NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Mahkota Tak Kasatmata

Pintu baja berlapis kayu jati itu tertutup rapat dengan bunyi klik pelan, mengunci Xavier dan Aletta berdua saja di dalam ruang pertemuan. Langkah kaki keempat Capo yang beranjak pergi perlahan memudar ditelan sunyinya lorong mansion.

​Begitu mereka benar-benar sendirian, Aletta menghembuskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan mati-matian. Bahunya sedikit merosot, dan tangannya yang tersembunyi di bawah meja marmer akhirnya berhenti bergetar. Membungkam seorang bos mafia ternyata menguras seluruh energi dan kewarasannya.

​Namun, sebelum Aletta sempat menenangkan detak jantungnya, terdengar suara decitan kursi yang didorong.

​Dalam satu gerakan mulus nan cepat, Xavier telah berdiri di sampingnya. Pria itu menyusupkan kedua lengannya ke bawah lutut dan punggung Aletta, mengangkat tubuh gadis itu dari kursi, lalu mendudukkannya dengan posesif di atas meja marmer yang dingin.

​Aletta tersiap. Ia menunduk, menatap sepasang mata kelabu Xavier yang kini berdiri di antara kedua kakinya yang menjuntai. Tidak ada lagi kebekuan di mata pria itu; yang ada hanyalah kobaran api kebanggaan dan gairah yang begitu pekat hingga membuat napas Aletta tersendat.

​"Kau menipuku, Sayang," bisik Xavier serak, mengurung Aletta dengan menumpukan kedua tangannya di tepi meja pada sisi kanan dan kiri tubuh istrinya. "Kupikir aku membawa seekor merpati kecil yang ketakutan ke dalam ruangan ini. Ternyata, aku membawa seekor singa betina yang baru saja mematahkan taring serigalaku."

​Aletta menelan ludah, memaksakan diri untuk membalas tatapan intens suaminya. "Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan, Xavier. Jika aku membiarkan Roman merendahkanku, maka ia juga sedang merendahkan otoritasmu. Aku tidak akan membiarkan siapa pun di klan ini meragukan kepemimpinanmu... atau keberadaanku."

​Seringai tipis dan mematikan terukir di bibir Xavier. Pria itu mencondongkan tubuhnya, menyapukan ujung hidungnya ke rahang Aletta, menghirup aroma manis dari kulit istrinya.

​"Roman mungkin akan bermimpi buruk malam ini karena tatapan matamu, Ratuku," gumam Xavier tepat di telinga Aletta, membuat bulu kuduk gadis itu meremang. "Kau luar biasa. Kau lahir untuk berdiri di sampingku."

​Xavier mengecup leher Aletta sekilas, lalu menarik diri mundur. Ia berjalan ke arah sebuah brankas rahasia yang tersembunyi di balik lukisan besar di dinding ruangan. Setelah memasukkan kode kombinasi, brankas itu terbuka. Xavier mengambil sesuatu dari dalam sana, lalu kembali mendekati Aletta.

​Pria itu meraih tangan kanan Aletta dan meletakkan sebuah benda logam yang dingin dan berat ke telapak tangannya.

​Aletta menunduk. Matanya membelalak. Itu adalah sebuah pistol Browning 1911 berukuran compact yang didesain khusus. Larasnya berlapis perak mengilap, dengan gagang dari gading hitam yang diukir membentuk motif bunga mawar yang melilit sebilah belati. Sangat indah, mewah, namun mematikan.

​"Mahkota saja tidak cukup untuk melindungimu di duniaku, Aletta," ucap Xavier serius, menatap lurus ke dalam mata istrinya. "Mulai hari ini, kau adalah kelemahanku yang paling terang-terangan. Semua musuhku akan mengarahkan senjatanya padamu untuk menghancurkanku. Senjata ini... adalah taring barumu. Bawa ke mana pun kau pergi."

​Aletta mengusap ukiran mawar di gagang pistol itu. Dulu, menyentuh senjata api akan membuatnya gemetar ketakutan. Namun sekarang, merasakan logam dingin ini di tangannya justru memberinya rasa aman yang ganjil. Ia menatap Xavier, menyadari bahwa pria ini benar-benar memercayakan sebuah senjata kepada orang yang pernah menampar dan membencinya. Kepercayaan Xavier padanya kini tak terbatas.

