mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaget
"Mas mereka di sana." tunjuk tari
Pandu mengikuti arah yang ditunjuk oleh tari. Mira tampak santai duduk di meja dekat jendela.
Pandu memberanikan diri menghampiri.
"Mira." panggil pandu
Mira menoleh ke arah suara tersebut.
"Ada apa?" tanya mira
"Boleh kita gabung?" tanya pandu menatap ke arah istrinya
"Tidak." jawab mira datar
Jawaban itu membuat Pandu terdiam.
Tika bahkan tidak menutupi senyumnya.
"Kami sedang membahas urusan bisnis." lanjut mira
"kita hanya cuma duduk." ucap pandu
"Tetap tidak." ucap mira
Pandu mencoba tersenyum, walaupun di sakunya mengepalkan tangannya.
"Mira." lirih pandu
"Hm?"
"Cuma sebentar." ucap pandu
"Tidak." ucap mira datar. Pandu terdiam
"Di sini banyak meja kosong." celetuk tika
"kami tahu." ketus pandu
"Kalau sudah tau, gih duduk sana." usir tika
Pandu tidak bisa membantah. Dengan wajah tidak enak ia kembali ke meja lain.
Tari yang menunggu di belakang langsung bertanya saat pandu melangkah ke arahnya.
"Gimana mas?" tanya tari
"Tidak boleh." jawab pandu
"Huh. pelit amat mereka" kesal tari, karena ia ingin memamerkan kemesraan dia dan pandu.
Mereka duduk di meja lainnya, Kemudian pelayan memberikan buku menu.
Dan beberapa detik kemudian... Mata Pandu melebar seketika
"Astaga." gumam pandu
Tari melihat juga ikut melihat
"Kenapa mas?" tanya tari
"Ini mahal sekali." lirih pandu
Tari membuka halaman berikutnya. ia juga ikut melongo melihat harganya.
"Ya ampun. mana cukup uang ku makan di sini" batin pandu resah
Pandu menelan ludahnya saat melihat menu tersebut. Steak, Pasta, Seafood. Semuanya mahal dan sangat mahal.
"Mas." panggil Tari
"Hm?"
"Aku mau steak." ucap tari
Pandu langsung menggeleng.
"Tidak bisa." tolak pandu langsung
"Kenapa?" kesal tari, ia ingin merasakan steak
"Uangnya tidak cukup sayang." bisik pandu
"Kalau yang ini?" tanya tari menunjuk seafood
"Tidak."
"Kalau yang itu?"
"Tidak."
Tari mulai kesal kepada pandu.
"Lalu makan apa kita mas?" kesal tari
Pandu menunjuk menu paling bawah.
"Nasi goreng." ucap pandu
Tari melotot, sampai matanya ingin keluar.
"Hah?" kaget tari
"Nasi goreng telur." ucap pandu
"Aku tidak mau." ucap tari kesal
Pandu mulai kehilangan kesabaran.
"Tari." geram pandu
"Apa?" ketus tari
"Kalau mau makan pesan yang itu." ucap pandu
"Tapi aku mau steak mas." rengek tari
"Aku tidak punya uang." geram pandu
Tari akhirnya terdiam. Pandu menatapnya serius.
"Kalau tidak mau, kita pulang sekarang." ujar pandu
Tari langsung mengerucutkan bibir. Kesal.
Tapi tidak bisa berbuat apa-apa , Saat pelayan datang.
Pandu langsung berkata.
"Satu nasi goreng." ucap pandu
Pelayan mencatat.
"Baik."
"Tambah telur mbak" ucap pandu
"Baik."
"Itu saja." ucap pandu
Tari ingin menangis rasanya. Ia masuk restoran mahal tapi yang dimakan hanya nasi goreng
****
Di meja Mira.
Tika sedang melihat laporan keuangan dari tablet miliknya.
"Mir." panggil tari
"Hm?" gumam mira, matanya fokus dengan handphone nya.
"pesanan piyama minggu ini tambah banyak dari Minggu kemarin" ucap tari
"Alhamdulillah, kalau gitu berarti customer pada suka sama piyama kita" ujar mira tersenyum
"iya jelas lah, mertua gua juga muji piyama milik kita katany bahannya adem cocok banget." ucap tika
Mira tersenyum.
"Kalau novelmu gimana?" Tanya Tika.
"alhamdulillah semuanya lancar " jawab mira
"salah satu novel gua juga mau di luncurkan, tadi gua dapat email" lanjut mira
"wahh, selamat ya. pasti dapat royalti banyak ini" ucap tika, mira tersenyum tipis
Tak lama kemudian pesanan Mira dan tika datang satu per satu. Steak premium, salmon panggang, sup krim dan dessert. tak lupa minuman mahal.
Meja mereka langsung penuh.
Tari sampai melongo yang melihat ke arah meja mira. .
"Mas." panggil tari
"Hm?"
"Itu makanan mereka?" tanya tari shock
"Iya."
"Semuanya?" tanya tari
"Iya."
"Astaga..." kaget tari, tari menelan ludah.
Steak yang datang terlihat begitu menggoda di matanya. Sementara di hadapannya hanya ada nasi goreng dan telur.
Pandu juga tidak percaya. Ia menatap istrinya tanpa berkedip.
Dalam benaknya muncul satu pertanyaan besar. apakah gaji istrinya sangat besar.
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca