NovelToon NovelToon
Lysaa, Gadis Penakluk

Lysaa, Gadis Penakluk

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Teen / Tamat
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Lysaa seorang gadis yatim piatu yang berusaha keras mencari tahu siapa yang telah membunuh kedua orang tuanya. Namun siapa sangka, ia tanpa sengaja malah membongkar kasus besar yang selama ini berusaha di tutupi oleh sejumlah pihak.

Berbekal ilmu bela diri yang di ajari oleh Ayahnya serta kepiawaiannya dalam meretas data serta informasi yang di ajari Ibunya membuat Lysaa memantapkan tujuannya untuk menghukum orang-orang yang telah menjadikannya seorang gadis sebatang kara.

Bagaimana cerita selanjutannya?
Yuk baca kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Mencari Tahu

Bab 19

Mencari Tahu

"Jadi itu tadi teman-temanmu yang selalu mengikutimu kemana-mana?" Tanya Dojun memperhatikan Lysaa sambil melipat tangan di depan dada.

"Hmm."

"Siapa lelaki itu? Sorot matanya begitu tajam menatapku."

"Aku Ingin kau mencari tahu tentangnya. Baek Hyun, dia memiliki black card. Aku yakin dia bukan anak pengusaha biasa." Ujar Lysaa serius menatap Dojun.

"Wow, High class rupanya. Serahkan padaku, aku akan mencari infomasi tentangnya. Oh ya Lysaa, Hn terus menanyakanmu. Sebenarnya siapa dia?"

"Astaga aku lupa dengannya. Bagaimana jika kalian berdua coba mencari infomasi tentang Baek Hyun."

"Kau ingin kami bekerja sama seperti waktu itu?"

"Ya."

"Baiklah. Tapi apa kau tidak kelewatan memberikan orang pekerjaan tanpa memberinya upah?"

"Jika dia meminta upah, katakan padanya dia boleh meninggalkan rumah itu sekarang juga." Ancam Lysaa.

"Benar-benar Lysaa yang ku kenal." Ucap Dojun lirih yang masih terdengar oleh Lysaa.

***

Sementara itu di tempat yang berbeda.

Sejak pulang dari rumah sakit menjenguk Lysaa, Shin Yeri lebih banyak diam melamun dan tersenyum sendiri. Ada sesuatu yang menarik hatinya, sehingga ia bertekad akan menanyai Lysaa besok ketika di sekolah untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Flash Back On

"Yaaa, Lysaa! Kau disini rupanya. Aku mencari kamar mu dan apa-apaan ruangan ini?!"

Dojun tiba-tiba datang dan memprotes Lysaa.

Hyun menatap tajam ke arah Dojun, sedangkan Shin Yeri terdiam. Ia terpana melihat Dojun hingga pipinya bersemu kemerahan.

"Oh, sedang ada tamu rupanya." Ucap Dojun salah tingkah, yang baru menyadari ada orang lain di ruangan itu selain Lysaa.

"Dia siapa?" Tanya Shin Yeri dengan suara lirih mendekat pada Lysaa.

"Orang gila." Jawab Lysaa juga dengan suara lirih dan di dengar oleh Hyun yang berada di antara mereka berdua.

"Kau mau apa?" Tanya Lysaa datar kepada Dojun.

"Menjemput orang sakit pulang ke rumah. Aku takut kau di keroyok lagi, dan Paman Dave akan memarahiku habis-habisan." Ujar Dojun.

Padahal pemuda itu datang kerumah sakit untuk memastikan Lysaa tidak melakukan sesuatu yang salah yang bisa mengakibatkan dirinya terluka lagi.

"Kau tidak ingin mengenalkanku kepada teman-temanmu?" Ucap Dojun lagi, bertanya kepada Lysaa.

"Kau bisa melakukannya sendiri."

"Hai, aku Shin Yeri."

Shin Yeri mengulurkan tangannya terlebih dahulu sambil tersenyum semanis mungkin.

