menservis mobil yang sengaja ditinggal oleh pemiliknya. Sedangkan Yumna masih sibuk memainkan gawainya.

Sudah sekitar setengah jam Yumna menunggu, tapi Dareen belum juga pulang. Karena jenuh menunggu Dareen, Yumna memutar music yang ada di play list hpnya. Yumna mendengar melalui ear phone yang selalu ia bawa.

Dengarlah cinta hatiku remuk redam

Jika tak ada kamu

Menemani aku.

Dengarlah cinta ku memanggil namamu

Disetiap malamku

Ku memikirkan kamu.

Aku sepi sepi sepi sepi

Jika tak ada kamu

Aku mati mati mati mati

Jika engkau pergi.

Yumna bersenandung, menyanyikan sebuah lagu milik Al-ghazali. Ia menyenderkan kepalanya di atas meja. Ia memutar lagu berulang-ulang sampai dirinya tertidur.

"Yumna?" Gue mengucap pelan takut membangunkannya.

"Dia dari tadi nungguin lu, Jang," ucap Ferdy.

Gue memandang wajah Yumna, semakin terlihat imut ketika ia tertidur lelap. Ya Allah, apabila ia menjadi istri gue, bahagia rasanya bisa menikmati pemandangan indah seperti ini ketika gue bangun di pagi hari. Heleh, apaan sih? Gue mengusap wajah.

Segera gue beranjak pergi. Gue membantu Ferdy. Sekarang hari benar-benar panas, ditambah bunyi klason motor dan mobil turut memberikan keramaian di siang yang panas ini.

"Jang."

"Hem."

"Kek nya Yumna beneran sayang sama, Lu."

Gue mengingat kejadian ketika terjatuh dari motor, Yumna terlihat cemas.

"Semoga," ucap gue.

"Lu enggak mainin perasaan Yumna, kan?"

"Ya enggak lah!"

"Jaga baik-baik Yumna Bro! entah kenapa. Feeling gue mengatakan kalau dia orang yang tulus."

Gue tersenyum.

Yumna memang orang yang tulus, dia menerima gue ketika gue masih menjadi montir di showroom. Yumna tidak mempermasalahkan diri gue yang hanya membawa motor. Dia pun tidak banyak menuntut ketika gue ajak jalan dan makan di emperan jalan.

Teringat akan sikap manjanya yang dulu memuakan bagi gue. Tapi hal itu yang selalu membuat gue merindu padanya.

Yumna, andai kau tahu kalau kakak juga sangat menyayangimu. Entah dari kapan. Yang jelas kakak akan selalu menjagamu, Na. Terucap dalam hati.

"Oppa." Yumna mengigau.

"Tuh liat Jang, kek nya Yumna mimpiin Elu." Ferdy terkekeh.

Gue beranjak, mendekati Yumna yang sedang tertidur. Gue duduk tepat di depan meja yang ia tiduri. Gue memandang lekat wajahnya, gue mengusap pelan rambutnya. Sungguh dia terlihat sangat menawan. Cinta pertama gue berlabuh di Yumna. Si gadis yang mempunyai wajah yang tirus, kulit yang putih, hidung yang mancung, bibir yang tipis dan bermata bulat kek boneka.

Hati mulai resah apabila jauh darinya. Mulai gundah bila tidak ada kabar darinya. Jauh dari lubuk hati yang terdalam, gue tidak ingin sedetik pun jauh darimu Yumna.

"Oppa?" Yumna terbangun.

Segera gue tersadar dan melepaskan tangan gue dari rambut yang sedang gue belai mesra.

"Maaf Na, Kakak enggak ada maksud un...tuk..."

"Sstttt!"

Yumna menutup bibir gue dengan telunjuk tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya memegang tangan gue, menuntun tangan ini kembali ke rambutnya.

"Aku suka diperlakukan seperti ini sama Oppa." Yumna tersenyum memandang mata gue.

DEGGG ....

Hati ini berdeguk kencang, entah perasaan apa yang gue rasa. Rasa yang biasanya cuek, kini berubah menjadi melow. Apa yang terjadi sama gue sekarang? ucap dalam hati.

"Oppa, nanti jalan yuk? Aku tungguin sampai Oppa tutup benkel." Yumna tersenyum sumringah.

"Boleh, tapi apa gak kelamaan kalau nunggu Kakak dari sekarang?"

"Enggaklah, ya udah Oppa kerja lagi gih. Aku tunggu disini, ya?" ujar Yumna.

Gue tersenyum.

Ferdy yang sedari tadi ketawa kecil melihat kelakuan gue. Jujur, gue emang baru pertama pacaran jadi mungkin lucu menurut Ferdy. Menggemaskan, kek pengen ngegetok kepala.

"Langgeng terus ya, Oppa" Ferdy terkekeh.

"Wanjer!" jawab gue.

"Aamiin bukan wanjer, Jang." Ferdy kembali terkekeh.

