" Bertahun-tahun aku mencarimu demi barang berhargaku yang paling penting buat hidupku, tapi... setelah menemukanmu, kenapa aku malah inginkan kamu ???!!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Evano memejamkan mata, menengadahkan wajahnya ke atas, merebahkan kepalanya di pinggiran bathtube.
Air hangat yang merendam tubuhnya membuatnya merasa rileks. Otaknya dipenuhi semua kejadian beberapa terakhir yang sedang direview kembali. Lagi dan lagi, terus berulang.
Jafar benar !
Apa yang dikatakannya tentang Salma...
Semuanya benar.
Salma nggak pernah peduli siapa rajanya, yang terpenting dialah ratunya.
Dan dari obrolan di telepon tadi, kayaknya dia ngerasa aku bukanlah yang akan jadi CEO.
Evano menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
Selama ini... aku cuma nungguin dia.
Ada begitu banyak cewek yang datang... tapi aku nggak pernah coba buat kasih kesempatan pada mereka.
Bahkan aku selalu berikan apa yang Salma inginkan, termasuk nyawaku sendiri.
Apa itu semua nggak bisa membuatnya bersama ku meskipun aku bukan siapa-siapa ?
Apa sebuah jabatan begitu penting buat dia ?
Kalo dia emang lebih milih Kevin daripada aku cuma karena sebuah status dan jabatan, akan bikin dia bahagiakah ?
Kevin itu playboy berat !!
Nggak keitung berapa banyak cewek yang udah dia rusak sampai hamil.
Ayahlah yang selalu membereskannya.
Setiap ada cewek yang datang kerumah dan terbukti korban nafsu bejat Kevin, ayah buru-buru nyuruh sekretarisnya kasih uang banyak dan akses ke dokter kandungan pribadi buat aborsi.
Dan Salma memilih menghabiskan sisa hidupnya dengan orang bejat kayak gitu ??
Kenapa Salma sepicik itu cuma karena pingin sebuah kekuasaan ?
Apa yang dipikirin dia sebelumnya saat dia mau jadi pacarku sejak SMU ?
Aku akui, aku nggak pernah kasih tau dia soal aku yang sebenarnya.
Tapi bukankah itu seharusnya nggak jadi masalah kalo emang kami saling mencintai...
Aku lelah sama semua status dan jabatan...
Aku muak sama semua ini...
Aku...
" Oalah !! Kamu masih hidup, bos ? "
Buyarlah lamunan Evano. Alisha tiba-tiba sudah membuka pintu kamar mandinya dan tampak tersenyum lega.
" Ka-kamu !!! Dari kapan kamu berdiri disitu ???? "
" Barusan kok ! Emang nggak denger aku panggilin ? "
" Mana ada kamu panggil ? Alasan !!! "
" Iihhh, dasar orang nggak percayaan ! Tadi aku panggilin, bos, bos, booosss, makan malam udah siap ! Lama aku tungguin di depan kamarmu. Kamu nggak ada jawaban. "
" Terus kenapa kamu asal masuk kamar orang ??? "
" Aku penasaran, ya aku masuk aja. Kuliat kamu nggak ada tapi aku ngedenger ada suara air ngalir. Aku panggil-panggil lagi, nggak ada sautan juga, ya udah a... "
" Cukup ngocehnya !!!Berisik banget ! Pusing aku dengerin ocehanmu yang nggak jelas ! "
" Hehehe.... aku bukannya ngoceh, bos, tadi itu sebuah kronologi kejadian yang baru terjadi sekitar... "
" Ambilin handukku ! "
" Lah kok malah nyuruh ? "
" Emangnya aku gila keluar dari bathtube telanjang bulat jalan ngambil handuk sendiri, sementara kamu ada di situ ??? "
" Yaelah bos, bos ! Emang kenapa kalo aku liat kamu telanjang bulat ?? Kayak aku nggak pernah liat semuanya aja ! "
" Handuk ku ! Cepet buruan bawa kesini ! "
Evano benar-benar kesal setengah mati kepada Alisha. Akhirnya tanpa mendebat lagi, Alisha menarik selembar handuk yang tergantung tepat di sebelah pintu dimana dirinya sedang berdiri.
Wajah Alisha tampak cemberut, merasa betapa semena-menanya Evano. Tepat di samping bathtube, dimana Evano berendam, ia mengulurkan handuk tersebut.
" Eeehh.... aaduuhhh !!! "
Evano tidak mengambil handuknya, melainkan malah menarik Alisha masuk ke dalam bathtube dan terjatuh tepat di atas perutnya.
" Apa-apaan sih ??? Liat, baju ku basah ! "
Protes Alisha kesal. Tapi begitu menyadari posisi tubuhnya terduduk di atas tubuh Evano yang telanjang bulat, wajah Alisha memerah. Segera ia berusaha untuk keluar dari bathtube.
" Awas ! Aku mau... "
" Diam ! "
Evano mencegahnya bangun dari tubuhnya. Ia menahan Alisha untuk tetap di dalam bathtube.
" Jangan pikir aku cewek gampangan ya !!! "
Kata Alisha dengan wajah yang makin memerah karena malu.
" Jangan banyak bergerak, kalo nggak mau terjadi sesuatu pada mu. "
Ancam Evano, dan itu berhasil.
Alisha menurut, diam dan tak bergerak sedikitpun.
" Liat aku, liat badanku... "
" Ngapain ? "
" Kamu tadi bilang nggak masalah kan ngeliat badanku, karena kamu udah pernah ngeliat seluruhnya sebelumnya. "
" Emang iya kan, aku udah... "
Belum selesai kalimatnya terucap, wajah Alisha makin kemerahan dan terasa panas. Evano juga sama. Keduanya bersamaan teringat peristiwa malam itu, lima tahun silam.
" Udah ah, aku mau makan duluan aja ! "
" Nggak, jangan banyak ngomong lagi. Jangan inget yang lain-lain, fokus apa yang aku suruh tadi. Liat aku, perhatiin... "
Kata Evano sembari membuat wajah Alisha menatapnya lurus ke depan.
" Okey... "
Alishapun menurut juga. Dan Alisha menatap Evano lekat-lekat. Dan perlahan, keningnya berkerut. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Evano. Jantung Evano berdetak tak beraturan saat Alisha semakin dekat.
Apaan sih....
Kenapa malah deket banget begini ?
" Aahh, kirain apaan !!! "
Tiba-tiba Alisha berseru membuat Evano tersentak kaget.
" Apaan sih ??? Bikin kaget aja ! "
" Ini... di ujung alis kirimu ! Ada titik hitam, kupikir kutu rambut kesasar, eeehhh ternyata tahi lalat. Hahaha !!! "
Sahut Alisha tergelak, merasa lucu.
Cewek ini !!
Apa nggak bisa serius sedikit ???
" Mana ada aku punya kutu ??? Ngaco ! "
" Oh iya ya... mana mungkin ya kamu punya kutu, kamu kan bersih banget. Maaf ya bos... "
" Sekarang tolong serius sebentar ! Liat aku, liat badanku... Apa yang kamu pikirin setelah ngeliat, katakan jujur padaku. Bisa ? "
" Oh gitu, bisalah... Tapi... "
" Apalagi ? "
" Ada upahnya nggak ? Hehehe..... "
Dasar cewek matre !!!
" Ada, ntar aku kasih upahnya ! "
" Apaan ? "
" Surprise, nggak bisa dikasih tau sekarang. Percaya aja, pasti aku kasih ! "
" Ah, okey.... Aku suka surprise ! "
" Sekarang lakuin yang tadi aku suruh. "
" Siap 86 bos ! "
Dan dengan penuh semangat, terlihat dari matanya yang berbinar-binar, Alisha menatap Evano dengan seksama.
" Jujur ya, aku berat banget ngakuin hal ini. Tapi demi surprise, oke deh, aku bilang sama kamu... Kamu ganteng banget. "
" Aku nggak butuh penilaian, karena emang aku sadar aku tuh ganteng dari lahir. Aku bilang, aku butuh tau apa yang kamu pikirin, yang kamu rasain... "
" Iisshhh, narsis bener ! ..... mmm, yang aku pikirin... "
Alisha mencoba merangkai kata-kata yang ingin diucapkannya. Tapi semua susunan kata-kata di otaknya yang hampir keluar dari mulutnya buyar saat matanya menatap dada bidang Evano. Tanpa sadar, tangannya menyentuh dada sebelah kiri Evano.
