NovelToon NovelToon
CINTAKU MENTOK Di WANITA MALAM

CINTAKU MENTOK Di WANITA MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aquarius97

YANG SUKA ROMCOM... MERAPAT SINI✨

PLAGIAT, BISULAN SEUMUR HIDUP YA ! 👊🏻

Restu Anggoro Wicaksono selalu menjadi bahan tertawaan ketiga sahabatnya lantaran di usianya yang hampir tiga puluh tahun, pria itu belum pernah menyentuh seorang wanita.

Jangankan menyentuh, menjalin hubungan asmara saja Restu belum pernah.

Karena itulah, ia mendapat julukan si pria beku tak tersentuh.

Sampai suatu malam, ketiga sahabatnya menyusun rencana gila. Mereka kesal melihat hidup Restu yang terlalu flat.

Akhirnya, mereka bertiga nekat mengirim Restu ke kamar VIP di sebuah klub malam.

Malam itu seharusnya hanya menjadi kenangan singkat Restu bertemu wanita sewaan ketiga sahabatnya. Tapi anehnya, wanita itu justru terus memenuhi pikirannya.

Sayangnya, wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Sementara Restu terjebak dalam pencarian panjang di tengah tekanan keluarga yang terus menuntutnya untuk segera menikah.

Apakah Restu bisa menemukan wanita malam itu kembali? Yuk, ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 CMDWM

Ketika akan kembali ke mejanya, Qiana berpapasan dengan Aviva. Dahinya seketika mengernyit melihat penampilan wanita seksi itu yang tidak seperti biasanya.

Qiana sempat ingin bertanya, tetapi buru-buru mengurungkan niatnya. Selain memang tidak menyukai sikap Aviva yang arogan, hubungan mereka selama ini juga tidak pernah dekat.

Bukan hanya Qiana. Beberapa pegawai yang berpapasan dengan Aviva ikut melirik heran. Ada yang berbisik pelan sambil menutup mulut, ada pula yang pura-pura menunduk, padahal matanya jelas mengikuti penampilan wanita itu.

Aviva yang biasanya tampil sempurna dengan rok span pendek andalannya, kini mengenakan kemeja biru polos dan celana panjang hitam.

Dalam benak mereka, berbagai pertanyaan bermunculan. Apa yang sebenarnya terjadi pada sekretaris sok itu? Mengapa tiba-tiba ia mengenakan seragam office girl? Apakah jabatannya diturunkan? Dan kalau iya, apa alasannya?

Entahlah, hanya Restu yang tahu.

"APA LIHAT-LIHAT!" gertak Aviva kepada orang-orang yang sedang menatapnya.

Mereka sedikit tersentak mendengar bentakan itu dan memilih segera berlalu.

"Sialan! Awas aja kalau aku sudah jadi sekretaris lagi!" gumam Aviva penuh dendam sambil mengepalkan tangan.

Meski jabatannya telah diturunkan, sikap angkuhnya sama sekali tidak berubah. Ia bahkan masih berjalan dengan dagu terangkat, seolah hal itu bukan sesuatu yang memalukan.

Menurut Aviva, posisinya sebagai office girl hanyalah sementara. Cepat atau lambat, Restu pasti akan mengembalikan jabatannya sebagai sekretaris.

Qiana hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Aviva dari kejauhan. Atau lebih tepatnya, sudah terbiasa.

* *

Di ruang HRD, Niko datang menemui Restu yang menyamar sebagai Angga. Agar lebih meyakinkan, ia berpura-pura memperkenalkan Angga sebagai kerabat dekatnya. Ia juga menitipkan Angga kepada Andira agar bisa diterima bekerja disana.

Setelah melalui percakapan singkat, Andira akhirnya menempatkan Restu alias Angga sebagai office boy, sesuai dengan ijazah abal-abal nya. Kemudian mengantar Angga menemui Bu Dewi, supervisor umum yang akan memberikan arahan dan membimbing secara langsung.

Setelah berganti baju, Angga kembali menghadap Bu Dewi. Kebetulan, Aviva juga sudah ada di sana karena hari ini ia resmi bekerja sebagai office girl.

"Baiklah, Angga, Aviva," ujar Bu Dewi dengan suara tegas. "Tugas kalian hari ini dimulai dari pembagian area kerja. Angga, kamu bertugas membersihkan ruangan Pak Restu dan seluruh ruangan di lantai tujuh, dan pantry. Sedangkan Aviva, kamu akan membersihkan area di seluruh lantai lima dan ruang rapat."

Belum sempat Bu Dewi menyelesaikan arahannya, Aviva langsung menyela dengan wajah masam. "Bu, saya saja yang membersihkan ruangan Pak Restu, saya kan sudah terbiasa disana! Si cupu ini suruh saja ke ruangan lain!" potongnya cepat.

Angga hanya bisa diam menahan diri, sementara Bu Dewi menatap Aviva tajam, jelas tidak suka dengan sikapnya.

"Aviva! Mulai sekarang kamu harus menurut apa perkataan saya. Pak Niko sudah menitipkanmu pada saya. Jika kamu membangkang bisa saja saya membuatmu segera di pecat! Ingat itu!"

Aviva menghentakkan kakinya, terpaksa menurut.

"Sudah sana! Lagian, lantai tujuh dan lantai lima, areanya luas lantai tujuh! Seharusnya kamu bersyukur," tambah Bu Dewi.

...🕊️🕊️🕊️...

Waktu istirahat, Qiana menghampiri Andira dengan langkah ringan. Wajahnya terlihat lebih bersemangat dari biasanya.

