NovelToon NovelToon
Pesonaku Menarik Duda Samping Rumah

Pesonaku Menarik Duda Samping Rumah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Merantau selama enam tahun di Kalimantan sebagai operator buldoser besar dan ekskavator pengeruk nikel—itulah profesi tangguh seorang Tara Pratiwi. Selama itu pula, ia bekerja keras menjadi "pesuruh" andalan bagi bos-bos asing bermata sipit di area pertambangan.

​Tara pikir, saat ia pulang kampung nanti, semuanya akan tetap sama seperti saat ia tinggalkan dulu. Oh, tentu saja dugaan itu salah besar! Rupa-rupanya, kompleks perumahan tempat tinggal kedua orang tuanya kini sudah sangat padat, berimpitan dengan tetangga-tetangga baru di sisi kanan dan kiri rumah.

​Hingga akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Cakrawala—seorang duda cerai mati dengan satu anak laki-laki super bandel yang siap mengusili hari-hari tenang Tara.

​Tara mengacak rambutnya frustrasi. "Haduh, pusing, pusing! Alamat aku pergi nunggang ekskavator lagi ini mah kalau begini caranya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalau Suka Bapaknya Harus Terima Anaknya.

​"Mas! Lepas! Mau apa sih!..." Jerit Tara jengkel sambil memukul bahu Cakra.

​"Ssst... sayang! Ada apa sih? Kenapa marah-marah begitu..." Ucap Cakra dengan suara rendah dan lembut saat membaringkan Tara berdirinya.

​Tara terdiam, sengaja memalingkan muka karena malas melihat wajah Cakra.

​"Yank, kalau Mas salah, tolong maafin Mas ya..." Pintanya. Pria itu menggenggam tangan Tara, lalu mengecupnya berulang kali.

​"Maaf Ndoro Ayu, Ndoro Putri, Dindaku yang ayu, yang manis... semanis gula aren..." Ucap pria itu berbisik rendah.

​Cakra rasanya ingin menangis karena tidak tahu pasti apa salahnya. Pria itu sampai merendahkan tubuhnya, berlutut memeluk kaki wanitanya, seolah bersimpuh memohon ampun.

​"Sayang... Maaf nggeh, Mas sudah salah." Ucap Cakra lagi. Pria itu memeluk erat kaki Tara.

​Tara mendengar suara Cakra mulai terdengar serak. 'Apa Mas Cakra nangis?' Batinnya bertanya-tanya. Tapi dia masih memilih diam.

​"Mas salah! Mas minta maaf ya... Mas sayang kamu, Mas cinta sekali sama kamu..." Tutur pria itu terisak.

​Tiba-tiba Tara merasakan area paha piyamanya basah oleh air mata. Tara terkejut luar biasa.

​"Mas, bangun!" Pinta Tara, tak tega melihat ketulusannya.

​"Ndak mau, kalau Sayang ndak mau maafkan Mas! Mas tetap begini." Ucapnya kekeh.

​"Iya! Iya, aku sudah maafkan!..." Ucap Tara. Wanita itu mendadak ikut meleleh dan ingin menangis juga.

​Cakra mendongak pelan. "Beneran, Sayang sudah maafkan Mas?" Tanyanya polos.

​Tara dapat melihat jejak air mata mengalir jelas di sudut mata Cakra. Tara mengangguk pelan.

​Cakra dengan cepat bangkit, berdiri di hadapan Tara, lalu tanpa aba-aba merengkuh erat tubuh Tara ke dalam pelukannya.

​"Mas takut kamu marah, terus ninggalin Mas... Mas udah terlanjur suka sama kamu, ndak bisa keluar lagi..." Ucap pria itu jujur dari lubuk hatinya.

​"Tapi Mas jahat! Dari tadi aku chat Mas ndak dibalas-balas! Aku pikir kemana, gak taunya pergi jalan sama cewek lain!" Ucap Tara ikut menangis. Air mata kekesalan yang dipendamnya akhirnya tumpah juga.

​Cakra tertegun. "Cewek lain siapa?" Tanya Cakra bingung.

​Tara memukul keras dada Cakra. "Cewek tadi di dalam rumah makan!" Ucapnya kesal.

​Cakra baru tersadar sepenuhnya. "Maaf sayang! Tapi itu bukan perempuan lain... Itu adik Mas, loh." Ujar Cakra jujur.

​Tangis Tara mendadak berhenti seketika. "Hah?" Tara mendongak, menatap mata Cakra. "Adik Mas?"

​Cakra mengangguk mantap. "Iya! Namanya Caca, dia kepengen makan di luar tapi ndak ada temen jalan. Kebetulan Mas juga ndak ngapa-ngapain, Mas tawarilah. Yang dua lagi itu Arif dan Sasa, sepupu Mas." Ujarnya dengan tangan yang terus mengelus lembut punggung Tara untuk menenangankannya.

​Muka Tara seketika memerah memanas... Dia salah paham rupanya!

​"Ish! Kenapa ndak bilang!..." Ucapnya jengkel bercampur malu.

​"Iya, maaf ya. Kebetulan tadi Mas juga ndak bawa HP, jadilah Mas ndak tahu kalau Sayang hubungin Mas terus. Maaf ya..." Ucap pria itu penuh kasih sayang, lalu mendaratkan kecupan hangat di pucuk kepala Tara.