Lysaa terkesiap melihat aksi gadis itu berkenalan dengan Dojun.

"Aku Dojun." Balas Dojun mengenalkan dirinya.

"Dia Hyun, kami teman sekolah Lysaa." Ujar Shin Yeri sambil menunjuk Hyun yang sepertinya tidak tertarik untuk berkenalan dengan Dojun.

"Hai!" Sapa Dojun mengangkat tangannya dari jauh kepada Hyun meski pemuda itu memasang wajah datar.

"Apa kau juga teman Lysaa? Aku baru tahu Lysaa juga punya teman lain selain kami. Ku kira dia hanya bisa menjadi vampir dengan wajah datar menyeramkan seperti itu dan membunuh lawannya hanya dalam sekali serang." Tutur Shin Yeri yang kembali teringat pertemuan pertamanya dengan Lysaa, sampai ia kencing di celana.

"Hehehe, aku suka kejujuranmu Yeri. Tapi dia bukan temanku. Dia terpaksa ku anggap sebagai saudara. Hehehe..."

Lysaa melirik tajam Dojun setelah mendengar ucapan pemuda itu.

"Jadi kalian saudara?!" Tanya Shin Yeri antusias dengan mana berbinar.

Entah apa arti dari tatapan Yeri terhadap Dojun yang membuat Lysaa sedikit curiga terhadap gadis itu.

Dojun hanya mengangguk menjawab pertanyaan Shin Yeri.

"Sukurlah..." Kata Shin Yeri menatap Dojun sambil terus tersenyum.

Jawaban Shin Yeri membuat Hyun dan juga Lysaa saling tatap. Begitu juga Dojun yang langsung berubah kikuk refleks mengusap tengkuk lehernya.

"Eh, bukan! Maksudku sukur kalau Lysaa mempunyai saudara yang perhatian sepertimu." Kilah Shin Yeri yang mendadak atmosfir diruangan itu menjadi sedikit berbeda dengan tatapan beberapa pasang mata yang penuh curiga.

"Aku... ke toilet dulu."

Shin Yeri segera melarikan diri merasa malu sendiri apalagi pipinya mulai memanas. Ia yakin mereka dapat melihat rona semu kemerahan di wajahnya.

Flash Back Off

Keesokan harinya. Shin Yeri datang lebih dulu pagi sekali menunggu kehadiran Lysaa di depan pintu gerbang sekolah mereka. Satu persatu siswa mulai berdatangan, tapi wujud Lysaa sama sekali belum terlihat di mata Shin Yeri.

Shin Yeri tertunduk, mengetuk ujung sepatunya di aspal sambil sesekali mencari keberadaan Lysaa. Bukan Lysaa yang datang tapi Hyun yang berjalan santai tanpa menoleh sedikit pun ke arahnyan dan terus melangkah menuju kelasnya.

"Yaaa, Hyun! Kau tidak melihat ada aku disini? Ayo kita tunggu Lysaa!"

Hyun hanya melirik sekilas setelah di teriaki oleh Shin Yeri. Namun pemuda itu terus melangkah tanpa memperdulikan ajakan gadis itu.

"Ck! Menyebalkan." Gerutu Shin Yeri sambil menatap punggung Hyun yang semakin menjauh.

"Siapa?" Tanya Lysaa tepat di belakang kepala Shin Yeri.

"Oh, ya Tuhan! Lysaa!!"

Shin Yeri begitu terkejut dengan kehadiran Lysaa yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.

"Kau dari mana saja?! Aku menunggu mu!"

"Kenapa kau jadi sewot sih!." Kata Lysaa lalu melangkahkan kaki menuju kelas mereka.

"Yaaa, Lysaa! Tunggu aku!"

Shin Yeri mengejar langkah Lysaa dan langsung merangkul lengan gadis itu.

"Katakan padaku siapa Dojun?" Tanya Shin Yeri.

