NovelToon NovelToon
My Stubborn Boss

My Stubborn Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:446.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: amih_amy

#cerita ini sequel dari novel 'MY LOVELY IDIOT HUSBAND' ya...

***

Amel harus menerima kenyataan, menikah dengan laki-laki yang mencintai sahabatnya sendiri karena sudah hamil akibat kesalahan yang tidak disengaja.

Apakah Amel bisa menjalani biduk pernikahannya dengan seorang Daniel Ariesta, yang terkenal keras kepala. Bahkan dalam pernikahannya, lelaki itu masih saja memikirkan cinta pertamanya.


Ikuti kisah mereka kuy! #My_Stubborn_Boss
Follow IG amih juga : @amih_amy
fb : amih amy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENEBUS KESALAHAN

Keheningan sejenak tercipta, setelah kepergian ketiga pria penagih hutang tersebut. Amel menundukkan pandangannya saat Daniel menatapnya dengan tatapan penuh tanya.

"Kamu gak mau jelasin apa-apa tentang semua ini?" Pertanyaan Daniel memecah keheningan diantara mereka berdua. Kini keduanya masih berdiri di tengah jalan Gang yang kebetulan begitu sepi, dan tidak ada orang yang lewat dari tadi.

"Mau jelasin apa? Itu bukan urusanmu." Dengus Amel, lalu pergi meninggalkan Daniel sembari menuntun sepedanya.

Daniel mengerutkan kening, gadis ini sudah ditolongnya, tapi kenapa tidak ada rasa terimakasih sedikit pun darinya. "Hei ... aku sudah menolongmu barusan, memangnya kau tidak mau mengucapkan terimakasih." Teriak Daniel, langkah kakinya mengajaknya mengejar Amel yang berjalan dengan langkah gontai jauh kedepan.

"Ish... aku gak minta sama bos buat bayarin hutang itu, lagipula uangnya juga belum dikasihkan. Jadi, masih bisa untuk dibatalkan. Aku bisa membayarnya sendiri, bos tidak perlu merasa tinggi hati." Amel mendesis kesal, saat tangan sang atasan menahan sepeda Amel hingga dirinya jadi tertahan dan tak bisa bergerak ke depan.

"Memangnya kamu punya uang sebanyak itu?" Tanya Daniel.

Amel terdiam, pertanyaan itu seakan menusuk jantungnya hingga ke dasar. Amel memang bukan gadis kaya yang bergelimang harta, tapi dia masih bisa mengusahakannya. Walaupun tidak tahu bagaimana caranya.

Diamnya Amel, membuat Daniel merasa yakin jika wanita itu memang tidak sanggup membayar hutang ayahnya tersebut. Laki-laki itupun mendekati Amel, menatap lekat wajah Amel yang dihiasi dengan kebingungan dan kesedihan yang mendalam.

"Anggap saja uang itu sebagai ganti rugi dari---"

Buuuk....

Satu pukulan Amel hantamkan di wajah Daniel, kali ini bukan hanya tamparan, melainkan sebuah bogem mentah yang begitu keras dan penuh amarah. Hingga setetes darah segar keluar dari hidung lelaki itu.

"Sekali lagi kau membahas masalah ganti rugi atas tubuhku. Aku pasti akan membunuhmu saat itu juga."

Ancaman Amel membuat Daniel tercengang. Kedua matanya membulat sempurna. Lelaki itu baru mengetahui jika pegawainya itu bisa sesadis itu jika sedang marah.

Tanpa basa basi lagi, Amel pun pergi meninggalkan Daniel yang masih mematung sambil memegang bagian hidungnya yang begitu perih. Daniel meringis kesakitan sambil menyeka darah segar yang mengalir dari hidungnya tersebut. "Sial." Decak nya.

***

Esok paginya, seperti yang sudah Daniel janjikan, penagih hutang itu datang menemui Daniel di restoran. Mereka datang tiga orang, dua orang bertubuh kekar dan satu lagi berpakaian mewah, dengan gaya orang kaya, tapi terlihat begitu narsis.

