NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19.Datangnya Keluarga

   ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

Belum sempat Aisyah mencerna sepenuhnya semua penjelasan Zea, belum sempat otaknya memproses betapa dahsyatnya takdir yang baru saja terungkap, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang cukup ramai dan terburu-buru datang dari arah ujung koridor. Suara itu terdengar panik namun penuh wibawa.

"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Ini kamar perawatan Bapak Aqlan kan?" suara berat dan tegas itu memecah keheningan koridor rumah sakit.

Aisyah dan Zea serentak menoleh ke arah sumber suara.

Datanglah dengan langkah cepat Gus Fauzi dan istrinya tercinta Nova, yang tak lain adalah kakak kandung sulung Aisyah. Di tangan Nova, tergenggam erat tangan kecil Avara, anak perempuan mereka yang lucu, polos, dan selalu membawa keceriaan ke mana pun ia pergi.

Melihat kedatangan mereka, beban di hati Aisyah seakan meledak.

"Kak Fauzi! Kak Nova!" seru Aisyah terbata-bata, air matanya yang tadi sempat kering kini menetes lagi dengan deras melihat wajah keluarganya datang. Rasa lelah, takut, dan haru bercampur menjadi satu.

"Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh..." jawab Zea dan Aisyah serentak.

Gus Fauzi langsung menghampiri adiknya dengan wajah yang tampak sangat cemas dan khawatir. Keringat dingin terlihat di pelipisnya karena berlari.

"Kami baru dapat kabar mendadak dari teman kampus tadi, Syah. Mereka bilang Aqlan pingsan parah di taman dan langsung dilarikan ke sini. Kami kaget setengah mati!" ujar Gus Fauzi dengan napas masih agak memburu. "Gimana keadaannya sekarang? Kenapa bisa pingsan begitu? Apa karena kurang istirahat atau kecapekan studi?"

Zea yang melihat kedatangan keluarga besar ini langsung menyambut dengan wajah yang berubah dari cemas menjadi penuh suka cita dan haru.

"Alhamdulillah mbak,Gus... Tenang dulu ya. Kondisi Mas Aqlan sebenarnya aman dan stabil kok, tidak ada luka atau penyakit berbahaya," jawab Zea cepat menenangkan. "Cuma... tadi baru aja kejadian luar biasa yang bikin kami semua syok dan bahagia."

"Kejadian apa tuh Ze?" tanya Nova lembut sambil segera mendekati Aisyah, mengelus punggung adik iparnya itu untuk menenangkan. Avara kecil yang melihat Tantenya menangis langsung melepaskan tangan ibunya dan memeluk erat kaki Aisyah dengan manja.

"Tante Aisyah... jangan nangis ya... nanti cantiknya ilang lho..." bisik Avara polos sambil mengelap pipi Aisyah dengan jari mungilnya.

Aisyah tersenyum getir sambil mengusap kepala keponakannya tersayang itu.

Zea menarik napas panjang sekali, mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan kabar gembira terbesar hari ini. Dengan suara yang bergetar hebat namun penuh semangat, ia berkata,

"Mas Aqlan... ingatannya balik PENUH, mas! Ingatan masa ke yang hilang bertahun-tahun lamanya, yang samar-samar dan gelap, tiba-tiba balik lagi utuh seketika!"

SYOK!

Mata Gus Fauzi dan Nova seketika terbelalak lebar, wajah mereka kaget bukan main.

"Hah?! Beneran kamu bilang Ze? Beneran ingat lagi?!" tanya Gus Fauzi tak percaya, tangannya gemetar.

"Iya Om! Seratus persen bener!" jawab Zea mantap, matanya berbinar-binar. "Dan yang bikin heboh dan luar biasa itu... pemicunya itu Tante Aisyah sendiri!"

Zea menunjuk ke arah Aisyah yang masih memeluk Avara.

"Tadi pas di taman, pas Mas Aqlan denger Tante Aisyah bilang pernah mondok di At-Taqwa dan bahasa Arabnya fasih banget... otaknya langsung connect! Gembok ingatannya kebuka lebar! Sekarang dia ingat semua, Om... Ingat pondok, ingat teman-teman, dan yang paling penting... dia ingat siapa Tante Aisyah sebenarnya buat dia!"

Gus Fauzi langsung menepuk jidatnya sendiri perlahan, campur aduk antara kaget, takjub, dan bersyukur yang tak terkira.

"Ya Allah... Maha Baik Engkau mengatur segalanya... Maha Benar aturan-Mu..." gumamnya lirih. "Jadi... jadi ingatan tentang janji suci waktu dulu... ingatan tentang jodoh yang sudah ditetapkan ayah dan Bunda dulu..."

"Udah balik SEMUA,gus !" potong Zea antusias, hampir berteriak karena senang. "Sekarang Mas Aqlan sadar penuh siapa Tante Aisyah!"

Aisyah hanya bisa mematung di tempatnya. Ia memeluk tubuh hangat Avara kecil di pelukannya, kepalanya terasa pening dan berputar memikirkan betapa hebat dan ajaibnya skenario Tuhan.

Ternyata... semua orang di sekelilingnya, Kak Fauzi, Zea, bahkan mungkin Papa dan Mama, tahu tentang benang merah ini. Tahu tentang ikatan masa lalu itu. Cuma dia dan Gus Aqlan yang dulu karena satu dan lain hal lupa dan tidak sadar. Takdir ini sungguh indah dan sangat mengejutkan.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!