Evano sempat ingin menghindar, tapi kemudian memilih untuk membiarkan Alisha menyentuhnya. Alisha meraba kulit dada kirinya yang terlihat berbeda dengan kulit sekitarnya. Bekas luka bakar yang sungguh lebar. Dari dada sebelah kirinya hingga ke pinggul kiri dan melebar ke belakang, sekitar punggung sampai ke pinggang.
Kenapa ekspresi wajahnya seperti itu ?
Dia emang nggak takut melihatku, ya kayak sebelumnya, malam itu juga...
Reaksinya masih sama dengan malam itu.
Dia nggak jijik...
Dia keliatan sedih ?
Kenapa ?
" Bos... apa yang terjadi ? Kenapa kamu punya luka bakar hampir di seluruh tubuh sebelah atas ? Rumahmu ini pernah kebakaran kah ? "
Tanya Alisha lirih dan terdengar sedih.
" Kamu nggak jijik ? "
" Kamu lupa ? Kalo aku jijik ngeliatnya, malam itu aku udah kabur dan nggak bakal mau layanin kamu sampai aku susah jalan... "
Betul juga...
" Bisa aja kan, sebenarnya kamu jijik tapi karena butuh uang, kamu terpaksa melayaniku... "
" Oh iya ya, bisa jadi ! Hahaha !!! "
Jawaban Alisha membuat Evano merasa kesal.
" Seriuslah ! Aku nggak lagi bercanda ! "
" Iya kan bisa jadi emang aku lagi butuh duit banyak. "
" Percuma aku minta kamu serius, udah bangun sana ! Badanmu lama-lama berat juga ! "
" Isshhh !!! Bos, kamu itu seenaknya aja ya ! Semena-mena ! "
Kata Alisha kesal sembari beranjak keluar dari bathtube. Evano juga, begitu mengambil handuk yang tadi terjatuh di lantai, segera berdiri dan membalut tubuh bagian bawahnya dengan handuk tersebut.
Baru saja kakinya keluar dari bathtube, tiba-tiba Alisha memutar tubuhnya.
" Apalagi ? "
" Surprise ku mana ? "
" Mana ada ? Tadi kan belum kelar, kamu belum kasih tau apa yang kamu pikirin saat ngeliat aku dan badanku, gimana bisa minta upahmu ?
" Hah, udah aku tebak ! Kamu pasti boong !! Bos, seorang pria sejati itu dibuktikan dengan tepati janjinya. Kalo ka... mmmmmpphhhttthhhh !!! "
Evano memotong ucapan Alisha dengan menarik wajah Alisha dan membungkamnya dengan ciuman.
" Udah, tuh surprisenya !! "
Ujar Evano setelah mencium paksa Alisha.
" Mana ada itu surprise ??? Itu kamu yang untung ! Aku rugi banyak !! "
Protes Alisha sambil mendorong tubuh Evano.
" Terlalu banyak protes melulu ! Buruan ganti baju dan makan ! "
Kata Evano dengan nada memerintah.
Saking kesalnya, Alisha berjalan mendahului Evano dan sengaja menubruk tubuh Evano.
" Hei !! Sengaja kamu ya ?!! "
Seru Evano. Alisha menoleh dan menjulurkan lidahnya, meledek. Tapi segera mempercepat langkahnya keluar dari kamar Evano.
Yaahh... kamarku, jadi pada basah deh lantainya.
Bajunya dah tau basah semua, sengaja banget malah lari ngehentak kaki gitu !!
Dasar si ceroboh !
Tapi... cewek ini mulai menarik !
Dia sungguh unik, pribadinya, sikapnya...
Aahhh, aku punya ide bagus.
Aku mau coba !!!
sukses
semangat
tapi aku seneng kalo evano dan alisyha bahagia bersama keluarga kecilnya... makasih ya thor buat ceritanya dan terus semangat, aku tunggu karya thor selanjutnya 💪🏻💕💕
bertahun2 memendam dan menjalin cinta secara rahasia dgn kevin...bahkan hrs merelakan rahimnya diangkat karna terlalu sering aborsi...demi cinta gilanya pada kevin...tapi hrs berakhir tragis justru disaat dia akan memulai kebahagiaannya