Selesai sudah pekerjaan kami hari ini. Allhamdulillah makin kesini bengkel semakin ramai. Bahkan ada beberapa customer yang mulai balik lagi ke bengkel gue.

Pas satu bulan, akhirnya gue bisa bagi hasil sama Ferdy. Lumayanlah walau belum banyak, tapi dengan uang yang dihasilkan sendiri jauh lebih bangga menerimanya, ketiban dapat uang banyak tapi dikasih orang tua.

Ferdy pulang ke rumahnya. Sedangkan gue dan Yumna menaiki motor, melesat menuju jalan Braga-Bandung sekedar untuk menghabiskan waktu dan berburu kuliner. Yumna begitu erat memeluk gue, kepalanya bersandar di bahu gue.

"Na, makan di sini, ya?" Gue menunjuk salah satu Cafe di jalan Braga.

Yamna mengangguk.

Kami memilih meja yang berada di pinggiran agar bisa melihat lalu lalang kendaraan di jalan Braga yang ramai pada malam hari. Yumna memesan Mie ramen dan jus strawberry. Sedangkan gue hanya memesan hot moccacino.

"Loh ... Oppa kok enggak pesan makan, sih?" tanya Yumna.

"Kakak masih kenyang, Na" Gue beralasan.

"Tuh makan gih, biar cepet gede." Gue menikmati satu gelas hot moccacino seraya memandang Yumna.

Yumna makan dengan lahapnya. Mungkin sedari siang ia menahan lapar. Terlihat keringat di keningnya. Pipi dan bibir tipisnya kian memerah.

Langsung Yumna menyeruput jus strawberry yang ada di sampingnya. Gue hanya menikmati pemandangan indah yang ada di depan gue.

"Haduh Oppa, Aku nyerah. Ini buat Oppa." Yumna menyodorkan mangkok mie yang berisi ramen ke gue.

"Heleh, makanya kalau enggak kuat jangan makan yg super pedas." Gue terkekeh.

Yumna mendelik dengan napas yang ter'engah karena kepedesan.

Wanjer! Baunya aja udah menyengat aroma pedas kehidung gue. Mau makan pasti mencret enggak makan gue malu, udah ledekin si Yumna. Mau enggak mau gue harus makan. Suka atau enggak gue mesti makan juga.

Happp! Mie masuk dalam mulut.

Wanjer pedesnya, sumpah mulut Gue kek dikasih petasan terus dinyalain, meledak di mulut.

Keringat gue langsung mengucur dari dahi dan punggung. Mata gue yang sipit semakin tak terlihat ketika menahan pedas yang menurut gue luar binasah.

Yumna terkekeh sambil sesekali ter'engah karena masih merasa kepedesan. Yumna segera mengelap keringat yang ada di dahi gue. Menyodorkan jus strawberry miliknya.

"Enggak Na, itu punya Kamu," ucap gue sambil berekspresi menahan rasa pedas.

"Udah, Oppa." Yumna menarik mangkok yang masih berisi mie di dalamnya.

"Makanya, jangan ngeledek dulu." Yumna terkekeh.

***

Kami keluar dari Cafe, menelusuri malam yang telah padat oleh kendaraan motor dan mobil. Yumna masih memeluk erat dari belakang. Gue arahkan motor gue ke alun-alun Bandung untuk melaksanakan sholat isya di mesjid. Setelah itu gue lanjut duduk di bangku taman di alun-alun Bandung.

Malam ini langit mendung. Kami duduk dan berbincang tentang sekolah Yumna dan papanya yang sebentar lagi akan menikah. Yumna sudah jauh tenang menerima kenyataan kalau papanya mau menikah lagi.

"Aduh! gerimis, Oppa." Yumna menarik gue ke sebuah toko yang sudah tutup.

"Waduh, mau langsung pulang atau berteduh dulu, Na?" tanya gue sambil melirik wajah Yumna yang basah oleh gemericik gerimis tadi.

"Disini dulu aja, Aku enggak mau Oppa sakit."

"Nanti Kamu kena marah sama orang tuamu."

"Enggak, ibu lagi nginep di rumah nenek sedangkan papa biasanga udah tidur lelap sehabis sholat isya."

Kami terus memandang langit, yang masih gerimis. Bahkan, malah semakin deras. Yumna terlihat semakin kedinginan. Gue menggosok-gosokan telapak tangan gue dan menggenggam tangan Yumna. Tiba-tiba Yumna mengambil botol kecil dalam tasnya.

"Tarraaa ... pakek ini Oppa, biar anget." Yumna mengeluarkan botol minyak kayu putih.

Wanjirrrr! Kenapa enggak bilang dari tadi kalau bawa minyak kayu putih? pekik dalam hati.

Yumna membuka botol kecil itu, menumpahkan minyak yang beraroma bayi dan menggossokan dengan kedua telapak tangannya. Dia menggenggam tangan gue.