Memakai jas hitam dengan kemeja yang tidak dikancingkan di bagian atasnya. Sengaja memamerkan kalung rantainya yang mungkin terbuat dari emas karena memiliki warna yang sama persis. Jemarinya dipenuhi dengan batu akik, dengan gaya duduknya pun sengaja dibuat sekeren mungkin.

"Mana uangnya?" Salah satu penagih hutang yang bertubuh kekar berkata sambil menggebrak meja kerja Daniel. Ya, mereka dipersilakan masuk oleh yang punya restoran dan berbicara di ruangan kerja lelaki itu.

"Tenang dulu Bro! Amelnya juga belum datang. Kita kan butuh dia buat menyaksikan hutangnya lunas dibayar." Seru Daniel sedikit gentar. Walaupun berada di tempatnya, lelaki itu juga takut karena melihat tubuh kedua orang tersebut lebih kekar daripada dirinya.

Amel yang sudah dihubungi oleh Daniel lewat sambungan telepon agar segera datang ke restoran pagi-pagi, merasa malas untuk pergi. Pasalnya, bagaimanapun Amel menolak pertolongan lelaki itu. Daniel tetap ingin membayarnya. Dasar keras kepala!

Amel tidak mau menerima uang dari bosnya, rasanya dirinya seperti telah menjual tubuhnya pada Daniel saja. Amel berniat pergi ke restoran hanya untuk menerima penawaran si penagih hutang itu sebelumnya, agar hutangnya bisa lunas tanpa membayar dengan uang.

Dengan langkah tergesa-gesa, Amel menuju ruangan kerja Daniel. Setelah sepedanya berhasil membawanya ke tempat kerjanya tersebut.

Kedatangan Amel disambut hangat oleh si penagih hutang. Salah satu diantara mereka ternyata adalah ketua dari tempat perjudian ayahnya. Amel sangat kenal dengan lelaki itu. Karena terlalu sering lelaki itu datang untuk memberikan sebuah penawaran pembayaran hutang yang tidak masuk akal.

"Hai Amel, kita bertemu lagi." Sapa lelaki yang Amel tahu bernama Simon.

Amel berdecak, bola matanya berotasi dengan malas. Sebenarnya dia tidak ingin melihat lelaki itu lagi. Tapi apalah daya, ayahnya selalu saja membuat masalah.

"Aku ke sini cuma mau bilang, kalau bosku tidak jadi membayar hutang Bapak. Aku akan menerima tawaranmu sebelumnya." Seru Amel dengan tegas.

Daniel yang mendengar itu langsung berdiri. Menghampiri Amel yang masih berdiri ditemani oleh Simon. Sorot mata Daniel tertuju pada lelaki yang berpakaian perlente itu. Merasa tidak suka dengan cara lelaki itu yang menatap Amel dengan tatapan seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.

Dalam satu tarikan, Daniel merengkuh tubuh Amel ke dalam pelukannya. Membuat wanita itu begitu terkesiap sambil mendongakkan wajahnya menatap Daniel dengan bingung.

"Aku akan tetap membayarnya, dan lupakan penawaran yang kau berikan untuk wanita ini!" Daniel berkata tanpa melihat wajah Amel, sorot matanya masih tertuju pada laki-laki yang bernama Simon itu. Seolah tahu penawaran apa yang mereka sepakati sebelumnya.

Simon tertawa sinis. Salah satu sudut bibirnya terangkat keatas. "Kamu pacarnya ya?" Tanyanya yang terdengar sedikit kecewa.

"Bukan." Jawaban itu terlontar dari mulut Amel yang berusaha melepaskan tubuhnya dari rangkulan Daniel, tapi sayangnya lelaki itu tak mau melepaskan Amel.

"Diam!" Bekapan tangan Daniel berhasil membungkam mulut wanita yang kini berada di pelukannya tersebut. Sepertinya wanita ini benar-benar sudah tidak punya akal. Bisa-bisanya dia menerima tawaran dari lelaki hidung belang macam Simon. Daniel sangat hapal jenis manusia seperti apa Simon itu. Lelaki yang memiliki sorot mata seperti singa kelaparan.

