NovelToon NovelToon
Sisi Misterius Salsa

Sisi Misterius Salsa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

"Menikahlah dengan cucu keluarga Wijaya, setelah kakek meninggal. "
"Menikah!, sekarang? "ucap Salsa terkejut.
Salsa tidak percaya dengan ucapan kakeknya yang terbaring lemah di rumah sakit, tiba-tiba saja dia harus menikah dengan cucu temannya yang seorang polisi bernama Rian.
karena itu wasiat kakeknya yang sudah membesarkan dirinya setelah kedua orang tuanya meninggal, dirinya pun pergi ke kota membawa alamat, surat wasiat yang akan diberikan oleh keluarga Wijaya dan cincin pertunangan mereka.
Tapi Salsa menutupi identitas aslinya yang bisa melihat arwah, karena Rian orang yang sensitif jika menyangkut masalah seperti itu.
Tapi kemampuan special Salsa itu bisa membantu Rian memecahkan beberapa kasus yang sulit untuk di pecahkan.
bagaimana cerita pernikahan mereka yang banyak sekali perbedaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19.Di hampiri arwah yang merepotkan.

Malam semakin larut. Jalanan kota yang biasanya ramai kini mulai sepi, hanya tersisa lampu-lampu jalan yang memancarkan cahaya kuning redup, memantul di atas aspal yang masih sedikit basah sisa hujan sore tadi.

Di dalam mobil jeep mewah milik Rian, suasana terasa sangat tenang. Rian menyetir dengan satu tangan, sementara matanya sesekali melirik ke arah kursi penumpang di sampingnya.

Salsa sudah tertidur pulas sejak sepuluh menit yang lalu. Kepala kecilnya tergelincir menyandar ke sandar kursi, mulutnya sedikit terbuka, dan napasnya teratur sangat lembut. Wajahnya yang polos terlihat begitu damai, seolah semua kelelahan dan kegugupan hari ini akhirnya terbayar lunas oleh istirahat.

Rian tersenyum tipis melihatnya. Gadis ini benar-benar seperti anak kucing yang manis. Hatinya terasa hangat, sebuah perasaan aneh yang jarang ia rasakan sebelumnya—rasa ingin melindungi yang begitu kuat.

Sabarlah sedikit lagi, Salsa. Kita hampir sampai rumah, batin Rian.

Namun, baru beberapa kilometer mereka melaju, tiba-tiba suara sirine notifikasi ponsel Rian berbunyi nyaring, bukan nada biasa, melainkan nada khusus panggilan darurat yang membuat suasana langsung berubah tegang.

Trrrrt... Trrrrt...

Rian segera menggeser layar ponsel dengan cepat. Wajahnya yang tadi santai langsung berubah serius dan tegas seketika.

"Ada kasus di TKP, Pak. Butuh penanganan segera. Lokasinya tidak jauh dari posisi Bapak sekarang," suara dari ujung telepon terdengar panik.

Rian menghela napas panjang, lalu menatap Salsa yang masih tertidur lelap di sampingnya. Ia tidak tega membangunkan gadis itu. Wajahnya terlihat sangat lelah.

"Baik, saya akan datang segera," jawab Rian singkat lalu mematikan sambungan.

Dengan cepat Rian memutar setir, mengubah arah mobil menuju lokasi yang dimaksud. Tidak butuh waktu lama, mobil itu pun berhenti tepat di halaman parkir kantor polisi sektor setempat yang masih terang benderang.

Rian mematikan mesin. Ia menoleh ke samping, menatap istrinya.

"Maaf ya Salsa... Aku harus kerja sebentar," bisiknya pelan agar tidak membangunkan gadis itu. "Kamu tidur saja di sini. Angin AC-nya sudah Kakak atur. Sebentar lagi Kakak selesai."

Dengan hati-hati, Rian keluar dari mobil, menutup pintu pelan-pelan, lalu mengunci pintu dari luar demi keamanan. Ia berjalan cepat dengan langkah tegap memasuki gedung kantor polisi, meninggalkan Salsa yang masih terlelap dalam mimpi indah.

Di dalam mobil, suasana menjadi hening. Hanya terdengar suara desiran angin dari AC mobil.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Tiba-tiba... Wusssshhh!

Sebuah hembusan angin dingin yang sangat menusuk kulit tiba-tiba menyapu wajah Salsa. Bukan angin dari AC, tapi angin yang terasa lembap dan sangat dingin, seperti hawa dari dalam kubur.

Hembusan itu dilakukan berulang-ulang, tepat ke wajah Salsa.

"Mmmhh..." Salsa mengerang kesal sambil masih memejamkan mata. Tangannya mengibas-ngibaskan udara di depan wajahnya malas-malasan. "Aduh... arwah lagi... biarkan aku istirahat sebentar saja lah... capek tahu..." gumamnya setengah sadar, suaranya terdengar mengantuk dan kesal.

Biasanya, orang biasa tidak akan merasakan apa-apa. Mereka tidak akan tahu kalau ada makhluk halus di dekat mereka. Tapi Salsa berbeda. Sejak kecelakaan itu, dirinya yang terbangun dari koma panjangnya.Ia bisa merasakan kehadiran mereka, merasakan hawa dingin mereka, bahkan mendengar bisikan mereka.

Dan sosok di luar atau di dalam mobil itu... ia terkejut.

Dia bisa merasakanku?! batin sosok itu bersorak dalam hati.

Selama bertahun-tahun, arwah wanita itu berkelana sendirian. Ia mencoba menyapa orang-orang, mencoba menyentuh, tapi tidak ada satu pun yang merespons. Mereka semua buta dan tuli terhadap keberadaannya. Ia merasa kesepian, terperangkap di antara dua dunia.

Dan hari ini, akhirnya ia menemukan seseorang! Seseorang yang bisa merasakan tiupannya! Seseorang yang bisa mendengarnya!

Karena terlalu senang dan penasaran, arwah itu malah meniup wajah Salsa lagi, kali ini lebih kencang dan lebih lama.

WUSSSSSSSSS!!!

Dinginnya sampai menusuk ke tulang sumsum.

"ASTAGA! DASAR GANGGUIN!" Salsa akhirnya mengumpat kasar, matanya terbuka lebar karena emosi dan kedinginan. "KAN SUDAH BILANG MAU TIDUR! KALO GAK PUNYA PEKERJAAN SANA CARI YANG LAIN! JANGAN GANGGUIN GUE!"

Salsa duduk tegak, matanya menyipit menatap sekeliling dengan kesal, siap untuk memarahi siapa pun arwah yang berani mengganggunya.

"Heh... mana lo?" gerutunya.

Ia melihat ke sekeliling. Masih di dalam mobil. Di depannya adalah gedung kantor polisi yang terang. Rian tidak ada di sampingnya.

Oh iya, Kak Rian masuk kerja.

Rasa kesalnya sedikit mereda, digantikan oleh rasa bingung. Arwah tadi terasa sangat dekat. Sangat dekat sekali.

Perlahan, dengan rasa penasaran yang mengalahkan rasa takutnya, Salsa memutar badannya dan menoleh ke arah kursi belakang mobil.

Dan...

JLEB!!!

Jantung Salsa seakan berhenti berdetak selama tiga detik. Napasnya tercekat di tenggorokan. Wajahnya langsung pucat pasi.

Di kursi belakang, tepat di belakang tempat ia duduk, duduklah seorang wanita.

Wanita itu mengenakan gaun panjang berwarna putih yang sudah lusuh dan kotor, rambutnya panjang dan hitam menutupi sebagian wajahnya, tapi matanya... matanya tampak merah dan sedih. Namun yang paling membuat kaget, tubuh wanita itu tembus pandang, bercahaya samar berwarna kebiruan, dan kakinya tidak menyentuh lantai mobil, melayang beberapa sentimeter.

Wanita itu tersenyum... atau lebih tepatnya mengangkat sudut bibirnya, lalu melambaikan tangan pucatnya ke arah Salsa.

"Hai..." suara wanita itu terdengar lemah, seperti datang dari jauh, namun jelas terdengar di telinga Salsa. "Akhirnya... ada yang bisa melihatku juga."

"AAAAAAARRGGHHHH!!!"

Salsa berteriak sekuat tenaga. Ia langsung memeluk tubuhnya sendiri, mundur sejauh mungkin ke sudut pintu, matanya membelalak lebar penuh ketakutan.

"Sial! Jangan kagetin orang seenaknya dengan tampang seperti itu!" Ucap santai Salsa.Walaupun sering melihat arwah bermacam-macam,tapi jika di kagetin seperti itu Salsa juga bisa terkejut juga seperti manusia yang lain.

Arwah wanita itu terlihat sedih, ia menggeleng pelan. "Maaf...karena terlalu senangnya akhirnya ada orang yang bisa melihatku."

Salsa lalu duduk dengan santai, sambil mengambil nafas agar tenang.

"Ada apa? Apa perlu bantuan ku? " Tanya Salsa.

"Sebenarnya, aku tidak ingat hanya mau seseorang mau menolongku" Jawabnya yang terlihat lesu.

"Pasti kamu mengalami kematian yang tidak wajar"

"Apa benar? "

"Tentu, arwah seperti mu itu adalah arwah yang rumit. Tanpa identitas, tanpa tahu alamat rumah maupun keluarga sangat sulit"

"Lalu, nona bisa menolongku? "

"Tidak, karena aku bukan polisi"

"Bagaimana dengan nasibku? "

Salsa pun melirik kearah arwah itu, dan dia merasa iba.

"Biasanya arwah yang aku temui seperti mu ini, itu berarti memiliki ikatan dengan tempat ini atau tubuhmu ada disekitar sini"

"Benarkah, sepertinya nona berpengalaman! "

"Tapi aku punya satu syarat, jangan tunjukkan wujudmu pada pria bersamaku atau jika aku bersama dengan dirinya sebaiknya kamu menjauh, atau aku tidak mau membantumu"

"Baik, apapun itu aku terima. Tapi mana pria yang bersamamu itu? "

"Mungkin dia sedang ada tugas. "

Tak beberapa lama kemudian, Rian keluar dari kantor polisi dengan rekannya. Mereka seakan berbicara dengan serius, tapi percakapan tidak terdengar oleh Salsa.

Salsa lalu tersenyum, soal arwah seperti gadis itu sepertinya identitas akan segera di ketahuinya dengan cepat.

Salsa melihat kearah Rian, suaminya yang seorang polisi pasti cepat mencari identitas arwah itu.

1
💝F&N💝
lanjut.
up nya tiap hari doooooooo😅🙏
💝F&N💝
ini kapan up lagi
paijo londo
thor mampir kyaknya seru nih🤭🤭
💝F&N💝
up lagi
💝F&N💝
good👍👍👍👍👍 aku suka alurnya.
bagus banget
bisa dinikmati
lanjut 👍👍👍👍👍
Sahabat Oleng
aku mampir thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!