Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan
"Kamu bisa pura-pura hamil dan pura-pura menjadi istri saya. Kita nikah bohongan gimana? " Ide Briyan.
Isyana hanya diam terpaku, tidak yakin dengan apa yang barusan dia dengar.
'Ini orang sudah gila kali y... Ngomongnya gak pakai dipikir dulu' batin Isyana
"Gimana? " Tanya Briyan yang merasa Isyana tidak menjawab idenya cukup lama
"Bapak gak lagi sakit kan? " Tanya Isyana pada Briyan
"Aku sehat" Jawab Briyan
" Atau jangan-jangan bapak sudah mulai suka ya sama saya? " Ucap Isyana sambil menggerakkan alisnya naik turun
"Jangan ngimpi... Kamu bukan selera saya" Jawab Briyan tegas
"Terus kenapa bapak mau saya melakukan nikah bohongan sama bapak? Pakek acara pura-pura hamil lagi... " Tanya Isyana
"Kita pura-pura jadi suami istri didepan keluargaku. Karena aku tidak mau mamaku terus-terusan menjodohkan aku" Alasan Briyan
" Dan kamu harus pura-pura hamil karena setau mamaku kamu hamil" Jelas Briyan
"Aku tidak mau! " Tolak Isyana
"Katanya kamu mau membalas kebaikan saya? " Briyan mengungkit kata-kata Isyana yang ingin membalas budi
"Balas budi bisa dengan cara lain, bukan seperti ini. Lagi pula sekali berbohong seterusnya akan terus berbohong" Jelas Isyana
"Apalagi yang mau kamu bohongi itu keluargamu sendiri. Orang tuamu sendiri"
"Okey kalau kamu tidak mau. Saya mau kamu memberikan ganti rugi kepada saya" Ucap Briyan
"Ganti rugi apa? " Isyana nampak bingung. Isyana mengingat-ingat apa yang membuat isyana harus mengganti rugi
"Kemaren malam kamu tiba-tiba menyebrang dan membuatku kaget. Kamu harus ganti rugi 30juta" Ucap Briyan
" Yang benar saja... Kamu yang hampir menabrakku dan membuat kakiku terkilir. Harusnya kamu yang ganti rugi... " protes Isyana
"Kalau kamu tidak tiba-tiba menyebrang tidak mungkin aku hampir menabrakmu dan membuatku terkejut. Kalau aku kenak serangan jantung karena terkejut bisa-bisa aku mati. Kamu harus tanggung jawab" Jelas Briyan panjang lebar
"Tapi kan kamu masih hidup" Jawab Isyana
"Kamu mau aku mati ya... Aku bisa lapor polisi" Ucap Briyan
"Konyol... " Isyana mulai merasa alasan Briyan hanya dibuat-buat dan sengaja membuat masalah.
"Kemaren aku menabrakmu aku mau tanggung jawab. Sekarang giliran kamu tidak mau tanggung jawab? " Briyan mengungkit kecelakaan saat pertama kali mereka bertemu.
" Lagi pula aku sudah membantumu melawan preman-preman itu, memberimu makan dan tempat tinggal. Itu tidak gratis" Ucap Briyan.
"Jadi kamu selama ini tidak ikhlas menolongku? Tanya Isyana
"Tidak ada yang gratis di dunia ini" Ucap Briyan dengan senyum seringai nya
"jika semua ditotal jumlahnya 100juta" Ucap Briyan
"Kamu mau merampok ku ya... Mana ada aku uang segitu! " Isyana mulai emosi dan kaget dengan nominal yang Briyan sebutkan
" Kamu tinggal pilih mau ganti rugi atau pura-pura jadi istriku? " Briyan memberikan pilihan pada Isyana
"Kalau aku tidak mau dua-duanya? " Tanya Isyana
"Aku bisa melaporkanmu pada polisi dengan tuduhan penipuan" Ucap Briyan
"Aku tidak menipumu" Protes Isyana
"Terserah... Itu semua bisa diurus " Jawab Briyan santai.
"Baik aku minta waktu untuk mengumpulkan uang ganti rugi" Ucap Isyana
"Aku mau uang ganti rugi 100 juta harus ada sekarang. Kalau tidak berarti kamu setuju untuk nikah bohongan denganku" keputusan Briyan
Isyana terdiam, dia mengatur emosinya. Dia sadar ini semua hanya tak tik Briyan agar dia menyetujui kesepakatan nikah bohongan ide dari Briyan.
"Ini semua hanya akal-akslanmu kan agar aku menyetujui ide gilamu itu?" Ucap Isyana
"Kamu sangat cerdas" Ucap Briyan dengan senyum mengembangnya.
"Kenapa kamu memberikan pilihan kalau hasilnya tetap sama? " Sindir Isyana dengan senyum sinisnya
"Aku tidak mau dituduh memaksa" alasan Briyan
"Tapi tetap saja kau memaksa" Protes Isyana. Briyan hanya tersenyum senang.
"Berapa lama? " Tanya isyana
"6 bulan" Jawab Briyan
'Setelah 6 bulan Calista akan pulang dan aku bs menjelaskan semuanya sama mama lalu aku bisa bersama Calista' rencana yang ada dipikiran Briyan
"Okey ... " Isyana menyanggupi setelah cukup lama berfikir
" Oke kita sepakat" Briyan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan Isyana menyambutnya dengan berat hati.
'Apa yang kamu pikirkan Isyana? Dirumah kamu di tuduh hamil, disini malah pura-pura hamil. Good job isyana... ' Isyana merutuki dirinya sendiri
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya