NovelToon NovelToon
Ranjang Terlarang Suami Sahabatku

Ranjang Terlarang Suami Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Cerita Ini bersifat fiktif belaka!

Kais Arfan Syailendra melakukan kesalahan satu malam dengan Anisa Syafa sekertaris nya sekaligus sahabat dari istrinya.

Kais menjerat Anisa dalam hubungan rumit dengan tujuan membongkar pengkhianatan yang di lakukan Marsya istri Kais bersama Bagas tunangan Anisa.

Bagaimana Kais membuat Anisa tetap disisinya dan membongkar rahasia masalalu mereka? ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ceraikan Aku! ( Revisi)

Keesokan harinya, Anisa duduk di kursi kerjanya. Dia terlihat melamun dan tak menyadari kehadiran Kais dan juga Rendi yang baru saja kembali dari meeting di luar.

" Eh..Kai,lihat Nisa.." Rendi menunjuk ke arah Anisa yang sedang larut dalam lamunannya. "Kalian lagi ada masalah?"

"Kenapa lo nanya gitu, perasaan gue sama dia baik-baik saja."

"Yah, kali aja Kai...kan gue cuma tanya. Lagian nggak biasa-biasa nya dia ngelamun mulu. Gue lihat matanya juga sembab kayak habis nangis. ." Kais menghela nafas panjang dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.

Kais berusaha untuk mengontrol emosi nya dan berusaha untuk tetap tenang. "Ya sudah gue tanya aja sama dia. Lo balik ke ruangan lo sono!" mendengar ucapan Kais yang mengusir dirinya, Rendi hanya bisa berdecak kesal melihat tingkah laku sahabatnya itu.

"CK..dasar bucin. Ehhh ..inget, jangan lupa kalau mau nina ninu masuk ke ruangan, jangan teledor.. kunci pintunya." Kais berdecih mendengar ucapan sahabat sekaligus asisten nya itu.

Melihat Rendi yang masuk ke dalam ruangan kerjanya, Kais pun melangkah mendekati meja kerja Anisa.

Ehemmm..

Kais berdehem di depan meja kerja Anisa. Sedangkan Anisa yang sedang larut dengan lamunannya terkesiap mendengar suara yang mengejutkannya.

"Pa_Pak Kais, maaf.." dengan terbata Anisa menatap Kais dengan wajah penuh keterkejutan. Dia meraup wajahnya dengan kasar.

"Melamun? ngelamun siapa,hemm?"

"Nggak kok pak, saya cuma___

"Masuk ke ruangan saya!" sebuah perintah terdengar dari mulut Kais.

Anisa membuang nafas berat mendengar perintah itu. Anisa yakin Kais akan mengintrogasi nya. Dengan langkah pelan Anisa masuk ke dalam ruangan Kais.

"Duduk." baru saja Anisa masuk dalam ruangan Kais, suara laki-laki itu kembali terdengar dan memintanya untuk duduk sambil menepuk pelan bagian sofa yang kosong di sebelah nya.

"Saya duduk disini saja pak.." Anisa yang enggan duduk di samping Kais memilih duduk di sofa yang berbeda.

Namun sebelum Anisa benar-benar duduk di sofa single itu, kembali suara tegas Kais terdengar.

"Kamu mau lawan ucapan suami?" ucapan itu membuat Anisa mengurungkan niatnya untuk duduk di sofa single itu.

Dia membuang nafas pasrah dan kemudian mendekati Kais. Tangan Anisa di tarik pelan oleh Kais dan akhirnya tubuh Anisa jatuh di atas pangkuan laki-laki yang sudah menjadi suami sirinya itu.

"Pak!!" Anisa memekik saat tubuhnya di kuasai Kais.

"Jangan banyak bergerak Anisa, kalau sampai yang di bawah sana terusik, kamu akan menanggung akibatnya." tubuh Anisa langsung diam mematung di atas pangkuan Kais.