"Bukankah kemarin kau sudah berkenalan dengannya." Jawab Lysaa yang mulai bosan. Karena pertanyaan Shin Yeri tidak berbobot menurutnya.

"Jadi benar dia saudaramu?" Tanya Shin Yeri antusias.

"Hmm."

"Saudara kandung atau saudara saudara sepupu?"

"Sepupu." Lysaa terpaksa berbohong karena tidak mungkin ia mengatakan Dojun hanya seorang anak panti yang besar bersama dirinya hingga mereka seperti saudara.

"Kalau begitu, aja dia juga jika mau main ke Apartemenku. Kau tahu sepupu mu itu sangat tampan." Ujar Shin Yeri dengan pipi merona.

"Haah?!" Lysaa melengos tak percaya. Mulutnya ternganga sekian detik mendengar penuturan Shin Yeri.

Apa mata gadis ini rabun?! Manusia berkepribadian mesum itu di bilangnya tampan. Batin Lysaa.

"Kau tahu Lysaa, wajah dan postur tubuh sepupumu itu tipe ku."

Lysaa memutar bola matanya jengah. Kali ini kupingnya harus bersiap menerima serangan mematikan akan pujian Shin Yeri terhadap Dojun.

Andai kau tahu dia suka o*na*n*i kau pasti melesat jauh melarikan diri darinya. Batin Lysaa.

"Boleh aku minat nomer kontaknya?"

"Untuk apa?"

"Ya untuk apa lagi?! Tentu saja menghubunginya agar kami bisa dekat."

"Kau minta sendiri saja padanya."

"Aku kan tidak bertemu dia lagi."

"Kalau begitu tunggu ketemu."

"Kau pasti punya kontaknya kan? Apa salahnya langsung memberikannya padaku." Gerutu Shin Yeri yang permintaannya di tolak Lysaa.

"Atau jangan-jangan kalian bukan sepupu dan kau menaruh hati padanya?" Cerca Shin Yeri lagi.

"Si Uban itu?! Aku tidak berminat padanya. Sudah ku katakan kami bersaudara."

Wajah Shin Yeri yang tadinya cemberut berubah tersenyum senang mendengar bantahan Lysaa yang sepertinya memang benar.

"Kalau begitu kau harus janji untuk mengajaknya main ke Apartemen ku nanti pulang sekolah."

Lysaa memutar bolak matanya, jengah dengan permintaan Shin Yeri yang menurutnya terlalu bodoh untuk menyukai Dojun.

Bersambung...

Note : jangan lupa untuk selalu like dan komen setiap bab ya, karena jejak kalian sangat berharga bagi Author. Terima kasih 🙏😊

1
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
wah mau ikutan juga dong kalau ditraktir makan
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ shin yeri
Murni Dewita
haduh lisa lisa
Murni Dewita
👣👣👣👣👣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja niat mereka berhasil kedepan nya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBoyᶻᵃ💘🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡
jelas' Hyun lebih pinter buktinya lebih gercep curi hatinya lysa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
tenang aja paman hyun gak akan macem² ko
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
katakan yg sejujurnya kepada hyun apa yg telah terjadi disana
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
katakan aja yg sejujurnya hyun
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
nah lho apa yg akan kalian jwb.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
jangan sampai telat kalau terjadi apa² sama dirimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBoyᶻᵃ💘🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡
cie lysa udah Nerima Hyun sepenuh hati
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBoyᶻᵃ💘🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡
ohh ibu tirinya hyun tersangka nya
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kenapa gak cari wanita lain aja jun
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja kebenaran ini CPT terbongkar
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja lysa&hyun bisa melewati Maslah ini bersama²
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
nah udh mulai terungkap ayo cari bareng²
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBoyᶻᵃ💘🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡
gadis preman' ❤️ lelaki cantik 🤣👍
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
jun kenapa kau lakukan itu dihadapan lysaa sih apa buat lysaa cemburu yaa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
mksd hyun gak usaah bawa org lain lagi cukup lysa seorang aja yg nemenin🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!