​"Aku akan belajar menggunakannya," ucap Aletta mantap, menatap suaminya. "Aku tidak akan menjadi kelemahanmu, Xavier. Aku akan menjadi perisaimu, sama seperti kau menjadi pelindungku."

​Ciuman yang Xavier berikan kali ini terasa jauh lebih dalam dan penuh pemujaan, menyegel sumpah tak kasatmata di antara mereka.

​Malam harinya, suasana di mansion terasa lebih tenang. Setelah makan malam, Xavier sedang mengajari Aletta cara membongkar dan merakit kembali pistol barunya di ruang kerja, ketika suara ketukan tergesa-gesa terdengar di pintu.

​Xavier menoleh, matanya menajam. "Masuk."

​Diego melangkah masuk. Wajah tangan kanan Xavier itu terlihat jauh lebih tegang dari biasanya. Di tangannya, ia membawa sebuah kotak kayu hitam berukuran kecil yang tidak memiliki label pengirim.

​"Maaf mengganggu, Bos," Diego membungkuk sedikit. "Sebuah paket baru saja dilemparkan melewati gerbang utama oleh pengendara motor tak dikenal. Motor itu meledak beberapa blok dari sini, pengendaranya tewas seketika untuk menghilangkan jejak. Sensor pemindai kami menyatakan kotak ini aman dari bahan peledak atau racun gas, tapi... saya pikir Anda harus melihat isinya sendiri."

​Xavier berdiri dari duduknya, auranya mendadak berubah menjadi gelap dan mengancam. Ia memberi isyarat agar Aletta tetap duduk di sofa, sementara ia melangkah maju dan mengambil kotak itu dari tangan Diego.

​Klik. Kait besi pada kotak itu dibuka. Di dalamnya, berbaring setangkai mawar putih yang kelopaknya ternoda oleh lumuran darah segar. Di bawah mawar tersebut, terdapat sebuah pin emas berbentuk kepala serigala bermata merah, serta secarik kertas perkamen.

​Rahang Xavier mengetat hebat hingga urat lehernya menonjol. Ia mengambil kertas itu dan membacanya dalam diam.

​Aletta yang merasakan perubahan drastis pada udara di ruangan itu segera bangkit dan menghampiri suaminya. "Xavier? Ada apa? Apa isi pesannya?"

​Xavier tidak menjawab langsung. Ia menatap pin serigala itu dengan sorot mata sekelam malam tanpa bintang. Perlahan, ia menyerahkan kertas itu kepada Aletta.

​Tangan Aletta sedikit gemetar saat menerima kertas tersebut. Pesan itu ditulis dengan ketikan rapi yang berbunyi:

​"Kartel El Cuervo mungkin sudah musnah, tapi darah yang mereka tumpahkan lima tahun lalu adalah milik kami. Pion yang kau ubah menjadi Ratu... tetap akan jatuh berdarah di atas papan catur kami. Nikmati sisa waktu kalian, Vassiliev." >

- Sindikat Volkov.

​Jantung Aletta serasa berhenti berdetak. Volkov. Ia pernah mendengar nama itu di berita internasional—sebuah sindikat mafia Rusia tandingan yang jauh lebih besar, lebih brutal, dan lebih tua dari klan Vassiliev.

​Jika ayah Aletta menyewa El Cuervo untuk meledakkan kapal lima tahun lalu, mungkinkah El Cuervo diam-diam berafiliasi dengan Volkov? Atau lebih buruk, mungkinkah Volkov yang sebenarnya menyokong ayah Aletta dari balik bayang-bayang selama ini?

​"Diego," suara Xavier sangat pelan, nyaris seperti desisan ular berbisa. "Tingkatkan keamanan mansion ke level tertinggi. Kumpulkan seluruh divisi tempur. Kita akan berperang."

​Aletta menoleh menatap Xavier. Bayang-bayang ketakutan memang sempat melintas, namun jemari Aletta justru bergerak menggenggam tangan suaminya dengan erat. Mahkota berdarahnya baru saja disematkan pagi ini, dan musuh baru telah menabuh genderang perang.

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!