"Mbak..." sapanya pelan ketika melihat Andira tengah membereskan berkas di meja.

"Eh, Qi... tumben kamu udah kesini duluan," Andira mendongak sambil tersenyum tipis.

Qiana menggaruk pelipisnya dengan kikuk. "Hehe, anu Mbak... cuma mau tanya. Mas Angga udah mulai kerja, kan hari ini?" suaranya melirih, seolah takut ada yang mendengar.

"Di bagian apa, Mbak?" bisiknya lagi.

Andira mengernyit, menatap Qiana penuh rasa penasaran. "Mas Angga? Kamu kenal sama dia?"

Qiana nyengir, spontan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Andira pun menyipitkan mata. "Jangan-jangan...dia cem-ceman kamu ya, Qi?" tebaknya menggoda.

Pertanyaan itu membuat Qiana refleks mendongak. Pipinya langsung merona, meski bibirnya tak kuasa menahan senyum tipis.

"Mbaak... apaan sih. Dia itu temen Qiana dari Surabaya. Udah lama banget nggak ketemu," ujarnya malu-malu.

"Ah yang bener???" Andira semakin gencar menggoda, matanya berbinar penuh rasa jahil.

"Baiklah-baiklah, Mbak tau kok kerinduan kamu," Andira menepuk pelan bahu Qiana. "Dia udah kerja jadi office boy. Sana, coba cari di pantry. Siapa tahu dia ada di sana!"

Qiana tak bisa menahan senyum lebarnya. Spontan ia memeluk Andira erat. "Okeey, Mbak, tremakasehh. Qiana kesana dulu ya. Mbak ke kantin duluan aja, nanti Qia nyusul."

Andira mengangguk, lalu tiba-tiba teringat sesuatu. "Oh iya, Qi. Bagaimana kabar Bu Ani?" tanyanya sedikit panik, karena semalam Qiana memang sempat bercerita.

"Masih di rumah sakit, Mbak."

"Kalau masih di rumah sakit, kenapa kamu masuk sekarang? Bukannya urusan catering sudah beres untuk hari ini?!"

"Iya sih, Mbak... tapi Qiana takut dipecat kalau sampai nggak masuk. Mbak kan tau sendiri gimana galaknya Pak CEO Restu!" ucap Qiana sambil memutar bola mata malas.

Andira terkekeh. "Haha, iya... Mbak lupa. Apalagi kamu sedang dalam masa hukuman. Pasti diam-diam kamu lagi dipantau, tuh!"

Kemarin Qiana memang berkeluh kesah soal bagaimana Restu memperlakukannya semena-mena, sampai-sampai ia dihukum. Hanya satu hal yang tak ia ceritakan, adegan ciuman itu. Kalau sampai tahu, bisa-bisa Andira langsung ngajak gelut Restu sekalipun statusnya adalah seorang CEO. Qiana yakin Andira tak akan tinggal diam, karena sebelumnya siapapun yang berani mengganggu Qiana akan berhadapan dengannya.

"Yasudah Mbak, Qiana ke pantry dulu. Keburu dapat notif dari si Bos. Hi....serem!"

Andira terbahak. "Haha, kamu pikir Pak Restu hantu apa!"

"Ish, hantu rentenir Mbak. Nerorr, suruh bayar hutang!" cerocos Qiana kemudian melangkah meninggalkan Andira di ruangan.

Benar saja, begitu tiba di pantry, Qiana mendapati Angga sedang sibuk mengelap meja. Dengan senyum merekah, ia melangkah menghampiri.

"Kulonuwun..." sapanya dengan khas logat Jawa.

"Monggo... eh-" Restu refleks menjawab sambil menoleh, lalu terdiam sepersekian detik ketika menyadari siapa yang ada di hadapannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Filan
Restu, ga yakin nih si Nadine ga ganggu lagi.
Filan
terlalu penasaran atau obsesi
Filan
Dia udah kesambet sih ya...
Miu.Nuha
masa lalu gk usah dibuka lagi...
Miu.Nuha
ber oh ria /Facepalm/
oh ah oh eh oh uh...
Miu.Nuha
akal2an Oma 😅
Miu.Nuha
ih kenapa pula ini Oma 🤭
apa oma kecewa Restu gk nikah2, hehe...
Miu.Nuha
hahaha ngelawak mulu neneknya 😭😭
Miu.Nuha
hilih, giliran nama cucuny aja gk mau nyebut, lupa apa niat ngelupa lagi nih 😫
Miu.Nuha
apa itu mendiang suami 🤔
Miu.Nuha
Omamu tau2 ketemu sama qiana, Res...
entah apa yg terjadi sama Oma, malah jadi akting jadi nenek pikun 😭
Miu.Nuha
mahal pak beli susu 😭😆
Miu.Nuha
mungkn saatny pk restu tampil 👍
gk mau kalah sama Angga
Miu.Nuha
calon istriku sholihah bngt, batin restu ❤
Miu.Nuha
stalker cucunya donk 😆😆😆
Miu.Nuha
takut ketauaann 😭
astagaa... bestiemu msh setia bngt Res smpe inget sama gadis yg bikin kamu gk bisa mupon...
Miu.Nuha
siap2 jadi Angga terus kamu Res kalo smpe nikah sama Qiana 😆😆
Miu.Nuha
untung bisa boong
Mingyu gf😘
heh justru itu bagus, karena se*s bebas sarang penykit
Mega Siregar
janganlah dipaksa...
jika buru2 tanpa mengenal baik pasangan yang ada hanya menimbulkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!