​"Sudah, kita pulang yuk. Tadi beli apa? Ayam lalapan?" Tanya Cakra sembari mengusap lembut bahu Tara.

​Tara mengangguk pelan. "Iya, untuk makan Ibuk sama Candra." Tuturnya jujur.

​"Ya sudah kalau gitu kita pulang cepat, nanti Ibuk nungguin." Ajak Cakra.

​Tara kembali mengangguk. Keduanya lantas keluar bersama menuju area parkiran motor.

​"Tunggu bentar ya, Mas masuk ke dalam dulu pamit sama Caca." Ucap Cakra.

​"Iya," jawab Tara singkat.

​Dengan cepat Cakra melangkah kembali ke dalam rumah makan.

​"Ca! Mas duluan ya, ini untuk bayar makanannya." Ucap Cakra sembari menyodorkan lembaran uang seratus ribu ke meja.

​"Loh, terus makannya piye, Mas?" Tanya Caca heran melihat kakaknya buru-buru.

​"Kamu bungkus saja lah," jawab Cakra acuh, lalu langsung berbalik pergi begitu saja.

​"Dih, Mas Cakra kenapa sih?" Tanya Sasa bingung.

​"Eh, tadi ada cewek yang disamperin sama dia." Tutur Arif memberitahu.

​"Oh iya? Itu ceweknya kali," sahut Sasa menebak.

​"Hih, ndak malu... Sudah kepala tiga lebih kok ya pacar-pacaran," ucap Caca bergidik ngeri melihat kelakuan sang kakak.

​Di sisi lain, Cakra dan Tara kini sudah berboncongan menaiki motor Fazio merah muda milik Buk Hayati. Tara melingkarkan tangannya, memeluk pinggang Cakra dengan sangat erat dari belakang.

​"Motornya Ibuk lucu banget," ucap Cakra setengah terkekeh di balik helmnya.

​Tara ikut tertawa kecil. "Iya, ndak tahu... Milih motor kok warnanya pink." Jawab Tara.

​Cakra hanya menggeleng-gelengkan kepala. Pria itu kemudian melepas satu tangannya dari setang, meraih tangan Tara yang melingkar di perutnya, menggenggamnya erat lalu menariknya untuk dicium lembut.

​"Mas cinta kamu, Tar..." Bisiknya lembut di tengah hembusan angin malam.

​"Aku juga, Mas..." Balas Tara berbisik tepat di belakang telinga Cakra.

​Tak seberapa lama, motor perlahan memasuki halaman rumah Pak Sekdes. Terlihat Pak Anton tengah duduk di teras depan sembari mengobrol dengan Pak Yoyo, tetangga depan rumah mereka.

​Pak Anton terkejut melihat kedatangan Tara dan Cakra yang pulang bersama. Bukan cuma Pak Sekdes, tapi Pak Yoyo pun terkejut sekali. Duda jalan bareng gadis—wah, jelas ini bakal jadi berita hot!

​"Dari mana, Mas Cakra?" Tanya Pak Yoyo memancing.

​Cakra menoleh lalu mengumbar senyum ramah. "Dari warung makan Pak Slamet, Pak!..." Jawab Cakra santai.

​Pria itu kemudian ikut bergabung duduk di teras bersama para tetangga, sedangkan Tara berjalan cepat menuju ke dalam rumah membawa bungkusan makanan.

​"Assalamualaikum. Buk! Ini Ayam Lalapannya." Ucap Tara.

​"Lah, kesuen... Perut Ibuk sudah kencot," protes Buk Hayati yang masih selonjoran di depan TV.

​Tara mendekat.

​"Tuh lihat, anakmu sampai sudah tidur nungguin kamu," ujar Buk Hayati seraya menunjuk Candra yang tertidur lelap di sofa.

​Tara terkejut mendengarnya. "Ih, anakku dari mana! Aku bukan mamanya ya... Aneh!" Serunya bergidik geli.

​Tara lalu berjalan cepat membawa bungkusan makanan menuju dapur. Buk Hayati mengekor dari belakang.

​"Kalau suka bapaknya, ya harus mau terima anaknya, Tar. Candra ki kasihan, dari umur dua tahun sudah ditinggal mamaknya. Dia ndak tahu sama sekali rupa mamaknya... Yang dia tahu cuma bapaknya saja." Tutur Buk Hayati memberi nasihat mendalam.

​Tara terdiam seketika. Dia memikirkan baik-baik perkataan ibunya.

​'Kalau suka bapaknya, harus terima anaknya...' Kata-kata itu terus mengiang di telinganya.

​'Yo wis lah... Sudah nasib!' Batin Tara akhirnya pasrah, menerima kenyataan dengan hati yang mulai melunak.

1
rurry Irianty
sengaja d kempesin pak Anton tuh tar😄
rurry Irianty
mungkin Candra bukan anak kandung Cakra,anak selingkuhan istrinya mungkin
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cerita nya bagus dan menarik
sukses slalu y 🫶🫶🫶
Siti Musyarofah
lanjut
Ummi Sulastri Berliana Tobing
ya aku mau 🤭🤭🤭
partini
aku salfok ada kata nunggang di sinopsis nya
partini: bahasa ngapak sejati ora ngapak ora kepenak 🤭
total 2 replies
Rian Moontero
mampiiirrr
Ummi Sulastri Berliana Tobing
lanjut 😊😊
Dewiendahsetiowati
Hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!