"Hangatkan?" Mata yang bulat itu menjadi agak menyipit karena tersenyum.

Gue tersenyum, seneng diperlakukan seperti ini. Biarlah wanginya kek orok kalau dibalurinnya sama pacar sendiri, bahagia rasanya. Eheyyyy!

Serasa dunia milik berdua. Kalian semua cuma ngontrak. Mungkin itulah yang gue rasa malam ini, padahal jelas gue yang cuma numpang berteduh di toko yang sedang tutup. Pokoknya gue bahagia.

"Na, pulang Yuk?" Jam telah menunjukan Pukul delapan malam.

"Yah, Oppa. Padahal Aku masih mau berduaan sama Oppa." Yumna tertunduk.

"Besok lagikan bisa, Na. Kakak enggak mau kalau Kamu jalan sama Kakak malah keseringan pulang malam, enggak bagus. Kamukan anak cewek." Kata gue.

"Loh emang kenapa kalau anak cewek? Kan mainnya juga sama Oppa, pacar Aku."

Gue tersenyum.

"Iya. Tapi orang akan bependapat buruk akan Kamu. Kakak enggak mau kalau pacarnya Kakak dipandang buruk oleh orang lain."

"Ya udah deh. Tapi besok-besok mau ya main lagi sama Yumna?"

"Iya, sayang." Gue tersenyum.

"Kok malah diem?" tanya gue.

"Gendong Oppa, capek." Ujar Yumna manja.

Akhirnya gue gendong Yumna menuju tempat parkiran yang berada di seberang jalan sana. Kepala Yumna bersender di pundak gue. Ketika gue hendak menurunkan ternyata Yumna tidur. Dasar *****! ujar dalam hati.

"Na, bangun. Ayok pulang!" Gue membangunkan.

"Hem." Yumna masih belum tersadar.

Gue dudukin badannya di bangku yang ada di parkiran.

"Eta kunaon, kang? (itu kenapa, bang?)" tanya tukang parkir.

"Sare mang (tidur om), biasa *****," jawab gue.

"Naon ***** teh, Kang? (***** itu apa, Bang?)" tanya tukang parkir.

"nemPel moLor!" jawab gue.

Wkwkwkwkwkk ....

Mang parkir tertawa.

1
Sulaiman Efendy
WADUHHH,, UDH TAMAT RUPANYA...
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
MAMPUS LO RIL.. MKANYA JDI LAKI2, JGN GOBLOK,, MNTANG2 ISTRI BLM HAMIL, LLU SLINGKUH...
Sulaiman Efendy
PARAH TU NILA,,UDH JDI ISTRI BENI, MSH JUGA MAIN BLAKANG SAMA ARIL. DN ARIL MMG LKI2 BODOH..
Sulaiman Efendy
KN KALIAN BSA CEK KSUBURAN.. KNP SOLUSINYA HRS SELINGKUH. UDH ITU SELINGKUH DGN WANITA BKAS PAKAI..
Sulaiman Efendy
PSTI MANDA BLM HAMIL,, MKANYA SI ARIL SELINGKUH,, BSA JDI NI SI ARIL YG MNDUL..
Sulaiman Efendy
KLO BENGKEL UDH RAME PELANGGAN, KNP GK REKRUT PEKERJA BIAR GK KETETERAN..
Sulaiman Efendy
WAHHH SI ARIL SELINGKUH NI KYKNYA
Sulaiman Efendy
DINASEHATKN AWALNYA SJA SADAR, SKRG MLH MKIN PARAH..
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS LO SELIDIKI, ATAU LO CHAT SI NILA..
Sulaiman Efendy
SEBESAR APA GAJI BENI DI PRUSAHAAN PAPA DAREEN, HINGGA BSA BLANJAIIN NILA BRG2 BRANDED, JGN2 KORUPSI TU SI BENI
Sulaiman Efendy
DI BLANJAIIN BENI, WAJAR BRANDED..
Sulaiman Efendy
BISA JDI MMG ANAK BENI, DN SI BENI SELINGKUH SAMA NILA..
Sulaiman Efendy
JGN2 YUMNA ANAK SI BENI...
Sulaiman Efendy
YA AMPUN NILA, UDH DI NASEHATI DAREEN. MSH AZA BRHUBUNGN DGN SI BENI..
Sulaiman Efendy
WAAHHH DARI TANTE2, MBAK2, SEBAYA, DN ABG, SUKA MA DAREEN..
Evi
thoor hubungan Aril sama nila bagai mana,. itu si nila hamil ank siapa bpk nya???
jd penasaran aq thoor
abdan syakura
Assalamu'alaikum kak Darren..
salken....
Kuy.....nyimak nih...😊🤝👍💪
Dareen: waalaikum salam, ..
terima kasih udh singgah di novel saya, Kak 🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
dapet brondong nih🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Katanya Nila ini seumuran dgn Ariel iya,berarti tua Nila iya sama Darren..😅😅
Dareen: iya 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!