"Oke baiklah, sebenarnya aku lebih suka Amel membayarnya dengan cara lain, tapi aku juga suka uang. Mungkin lain kali---"

"Tidak ada lain kali." Tukas Daniel memotong ucapan Simon yang terkesan merendahkan Amel. "Jika sekali lagi kalian menganggu wanita ini. Kupastikan kalian mendekam di jeruji besi." Tambah Daniel dengan nada mengancam.

Tentu saja hal tersebut tidak membuat lelaki itu takut. Justru malah membuatnya tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ocehan Daniel yang dirasa meremehkannya.

"Kau tidak tahu apa-apa, ayah gadis ini adalah penjudi gila. Jadi aku bisa dengan gampangnya menarik dia ke dalam pelukanku jika aku mau. Jika aku memberikan umpan pada seekor ayam dengan segenggam jagung, pasti ayam itu akan menggiring anaknya untuk ikut makan juga bukan?" Kata Simon kemudian kembali tertawa.

Daniel terperangah mendengar ucapan Simon, ekor matanya melirik ke arah Amel yang kini menundukkan wajahnya, raut wajahnya tampak terluka. Apakah wanita ini benar-benar mengalami hal yang begitu berat selama hidupnya?

Rasa bersalahnya terhadap Amel semakin besar saja. Dengan kehidupannya yang penuh dengan drama dan kesedihan seperti ini. Dirinya malah menorehkan luka yang membuat wanita ini semakin merana. Ada sedikit rasa prihatin dalam hatinya, dan berkata dalam hatinya, jika kini Daniel bersedia menjadi pelindung Amel. Setidaknya hal tersebut ia lakukan untuk menebus rasa bersalahnya pada wanita yang pernah ia renggut kehormatannya.

***

Kira-kira udah tumbuh benih-benih cinta belum tuh si Daniel? 🤭🤭

Di tunggu komentar, like dan votenya ya readers kuh! Selamat membaca...

1
Safira Nurhafizah
pasti terinspirasi dr film ny ya Thor? soalnya film jg romantis bnget kok😊
°ammy🌾👉ig: amih_amy: iya, kak. 😂
total 1 replies
Anlyz@
baca yg ini dlu thor msh penasaran hbs tu yg satunya🥰😊
semangat thor💪🏻👍🏻
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Makasih 🤗
total 1 replies
Anlyz@
Hai thor q mampir👍🏻👍🏻👍🏻
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Hai juga, kak. Selamat membaca 🥰
total 1 replies
yolan and radit
aku mampir kak..langsung klik fav
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak 🥰
total 1 replies
🕊️
👍🏻👍🏻👍🏻
🕊️
Semangat ka amy 👍🏻
Di Ha Ni
janda bolong kalo ditempatku ada yg nyebutnya sundal bolon. aku suka tanamannya. cantik😅
🤍
Hadir akak..
Bee mi amore
yakk...mulaiiii😂
Bee mi amore
wah kalo bc deket kompor gak nyala ya gak panas thor..panas tuh kalo deket api unggun😂😂😂
Intanksm98
Sukaa 💜💜
Suka banget sama perjuangan adel untuk mempertahankan segalanya,
Intanksm98
Udah lama banget ninggalin cerita ini 💜 , suka banget.
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih 😘😘😘
total 1 replies
Intanksm98
ini mah menggantung di adel 😂
Intanksm98
😂😂 hahaha,,, Celana dalem bikin deg2an.
jumilestari
selesaiiiiiiii
°ammy🌾👉ig: amih_amy: mantap 👍, makasih 😘😘
total 1 replies
sianturi deborah
suka sama ceritanya .. thor
sianturi deborah
semangat thor 💪
💞 vinela 💞
buka profil kaka, waah Nemu up baru, akhirnya datang jg sekuel dari Amel...

gass lanjut baca.
Ida Yuliantina
ihhh...akhirnya up kk...untung blum ke delete..kutunggu novel nya...syuka bngt soalnya...ngg bisa move on dr daniel...hehehe
Royani Khazanah Rizkyours
bang uput itu bang putra kan hihi
🍃Endang Nur😉 new: semangat Kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!