Dengan remote control, Kais mengunci pintu secara otomatis. Hal itu membuat Anisa menoleh ke arah Kais dengan tatapan mata tajamnya.

"Mas, kenapa harus kamu kunci sih..!" dengan wajah kesal Anisa bicara pada Kais. " Kalau mau ngomong sama aku nggak perlu di kunci juga kali.."

"Kalau ada yang masuk gimana, kamu siap denger gosip karyawan-karyawan di kantor kalau sekertaris andalan ku jadi penggoda bosnya, Hem?"

"Nggak yah, aku nggak pernah godain kamu. Bahkan aku nggak pernah niat buat ada di posisi seperti sekarang!'

"Hemmm..aku tahu sayang, kamu nggak pernah godain aku. Tapi aku yang tergoda sama kamu. Apalagi kalau kamu sudah mende_____

Anisa reflek membekap mulut Kais dengan telapak tangan nya.

"Jangan sembarangan ngomong kamu mas, kalau orang denger gimana? Kamu tuh, nyebelin bin ngeselin.." Kais terkekeh melihat ekspresi istri sirinya itu saat perempuan itu mode jutek.

Kais memeluk erat tubuh Anisa yang ada di atas pangkuannya. Kais pun membisikkan kata-kata yang membuat Anisa melotot mendengarnya. "Kamu tahu nggak sayang, kalau kamu lagi ngambek, kesel kayak gini, kamu tambah cantik, sexy, gemesin, aku jadi pengen makan kamu."

"Dasar mesum!" Anisa mengumpat Kais mendengar ucapan Kais yang terdengar frontal.

Kais pun tertawa mendengar umpatan perempuan yang kini sudah bertahta di hatinya itu.

"Kenapa kamu ngelamun, aku lihat hari ini kamu nggak fokus kerja. Apa ada masalah?"

Anisa menggelengkan kepalanya

"Nggak ada. Semuanya baik-baik saja."

Namun Kais tak bisa percaya begitu saja dengan perkataan Anisa barusan.

"Aku nggak yakin. Apa ini ada hubungannya dengan kita?" Anisa menatap wajah Kais dengan serius.

"Yah, kurang lebih begitu. Masalah aku itu sudah pasti ada kaitannya sama kamu. Bukan cuma kamu tapi Marsya dan juga Bagas." Kais menaikkan sebelah alisnya mendengar penuturan Anisa.

"Ada apa sebenarnya, coba kamu cerita. Aku nggak suka ada rahasia diantara kita."

"Kamu pernah tanya soal hubungan Marsya dama Bagas nggak setelah kita lihat mereka di restoran waktu itu?' Kais menggelengkan kepalanya.

"Loh, kenapa? Kamu nggak cemburu sama Bagas yang jelas-jelas makan romantis sama istri kamu?" Kais membuang nafas nya perlahan.

Tangan besarnya mengusap lembut pipi Anisa. "Kenapa harus tanya. Jawabannya sudah pasti bisa di tebak."

"Mas, kamu kok responnya seperti nggak cemburu gitu? Marsya itu istri kamu loh.."

"Kamu sudah tanya sama Bagas soal ini?" Anisa mengangguk. "Lalu apa jawabannya?"

" Bagas..... Bagas dia tidak mencintai ku seperti dulu. Ternyata hatinya sudah terbagi sejak lama." Kais tersenyum miring mendengar penuturan Anisa.

"Lalu dia bilang apa sama kamu, apa dia bilang soal hubungan nya dengan Marsya? Apa kamu ingin aku menceraikan Marsya?" Anisa menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Marsya sangat mencintai kamu mas, walaupun memang kamu sudah membagi cinta kamu dengan yang lain tapi, setahu aku Marsya begitu mencintai kamu. Aku yakin dia akan sedih kalau kamu memilih jalan perceraian dan aku nggak mau jadi alasan kamu untuk menceraikan nya."

"Lalu kamu mau kayak gini terus, kamu nggak mau nikah resmi sama aku dan jadi istriku satu-satunya?"

" Ceraikan aku!"

"Itu cuma dalam mimpimu, sayang!" Kais sedikit menaikkan suaranya saat mendengar ucapan Anisa yang memintanya untuk menceraikan istri sirinya itu.

"Tapi ini satu-satunya jalan buat semuanya kembali lagi seperti semula."

"Nggak akan ada perceraian diantara kita Anisa!" dengan sedikit kasar Kais mendorong tubuh Anisa turun dari pangkuannya.

Kais terlihat beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kursi kebesaran nya. "Kamu bisa kembali ke meja kamu. Jangan terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh. Aku nggak mau lagi mendengar ucapan ngelantur kamu lagi." tanpa menatap ke arah Anisa, Kais mulai kembali membuka laptopnya.

Anisa yang merasa mood Kais yang hancur pun akhirnya memutuskan untuk tidak membahas lagi masalah ini. Dia akan kembali bicara jika Kais sudah lebih baik nanti.

Saat Anisa terlihat keluar dari ruangan Kais, tak lama ponsel laki-laki itu berbunyi. Tanda pesan masuk terlihat disana.

Setelah melihat pesan dari seseorang yang amat dia percaya, terlihat wajah Kais menggelap dan rahangnya mengeras. Tangannya mengepal menahan emosi.

Terlihat sebuah gambar laki-laki dan perempuan sedang berjalan mesra di sebuah tempat yang dia tahu ada di sebuah hotel.

Bersambung

1
Irma Luthfah
terlalu mengulur waktu kais ini
Nar Sih
jdi gak sbr nunggu kebongkar nya hubungan mereka
Nar Sih
seharus nya kmu jujur kais ,biar gk semakin slh phm ,sblm anisa bnr,,pergi dri mu
Nar Sih
seperti nya ibu mertua mu kurang suka dgn mu nisa
Arum Dyah
ayo kais buruan ambil keputusan mau gmn
Nar Sih
kais ..bnr kta org tua mu klau emg udh gk bisa diterus kan rmh tngga mu dgn marsha ya buruan di selesai kan biar cpt jls
Arum Dyah
yg satu udh putus... yg satunya bakal cerai
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
pasti yg sedang dilihat kais adalah marsha dan selingkuhan nya
Nar Sih
lebih baik sgra terbongkar sja ,perselingkuhan dan tuker psngn nya biar sgra jelas kemana tujuan masing,,🤣
Nar Sih
kpn perselingkuhan marsha dan arga kebongkar di dpn anisa ,walau mereka sama ,,selingkuh biar ramai klau saling tau
Nar Sih
msih ngk ngerti dgn maksut ucapn sekar pada nisa
Azril Ali
Sekar ngmng gitu bt Marsya...tp Anisa tersentil..akn ucpn sekr
Azril Ali
knpa kais msh g cerita,ma Anisa..JD buat bingung Anisa..
Nar Sih
harus nya kmu jujur sja kais sama anisa tentang bagas dan marsha biar status anisa yg tunangan nya bagas sgra berahir gk di gsntung lgi
Nar Sih
awal mungkin slh marsha dan bagas yg mulai selingkuh duluan sampai kais marah gantian dgn anisa yg tunangan nya bagas dan marsha istri nya kais ,ini cerita kak puspa jdi tukar psngn ya😂
Irma Luthfah: ini yg punya kendali kais ya kan thor?
total 2 replies
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
psangan yg sama,,,lupa diri dan dosq🤣🤣
Irma Luthfah: tuh kan masa lalu mereka gimana. pantesan kais begituuu ke anisa, dia udah di kecewakan sm s marsya
total 3 replies
Nar Sih
jdi semakin slh kmu ya anisa ,
Irma Luthfah: entah itu di masalalu atau pun di masa ini
total 2 replies
Nar Sih
anisa kmu kok mau jdi istri kedua pdhl dia suami sahabat mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!